Program Super Gizi Qurban dari Yatim Mandiri

Anak-anak Yatim Mandiri ketika mengikuti Mathematic Competition (sumber: Fb Dwi Asvan)


Idul Adha sudah semakin dekat, sebentar lagi kita akan menjalani ibadah qurban seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Apakah diantara teman-teman akan melakukan pemotongan hewan qurban? Untuk teman-teman yang mau mencari hewan yang akan di qurbankan sekaligus mensejahterakan anak yatim, bisa mendapatkannya di Badan Yatim Mandiri. Perlu diketahui bahwa, Badan Yatim Mandiri merupakan badan non profit yang memfokuskan kegiatannya untuk kesejahteraan anak-anak yatim.
            Badan Yatim Mandiri memiliki program yang disebut Super Gizi Qurban (SGQ). Program ini memanfaatkan daging qurban untuk diolah menjadi sosis dan kornet. Cara mengawetkan daging qurban menjadi sosis atau kornet, sebenarnya diperbolehkan. Seperti tercantum dalam hadis riwayat Muslim : Sabda Nabi saw: “Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi SAW, bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi SAW bersabda,”[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR. Muslim)
Didukung pula dengan   Hadits Jabir bin Abdullah ra, berkata: “Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi saw mengizinkan dalam sabdanya, ”Makanlah dan bekalilah dari daging kurban.” Maka kami pun makan dan berbekal. (HR. Bukhari dan Muslim).
            Maka, kita boleh saja mengawetkan daging qurban dengan cara di asinkan, di dendeng, dijadikan kornet atau diolah menjadi sosis, asalkan tujuannya hendak disalurkan. Seperti contohnya, Pemerintah Arab Saudi yang mengolah daging qurban menjadi kornet dan membagikannya ke negara-negara miskin atau negara yang mengalami bencana kelaparan.       
            Begitu pula dengan Badan Yatim Mandiri. Bermaksud mengolah daging qurban dalam bentuk sosis dan kornet, agar daging tersebut tidak rusak ketika akan disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan seperti daerah yang mengalami bencana alam atau daerah yang terpencil. Teman-teman yang mau berpartisipasi mensukseskan program Super Gizi Qurban dan ingin mengetahui lebih banyak tentang kegiatan ini silahkan menghubungi www.yatimmandiri.org
            Tidak perlu ragu untuk bergabung karena banyak keunggulan dari program Super Gizi Qurban. Dijamin semua prosedurnya dijalankan sesuai syariah, praktis dan hygienis.  Pengolahannya yang hygienis membuat daging qurban ini tahan hingga 2 tahun walaupun tidak menggunakan bahan pengawet. Sehingga dagingnya dapat tersalurkan hingga ke seluruh pelosok negeri. Yang menjadi tambahan nilai positifnya, kita otomatis turut membantu meningkatkan gizi anak yatim dhuafa. Dan ini juga sebagai sarana optimalisasi CSR untuk perusahaan.
Bagi teman yang mau bergabung, SGQ menyediakan paket hewan qurban sebagai berikut : 1 ekor sapi seharga Rp. 12.600.00 atau 1/7 ekor sapi seharga Rp. 1.800.000. Cukup terjangkau bukan? Mari bergabung, sehingga kita bisa berqurban sekaligus membantu anak-anak yatim yang bernaung di Badan Yatim Mandiri.
Pendistribusian Super Gizi Qurban


Menikmati Nasi Bumbung


Akhir minggu seperti ini, begitu menyenangkan bila bersama keluarga mencari kuliner yang lain seperti biasanya. Kali ini, kami sekeluarga tidak mencari yang lokasinya jauh dari tempat tinggal kami. Di sekitar kota Subang saja. Rumah Makan Bale Desa menjadi pilihan kami di siang ini. Suasananya yg asri dan tempat makan yang berada di atas kolam ikan menjadikan tempat ini pantas dikunjungi.
Menu di rumah makan ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan rumah makan sunda lainnya. Menyediakan makanan khasnya seperti nasi timbel, nasi liwet dan berbagai olahan nasi lainnya. Yang menjadikan nilai tambah, rumah makan ini ternyata menyediakan nasi bumbung. Nasi bumbung adalah nasi yang dimasak di dalam bumbung atau bambu. Aroma bambu dan daun yang menyelimutinya menambah cita rasa. Diolah dan disediakan menggunakan bambu dengan diameter sekitar 6 cm dan panjang 12 hingga 14 cm.

Keutamaan Puasa Arafah Menjelang Hari Raya Qurban



Tulisan ini saya buat sekedar untuk mengingatkan diri, menasehati diri sendiri dan semoga  juga dapat bermanfaat untuk orang yang membacanya. Materi ini saya dapatkan ketika mengikuti ta’lim pada hari Sabtu kemarin. Ta’lim yang pada saat itu diisi oleh Ustad Dedi Sugandi. Dalam kesempatan itu, beliau membahas soal shaum arafah. Apakah shaum arafah itu? Shaum arafah adalah puasa yang dilakukan oleh umat Islam dan bertepatan waktunya dengan  orang yang sedang melaksanakan ibadah wukuf di arafah.. Pada hari itu, tanggal 9 Dzulhijah adalah saatnya orang-orang yang menunaikan ibadah haji, berdiam diri di padang arafah.
Arafah adalah hari Tarwiyah, yakni hari merenungnya Nabi Ibrahim tentang menyembelih putranya setelah bermimpi. Arafah juga diartikan sebagai hari Allah membebaskan tiap-tiap orang dari neraka. Keutamaan shaum hari Arafah (bagi yang tidak sedang melakukan ibadah wukuf di arafah) adalah dihapuskannya dosa. Sebagaimana Rosul bersabda: “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah).
Hari arafah juga merupakan waktu dan tempat doa terbaik. Buktinya, arafah dimuliakan oleh Allah bukan hanya sekedar tempatnya saja, tapi waktu dan saatnya. Orang yang tidak bisa pergi untuk beribadah ke Padang Arafah masih bisa merasakan nikmat dari Allah dengan mendapatkan pahala puasa arafah dan doanya pun diijabah.
Mendengar semua penjelasan dari ustad, dapat dipahami bahwa puasa arafah merupakan puasa yang sangat baik dilakukan. Karena dapat menghapus dosa kita di tahun lalu dan tahun yang akan datang. Bagi wanita yang berhalangan sehingga tidak bisa menunaikan ibadah shaum arafah, tidak perlu khawatir. Karena menurut Ustad Dedi, perbanyaklah berdoa. Karena semua doa yang dipanjatkan di hari itu akan diijabah, aamiin..aamiin..aamiin Ya Robbal’alamin.

Related Post :
Memaknai Tahun Baru Islam
Rambut Putih (uban) sebagai Nasihat
Filosofi Ayam Betina Versus Penyu 
Survivor Kanker yang Menginspirasi
Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Utamakan Proses, Menjadi Juara Merupakan Bonus.

Mendampingi Haikal latihan bulutangkis sekarang jadi rutinitas bagi saya. Keinginannya untuk les bulutangkis dibuktikan dengan rajin berlatih. Salah seorang teman saya, begitu mengetahui Haikal les bulutangkis langsung berkomentar. Jika Haikal  akan menjadi seorang atlet yang bisa menjadikannya sebagai sang juara bila mengikuti kegiatan ini. Sebenarnya tujuan utama saya bukan hanya itu. Menjadi seorang atlet dan muncul sebagai pemenang merupakan sebuah bonus. Ya, bonus dari konsistensi melakukan latihan.
Saya lebih mengutamakan pada prosesnya. Selama latihan, anak dituntut untuk selalu disiplin. Datang tepat pada waktunya, selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu dan melakukan tahap demi tahap latihan dengan teratur. Selain kedisplinan, sikap pantang menyerah juga diutamakan. Tidak boleh ada kata putus asa bila shuttlecock /kok tidak bisa dipukul atau menyerah bila kalah dalam bertanding.
Ketika melakukan latihan bulutangkis, anak juga diajarkan untuk selalu fokus. Konsentrasi mengamati arah datangnya bola. Haikal terkadang lupa untuk konsentrasi ketika sedang diajarkan oleh pelatihnya. Sekali-kali mencuri pandang ke arah saya. Padahal emakmu ini gak akan kemana-mana adeek...! Waduuh.
Dalam melakukan latihan, dibutuhkan pula kemampuan untuk memiliki daya ukur lebih cermat ketika mengembalikan bola yang datang dari lawan. Semua itu diajarkan tahap demi tahap. 
Harapan ke depannya, semua proses itu bisa digunakan untuk menjalani kehidupan dan proses belajarnya. Selalu disiplin dalam menggunakan waktu. Pantang menyerah dan tidak mengenal putus asa jika menemui masalah dan hambatan dalam hidup. Tetap fokus pada cita-cita yang ingin di capai dan berusaha untuk mewujudkannya. Apabila nanti Haikal bisa menjadi seorang atlet dan mendapatkan juara, itu merupakan bonus dari proses yang telah dilalui. Jalani dan nikmati saja dulu semua prosesnya ya Nak..:)

Cara Membuat Tongseng Kambing

Ilustrasi : dapurbunda-ku.blogspot.com


Tahun ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 5 Oktober 2014. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di komplek perumahan tempat saya tinggal mengadakan potong hewan qurban bersama-sama. Ada yang berqurban kambing dan beberapa keluarga ada yang bergabung untuk berqurban sapi. Setelah selesai melakukan pemotongan hewan dan membagikannya kepada masyarakat sekitar, acara bakar sate rutin kami adakan pada malam harinya. Acara ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi karena sebagian warga sibuk bekerja di dalam kesehariannya.
Untuk mengolah daging kambing, kami biasanya menggunakan daun pepaya agar daging bisa empuk.

Menghemat Listrik dengan Menulis Artikel Setiap Hari

sumber : energitop.blogspot.com
Bayarlah listrik sebelum tanggal 20 pada setiap bulannya. Sering mendengar istilah ini? Ya, ini merupakan himbauan dari PLN agar para pelanggan tidak terkena denda jika membayar lebih dari tanggal tersebut. Hal inilah yang membuat saya selalu membayar listrik sebelum tanggal 20 atau paling telat di tanggal 20. Berusaha untuk menjadi warga negara yang taat atau menghindari denda ya..? he..he..
Besarnya tagihan bulan lalu sungguh diluar dugaan. Uang yang sudah dipersiapkan untuk membayar listrik saya perkirakan tidak berbeda jauh dengan bulan-bulan sebelumnya. Tapi bulan ini, ternyata saya bisa berhemat 100 ribu rupiah. Lumayan juga ternyata, dengan sisa uang 100 ribu bisa saja saya gunakan untuk berjalan-jalan. Dengan modal 100 ribu bisa jalan-jalan? Tentu saja bisa.

Bagaikan Berenang di Atas Awan

Resort Giri Tirta Kahuripan

Kebun Manggis
Giri Tirta Kahuripan merupakan salah satu daerah wisata yang terbilang masih baru. Tempat wisata ini dibangun di atas lahan seluas 26 Ha. Letaknya yang jauh dari pusat kota, membuat pengunjung yang datang ke tempat ini bisa merasakan hawanya yang segar  dan bersih. Terletak  di atas bukit di kelilingi oleh kebun manggis, kebun buah naga dan lain-lain.

Kolam Renang Giri Tirta Kahuripan

Yang paling menarik di tempat wisata ini adalah kolam renangnya. Airnya yang tampak biru menyatu dengan biru langit yang menjadi latar belakangnya. Letak kolam renang yang berada di atas bukit, menimbulkan sensasi seakan-akan pengunjung berada di atas awan. Ya, bagaikan berenang di atas awan. Berenang dalam air dingin sambil memandang langit luas dihiasi awan putih yang berarak menaungi hamparan pohon di kaki bukit.

Tipe Gaya Belajar Pada Anak

Kakak Fasya sedang di tes sidik jari
Mengapa kita perlu mengenal gaya belajar pada anak? Karena sesungguhnya setiap anak memiliki kecenderungan cara belajar yang berbeda. Jika orang tua tidak tahu atau memaksakan cara belajar yang tidak sesuai dengan kemampuan, maka anak belajar dengan tidak optimal. Sangat disayangkan jika ada orang tua atau guru yang memberi label "bodoh" pada anaknya. Karena sesungguhnya di dunia ini tidak ada anak yang bodoh. Kurangnya stimulasi terhadap potensi anak yang dominan membuat anak dianggap tidak pintar.
 Untuk mengenal tipe cara belajar anak salah satunya melalui tes sidik jari. Bisa saja kita mengadakan pengamatan secara langsung atau secara kasat mata. Tetapi mungkin saja hasil pengamatan kita menjadi kurang tepat, karena ini menyangkut kerja otak. Hal ini yang melatarbelakangi saya untuk melakukan tes sidik jari pada anak-anak saya. Diperoleh hasil, kakak Fasya lebih dominan  dengan tipe gaya belajar visual dan auditori. Sedangkan ade Haikal dominan tipe gaya belajar visual dan kinestetik. Apa saja yang dimaksud dengan gaya belajar itu ?
Secara umum ada tiga tipe gaya belajar yang dominan dimilki oleh setiap orang. Tipe gaya belajar visual, adalah tipe yang cenderung lebih mudah belajar dengan cara melihat atau membaca. Gaya belajar ini lebih mudah menerima dan mengolah informasi melalui indera penglihatan.  Gaya belajar visual secara spesifik lebih mudah belajar dengan penyampaian melihat huruf, kata, kalimat yang ada di buku. Selain itu, gaya belajar ini sangat mudah belajar dengan cara melihat gambar-gambar, foto, warna dan bentuk. Ketika membaca buku pelajaran, lebih mudah jika diperbolehkan memberi tanda materi yang penting dengan memberi garis bawah atau memberi warna dengan stabilo. Latih anak untuk meringkas pelajaran dengan menggunakan mind map (peta pemikiran).
Kedua, tipe gaya belajar auditori, yang memiliki kecenderungan lebih mudah belajar dan mengolah informasi melalui indera pendengaran. Jangan merasa terganggu, bila ada anak yang belajar sambil membaca dengan keras atau belajar dengan cara menyanyikan materi pelajarannya. Karena ini merupakan gaya belajar yang paling disukai oleh anak dengan tipe gaya belajar auditori. Agar lebih optimal, baca dan ulangi materi pelajaran dengan bersuara atau minta dibacakan oleh orang lain. Menggunakan tape recorder untuk merekam pelajaran di sekolah, lalu mengulangi lagi di rumah dapat sangat membantu anak auditori.
Tipe gaya belajar yang terakhir, yaitu tipe gaya belajar kinestetik. Serangkaian aktifitas yang menggerakkan sebagian/seluruh anggota tubuh dan mempraktekan hal-hal yang dipelajari cenderung lebih bisa diterima oleh tipe gaya belajar ini. Terkadang orang tua ada yang merasa tidak nyaman jika anaknya belajar sambil mengetuk-ngetukkan jarinya, mengoyang-goyangkan kaki atau bahkan ada yang sambil berjalan-jalan. Anak dengan tipe gaya belajar ini sebenarnya lebih mudah belajar dengan melakukan gerakan-gerakan tadi. Untuk anak yang memiliki kapasitas energi yang berlebih, sebaiknya diberikan aktifitas fisik terlebih dahulu sebelum memulai proses belajar.
Dengan mengetahui tipe belajar yang dimiliki anak, dapat memudahkan orang tua untuk mestimulasi potensi dominan yang dimiliki seorang anak. Sehingga anak dapat belajar dengan gembira. Semoga.

Solid Bekerja Sama Secara Online

sumber : willyyandi.wordpress.com

Bekerja sama secara online, saya jalani bersama-sama dengan teman satu komunitas beberapa bulan ini. Kami berkumpul bersama di dalam komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Dari nama komunitasnya saja orang dapat mengetahui, apa kesamaan yang ada pada kami.
Kegemaran  menulis, membuat saya harus lebih banyak lagi mengetahui tentang dunia kepenulisan. Bergabung di komunitas IIDN merupakan pilihan yang tepat bagi saya. Banyak ilmu dan manfaat yang dapat saya dapatkan. Salah satu kegiatan di komunitas ini adalah diadakannya Kelas menulis Online. Dari salah satu kelas yang diadakan, saya pun bertemu dengan teman-teman yang mempunyai misi sama untuk menulis sebuah buku.

Kiat Mengatasi Anak Temper Tantrum

Apakah temper tantrum itu? Temper tantrum adalah ledakan amarah yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa perencanaan terlebih dahulu. Seringkali dialami oleh anak-anak untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Temper atau marah-marah dilampiaskan dengan berbagai macam cara, seperti menangis keras, berteriak, menendang, memukul-mukul atau mencubit. Siapapun orang tuanya, pasti tidak menyukai jika anak mereka marah-marah tanpa henti terlebih jika sambil merusak barang.

Apa yang perlu dilakukan oleh orang tua jika anak mereka temper tantrum? Jika anak mengamuk di depan orang banyak, sebaiknya orang tua membawa anak tersebut ke tempat yang agak sepi, lalu berikan pelukan yang hangat untuk menenangkannya. Seandainya tantrum terus berlanjut, tidak dianjurkan mengiming-imingkan anak dengan berbagai macam hadiah.  Hindarkan memberi sogokan agar anak berhenti mengamuk. Untuk menjaga anak menjadi ketagihan untuk disogok dan memanfaatkan situasi. Yang perlu diperhatikan jika anak mengalami temper, jangan sampai orang tua menjadi tidak sabar dan membalasnya dengan marah-marah lagi.

Sebenarnya semua itu bisa dihindari dengan cara tidak membawa anak ke tempat umum atau ke tempat ramai ketika anak sedang mengantuk, lelah dan letih. Karena hal ini dapat memicu emosi anak jika mengalami keadaan yang kurang nyaman. Lakukan modifikasi lingkungan. Yang paling dekat dengan anak adalah orang tuanya sendiri. Tingkah laku anak tercermin dari tingkah laku orang tuanya. Bagaimana mau membuat anak tidak temper tantrum jika orang tuanya sendiri sering menunjukkan emosinya ketika sedang ada masalah.

Anak yang berlimpah cinta akan lebih mudah mengendalikan perasaannya. Kasih sayang yang tercurah dari ayah dan ibunya sangat diperlukan. Berikan pelukan dan tatapan yang hangat pada anak. Gunakan terapi positif
dengan selalu memberinya kata-kata yang baik ketika anak dalam keadaan nyaman dan rileks. Memberi nasehat dengan cara bertatap mata untuk anak yang mempunyai tipe belajar visual akan lebih maksimal 

Wisata Alam Pangjugjugan Cilembu, Sumedang

Setiap liburan sekolah, anak-anak selalu menghabiskan liburan bersama nenek kakeknya. Karena kami tinggal di kota yang berbeda, menyebabkan orang tua kami ingin menghabiskan waktu berlibur bersama cucu-cucunya. Liburan sekolah kemarin, kami mengunjungi tempat wisata yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal orang tua kami. 
Kami mengunjungi tempat wisata atas usul salah satu tetangga  yang menunjukkan sebuah tempat wisata yang bagus dan adem di daerah Cilembu, Sumedang.
Kami memilih mendatangi tempat itu, karena orang tua tinggal di perbatasan Bandung - Sumedang. Kemudian kami mengunjungi Wisata Alam Pangjugjugan. Dari Bandung menuju lokasi tersebut memakan waktu sekitar 1 jam - 1,5 jam jika dalam keadaan lancar. Jaraknya dari jalan raya kurang lebih 2 km. 
Daerah yang terkenal dengan ubi madunya ini, memang asri dan segar. Pohon-pohon besar meneduhi jalan yang kami tapaki. Tiket masuk ke wisata ini terbilang murah, cukup dengan 5.000 rupiah di hari biasa dan 7.000 rupiah di Hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Kolam renang yang tidak begitu besar menyambut kami di depan pintu masuk. Untuk masuk ke kolam renang diharuskan membayar tiket 5.000 rupiah. Di sebelah kolam renang, dapat dijumpai bermacam-macam permainan anak. Seperti jungkt-jungkit, ayunan dan yang menarik, di sana tersedia mainan tradisional egrang.
Untuk melatih keberanian dan melatih keseimbangan di Wisata Alam Panjugjugan menyediakan berbagai macam kegiatan outbond. Disamping untuk perorangan, tempat wisata ini juga menyediakan paket untuk perusahaan atau organisasi yang beranggotakan banyak orang. Suasananya yang masih asri dan belum banyak terjamah dapat dijadikan tempat untuk menenangkan diri. Bermalam di tempat yang dipenuhi pohon pinus, suara air yang bergemericik dari air terjun yang tidak begitu besar. Dan apabila kita beruntung, di siang hari kita bisa melihat burung elang terbang melayang di langit Pangjugjugan.

Mahasiswa Hankuk University Memperkenalkan Budaya Korea di SDIT Alamy Subang



Tiga tahun terakhir, sekolah tempat anak saya belajar telah dikunjungi oleh Mahasiswa Hankuk University. Ketika mahasiswa dari Korea ini datang pertama kali di tahun 2011, siswa dan siswi di SDIT Alamy begitu antusias. Sepertinya mereka menganggap para mahasiswa itu para selebritis. Terlihat dari sambutan anak-anak SD itu ketika mahasiswa dari Korea itu menyapa mereka. Begitu heboh! 
Selama 4 hari, Mahasiswa Hankuk University Foreign Study (HUFS), memperkenalkan budaya Korea kepada para guru dan murid di sana. Mereka memperkenalkan berbagai macam permainan tradisional Korea seperti Permainan Yutnory (di Indonesia menyerupai permainan ular tangga) dan Permainan Mungunghwa kkochi piosemida (permainan yang menggunakan bahan sabun colek). Selain permainan, mereka juga mengajarkan berbagai macam ketrampilan. Membuat alat musik dari strerofoam, menempel kertas dan lain-lain. Komunikasi antara mahasiswa, guru dan murid bisa berjalan lancar. Sedikit-sedikit mengunakan Bahasa Inggris, yang tentunya menggunakan kata yang paling simple dan bahasa isyarat untuk berinteraksi.

Pada hari terakhir Mahasiswa Hankuk University mengajar di SDIT Alamy, diadakan acara perpisahan. Selain murid, orang tua juga diundang untuk hadir menyaksikan pertunjukan budaya Korea yang dimainkan oleh para mahasiswa. Mereka menyuguhkan tarian tradisional Korea Buchaechoom dengan menggunakan kipas sebagai alat pendukungnya. Formasi tarian yang menyerupai bunga sangat memukau para penonton saat itu.
 
Ilmu beladiri tae kwon do juga dipertunjukkan oleh mereka. Teriakan kagum sesekali terdengar ketika para mahasiswa itu berhasil memecahkan genteng atau papan kayu. Yang tidak kalah menariknya ketika para mahasiswa itu memainkan alat musik perkusi. Sepintas mirip dengan alat musik gendang, rebana dan alat musik musik pukul lainnya yang dimiliki oleh kebudayaan Indonesia.
 


Untuk Fasya anak sulung saya,  yang sudah mulai mengenal dunia facebook, kesempatan untuk terus berhubungan dengan mahasiswa itu dimanfaatkan dengan menjalin pertemanan di dunia maya. Keuntungannya, anak bisa mempraktekkan Bahasa Inggris ketika berkomunikasi. Sesekali membuka kamus Bahasa Inggrisnya atau menanyakan pada kami orang tuanya jika mengalami kesulitan. Dampaknya ternyata tidak hanya sampai disitu saja. Sekarang anak sulung saya juga telah memilki kamus Bahasa Korea yang dibelinya sendiri dengan uang tabungannya. Agar lebih lancar berkomunikasi dengan para mahasiswa dari Korea katanya. Apapun dampaknya, semoga saja anak-anak bisa lebih mengenal kebudayaannya sendiri melebihi kebudayaan dari negara lain. 
.comment-content a {display: none;}