Menembus Kelembapan Tebing Lumut

Wana Wisata Lintas Hutan Indah (LHI) Jayagiri merupakan tempat wisata dengan nuansa alam yang berada di Lembang, Bandung. Tempat wisata LHI Jayagiri merupakan area hutan alami yang asri, memiliki udara yang masih segar, penuh dengan oksigen yang dapat kita hirup sepuasnya. Aaaah....segeer....
Sebagian besar area ini, merupakan hutan pinus dengan luas mencapai 7 hektar dan memiliki ketinggian 1. 450 meter di atas permukaan laut.

http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Gerbang Wana Wisata LHI Jayagiri

Tempat ini, berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu, dengan suhu 18-29 derajat selsius, membuat daerah ini sangat cocok untuk membuat pikiran kita menjadi lebih fresh. Oh, ya, tiket masuk yang berlaku di tempat wisata ini, yaitu Rp 15.000/ orang dan harga tersebut, sudah termasuk asuransi kecelakaan diri selama pengunjung berada di dalam lokasi.
http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Tiket masuk
Tempat wisata ini dilengkapi kamar mandi serta toilet, namun tidak banyak, hanya terdapat dua kamar mandi. Bisa dibayangkan suasana di sana, pada pagi hari? Yup, antrian yang cukup panjang. Jadi dimaklum saja jika ada beberapa pendaki, lebih memilih mengeluarkan toksinnya di semak belukar dibandingkan harus mengantri dalam waktu yang lama. Hehehe...

Oh, iya, saya pergi bersama dengan anak dan suami berkemah di LHI Jayagiri, dalam rangka ulang tahun komunitas pendaki gunung.

Etapi, saya bukan anggota komunitas pendaki gunung, loh! Suami saya, yang menjadi anggotanya, sedangkan saya hanya penggembira saja ^-^. Anggota komunitas ini sudah sering mendaki gunung yang tinggi. Sedangkan saya, hanya sesekali ikut acara mereka, di saat ada kegiatan mendaki gunung yang tidak terlalu tinggi.

Pada acara tersebut, ada sebelas tenda yang didirikan untuk menampung anggota komunitas. Tentu saja, tidak semuanya tidur di dalam tenda. Beberapa diantara mereka yang tidur di luar dengan menggunakan slepping bed atau tidur bergantung menggunakan hammock. Mereka sih, sudah biasa tidur dengan cara begitu, kalau saya nggak bisa :), dingin sekalii...

http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Sebagian dari tenda peserta pendaki
Pagi harinya, sambil menikmati mentari pagi yang terasa hangat di tengah hawa gunung yang membuat badan menggigil, kami pun membuka perbekalan, dan makan seadanya. Setelah perut terisi, sebagian dari kami, tetap menghangatkan badan di sisa-sisa api unggun yang dinyalakan pada malam hari. Sisanya lebih memilih jalan-jalan pagi di sekitar tenda, atau bergantung menggunakan hammock.

Tidak hanya satu, ada 5 hammock yang kami gunakan untuk bergelantung di atas pohon. Saya hanya bisa mengira-ngira, pastinya pemandangan dari atas cukup bagus, namun juga mengerikan. Kenapa mengerikan? Tentu saja, bagi saya yang takut ketinggian, bergelantungan di tempat tinggi, sangat mengerikan hi...hi ... hi...
Tapi tidak bagi para pendaki gunung itu, dengan lincahnya mereka memasang hammock pada pohon yang tinggi dan dengan santai tidur di ketinggian.

http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Playing with hammock
Setelah puas bergelantungan, dan usai menyeruput kehangatan dari secangkir kopi atau coklat panas, kami pun mempersiapkan diri menuju tebing lumut.

Nah, teman-teman, selain tempat berkemah, di tempat wisata ini pengunjung juga bisa berpetualang menyusuri tebing lumut. Dari namanya saja, sudah bisa dibayangkan, bagaimana keadaan tempat tersebut, bukan?

Iya, di sisi lain dari LHI Jayagiri, terdapat tebing yang diselimuti oleh lumut. Saya belum pernah melihat tebing tersebut. Dan menurut suami saya, tempatnya bagus dan masih alami, karena masih jarang yang berkunjung ke sana.

Jarak antara tempat kami berkemah dengan tebing lumut sekitar setengah jam perjalanan. Dan semakin jauh berjalan, hawa dingin pun semakin terasa menusuk, menemani langkah yang menyusuri jalan ke dalam hutan yang masih rapat tersebut. 

Namun, di satu bagian jalan, saya sempat melihat keadaan jalanan yang tidak biasa. Seperti ada semacam jalur di tengah jalannya. Ternyata, itu merupakan lintasan sepeda motor yang juga sering mengadakan acara di Jayagiri. Sayang sekali, jalanan jadi rusak, agak sulit bagi kami, para pejalan kaki untuk melewatinya.

http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Jalan menuju Tebing Lumut

Semakin jauh melangkah, keadaan hutan semakin gelap karena tertutupi pepohonan yang besar. Hawa semakin dingin dan suasana pun terasa lebih hening. Gemelisir angin, sesekali terdengar mengiringi langkah kami. Aroma kelembapan pun kian menyeruak. Kami sadar, suasana seperti ini, sangat disukai oleh hewan melata, misalnya saja, ular. Oleh karena itu, kami lebih memilih berjalan dengan hati-hati sambil melihat ke arah bawah.

Bagi saya, ini perjalanan yang pertama kalinya ke Tebing Lumut. Namun bagi suami ini yang keduakalinya. Menurut cerita suami saya, di perjalanan yang pertama, suami beserta anak saya, sempat bertemu dengan anak ular. Hewan melata tersebut pertamanya hanya diam, lalu bergegas pergi ketika merasakan orang-orang yang berjalan di jalur tersebut.


http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Tebing Lumut Jayagiri
Setelah kurang lebih sejam, akhirnya saya mendengar suara beberapa teman yang telah berangkat terlebih dahulu. Dari arah saya, terlihat mereka berada di bawah dan sudah menyusuri tebing. Berada di kedalaman dengan lebar sekitar satu depa orang dewasa.

Bergegas saya menyusul ke bawah, menyusuri Tebing Lumut. Lembapnya udara di sana, semakin terasa. Saya tidak mengetahui di mana ujungnya tebing ini. Karena kami sepakat tidak terus berjalan menuju ke dalam. Semakin jauh berjalan, ruangan menjadi semakin sempit dan banyak ditumbuhi pepohonan. Cocok sekali, untuk dijadikan sarang ular, bukan?

Setelah puas mengambil beberapa foto untuk menambah koleksi kami menyusuri Tebing Lumut, kami pun kembali ke perkemahan. Sejenak beristirahat sambil berbincang-binsang santai. Bercanda ria sambil membahas rencana-rencana komunitas mereka untuk kedepannya.
http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html

Dan hari pun sudah semakin siang, ada sebagian anggota yang pamit untuk pulang duluan. Karena ada yang mau kerja pada sore harinya, atau harus pulang keluar kota. Dari anggota yang tersisa, kami pun bersama-sama pulang dengan menuruni gunung dengan speed yang lebih cepat dibandingkan ketika mendaki. Waktu mendaki kami tempuh sekitar 2 - 3 jam, namun pulangnya bisa kami tempuh dalam waktu 1,5 jam, saja.
 
http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html
Jalur pendakian Jayagiri
Selamat ulang tahun yang pertama, The Young Glove, semoga kalian semakin kompak selalu dan kebersamaan yang telah terjalin bisa semakin erat. Di usia yang masih muda, pastinya akan masih banyak rintangan untuk dihadapi. Semoga kalian tetap bersama untuk menghadapinya ya...

http://www.nurulfitri.com/2016/09/menembus-kelembapan-tebing-lumut.html

110 comments:

  1. aku pikir di sukamantri bogor, sekilas mirip hihi.. waa ternyata di kaki gunung tangkuban perahu masih byk hutan, btw dago pakar jg kaki gunung tangkupan perahu yaa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dago pakar ada di sisi yang lain dari kaki Gunung Tangkuban Perahu, Mas :)

      Delete
  2. wah wah kayaknya seru banget ya kalau rame-rame kayak gitu.. ada api unggun nya gak tuh ? kok gak di foto juga :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Mas Effendi, tapi kualitas fotonya kurang bagus, jadi gak jadi saya pajang di sini..hihihi maafkeun :)

      Delete
    2. Wah padahal gpp mba pakai blur aja atuh yang penting ada :-D ya udah gpp mba gak usah minta maaf juga :D

      Delete
  3. Wahahahha... inget jalanan yg berkelok itu, jatuh krn licin, abis ujan. Untung naek gunungnya bareng mantan, eh.

    Nur, ah kamu jadi ngingetin masa2 saya di jayagiri, apalagi dinyanyiin lagu melati dari jayagirinya bimbo.. duuh, pengen kesana lagi..*tp udh ga ada mantannya juga :( *jiah, curcol beneran inimah wkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah...Mbak Julia ternyata punya kenangan bersama sang mantan ya...asiiik atuuh...hihihi

      Delete
  4. Weh... seru klo punya komunitas yang kompak. Pasti bisa tambah seru perjalanannya. Hammock 5 tingkat gimana naiknya yak? Klo merosot yang paling atas pasti ketimpa yang di bawah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he he..iya Mas, Kalo merosot pasti yang bawahnya ketimpa. Tapi alhamdulillah gak ada yang merosot, ikatannya cukup kuat.

      Delete
  5. Weh... seru klo punya komunitas yang kompak. Pasti bisa tambah seru perjalanannya. Hammock 5 tingkat gimana naiknya yak? Klo merosot yang paling atas pasti ketimpa yang di bawah hehehe

    ReplyDelete
  6. Baru tau kalo lagu Bimbo itu diambil dari nama wilayah di kaki gunung tangkuban perahu. Duh dian...kamana wae ih.
    Aku blom pernah main ke Jayagiri. Mau ah kalo pas bisa main-main di Bandung.
    Btw, itu beneran tidur di luar tenda?? Magic....dinginnya kan super itu. Aku dalam rumah daerah sersan bajuri aja ngarengkol kedinginan. Brrr....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, main ke Jayagiri Teh Dian... :)
      Iya, tidur di luar tenda, pakai sleeping bed, lumayan menghangatkan. Tapi saya yang di dalam tenda ditambah sleeping bed aja, masih kedinginan brrr....

      Delete
  7. Uuu jadi kangen naik gunung liat foto trek treknya.
    Ini di ketinggian berapakah?
    Em hits ya kalau pakai hammock susun lima gitu mbak. Hehehe. Pasti seru deh :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak, sekali-sekali aja, naik gunung. Gak usah terus-terusan hihihi.
      Katanya sekitar 1.450 meter di atas permukaan laut, Mbak

      Delete
  8. Uuu jadi kangen naik gunung liat foto trek treknya.
    Ini di ketinggian berapakah?
    Em hits ya kalau pakai hammock susun lima gitu mbak. Hehehe. Pasti seru deh :')

    ReplyDelete
  9. Serunya camping bersama. Aku pengin camping sama keluarga, tapi anakku masih kecil.. Harus nunggu beberapa tahun lagi nih. Hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Menjaganya harus ekstra, kalau bawa anak masih kecil

      Delete
  10. dulu waktu masih kuliah aku pernah ke jayagiri mba, kemping disana emang dingin bangeeettt hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sering ke Jayagiri waktu masih kuliah, tapi belum pernah kemping. Setelah berkeluarga, baru ngerasain kemping di sana :)

      Delete
  11. Enaknyaaaa... dari kemarin aku baca artikel tentang Bandung terus, jadi mupeng ke sana. Apalagi rame-rame gitu :)

    ReplyDelete
  12. Jadi ingat di kampung kan hutannya masih lebat banget
    Tapi di Bandung nuansanya beda
    Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap hutan, punya nuansa tersendiri ya, Mas :)

      Delete
  13. Salam kenal, teh Nurul.

    Saya pernah menyusuri Tangkuban Perahu. Namun sebatas itu dan kalau track nya begini....saya jadi takuuutt...

    Bener ga teh...kalau di gunung gini ada emm....yang ghaib ghaib gitu...?
    Pernah mengalami, teh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Teh Lendy :)

      Saya sendiri, alhamdulillah gak pernah ngalamin yang gaib-gaib gitu. Dan mudah-mudahan gak pernah he he he
      Tapi, beberapa teman, sering mengalaminya, Teh.

      Delete
  14. Duuhh indahnya pemandangan wisata alam di lembang.

    Btw, tiduran di hammock paling atas harus panjat pohonnya dulu ya mbak? Kalau yang badannya gede kira2 gimana ya mbak *ngebayangin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, harus panjat pohon dulu, bertumpu pada ikatan hammock di bawahnya.
      Yang badannya gede, gak dibolehin naik ke atas sama yang di bawahnya Mas Robby hihihi...

      Delete
  15. Apakah di sana ada semacam pondokan utk menginap bersama keluarga jg mbak? Atau hanya khusus utk berkemah saja? TFS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Mbak. Tapi masih di dekat pintu gerbangnya. Kalau untuk berkemah, kita harus naik ke atas.

      Delete
  16. Anaknya umur berapa mbak? Aihhh berkemah barenggg. Tapi aku baru tau ada tebing lumut. Gambar nya kurang mba, kurang dpt gimana tebing lumutnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak saya yang kecil, 9 tahun Mbak.
      Iya, gambarnya kurang, soalnya saya gak lama di sana. Agak was-was juga soalnya he he he

      Delete
  17. Oalah ini toh tempat yang sering aku lihat di instagram. Mupeng sama hammock bertingkatnya euy, pengen kesitu kayaknya asyik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...ngeliatnya memang asyik Mbak Ratna, tapi saya gak berani nyoba. Takut ketinggian soalnya :)

      Delete
  18. Pasti seru ya mba bisa melihat pemandangan dari ketinggian hammock sambil goyang2 ser.. jalamam ke tebing lumutnta relatif bagus ya. Ah jadi kangen hiking...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru, ser...ser...ya he he he. Ayo Mbak Ira, hiking lagi. :)

      Delete
  19. Ikut mupeng yaaaa
    Selalu suka dg cerita alam, naik gunung. Btw, pernah naik hammock tp buat ayun2 doang pas turun gunung. Itu aja numpang orang, bahahai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak Jiah, hanya berani naik haamock yang di bawah aja. Gak berani yang tinggi-tinggi :)

      Delete
  20. seru banget campingnya mbaak. aah kapan ya aku bisa ke bandung teris jalan2 ke lembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Bu dokter, jalan-jalan ke Bandung...! :)

      Delete
  21. aku masih penasaran sama hommuck 5 tingkat, itu naiknya ke paling atas gimana ya? Apa iya mesti bergelantungan di batang pohon?

    Apa naik satu persatu lewat hommuck?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik dengan bertumpu pada ikatan hammock di bawahnya, Mas Fandhy.

      Delete
  22. tidur di hammock, wiih.. bangun-bangun langsung liat pemandangan doong, tapi pasti dingin banget euy...

    saya suka sih menjelajah alam, tapi paling takut sama ular :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, dingin bangeet...

      Kalau soal ular, saya juga takut, Mbak. Makanya gak mau ke tempat yang terlalu rapat hutannya.

      Delete
  23. Kegiatan nya seru banget mbak, apalagi di alam terbuka dan mendirikan tenda :) asyiknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, seru sekaligus lelah, Mas Didik hehehe

      Delete
  24. Itu hammock disusun 5 gimana cara turunnya ya? Haha. Masak mau gangguin satu per satu kalo dari atas.

    Harusnya foto di manaa jalur tebingnya yang menyempit diperlihatkan juga mbak. Biar kelihatan gimananya. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang saya lihat, mereka turun dengan memeluk batang pohonnya, jadi gak melalui hammock.

      Iya Kak Jung, tapi saya udah was-was duluan, lihat suasananya, pengen cepat-cepat pergi dari sana he he he...

      Delete
  25. Itu gokip yang hammock bertingkat banyak. Masangnya, naiknya gimana itu :-))

    Saya suka konsep penggunan GIF di foto mbak nurul, menjelaskan banyak tapi menghemat tempat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masangnya dari yang terbawah dulu, Mas Andhika. Lalu dengan bertumpu pada ikatan hammock yang bawah, masang yang atasnya.

      Iya Mas, kalau kebanyakan tempat untuk pasang gambar, jadi panjang ke bawahnya he he he

      Delete
  26. Nggak kebayang dinginnya udara di sana, tapisepertinya seru banget. Tidur di luar pake sleeping bed atau hammock, pasti super sekali dinginnya, apalagi hammock yang paling atas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak Rinrin, seru tapi dingiin.
      Kalau untuk tidur, hammocknya tidak dibuat bersusun seperti itu, Mbak. Terpisah di masing-masing pohon. Hanya untuk main saja, dibuat bertingkat. :)

      Delete
  27. Toss dulu Mbak kita. Aku juga suka ikut kegiatan suami yg outdoor.

    Tempatnya nyaman sekali ya buat camping. Eh tapi aku sendiri tdk terlalu suka rebahan di hammock, apalagi di tepi jurang/sungai. Karena ga yakin dg kekuatan talinya, takut jatuhh. *parno

    Oya Mbak, slide foto2nya bagus. Gimana cara bikinnya utk di postingan blog kaya gini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss Mbak Rindang :)

      Wah, saya juga gak mau naik hammock yang dipasang di tepi sungai/jurang mbaak....iya, takut jatuh :)

      Untuk slide fotonya saya pakai photoscape, Mbak. Pakai animated GIF-nya.

      Delete
  28. Aku pernah lewatin tangkuban Perahu, tapi ke komplek ciater. Daerah situ emamg oke banget sih ya view nya. Adem!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ciater, sudah masuk wilayah Subang Mbak. Tapi memang sama-sama daerah dingin.

      Delete
  29. Hammocknya lucu banget mba,seru yaa. Hihi. Oh iya anak mba nurul usia berapa tuh udah bisa diajak asik-asikan di gunung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru ngeliatnya, dek Ayi :)
      Yang kecil udah 9 tahun, udah bisa diajak asik-asikan di gunung he he he

      Delete
  30. Wah seru Bgt yaa bisa Camping di hutan kayak gitu.

    Itu komunitas nya berbayar y mba ??
    Atau cuma pas ada event aja ??

    Salam kenal.
    Thanks

    Kandida

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...seruu...!
      Untuk saat ini, gak berbayar, gak tau ke depannya, nih! He he
      Kalau ada event, paling diumumin, siapa yang mau ikut...

      Salam kenal juga ya...

      Delete
  31. LHI-nya bagus nih mbak. Saya suka banget.
    Kalo istri pendaki gunung atau pecinta alam itu tetap secara semangat tetap PA dong. Wah asyik nih sering bisa main di alam. Lebih sering dari yang lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. Iya Mbak Susi, memang dari dulu juga suka dengan alam. Sekarang suka ikutan, tapi gunung yang rendah, aja :)

      Delete
  32. Saya tertarik sekali dengan hammock yang disusun ke atas itu. Aktivitas unik. Wkwkwk bisa bayangkan cara naiknya pasti seru sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang naik, asli, bisa lincah banget, loh! Cekatan, tau-tau udah di atas he he he

      Delete
  33. Tebing lumutnya sempit banget, Ngeri liatnya. Tapi kereeen

    jalannya belum aspal gitu kalau hujan pasti licin dan harus hati2 ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak Tarry sempit dan banyak pakisnya. Jalannya memang belum di aspal, kalau hujan, becek dan licin. Kalau panas, debunya banyaak..

      Delete
  34. Itu masih nggak kepikiran gimana cara naek ke hammock yang bertingkat gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk naik ke hammock yang tinggi, manjat pohonnya Mas. Kakinya bertumpu pada tali hammock di bawahnya :)

      Delete
  35. Wah, kalau musim hujan seperti ini agak seram juga yaaa kak~ kalau ngga hatihati bisa tergelincir 😅
    Terakhir kali ke Bandung tuh ngga sempat mampir ke Lembang, jadinya belum pernah kesana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau hujan, jalannya jadi becek dan licin.
      Lain kali mampir aja Mbak :)

      Delete
  36. Panas engga tuh mbak tempatnya? Playing hammock ngeri juga itu kalo satu jatuh jatuh semua dan kasian yg paling bawah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dingiin Mas Dikki. Saya yang ngeliatnya juga ikut was-was. Tapi untungnya, hammocknya kuat. Karena ini, jenis yang biasanya digunakan untuk di tebing-tebing. Digunakan duduk oleh 5 orang dewasa, kuat juga. Jadi, tergantung kualitas hammocknya, Mas :)

      Delete
  37. Seru sekali kelihatannya mbak. Aku pernah beberapa kali ikutan camping. Rasanya nagih. Apalagi di dalam hutan kayak gitu. Menantang banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, suka dengan hal yang menantang ya Mas? Pasti pengalamannya sudah banyak, ya?

      Delete
  38. Sudah beberapa kali ke tangkuban perahu namun wisata jayagiri luput dari pengamatan saya. Nampaknya patut untuk dicoba bersama keluarga

    ReplyDelete
  39. saya takut uler kalau maen ketempat seperti itu, btw kalo ada uler gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, saya belum pernah ketemu ular, Mas. Tapi, katanya, kalo ketemu ular, jangan banyak, lebih baik diam, gak bergerak.

      Delete
  40. Wah, melihat yg di hammock berjejer ke atas itu seram juga ya mbak :D
    Gak kebayang, kalo talinya kurang erat. Berarti kalau mau tidur harus jago manjat pohon ya..

    ReplyDelete
  41. Pengen punya hammock-nya buat santai-santai di belakang rumah. LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, asyik kayaknya ya, bisa santai di belakang rumah :)

      Delete
  42. wah seru banget kegiatan outdoornya!bs ngajak anak kemping jg; Saya masih blom kesampean mba ngajak anak saya kemping.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok, Mbak, sekali-kali diajak anaknya ke gunung he he he

      Delete
  43. Asiknyaa.... bisa campingan kek gitu. BIkin ayunan diatas pohon. HAhaha... seru!

    ReplyDelete
  44. seruuuu...
    aku sering jalan lewat jayagiri, tapi dl semasa sekolah, kuliah bareng manteman,

    ikuut lagi lah teh, kopdar sambil jalan (ga) cantik becek2an, seruuu..Yuk ahh!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manteman apa mantan, Teh? Hihihi...

      Iya Teh, pengen kopdar lagi, kalo waktunya ngepas ya...

      Delete
  45. Saya suka ke gunung Mba Nurul.
    Udaranya seger. Kalau di sana bawaannya heppy. Pengaruh udara kali ya, bisa bikin rileks pikiran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ety, adem dan segeer udaranya. Jadi lebih fresh aja.

      Delete
  46. Pernah lewat waktu mau ke tangkuban perahu tapi belum pernah mampir. Kayanya memang enakan pergi rame2 ya dibanding cuma dengan keluarga aja. Bbrrr dinginnya bisa kurasakan Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lebih rame pergi bareng-bareng. Kalo hanya dengan keluarga, kerasa sepinya hehehe...

      Delete
  47. Aku belum pernah ke tebing lumut mba. Enak sih kalau bareng teman-teman ya mbaaa. Ramean gituuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Alida, enak rame-rame, lebih seruuu..

      Delete
  48. Aduuh, baca ini aku jd kangen hiking lagii. Whooaa...

    ReplyDelete
  49. Asik banget bisa wisata alam bersama keluarga. Btw naik hammock sampe bersusun-susun itu gimana caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Caranya dengan memanjat pohon, Mbak. Kayak naik pohon kelapa, gitu, bertumpu pada tali hammock yang berada di bawahnya :)

      Delete
  50. Seneng sekali ya, bisa sering lihat alam seperti ini. Makin terasa, Indonesia itu surga yang harus kita jaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, kelestarian alamnya harus tetap kita jaga,ya...

      Delete
  51. Ya Allah serunyaaa.. udah lama banget ga camping telusur hutan gitu. Asyik banget

    ReplyDelete
  52. Waaa.. Tebing lumutnya meskipun ngga tinggi, tapi indah ya. Jadi pengen ngerasain sendiri pegang lumut sebanyak itu

    ReplyDelete
  53. liat ini jadi kepengen hammock mba, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suami dan anak lelaki saya juga pengen hammock untuk di rumah Mbak he he he

      Delete
  54. Penasaran gmn cara naik hammock yg paling tinggi manjat pohonkah atau ada tangga

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}