Berpartisipasi Menjadi Pejuang ASI

Berpartisipasi Menjadi Pejuang ASI. Air susu ibu merupakan nutrisi sempurna yang baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Kandungan gizi yang terdapat pada ASI sendiri sudah dipercaya sangat bermanfaat bagi bayi. Bagi seorang ibu, memberikan air susunya untuk buah hati merupakan harapan yang paling utama. 
http://www.nurulfitri.com/2017/03/berpartisipasi-menjadi-pejuang-asi.html

Ibu mana yang mau melewatkan manfaat ASI untuk buah hatinya? Semua ibu pasti mau memberikan yang terbaik untuk anaknya, bukan? Begitu juga dengan saya. Sejak hamil, saya sudah berniat akan memberikan ASI saya secara eksklusif pada buah hati. Karena saya ingin anak saya bisa merasakan manfaat ASI. 

Banyak manfaat ASI yang sayang sekali jika tidak saya berikan pada anak saya. Apa saja manfaat yang bisa dimanfaatkan oleh buah hati?

  1. ASI memiliki semua zat penting yang dibutuhkan dalam perkembangan bayi. 
  2. Memberikan ASI pada bayi, dapat menciptakan ikatan yang erat antara ibu dan buah hati.
  3. Kekebalan tubuh anak akan lebih optimal ketika dia mengonsumsi ASI
  4. ASI tidak menimbulkan alergi, jadi aman untuk dikonsumsi.
  5. ASI memiliki kualitas yang baik dan tidak akan pernah basi atau kadaluarsa.
  6. Dalam proses pemberian ASI sangat mudah, jika dibandingkan dengan memberian susu formula.
  7. Kandungan ASI sangat unik, karena bisa berubah disesuaikan dengan kebutuhan dan usia bayi.
Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh ketika memberikan ASI untuk buah hati. Sayang sekali jika tidak diberikan, bukan?
Namun, dalam kenyataannya, tidak semua ibu bisa memberikan ASInya dengan mudah. Berbagai macam alasan, membuat seorang ibu tidak bisa memberikan ASI-nya.

Saya sendiri, tidak mengalami kesulitan saat memiliki keinginan berpartisipasi menjadi pejuang ASI. Karena ASI yang saya hasilkan cukup berlimpah. Sehingga kedua anak saya, bisa merasakan ASI ekslusif di 6 bulan pertama kehidupan mereka.

Masih terekam dalam ingatan saya, ketika memberikan ASI untuk anak pertama, saya tidak mengalami masalah yang cukup berarti. Karena usai melahirkan, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya. Jadi otomatis, waktu yang saya miliki sangat luang untuk memberikan ASI.

Berbeda dengan kisah anak yang kedua. Anak kedua saya, lahir disaat saya memutuskan untuk kembali bekerja. Dan ketika berakhir masa cuti melahirkan, saya pun harus berusaha untuk tetap memberikan ASI meskipun sambil bekerja. Saat itulah, perjuangan memberikan ASI perahan, terasa begitu membutuhkan kerja keras.

Ruang ASI
Dulu, perusahaan tempat saya bekerja, belum menyediakan ruangan yang ramah untuk ibu menyusui. Kebetulan saya bekerja di bagian laboratorium, yang di dalamnya terdapat ruang asam. Dan sudut ruang asam itulah, yang kini menjadi saksi bisu perjuangan saya memerah ASI secara sembunyi-sembunyi waktu itu. Menjadi saksi bagaimana saya berusaha untuk mengeluarkan ASI setetes demi setetes, agar dapat dikonsumsi oleh anak saya, pada keesokan harinya.

Sekarang, kegiatan memerah ASI tidak perlu dilakukan sembunyi-sembuyi. Banyak perusahaan yang sudah peduli dengan kebutuhan ibu menyusui. Selain itu, saya juga melihat di beberapa ruang publik, mulai disediakan ruangan khusus untuk ibu yang mau menyusui. Semakin mempermudah para ibu untuk memberikan ASI, bukan?

Cara Memerah ASI
Tidak hanya tempat untuk memberikan ASI yang perlu diperhatikan. Cara memerah ASI pun membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. 

Dulu, orang memerah ASI dengan menggunakan tangan. Konon, cara terbaik memerah ASI adalah dengan menggunakan tangan sendiri. Karena ASI yang dihasilkan bisa lebih aman, bebas dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.
Tentu saja proses memerah ASI dengan menggunakan tangan tidaklah mudah. Diperlukan latihan yang serius, bahkan sejak satu bulan sebelum bayi ditinggal bekerja dan diberi ASI perah.

Sekarang, banyak bunda yang menginginkan segalanya lebih praktis. Lebih memilih menggunakan pompa untuk memerah ASI. Begitu juga dengan saya, lebih memilih menggunakan pompa ketika memerah ASI. Namun, menggunakan pompa tidak lantas lebih simpel. 
Bentuk pompa yang berkelok-kelok akan sulit dibersihkan dengan sempurna. Oleh karenanya, kebersihan pompa harus lebih diperhatikan.

Memerah menggunakan tangan sendiri atau menggunakan pompa, merupakan pilihan masing-masing ibu. Ada yang menyarankan untuk menggunakan tangan saja, karena kebersihan pompa yang digunakan untuk memerah tidak terjamin. Hal yang dikhawatirkan adalah pompa yang kotor, dapat memicu bersarangnya bakteri yang menyebaban infeksi.
Namun, karena alasan supaya bisa lebih praktis, membuat sebagian ibu tetap menggunakan pompa ASI. Begitu pula dengan saya.:))

Melancarkan ASI
Bagi bunda para pejuang ASI, lancarnya ASI yang keluar merupakan hal yang paling diutamakan. Apa yang bisa diberikan pada anak kita, jika ASI tidak lancar keluar? Lalu,apa yang akan dilakukan bunda, jika ASInya tidak lancar?

Dulu, saya disarankan oleh ibu untuk banyak mengonsumsi sayuran berwarna hijau. Dengan asupan sayuran hijau, ASI bisa keluar lebih banyak dan lancar. Beberapa sayuran hijau yang dapat melancarkan ASI yaitu daun katuk, daun pepaya, daun bayam atau daun sawi. 

Cara mengosumsinya pun bermacam-macam. Ada yang diolah menjadi sayur atau dibuat untuk lalapan.

Sekarang di zaman yang serba praktis, ibu-ibu lebih memilih yang tidak perlu harus diolah lagi. Cukup menggunakan produk yang siap pakai, untuk memperlancar keluarnya ASI.

Misalnya saja, menggunakan minuman teh pelancar air susu ibu, ASI Booster Tea. Minuman yang sebenarnya tidak mengandung teh ini, diracik dengan takaran yang benar-benar pas dan presisi. Sehingga minuman ini dapat membuat ASI melimpah.


Saya merekomendasikan produk ini, pada adik bungsu saya. Kebetulan saat ini, dia sedang menyusui anaknya yang berusia 9 bulan. Kenapa saya merekomendasikan produk ini? Karena ASI Booster Tea :
  • Melancarkan ASI 900% dalam waktu sehari hingga 3 hari.
  • Minuman herbal yang aman bagi ibu dan bayi.
  • Lebih ekonomis, karena tanpa harus mengonsumsi susu formula.


Karena sama-sama memiliki niat untuk berpartisipasi menjadi pejuang ASI, adik saya mengikuti saran yang saya berikan. Untuk melancarkan ASI-nya, kini dia mengonsumsi ASI Booster Tea. 

Baru beberapa hari ini, dia mengonsumsi produk yang terbuat dari bahan herbal ini. Semoga saja, ASI-nya bisa lebih lancar dan keponakan saya bisa menikmati manfaat dari ASI. Dan perjuangan kami selaku ibu, untuk memberikan ASI kepada buah hati kami, bisa terwujud.

48 comments:

  1. Semoga ibu2 pejuang asi tetap semnagat ya. Semoga bisa asi eksklusif buat si kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...moga-moga bisa jadi pejuang ASI ya...

      Delete
  2. setuju banget deh, asi itu paling lengkap nutrisinya, ga perlu ditambah tambah lagi dgn susu formula lainnya

    semoga tea boster ini bisa jadi alternatif ibu ibu pejuang asi untuk meningkatkan asinya ya.. biar nambah semangat asi ekslusif u baby nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul...semoga bisa menambah semangat ya...

      Delete
  3. Ya Allah pejuang Asi, keceh banget judulnya Mbak. Banyak teman2ku yg cocok juga pake produkna Mbak :)

    ReplyDelete
  4. Asi memang tiada yang bisa menggantikann susu paling baik untuk anak. Tetapi, ruangan untuk memerah asi memang perlu ada supaya bisa memberikan ask untuk anak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya sekarang udah banyak fasilitas umum yang menyediakan ruang ASI ya..

      Delete
  5. Setuju!!! ASI itu emang udah paling sip lah ya mbak. Baru tahu bisa pakai ASI Booster Tea untuk memperlancar ASI. Bagus ya mbak produknya. Mungkin akan coba nanti jika sudah waktunya menyusui ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Manda...ASI itu memang paling sip!

      Delete
  6. ruangan ibu menyusui sekarang keliatannya udah masuk dalam peraturan pemerintah dalam membangun suatu gedung / bangunan mba.. jadi gak perlu sembunyi² lagi hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, jadi nggak perlu sembunyi-sembunyi lagi ya...

      Delete
  7. Lagi fase harap harap cemas apakah nanti bisa menyusui dan cukup untuk debay. Tinggal hitungan bulan ternyata kekhawatiran menjadi ibu baru akan ASI luar biasa. Segala macam referensi mulai dikumpulkan. Alhamdulilah nih dapat referensi satu lagi buat ASI booster.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga semuanya dilancarkan dan dipermudah ya, Mbak :)

      Delete
  8. Dulu jaman aku punya anak, belum ada ASI booster ini.
    Adanya dulluuu...iklan suplemen Daun Katuk.

    Daaan...

    Gak ngefek!
    ((Apa cuma perasaanku yaa..?))

    sama Ibu aku doonk...dibikinin sayur daun katuk beneran.
    Mantaaapp!

    Langsung banjir-banjir.


    Jaman sekarang ada ASI booster ini.
    In syaa allah optimis ASI melimpah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...ternyata lebih ngefek bahan yang benar-benar alami ya...

      Delete
  9. Sudah ada ASI Booster Tea ya, tak lagi harus konsumsi daun katuk yang katanya berkhasiat. Menjadi lebih praktis dan mudah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya dibuat lebih praktis dan memudahkan ya...

      Delete
  10. Katanya sih namanya Asi booster itu ya dari diri sendiri mbak. Nggak boleh stress, pikiran harus tenang, dan merasa senang. Dulu aku minum soya asi booster tapi ya nggak ngerti juga ngaruh apa nggaknya hihihi..

    Malah liat katalog tas dan baju2 bisa bikin asi banjir2 hahahaha.. (Ketauan emak2 demen belanja)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mbak Cindra, psikologis ibu menyusui itu, harus dalam kondisi baik. Gak boleh stess atau banyak pikiran.

      Delete
  11. Zaman sdh semakin canggih. Bahkan ASI sudah ada boosternya. Semangat ya para pejuang ASI, semoga terbantu dg booster ASI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...semakin canggih dan praktis aja ya...

      Delete
  12. Semangat buah mamah-mamah :)
    Baru tahu ada ASI Booster Tea..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup...semangaat semuanya..! Demi anak-anak kita semua.

      Delete
  13. saya salut ama pejuang ASI yang terus berjuang di tekanan susu formula. semoga tetep ASI jangan sampai jadi anak sapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..iya Mas Don, semoga anak-anak bukan seperti anak sapi.

      Delete
  14. Asi Booster ini produk baru ya, Mbak? Atau memang aku yang baru dengar? Hihihii....

    ReplyDelete
  15. Booster asi ini herbal ya, alhamdulillah. Di kampungku ada nih beberapa ibu yg Asinya susah. Bs jd alternatif

    ReplyDelete
  16. Asinya gak ada lalu memutuskan pakai sufor. Sayang bgt sih. Kalau ada booster asi ini sgt menolong ibu2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penolong ibu-ibu dan penyelamat anak-anak ya MBak :)

      Delete
  17. Aku selalu salut dengan ibu bekerja yang masih bisa memberikan ASI. Semoga bunda dan debaynya sehat selalu. Amin...

    ReplyDelete
  18. wah pejuang asi, semoga aku juga bs memberikan asi eksklusif buat anakku nanti.
    eh tapi ada asi booster tea, semoga lancar dong ya. Bisa dicoba nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...semoga nanti dilancarkan dan dimudahkan ya..

      Delete
  19. Sekarang ibu bekerja pun bisa menyusui ya mbak, karena sdh banyak pengetahuan ttg memerah ini. Pas jaman kita kecil, kalau ibu bekerja tdk bnyk yg merah asi, pasti langsung sufor.
    Aku awal2 merah asi dulu malah mertua bilang ASInya gampang basi, pdhl ada cara nyimpennya kan yg bener. Untungnya mertuaku mau kusodorin bacaan ttg asi perah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, mertuana Mbak April bisa mengerti ya..

      Delete
  20. Sama kaya mbak, Istri saya juga berjuang untuk anak kami yang pertama, dikasi ASI ampe 2 tahun. karna kami tau manfaatnya sangat baik. Moga nanti anak yang ke-2 juga sama.
    Tulisannya menginspirasi. #ThumbsUp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...semoga anak kedua dan anak selanjutnya bisa dikasi ASI sampe 2 tahun ya...

      Delete
  21. Wah, mayan nih info penting buat calon ibu...
    ntar jadi ibunya kalo calonnya dah ada :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah=mudahan cepet ketemu calonnya ya..hehehe

      Delete
  22. Temanku ada yg memerah ASI hanya pakai tangan dan hasilnya melimpah, Mbak. Tapi pas aku coba dengan teknik yang sama, ASI yang keluar hanya tetes2 saja. Kalau pakai alat malah banyak. Kebalikan sama temanku.

    ReplyDelete
  23. Semangat ya Mba.. Semoga ASI nya lancar selalu..

    ReplyDelete
  24. Jadi Ibu itu hebat banget ya ... beruntung sekali ci Bunyang setiap punya baby ASI-nya lancar. Semoga ibu yang melahirkan yang ASI-nya nggak ancar terbantu dengan artikel ini

    ReplyDelete
  25. Baru tau ada ASI Booster, kirain semangat doang yang perlu dibooster, ternyata ASI juga. BTW itu tertulis "melancarkan ASI 900%...." mungkin 90% kali ya. Thanks. Very nice sharing mba

    ReplyDelete
  26. Dapat lagi satu tambahan ilmu Kalo mampir2 ke blog iseng gini ya. Ternyata sekarang gak perlu repot lagi untuk meningkatkan asi, yang dulu katanya harus makan ini itu dulu supaya lancar.sekarang cukup satu ya mbak

    ReplyDelete
  27. Semangat memberikan ASI. Aku loh ASI sampe 3 tahun haha

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}