I'm Ecomom : Untuk Menjadi Ibu Yang Lebih Baik



Kurun waktu saat ini semakin bertumbuh, teknologi semakin maju dan canggih. Banyak kondisi yang berubah dari waktu ke waktu. Mulai dari gaya hidup, kebutuhan sampai pergaulan yang tidak terkendali. Dan jangan lupa juga dengan bumi tempat tinggal kita, yang seiring waktu semakin tua. Sebagai seorang ibu, saya juga mesti bisa mengantisipasi segala perubahan ini. Gimana caranya supaya bisa merubah hidup keluarga saya menjadi lebih mapan.
http://www.nurulfitri.com/2016/10/im-ecomom-untuk-menjadi-ibu-yang-lebih.html


Siapa kira menjadi ibu rumah tangga itu, merupakan perkara gampang? Terutama bagi ibu yang merangkap menjadi seorang wanita karir. Berperan menjadi seorang ibu yang mengurusi buah hati, menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami, juga ada yang harus jadi seorang pegawai yang bertanggung jawab pada perusahaan. Sedangkan tugas dirumah yang menumpuk dan pekerjaan yang dikejar tenggat waktu harus dilakukan secara bersamaan, tidak boleh ada yang terlewat satupun.

Ecomom, mungkin istilah yang tepat untuk dipakai sebagai panggilan untuk para ibu yang cerdas. Lebih jelasnya Ecomom merupakan sebutan untuk seorang ibu cerdas dan pintar, yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan saat ini tetapi juga berpikir untuk kepentingan jangka waktu yang lama atau untuk masa depan. Cerdas disini adalah tentang bagaimana cara mengurus keluarga, merawat rumah beserta isinya, mengelola keuangan rumah tangga, serta tentu saja pandai merawat diri sendiri.
 

Pertanyaannya, apakah semua orang bisa jadi ecomom? Menurut saya, tentu saja. Lebih baik tentunya, jika semua ibu di Indonesia ini jadi seorang ecomom, dengan begitu para ibu dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan lebih baik. Agar bisa lebih dimengerti, saya akan coba uraikan beberapa acuan kegiatan yang bisa membantu kita jadi ecomom.

1. Menerapkan Pola Hidup Sederhana
http://www.nurulfitri.com/2016/10/im-ecomom-untuk-menjadi-ibu-yang-lebih.html
Untuk menjadi ecomom, kita juga perlu membiasakan diri untuk menggunakan hidup sederhana sedini mungkin. Suami saya selalu berusaha mengajarkan gaya hidup sederhana dengan upaya mengikutsertakan anak-anak berkemah. Di saat berkemah, anak-anak diajarkan untuk mengonsumsi makanan yang tersedia. Tidak boleh ada keinginan untuk memilih-milih makanan. Mereka juga diajarkan mengosumsi hidangan yang tidak selalu dalam keadaan panas.

Masih tentang makanan, saya dan suami juga tidak membiasakan memberi uang bekal ke sekolah dalam jumlah besar untuk dibawa oleh buah hati kami. Karena itu hanya akan membuatnya jadi lebih sering jajan diluar dan tidak bisa dikendalikan. Lebih baik membuatkan ransum untuk bisa dimakan oleh mereka disekolah, itu akan membuat anak-anak terlatih makan hidangan dari rumah, ketimbang jajan diluar, yang kita tidak tahu aman atau tidaknya makanan tersebut.
 
Kita sebaiknya bisa memilah antara apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan. Atau kebutuhan yang seperti apa? Kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Yang pada intinya hal ini akan membantu kita untuk menjalankan kebiasaan pola hidup sederhana.

2. Merencanakan Kebutuhan Pendidikan Buah Hati Sejak Dini
http://www.nurulfitri.com/2016/10/im-ecomom-untuk-menjadi-ibu-yang-lebih.html


Karena kita bukan lajang lagi yang bisa bebas kesana kemari, bebas pakai uang untuk kesenangan sendiri, kita harus mulai merencanakan kebutuhan untuk masa yang akan datang, misalnya untuk pendidikan anak. 

Sekarang ini banyak bank yang menawarkan tabungan khusus untuk membiayai pendidikan, kita bisa menggunakan tabungan tersebut untuk menyimpan uang kita diutamakan untuk biaya pendidikan anak kita nanti.

3. Menggunakan Produk Ramah Lingkungan

http://www.nurulfitri.com/2016/10/im-ecomom-untuk-menjadi-ibu-yang-lebih.html


Dengan menggunakan produk ramah lingkungan, selain bisa lebih irit, kita juga bisa hidup lebih sehat bahagia. Contohnya saja kita menukar penggunaan kantong plastik, menjadi kantong yang terbuat dari kain, yang bisa dipakai berulang-ulang. Atau mempersiapkan air untuk minum dari rumah dengan menyimpannya di tempat minum atau tumbler, sehingga kita sudah meminimalisir pembelian air minum berkemasan plastik diluar.



Lalu untuk di rumah, jika kita menggunakan kulkas, ada baiknya lemari es yang kita gunakan adalah lemari pendingin yang ramah lingkungan. Karena saya sendiri pun menerapkan hal tersebut. Saya pake kulkas yang sudah punya teknologi econavi, yaitu penyaringan yang bisa mendeteksi kondisi pemakaian si lemari es itu sendiri, jadi secara otomatis dia bakal memaksimalkan penghematan energi.


4. Meluangkan Banyak Waktu Dengan Keluarga

http://www.nurulfitri.com/2016/10/im-ecomom-untuk-menjadi-ibu-yang-lebih.html
 



Untuk sebagian perempuan yang mempunyai peran sebagai ibu sekaligus menjadi wanita karir, mungkin ini hal yang sulit. Karena harus membagi waktu yang hanya sebentar untuk keluarga dan pekerjaan. Tetapi tidak  mustahil, disela-sela kesibukan, kita juga dapat meluangkan banyak perhatian untuk mereka.



Misalnya saja, setiap pagi saya pasti menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak, lalu menyempatkan untuk bersantap sarapan bersama mereka. Sepulang sekolah, saya luangkan waktu untuk berbincang mengenai kegiatan mereka di sekolah. Malamnya, saya sempatkan untuk mendampingi buah hati mengerjakan pekerjaan rumah. Atau bila tidak ada PR, saya akan menyempatkan untuk berbincang-bincang sejenak menanyakan kegiatan mereka hari ini. Atau sekedar bercengkrama sambil bermain atau menonton televisi.



Dan saat weekend tiba, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bercengkrama bersama suami dan anak-anak saya. Kami seringkali jalan-jalan keluar, atau menghabiskan waktu dirumah dengan nonton film bersama, atau memasak bersama. Yang paling penting melakukan aktivitas yang dapat jadi pelepas rindu. Karena selama seminggu, kami aktif dengan kegiatan masing-masing.

5. Menghemat Pengunaan Air 

http://www.nurulfitri.com/2016/10/im-ecomom-untuk-menjadi-ibu-yang-lebih.html



Sebagai Ibu, kita juga bisa mengendalikan penggunaan air dirumah. Selain lebih irit menggunakan air, sebenarnya ini juga berakibat pada pengurangan biaya air yang harus dibayar (untuk seperti saya yang pakai air PAM). 


Coba deh, kita cari tahu apa sumber penggunaan air yang paling banyak dan bisa kita buat lebih hemat? Bagaimana dengan kegiatan mandi? Mandi memang menggunakan banyak air tapi sulit bagi kita menghemat air untuk mandi. Menyiram tanaman? Bisa, saya biasanya menyiram tanaman hanya sekali di pagi hari. 

Mencuci akaian? Bisa saja, jika kita bisa lebih pandai memilih mesin cuci. Saya sendiri sekarang mesin cuci yang bisa lebih menghemat air karena memiliki teknologi econavi inverter yang memiliki tiga sensor yang mampu membaca kondisi cucian, untuk mendeteksi berapa banyak cucian, suhu air yang digunakan, serta bahan pakaian yang dicuci. Selain menghemat air, kita juga bisa lebih hemat waktu juga meminimalisir energi.



Begitulah teman-teman, kurang lebih beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang ecomom. Berpikir dengan cerdas, bertindak dengan hati-hati, dan selalu memikirkan segala sesuatu untuk masa depan, bukan hanya untuk saat ini saja. 

Maka dari itu, saya katakan kalau semua ibu seharusnya bisa menjadi seorang ecomom. Kenapa? Ya, karena kita ingin keadaan pribadi dan keluarga bisa jadi lebih baik dalam segala hal, baik itu kesehatan, keuangan atau kebahagiaan. Walaupun kedengarannya seperti hal yang kecil, tetapi hal-hal tersebut akan berakibat penting kepada kita nantinya. Semua hal yang telah diuraikan tadi, akan menentukan bagaimana hidup kita dikemudian hari.


Karena setiap ibu bisa menjadi ecomom. Dan karena setiap perempuan dapat menjadi ibu yang lebih baik lagi. Semua orang bisa menjadi ecomom serta dapat menciptakan kehidupan pribadi dan keluarga selalu aman, nyaman dan membahagiakan. Bukan hanya untuk saat ini saja, tapi juga besok, besoknya lagi, seterusnya dan selanjutnya, untuk selamanya.  

23 comments:

  1. Nice share mba. Sudah sepatutnya bila sudah berumah tangga, pola pikirnya pun sebaiknya dirubah, lebih tepatnya menjadi seorang ECOMOM, agar stabilitas rumah tangga dan isinya makmur dan sentosa.

    Saya juga baru tau kalo ada istilah ECOMOM, kalo untuk para bapak, istilahnya apa ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk bapak, barangkali istilahnya ECODAD ya...hihihi :)

      Delete
  2. Tugas seoramg ibu itu beragan ya mbak, pastinya seorang Ibu menjadi panutan bagi anak-anaknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tugasnya memang sangat beragam, Mbak. Oleh karenanya kita dituntut lebih cerdas mengatur semuanya

      Delete
  3. Menjadi ecomom memang tak semudah yang dipikirkan ya, namun juga ga susah jika dilaksanakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Teh Tian, susah-susah gampang, ya... :)

      Delete
  4. Menghemat pengeluaran air itu kerasa banget buat saya pas belum punya uang pasang pompa air mba. Jadinya pembelajaran bagi saya meski sekarang air berlimpah ruah tetap harus hemat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menggunakan pompa air memang tidak akan membayar tagihan PDAM tapi kalau pemakaiannya tidak diatur, berpengaruh juga pada pembayaran listrik. Betul, gak?

      Delete
    2. Aku siasati dengan memiliki Toren 2200liter hahaha jadi sekali ngisi buat 2 minggu krn dirumah juga aku suami dan anak. Listrik dan air hemat bingits

      Delete
    3. Waah...cerdaass! Betul, betul...menampung air di toren bisa menghemat listrik juga, ya :)

      Delete
  5. aku juga salah satu ecomom..mudah2 an deh...hemat sana hemat sini ya mbak anak2 sudah mulai kuajari menggunakan listrik & air secukupnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga anak-anak bisa mencontoh bundanya yang cerdas, ya, Mbak.

      Delete
  6. Msh bnyk nih pr saya utk bs jd ecomom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerjakan satu persatu supaya lebih ringan, Mbak :)

      Delete
  7. lucu dan seru ada sebutannya, dan baru tahu juga soal Ecomom. Ibu memang harus bisa mengelola segalanya. Semangat calon ibu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju...Ibu harus cerdas agar bisa mengelola segalanya.

      Delete
  8. pengen aku terapin juga di keluarga nih

    ReplyDelete
  9. Anak2 diajarkan mengosumsi makanan yang tidak selalu dalam keadaan panas. Noted. Karena makanan yg panas itu mmg lbh nikmat rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanan yang panas mengundang selera, ya, Mbak he he he

      Delete
  10. Ah aku mau jadi Ecomom biar tambah jadi Mama Cerdas! Hmm, memang multifungsi ya kita sebagai MakEmak Teh.

    Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya agar bisa mendampingi keluarga dan mengurus segalanyaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh Nchie, sebagai MakEmak kita harus segala bisa.
      Semoga kita seha terus ya..aamiin :)

      Delete
  11. keren banget iya istilah ecomom, suka banget :)

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}