Miniatur Kereta Api di Floating Market


Rasanya keluarga kami, tak pernah bosan mengunjungi tempat wisata di daerah Lembang ini. Floating Market merupakan tempat wisata yang asri dengan hawa sejuknya kaki Gunung Tangkuban Perahu.
Salah satu wahana yang terbaru di sana adalah Miniatur Kereta Api. Begitu melewati arena ini, anak lelaki saya langsung melonjak kegirangan. Suara kereta api yang bergerak di atas rel disertai bunyi peluit kereta sangat familiar di telinganya
.
Anak saya memang sangat menyukai kereta api. Sejak kecil, dia selalu berteman dengan Thomas and Friends, sekelompok kereta api yang bisa berinteraksi antara yang satu dengan yang lain. Begitu senangnya hingga koleksi mainan dan pernak-pernik kereta api milik Haikal memenuhi box mainannya..huuuff !
Tidak heran setelah mengetahui ada arena miniatur kereta api, anak saya itu langsung merengek minta masuk. Sebenarnya saya juga penasaran sih.. ingin melihat dari dekat miniatur kereta yang berjalan di relnya. Oh ya, untuk masuk ke dalam arena, pengunjung dapat berkeliling dengan membayar tiket masuk sebesar 15 ribu perorang.
Sesampainya di dalam, pengunjung dapat melihat lahan yang begitu luas dan mirip sebuah kota mini. Jalur kereta api yang melintas di jalan raya, melewati bukit dan sungai, semua mirip dengan aslinya. Menurut petugasnya, dari mulai kereta, rel, bangunan, jembatan hingga rumah-rumahnya, semua dibuat dengan perbandingan 1 : 24 sesuai dengan aslinya.

Miniatur Kereta Api di Floating Market
Miniatur kereta api ini sebenarnya merupakan bentuk penyaluran hobi dari pemiliknya. Pemilik Tempat Wisata Floating Market ini senang dan hobi bermain kereta api. Dari hobi inilah yang mendorong beliau membangun tempat ini. Yup...Satu bukti lagi, jika dari sebuah hobi bisa menghasilkan.
Tidak hanya anak-anak yang menikmati kereta yang berjalan perlahan di relnya. Beberapa orang tua pun ikut kagum dengan miniatur yang begitu serupa dengan aslinya. Saya juga melihat, ada miniatur mobil dan orang yang sedang berinteraksi di jalanan.
Sesekali terdengar teriakan penuh rasa gembira dari anak-anak yang melihat rangkaian kereta keluar dari ruang kontrol. Mereka senang sekali melihat kereta dengan berbagai macam bentuk. Ada kereta api barang, kereta api penumpang, kereta api yang membawa tangki-tangki besar dan ada pula kereta api yang mengangkut beberapa mobil.
Kereta Api Penumpang dan Kereta Api bertuliskan Pos Giro
Kereta Api Penumpang Berwarna Hijau
Kereta Api Uap yang hendak melewati jembatan. "Mirip Thomas" kata Haikal
Eiits...ade berusaha menyentuh kereta api yang membawa tangki
Cukup lama anak lelaki saya berada di arena ini. Berlari ke sana ke mari mengikuti kereta yang berjalan di relnya. Bersorak kegirangan melihat dua buah kereta api yang datang dari arah yang berlawanan tapi tidak bertabrakan. Cukup susah, saya mengajaknya untuk keluar dari arena ini. Setelah beberapa lama dibujuk, akhirnya anak bungsu saya mau diajak keluar.
Namun sebelum keluar, kami melihat pintu ruang kontrol terbuka. Terlihat berapa pengunjung ada di sana.
Tanpa bertanya pada orang tuanya, anak laki-laki saya itu langsung masuk ke dalam ruangan berbentuk persegi panjang tersebut. Tempat ini merupakan ruang kendali semua kereta api yang ada di tempat miniatur itu. Anak saya begitu antusias melihat ke dalam ruangan tersebut. Asyik memperhatikan para petugas yang bekerja mengendalikan kereta api.  Sesekali bertanya dengan rasa ingin tahu.
Barisan Kereta Api yang sedang di charge
Petugas yang mengendalikan kereta api dengan remote control
Dalam ruangan ini, kereta api diatur melalui rel yang mana, dan kapan waktu kereta untuk dikeluarkan. Setiap pertanyaan kami, dijawab dengan sabar oleh seorang bapak yang ada di ruangan tersebut. Beliau bercerita jika semua kereta api ini dibuat di dalam negeri. Asli buatan anak negeri. Panjang lebar lelaki dengan kemeja lengan pendek itu menjelaskan pada kami.
Tidak lama kemudian, bapak separuh baya itu pun pergi. Para petugas yang tersisa di sana mengatakan pada kami, jika beliaulah pemilik Floating Market Lembang
Woow, saya dan suami begitu kagum dengan pembawaan beliau. He is so humble...!
Siapapun pasti tidak menyangka jika beliau pemilik tempat wisata yang luasnya berhektar-hektar ini. Sederhana, ramah dan sabar menjawab pertanyaan pengunjung di sana.
Ikal dengan penuh penasaran memperhatikan deretan kereta yang sedang di charge
Menurut pemilik tempat ini, Miniatur Kereta Api tersebut dibangun dalam jangka waktu 1 tahun dengan biaya mencapai 2 milyar rupiah. Hmm...Ternyata memakan waktu yang cukup lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit ya...
Tampaknya semua pengorbanan itu tidak sia-sia. Tempat wisata itu, kini banyak diminati oleh pengunjung dan sudah pasti dapat menambah penghasilan bagi pemiliknya.

Artikel Lainnya :
Bermain ala Cowboy di De'Rach Lembang 
Puspa Iptek kota Baru Parahyangan 
Pesona Kawah Putih Ciwidey
Menikmati Taman Bunga dan Kulineran di Dusun Bambu
Alam Wisata Cimahi

15 comments:

  1. Edukatif banget ya objek wisatanya. Dan unik banget itu rangkaian rel keretanya dgn miniatur kereta yg bergeraknya. Kpn2 pngn ke sana. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul..edukatif banget. Anak-anak jadi tahu cara kerja kereta api, meskipun dalam bentuk mini.

      Delete
  2. belum berhasil kesiniiii ajak keluarga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo mbak.. direncanakan pergi ke sana. Bagus banget loh!

      Delete
  3. Tangkuban perahu dan floating market, dua tempat yg sama sama menawan. Floating market jumat sore kemarin sy kesana mb. Dan sekarang berandai andai semoga di Jogja juga segera ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hari Jumat kemarin ke sana? Wah seru ya mbak :)

      Delete
  4. Udah lama banget pengen ke sini...
    Belum kesampaian. Semoga bisa kesana suatu saat. Aamiin...

    ReplyDelete
  5. sepertinya floating market lagi hits ya mbak. Jadi tambah penasaran mau kesana.. :)

    ReplyDelete
  6. wah, floating market. udah sering denger tentang tempat ini, sepertinya memang menarik, apalagi di lembang. sejuk banget pasti. miniatur keretanya keren-keren.. :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hawa lembang yang sejuk buat kita betah berlama-lama jalan di sana.

      Delete
  7. Takjub sama minuaturenya...baru ngerti ada yang kayak gini hehe,,

    ReplyDelete
  8. Mendidik banget, Mbak.. Aku pun jadi pengen ke sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak..pengetahuan anak jadi bertambah :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}