Cerita Di Balik Sebuah Foto [Selfie ]

Siapa yang tidak tertarik jika ada suatu tempat wisata selalu diberitakan di berbagai media? Contohnya Kawasan Wisata Kawah Putih. Saya sering melihat tayangan tempat wisata ini di televisi, melihat banyak orang yang melakukan foto pra wedding di sana serta menjadikannya latar belakang pembuatan video klip sebuah lagu. 

Sempat melihat beberapa titik yang tergambarkan di sana, membuat saya penasaran ingin ikut menikmati keseluruhan tempat wisata itu. Tentunya lebih menyenangkan bila dapat melihat dengan mata dan kepala sendiri bagaimana indahnya kawah yang berada di Gunung Patuha itu.
Kawah Putih
Tahukah teman? Ternyata untuk mencapai wilayah yang terkenal dengan pasir yang putih itu, harus dilalui oleh saya dengan tidak mudah.
Tiba di kawasan wisata ini, kami harus melalui gerbang lokasi untuk membeli tiket. Dari pintu masuk, tempat ini memberikan dua pilihan kepada pengunjung. Menuju lokasi kawah dengan menggunakan Mobil Ontang-anting yang telah disediakan oleh pengelola Kawah Putih atau menggunakan mobil pribadi. 

Dengan alasan banyaknya barang yang kami bawa dan turutnya beberapa anak kecil dalam rombongan, akhirnya kami  pun memilih menggunakan mobil pribadi.
Jalan menuju kawah berbelok dan mendaki. Tekstur jalannya pun tidak mulus. Ada beberapa lubang dan sedikit berkerikil. Untuk menempuh perjalanan ke puncak, kondisi mobil yang dikendarai harus dalam keadaan baik.
Tekstur jalan yang terlihat rusak di beberapa bagian dapat teralihkan dengan asrinya pepohonan di sepanjang jalan. Nampak beberapa pohon kayu putih yang menjulang tinggi menaungi pengunjung yang melakukan perjalanan ke arah puncak gunung. 

Di saat hendak mencapai puncak gunung yang menyimpan kawah nan mempesona itu, terjadi sesuatu yang begitu menegangkan. Ketika melewati jalan yang berpasir, mobil kami  mengalami kesulitan. Tiba-tiba kami berada dalam mobil dengan ban belakang bagian kiri tergelincir. Bunyi mesin yang berderung memacu mobil untuk bergerak sempat membuat saya panik! Bagaimana tidak panik? Karena ketika saya melihat ke sebelah kiri mobil, tanah yang berbatasan dengan jalan terlihat menurun. Sepertinya kami ada di atas lereng gunung. 
Anak-anak mulai ikut panik. Sebisa mungkin saya menyembunyikan rasa takut, agar mereka tidak ikut terpengaruh. Namun suara mesin yang menderung, ekspresi cemas yang terpancar dari wajah saya dan keluarga di mobil lain, tak urung membuat anak-anak mau menangis.  
Berbeda dengan suami saya yang memegang setir, begitu berusaha agar terlihat tenang. Dia pun mencoba menenangkan kami, sehingga semua tidak semakin panik dan mengakibatkan konsentrasinya terganggu. Beruntung masalah itu segera bisa ditangani. Dengan dibantu oleh kendaraan milik adik saya, akhirnya kendaraan kami bisa kembali ke jalur yang mulus. Rombongan kami pun akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Kawah Putih. 
Rasa tegang yang kami rasakan akhirnya tergantikan oleh perasaan takjub melihat pemandangan yang ada. 
Subhanalloh. ..tidak henti-hentinya saya bertasbih memuji nama-Nya. Betapa agung dan indah alam ciptaan Tuhan. Hamparan kawah yang berwarna hijau tosca dikelilingi oleh pasirnya yang putih dan dibentengi oleh gunung yang menjulang. Tidak perlu pergi jauh  untuk menikmati keindahan alam. Bumi Indonesia pun memiliki banyak tempat bagus yang bisa dikunjungi. 
Selain kawahnya yang begitu mempesona, di sekitar  kawah ternyata ada juga spot yang bagus
. Pepohonan dengan bentuk ranting yang unik sering dijadikan latar belakang foto pra wedding

Pepohonan di sekitar kawah yang biasa dijadikan latar belakang pra wedding (dok.pri)
Tidak hanya untuk foto pra wedding atau pelengkap pembuatan video klip, tempat yang indah itu pun kerap dijadikan untuk ber-selfie atau ber-wefie. Seperti saya dan suami yang ingin mengabadikan keberadaan kami di sana. Pengalaman menegangkan yang kami alami untuk mencapai Kawah Putih, segera tergantikan dengan rasa takjub. Akhirnya, kami pun  ikut berpose di depan Kawah Putih..chiiiiss....! 
ceeessh.. mejeng di pinggir Kawah Putih


Ber-wefie dengan handphone standar, tentunya tidak semudah jika menggunakan smart phone seperti smartfren. Apalagi dengan kameranya yang memiliki Wide Angle Front Camera. Fasilitas ini memungkinkan kita bisa berfoto dengan kamera depan yang memiliki sudut yang lebih besar dari handphone biasanya.
Jika saja, kala itu kami sudah memiliki smartfren tentunya pemandangan Kawah Putihnya akan terlihat lebih luas tertangkap kamera. 
Meskipun agak sedikit repot ketika ber-wefie dengan handphone jadul, tapi saya tetap bersyukur. Dapat melihat pemandangan yang begitu indah dan mengabadikannya dalam sebuah foto. Apalagi jika teringat sebuah pengalaman yang menegangkan dibalik pengambilan foto tersebut.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba #SelfieStory bersama Emak Gaoel

Smartfren

14 comments:

  1. kebayang paniknya ketika kejadian itu, ya, Mak? Ngeriii.... :) Untung suami handal dalam menguasai keadaan dan berhasil mengatasi kesulitan, sehingga acara wisata bisa dilanjutkan bahkan bisa berselfie/wefie ria. Hehe.
    Sukses untuk ngontesnya, Mak!

    ReplyDelete
  2. Ikut deg-degan bacanya Mak.

    Tapi pemandangannya memang keren ya.. *cuma bisa liat di poto dan tipi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasa deg-degannya berkurang setelah lihat pemandangannya Mak.. :)

      Delete
  3. duuh jadi pengin ke sana. gutlak mak lombanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung liburan nih mak...ayo ke sana. Makasih ya...

      Delete
    2. Mumpung liburan nih mak...ayo ke sana. Makasih ya...

      Delete
  4. pemandangnya memang bagus sekaligus agak bikin dag dig dug ya,
    btw, sukses ya dik Nurul kontesnya

    ReplyDelete
  5. Wah Kawah Putih
    selalu ada kisah dalam hidup khususnya dalam selfie
    seru mbak

    btw
    salam kenal ya
    @guru5seni8
    penulis di www.kartunet.or.id dan http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mbak..terima kasih sudah berkunjung

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}