Tipe Gaya Belajar Pada Anak

Kakak Fasya sedang di tes sidik jari
Mengapa kita perlu mengenal gaya belajar pada anak? Karena sesungguhnya setiap anak memiliki kecenderungan cara belajar yang berbeda. Jika orang tua tidak tahu atau memaksakan cara belajar yang tidak sesuai dengan kemampuan, maka anak belajar dengan tidak optimal. Sangat disayangkan jika ada orang tua atau guru yang memberi label "bodoh" pada anaknya. Karena sesungguhnya di dunia ini tidak ada anak yang bodoh. Kurangnya stimulasi terhadap potensi anak yang dominan membuat anak dianggap tidak pintar.
 Untuk mengenal tipe cara belajar anak salah satunya melalui tes sidik jari. Bisa saja kita mengadakan pengamatan secara langsung atau secara kasat mata. Tetapi mungkin saja hasil pengamatan kita menjadi kurang tepat, karena ini menyangkut kerja otak. Hal ini yang melatarbelakangi saya untuk melakukan tes sidik jari pada anak-anak saya. Diperoleh hasil, kakak Fasya lebih dominan  dengan tipe gaya belajar visual dan auditori. Sedangkan ade Haikal dominan tipe gaya belajar visual dan kinestetik. Apa saja yang dimaksud dengan gaya belajar itu ?
Secara umum ada tiga tipe gaya belajar yang dominan dimilki oleh setiap orang. Tipe gaya belajar visual, adalah tipe yang cenderung lebih mudah belajar dengan cara melihat atau membaca. Gaya belajar ini lebih mudah menerima dan mengolah informasi melalui indera penglihatan.  Gaya belajar visual secara spesifik lebih mudah belajar dengan penyampaian melihat huruf, kata, kalimat yang ada di buku. Selain itu, gaya belajar ini sangat mudah belajar dengan cara melihat gambar-gambar, foto, warna dan bentuk. Ketika membaca buku pelajaran, lebih mudah jika diperbolehkan memberi tanda materi yang penting dengan memberi garis bawah atau memberi warna dengan stabilo. Latih anak untuk meringkas pelajaran dengan menggunakan mind map (peta pemikiran).
Kedua, tipe gaya belajar auditori, yang memiliki kecenderungan lebih mudah belajar dan mengolah informasi melalui indera pendengaran. Jangan merasa terganggu, bila ada anak yang belajar sambil membaca dengan keras atau belajar dengan cara menyanyikan materi pelajarannya. Karena ini merupakan gaya belajar yang paling disukai oleh anak dengan tipe gaya belajar auditori. Agar lebih optimal, baca dan ulangi materi pelajaran dengan bersuara atau minta dibacakan oleh orang lain. Menggunakan tape recorder untuk merekam pelajaran di sekolah, lalu mengulangi lagi di rumah dapat sangat membantu anak auditori.
Tipe gaya belajar yang terakhir, yaitu tipe gaya belajar kinestetik. Serangkaian aktifitas yang menggerakkan sebagian/seluruh anggota tubuh dan mempraktekan hal-hal yang dipelajari cenderung lebih bisa diterima oleh tipe gaya belajar ini. Terkadang orang tua ada yang merasa tidak nyaman jika anaknya belajar sambil mengetuk-ngetukkan jarinya, mengoyang-goyangkan kaki atau bahkan ada yang sambil berjalan-jalan. Anak dengan tipe gaya belajar ini sebenarnya lebih mudah belajar dengan melakukan gerakan-gerakan tadi. Untuk anak yang memiliki kapasitas energi yang berlebih, sebaiknya diberikan aktifitas fisik terlebih dahulu sebelum memulai proses belajar.
Dengan mengetahui tipe belajar yang dimiliki anak, dapat memudahkan orang tua untuk mestimulasi potensi dominan yang dimiliki seorang anak. Sehingga anak dapat belajar dengan gembira. Semoga.

10 comments:

  1. cocok ga mbak hasilnya dengan kebiasaan kakak sehari-hari?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok mbak...kakak senengnya belajar sambil dinyanyiin atau baca keras-keras...kadang cukup mengganggu telinga he..he..

      Delete
  2. Saya visual dan auditori. Dulu waktu kecil semua tipe.. hehe. Iya bener, sering baca atau hapalan sambil bersuara. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak Sarah, setiap orang punya tipe belajar ketiganya, tapi biasanya ada yang lebih dominan.

      Delete
  3. Artikel yang bermanfaat mbak..:) Vivalognya dah nongol ya..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi..hi..hi...iya mbak, udah nongol di vivalog ya... :)

      Delete
  4. Hal ini bisa meminimalisir membandingkan kemampuan ya mbak. Karena kemampuannya beda sesuai bidang

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak...he..he selalu setuju dengan mbakku yang satu ini.. :)

      Delete
  5. Setuju Teh Fitri..kenali gaya belajar anak kita yaa..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh...supaya anak tidak merasa terbebani ketika belajar

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}