Granat Kids Soccer Championship 2016

http://www.nurulfitri.com/2016/11/granat-kids-soccer-championship-2016.html
Granat Kids Soccer Championship 2016, merupakan acara perhelatan yang diadakan dalam rangka 17 tahun Granat (Gerakan Nasional Anti Narkoba). Turnamen sepak bola anak untuk U9 dan U11 ini, dilaksanakan pada tanggal 29 - 30 Oktober 2016, di Lapang Sidolig Persib Bandung.

Tujuan diadakannya turnamen sepak bola anak-anak ini, untuk membina generasi muda agar terus berprestasi serta menjunjung sportifitas ketika bermain dalam sebuah pertandingan. Selain itu, pihak Granat juga menginginkan para generasi muda selamat dari ancaman bahaya peredaran obat-obat terlarang.

Klub Carrera, tempat anak saya belajar bermain futsal, mendaftarkan anak didiknya untuk ikut berperan serta dalam acara tersebut. Tujuannya agar anak-anak bisa belajar dan mencari pengalaman mengikuti pertandingn melawan klub sepak bola anak lainnya, yang ada di Banten, DKI dan Jawa Barat. 

Untuk beberapa anak yang lain, kemarin bukanlah pengalaman mereka yang pertama. Namun, untuk anak saya, ini merupakan pengalaman yang pertama. Saya lihat dia begitu antusias mengikutinya. Hingga rela bangun lebih pagi dari biasanya untuk berangkat ke Bandung.

http://www.nurulfitri.com/2016/11/granat-kids-soccer-championship-2016.html
Para pemain Klub Carrera - Subang

Turnamen tersebut, dibagi menjadi dua kategori yaitu U9 dan U11. Untuk kategori U9, turnamen diadakan pada Hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2016. Sedangkan untuk U11, diadakan pada keesokan harinya.
Anak saya, tahun ini berumur 10 tahun, sehingga dia masuk ke tim U11 dan bertanding pada Hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016.

Panitia meminta para peserta untuk hadir satu jam sebelum acara di mulai. Karena menurut rencana dari panitia, pertandingan akan dimulai pada pukul 9 pagi.

Oleh karena itu, agar kami bisa datang pada jam 8 pagi, rombongan Klub Carrera berangkat jam setengah enam pagi, dari Subang. Untuk menghindari kemacetan di sekitar lembang, kami pun berangkat melalui jalur Maribaya dan keluar di daerah Dago.

Alhamdulillah, perjalanan kami lancar, hingga bisa tiba di Lapang Sidolig Persib sekitar jam setengah delapan. Eh, ada satu mobil yang terpisah dari rombongan, sehingga salah jalan dan tiba di lokasi jam delapan lebih. Untung saja, anak-anak Carrera mendapat jadwal pertandingan sekitar jam sembilan lebih lima belas menit.

Sesuai rencana, tepat jam sembilan pagi, pertandingan pertama dimulai. Klub Carrera bermain di pertandingan yang kedua. Menghadapi klub anak dari DKI, klub anak saya mengalami kekalahan dengan skor 3-0. Tampak wajah kecewa dari anak-anak itu, tapi kami para orang tua berusaha menyemangati mereka. Masih ada dua pertandingan lagi yang akan mereka ikuti. Mereka harus lebih bersemangat agar bisa memperbaiki gaya permainan.

http://www.nurulfitri.com/2016/11/granat-kids-soccer-championship-2016.html
Setelah berjalan 3 pertandingan, acara pertandingan antar klub anak ini,dihentikan sejenak. Karena akan dilangsungkan upacara pembukaan oleh ketua DPC Granat. Dalam sambutanya, beliau mengajak anak-anak sebagai  generasi bangsa agar sportif dalam bermain dan menjauhi penggunaan obat terlarang.

Setelah sambutan dari ketua DPC Granat, acara pun dilanjutkan dengan pertunjukan drum band. Para gadis cilik dengan sangat lincah memainkan alat musik dan menari dengan gemulai. Dan tidak memakan waktu yang lama. Setelah itu, pertandingan pun dimulai kembali.

http://www.nurulfitri.com/2016/11/granat-kids-soccer-championship-2016.html
Seperti yang selalu saya temukan di berbagai macam pertandingan yang diikuti oleh anak-anak, selama pertandingan biasanya para orangtua akan antusias menyemangati anak-anaknya. Begitu pula dengan pertandingan kemarin. Beberapa orangtua dari pihak lawan terdengar teriakannya memanggil nama anak mereka. Mengarahkan apa yang harus dilakukan dari pinggir lapangan.

Ketika melihat seorang bapak yang meneriaki anaknya, ibu muda di sebelah saya berguman dengan perlahan kepada saya, "Enak aja, bapak teriak-teriak dari pinggir, tuh, anak bapak kepanasan di sana." ^_^ hi hi hi

Tidak terkecuali para pelatihnya. Eh, malah saya sempat melihat ada seorang pelatih yang membentak-bentak anak didiknya dari pinggir lapangan. Dan sempat juga terlibat, dia cekcok dengan wasit. Duh, kalau lihat yang seperti ini, saya kurang suka, nggak tau, kurang nyaman aja ngeliatnya :)

Kalau pelatih di klub anak saya, orangnya sabar-sabar. Sesekali marah, jika anak-anak berbuat yang tidak benar, tapi tidak pernah membentak-bentak. Mungkin karena itu pula, anak saya betah berlatih di sana. Apalagi tempat latihannya enak. Di dalam ruangan tertutup dan menggunakan rumput sintetis. 

http://www.nurulfitri.com/2016/11/granat-kids-soccer-championship-2016.html
Carrera - Soccer Academy
Selain tempatnya yang nyaman, anak-anak juga senang berlatih karena mereka juga mendapat bimbingan dari pelatih Robby Darwis. Untuk penggemar sepak bola, pasti nama itu sudah tidak asing lagi, bukan? Iya, beliau adalah pemain Persib Bandung pada tahun 1990-an. Kalau saya lihat, Pak Robby sabaar sekali ketika melatih anak-anak. Padahal tau, kan, anak-anak, tidak gampang untuk diarahkan.

http://www.nurulfitri.com/2016/11/granat-kids-soccer-championship-2016.html
Latihan bersama coach Robby Darwis
Eh, malah ngelantur, kita kembali ke Granat Kids Soccer Championship yang diadakan di Bandung ya... Setelah mengalami kekalahan di pertandingan pertama, anak-anak Klub Carrera ternyata juga tidak cukup tangguh di pertandingan kedua dan ketiga. Mereka juga mengalami kekalahan.

Anak-anak terlihat kecewa. Tapi kami para orangtua tidak. Kami memberitahu anak-anak, jika itu merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terulang kembali. Bermain dengan klub dari daerah lain bisa dijadikan bahan pelajaran. 

Anak-anak jadi tahu, bagaimana permainan yang bagus. Bagaimana strategi yang apik agar bisa menjadi tim pemenang. Dan tentu saja, anak-anak bisa belajar sportif menerima kekalahan. Semoga tahun depan permainan mereka bisa lebih baik lagi, dan bisa memperoleh kemenangan. Semangaat, ya, Dek!

99 comments:

  1. Robby Darwis :) aku suka :) keren ya bisa dilatih mantan pesepakbola nasional

    Ibunya harus sabar juga ya Mbak nungguin. Kayaknya seruuu... Mungkin harus dibuat juga perkumpulan ibu2 yang anak2nya main di klub itu ya. Kan makin seru Mbak.

    Btw, sukses terus ya Mbak buat jagoannya. Kalah menang no problemo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar nungguin dan seru-seruan Mbak. Biasa ... ibu-ibunya malah yang heboh he he he
      Makasih doanya ya, Mbak :)

      Delete
  2. wahh terobosan baru untuk anak anak yang mempunyai talenta bermain boola bagus untuk mengikuti turnament tersebut. generasi penerus bangsa selanjutnya nih dibidang olahraga bola

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas Dikki, lebih baik disalurkan di bidang yang diminatinya, daripada main game melulu di rumah hiks...

      Delete
  3. Bisa sebagai batu loncatan ya. Si Adek emang mau jd pemain sepak bola mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak saya senang main bola, Mbak Zarirah. Tapi sewaktu ditanya mau jadi pemain sepak bola, dia masih belum pasti. Lagi dijalani dulu, aja, Mbak he he he

      Delete
  4. Wah harusnya turnamen seperti ini tiap tahun diadakan ya mbk, buat mencari bibit bibit baru talenta sepakbola Indonesia, dididik sedari Dini..

    Menang kalah itu biasa, namanya jg permainan .. Semangat ya anaknya mbak main sepakbolanya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya,Mas Fandhy, semoga bisa setiap tahun diadakan. Saya juga berusaha menyampaikan pada anak, kalau menang dan kalah, hal yang biasa dalam pertandingan :)

      Delete
  5. Anak anak memang sebaiknya didalurkan bakar dan jeinginannya
    Kegiatan yang baik untuk memilih bibit bibit sepakbola. Semoga dengan kegiatan positive anak anak kita terhindar dari narkoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga semakin banyak anak yang fokus dengan kegiatan positive, agar terhindar dari narkoba.

      Delete
  6. kegiatan yang positif seperti ini semestinya rutin diadakan.. supaya bakat anak-anak kita tersalurkan.. dan orangtuanya juga bisa kompakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang betul, selain bakat anak-anak bisa tersalurkan, orangtuanya juga pada kompak, seru-seruan he he he

      Delete
  7. Seru bangett nih pertandingan sepakbolanyaa. Iyaa anak2 emang harus ikutan kegiatan kaya gini agar ngerti tentang sportinitas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru, Mbak Ajen. Sampai orangtua ikut teriak-teriak gitu. Anak-anak juga semakin merasa seru, karena turun hujan pada pertandingan ketiga. :)

      Delete
  8. Main bola anak2 di kampungku byk. Tapi kalau latihan betulan, aku blm tau, hihihi....

    Liat anak2 main gitu pasti seru ya. Orgtuanya mesti heboh sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...pastinya, Mbak Jiah. Yang heboh malah orangtuanya. Seruu.. :)

      Delete
  9. Wah ini turnamen sepak bola anak biasanya jarang banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga nanti, kegiatan seperti ini bisa semakin banyak diadakan ya, mbak :)

      Delete
  10. singkatannya keren juga ya mbak granat, acaranya bagus bgt buat menyalurkan bakat anak2 dan juga memperkenalkan budaya bebas narkoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga senang ada acara seperti ini, Mas. Bisa mengasah bakat anak-anak :)

      Delete
  11. Wah, peran orangtua memang sangat besar dalam kompetisi seperti ini mbak.
    Saya ingat dulu pernah ikut seleksi dan gagal. Saya sedih sekali, tapi juga orangtua tak tahu kalo saya pernah gagal. Saya simpan sendiri sampai sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Bang Jakup ternyata suka bermain bola juga, ya..
      Saya yakin, orangtua Bang Jakup pasti akan menyemangati terus jika tau anaknya pernah gagal. Karena kegagalan merupakan awal kesuksesan, kan? *tsaelah, sok bijak LOL

      Delete
  12. Wah, peran orangtua memang sangat besar dalam kompetisi seperti ini mbak.
    Saya ingat dulu pernah ikut seleksi dan gagal. Saya sedih sekali, tapi juga orangtua tak tahu kalo saya pernah gagal. Saya simpan sendiri sampai sekarang.

    ReplyDelete
  13. Saya justru melihat bounding yg terjadi antara anak dan orang tua. Pasti sang anak sangat bahagia saat kegiatan positifnya didukung oleh orang tua. luar biasa sekali orang tua yang selalu memberikan semangat kepada anaknya yg bertanding

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas, anak saya senang sekali, kalau orangtuanya bisa menonton saat ada pertandingan.

      Delete
  14. keren, peran orang tua harus selalu suport anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan dengan selalu di suport, minatnya bisa semakin berkembang.

      Delete
  15. Memang ya aktivitas anak it seratus persen diawali dari dukungan kita sebagai orangtuanya.. semoga mereka dan cita-citanya kelak bisa terwujud ya Fit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Teh Yulia. Sebagai orangtua, saya hanya bisa mendukung apa yang diminati oleh anak-anak.

      Delete
  16. Malah jadi nostalgia gini bacanya, keinget dulu juga jadi bagian Sekolah Sepak Bola hee,
    Semoga anak mba nurul bisa jadi pemain sepak bola profesional kelak nanti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..terima kasih doanya, Mas :)
      Wah, ternyata Mas Ryan juga pernah jadi bagian sekolah sepak bola, ya.. seru, dong...

      Delete
  17. Seru nih, perlombaan juga mengajarkan anak-anak bagaimana menerima kemenangan atau kekalahan. Peran orang tua dan pelatih sangat mendukung dalam hal ini, walaupun beberapa hal sangat disayangkan seperti pelatih yang cekcok dengan wasit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang perlu ditekankan, jika dalam sebuah pertandingan ada yang menang dan ada yang kalah. Supaya anaknya bisa belajar sportif :)

      Delete
  18. Kereen...
    Semoga banyak orang tua bisa mendukung talenta anak seperti teh Nurul.

    Karena anak cerdas berasal dari anak-anak yang bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga semakin banyak anak yang tersalurkan bakatnya dan didukung oleh orangtuanya, ya... :)

      Delete
  19. Saya jadi inget sewaktu di usia anaknya, Mbak. Sekitar 10-11 tahun. Berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mengikuti kompetisi sepakbola.

    Beberapa diantaranya bisa kami menangkan. Uhh, seneng sekali.

    Perihal pelatih yang membentak, di satu sisi itu perlu, mbak. Sebagai motivasi.

    Tapi Granat ini aneh juga ya, acara pembukaan dilangsungkan setelah ada pertandingan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebayaang, serunya ya... bisa mengikuti kompetisi dari satu tempat ke tempat yang lain.

      Pendapat Mas Andhika, sejalan dengan suami saya. Katanya, sesekali anak memang harus dididik keras. Supaya gak lembek :))

      Saya juga merasa aneh, waktu ada pengumuman pertandingan dihentikan karena mau ada pembukaan. Barangkali, pejabat yang membuka acara, baru bisa hadir jam segitu ya..he he he...barangkali.

      Delete
  20. Pasti seru ya Mak menemani anaknya berkegiatan di luar. Dengan berkegiatan positif, semoga anak-anak kita terhindar dari bahaya dan ancaman buruk narkoba. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Iya, Mak. Kita selaku orangtua juga bisa seru-seruan menonton anak bertanding. :)

      Delete
  21. Membentak-bentak dan memberi arahan itu beda sih ya. Anak-anak yang sedang main bisa makin nggak konsen.

    Seru ngeliatnya Mba, yang dari pinggir lapangan aja gemas. Apalagi yang maen hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya. Kalau diberi pengarahan saja, gak papa,ya...
      Tapi kalau sambil dibentak-bentak, anaknya juga jadi bingung. Ada, loh, yang tadinya mau maju nendang bola, jadi gak jadi, denger pelatihnya manggil namanya :)

      Delete
  22. Memang sedari kecil, anak - anak perlu diajarkan untuk dapat bersikap sportif. Selalu suka melihat anak - anak yang menyalurkan hobi nya ke arah yang positif :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya ketika mereka besar nanti, bisa terbiasa untuk sportif ya..

      Delete
  23. Ahahaha semua orangtua pasti teriak2 ketika anaknya tanding๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Tapi ya gak sampe marah2, karena kan kita mah menyemangati ya gak๐Ÿ˜‚ tetap tersenyum dan memberi sambutan hangat kepada anak yang kalah bertanding.biar anaknya gak minder dan nangis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Seruu..nyemangatin anak sambil ketawa-ketawa. Lucu lihat mereka bertanding :)

      Delete
  24. Tulisan ini mengingatkanku dengan tulisannya marini saragih di Pandit football taun lalu. Tentang orang tua yg nemenin anaknya latihan bola (sambil teriak-teriak). Semoga anaknya jadi pemain bola profesional ya mba heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka gak bisa nahan, Mas. Pengen teriak-teriak nyemangatin anak-anak he he he
      Aamiin...makasih doanya, Mas Wanda :)

      Delete
  25. Wah olahraga futsal, anak ku yang cowok juga suka. Waktu SMP pilih ekstra nya juga futsal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rata-rata anak cowok suka futsal,ya, Mbak :)

      Delete
  26. Seru banget melihat anak-anak bermain bola

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru Mbak, teriak-teriak sambil ketawa-tawa..he he he

      Delete
  27. Wah keren granat Ini. Emang anak2 harus diberi Ruang Untuk beraktivutas y mba, jangan sampai terjerumus di kegiatan yg Negatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, semoga semakin banyak acara yang bisa memfasilitasi aktivitas positif anak-anak.

      Delete
  28. Anak yang gemar olahraga semakin semangat dan mandiri ya mba. Orangtua hanya bisa mendukung asalkan anak senanng ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak, orangtua hanya bisa mendukung apa yang diminati oleh anak :)

      Delete
  29. Pernah lihat pertandingan sepak bola anak, dan rasanya antara kesel geregetan dan menyemangati, jadinya heboh sendiri. :)

    Semoga kedepannya bisa bermain lebih baik ya Mbak, semangat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa...gregetan liatnya dan ingin terus menyemangati. Jadi heboh sendiri hihihi

      Delete
  30. aku lebih suka nonton sepakbola anak-anak dibandingkan yang profesional atau dewasa, tiap kali nonton sepakbola anak-anak pasti heboh soalnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucu liatnya ya...kadang anak yang masih kecil, ketika bermain, bolanya dikerubungin daripada dioper hihihhi...seruu..!

      Delete
  31. Suka banget liat anak2 ikutan klub bola, meskipun nanti besarnya tdk jd pemain bola tapi mereka biasanya belajar banyak dari ikutan kegiatan/ kursus main bola kyk gtu

    Tfs mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, anak saya juga belum berpikir mau jadi pemain bola. Tapi dia senang sekali dengan futsal, ya..saya mendukung aja..he he he

      Delete
  32. Sangat mendukung acara ini, mereka adalah generasi bangsa, olahraga, futsalan bisa menghasilkan prestasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga acara seperti ini, banyak di selenggarakan di daerah-daerah di Indonesia ya...

      Delete
  33. Kekalahan hari itu bisa jadi pengalaman dan pecutan buat latihan lebih giat lagi ya, Mbak. Masih anak2, masih banyak waktu buat mengembangkan talentanya di olah raga. Semangat adek2!

    Aku rindu suasana pertandingan kayak gini, bedanya dulu aku ga futsal, tapi basket. Hihi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, ternyata Mbak Bulan suka olahraga juga ya... olahraganya basket lagi, kereen!

      Delete
  34. Seru banget, Mbak. Semoga anak-anak itu ga pantang menyerah dan putus semangat ya. Semoga mereka bakal mengerti kalah menang hal yang biasa dalam pertandingan, dan terus akan berjuang.
    Semangat buat para orangtuanya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, iya, semoga mereka semakin semangat Mbak :)

      Delete
  35. Mbak, jadi kalau semisal anak suka sepak bola tapi belum mau bilang kalau ingin menjadi pesepak bola, kita boleh fasilitasi aja mereka bermain gitu ya mbak? Semacam menjadi jembatan. Ehehe belajar..
    Bagus juga pertandingan ini, melatih sejak Dini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya, saya biarkan anak bermain/menekuni apa pun yang dia mau. Nanti ke depannya, biar dia yang memilih, bidang apa yang benar-benar diminatinya.

      Delete
  36. tempatnya nyaman truss pelatihnya kecee...komplit sudah..hebat kaka

    ReplyDelete
  37. Saya senang melihat pertandingan bola anak-anak, kadang mereka suka meniru gaya kemenangan pemain bola internasional. Selain itu juga sering ekspresi mereka bikin gemes. Tapi, pertandingan bola anak-anak cukup serius juga ya, gak sekadar main2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren juga ada yang gitu, meniru gaya kemenangan pemain internasional. Lucu-lucu, seruu...!

      Delete
  38. Pasti anaknya lebih bersemangat ya mbak, ditemani oleh ibundanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, dia minta ditemani oleh ayah dan ibunya. Supaya tambah semangat :)

      Delete
  39. Wohoo ga kebayang deh hebohnya para orang tua di pinggir lapangan menyaksikan pertandingan. Nah adej2 denger kata tante nurul ya kekalaham itu lecutan dan pengalaman main futsal di granat akan jadi cerita manis kelak kalian sudah besar.

    Aniwei bagus juga ya program granatnya. Bisa memacu semangat anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha..bener-bener seru, Mbak :)
      Orangtuanya pada heboh, anak-anaknya mah tenang aja...LOL

      Delete
  40. Seru banget Mba acaranya.
    Semoga lain kali menang ya..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

    ReplyDelete
  41. Seruuu! Pasti deh emaknya lebih heboh daripada anak yang bertanding

    ReplyDelete
  42. saya juga begitu kalo ikut menyaksikan ponakan ikut pertandingan pasti paling kencang teriaknya utnuk memberikan semangat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, sampe gak kontrol, teriak-teriak gitu hihihi

      Delete
  43. Namanya menjual sekali, nih. Granat... meski kecil, kalo dilempar akan meledak dengan kuat...

    Semoga sukses kids soccer championship-nya

    ReplyDelete
  44. Anak2 akan belajar dr banyak pengalaman ya mba. Senangnya punya ibu seperti dirimu, selalu mendampingi di saat2 anak butuh suport kayak gitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, sebagai orangtua hanya bisa mendukung apa yang diminati oleh anak-anak :)

      Delete
  45. Kirain granat apaan. Hehe. Tetap semangat buat kawan-kawan kecil. Pantang menyerah semoga dilain kesempatan dapat meraih juara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan sejenis senjata, loh, Mas :)
      Iya, semoga mereka tetaap semangat, ya..

      Delete
  46. Semangat kaka.... smoga di lain pertandingan bisa lolos yaa championnyaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...aamiin, semoga lain kali mereka bisa menang

      Delete
  47. Kerennn.. Semoga bakatnya terus tersalurkan, dan gedenya jadi anggota Timnas yaa.. <3

    Kalo anak yang lomba, orangtuanya sering yg heboh sendiri yaa.. Tapi moga2 kita enggak menuntut mereka untuk menang. Yang penting, do the best. :)

    ReplyDelete
  48. Selalu suka kalo ada kegiatan yang melibatkan anak-anak. Apalagi anak-anak di sini jadi pemeran utama. dari setiap kompetisi, mereka jadi belajar banyak hal ya mbak.

    Tapi aku jg kurang suka kalo udah ada yang 'panas' dan marah-marah ke anak-anak kalo yang mereka inginkan tidak sesuai. kan sepatutnya ga gitu ya, di lapangan apa saja bs terjadi. Kalo anak-anak digituin psikologis mereka akan mengatakan "main bola ada adegan marah-marah." jd terbenam terus di otaknya sampe besar, kan kasian. Smg sepakbola Indonesia terus maju!

    ReplyDelete
  49. belum punya anak cowok mba, klao liat anak cowok maen bola jadi mupeng

    ReplyDelete
  50. Robby Darwis mah tau atuh, beliau kan pemain terkenal waktu itu. Tapi yang terpenting adalah bagaimana si anak dapat mengendalikan emosi serta dapat menjunjung tinggi sportivitas. Semoga sukses terus buat anaknya yang ikutan turnamen ini ya mba, siapa tau bisa seperti Robby Darwis

    ReplyDelete
  51. Semoga tahun depan bisa membawa pulang pialanya mbk, dukung terus pemuda Indonesia

    ReplyDelete
  52. Kegiatan yang positif banget nih mbak..

    ReplyDelete
  53. Seneng kalau melihat anak-anak yang lincah berolahraga, apalagi main bola, favorito! Penting banget membuat anak-anak menyukai olahraga selagi muda.

    ReplyDelete
  54. Kirain granat apaan. Hehe. Tetap semangat buat kawan-kawan kecil. Pantang menyerah semoga dilain kesempatan dapat meraih juara

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}