Pentingnya Ilmu Untuk Orangtua Sebagai Bekal Mengasuh Anak

Tidak ada sekolah untuk jadi orangtua. Yang banyak ditemukan justru sekolah untuk anak. Tujuan sekolah untuk menjadikan anak yang pintar, cekatan, baik , sholeh dan hal lainnya. Tapi bukankah kita juga butuh ilmu untuk menjadi orangtua bagi anak-anak? Mengingat pentingnya ilmu untuk orangtua sebagai bekal mengasuh anak-anaknya.
http://www.nurulfitri.com/2017/10/pentingnya-ilmu-untuk-bekal-mengasuh.html
Belajar ilmu parenting bersama para wali murid
Ilmu yang dimiliki oleh seseorang terlihat saat dia mengasuh anak-anaknya. Ilmu pengetahuan yang kurang, alih-alih membuat anaknya menjadi lebih baik, malah bisa mencelakakan buah hati kesayangan. Lagi pula, jangan sampai hal-hal yang ingin diketahui oleh anak, tidak bisa terpenuhi oleh orangtuanya. Sangat berbahaya apabila anak memuaskan keingintahuannya melalui hal atau pihak yang kurang baik.

Bacaan sejenis :  Inilah 4 Gaya Asuh Ibu Dalam Perkembangan anak

Saya yakin, seorang ibu tidak akan ada yang berniat mencelakakan anaknya. Apalagi menjerumuskan anaknya ke dalam hal yang tidak baik. Tapi tanpa bekal ilmu pengasuhan apalagi ilmu agama, bisa saja anak malah melakukan hal yang tidak diinginkan.

Aktivitas Keseharian
Dalam mendampingi tumbuh kembang anak dalam aktivitas sehari-hari, orangtua pun memerlukan ilmu. Zaman semakin maju, makin berkembang pesat, pengetahuan yang dimiliki oleh orangtua pun harus selalu bisa menyesuaikan.
Kemarin saat kami pergi sekeluarga, kami agak dikejutkan ketika tiba-tiba saja ada motor menyalip dari sebelah kiri. Untung saja, tidak terjadi hal-hal yang dikhawatirkan. Setelah kami lihat, ternyata sepeda motor tersebut dibawa oleh dua anak yang masih di bawah umur. Diperkirakan mereka masih duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah pertama.

Terus terang saya miris melihatnya, mengapa orangtua anak tersebut memperbolehkan buah hatinya untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya. Enggak takut, kenapa-kenapa, gitu? :((

Bahkan seorang teman pernah bercerita jika tetangganya  justru mengajari anaknya yang masih SMP supaya bisa mengendarai motor. Alasannya supaya bisa disuruh belanja ke warung. Duh!

Bacaan sejenis : Agar Anak Siap Menghadapi Pergaulan Buruk

Tentang Beribadah
Untuk umat Islam, tugas ibu dan juga ayah mendidik anak mereka agar taat pada perintah Allah. Pada beberapa kasus, ibu terkadang kasihan jika melihat anaknya bangun terlalu dini untuk melaksanakan salat Subuh. Atau membiarkan anaknya tertidur pada malam hari sebelum melakukan salat Isya.

Saya yakin, ibu yang dibekali ilmu agama akan "tega" membangunkan anaknya untuk melaksanakan salat wajib. Karena pada dasarnya ibu tidak akan tega jika memikirkan bagaimana nasih buah hatinya kelak di akhirat.


Pendidikan
Begitu pula dengan pendidikan anak. Ilmu orangtua yang mumpuni bisa membantu pendidikan putra-putrinya. Setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses dalam hal pendidikannya. Namun tidak semua orangtua yang mengharapkan anaknya memiliki nilai tinggi. 

Seperti Mbak Hanny Nursanti yang tidak mau menjejali anaknya yang masih di sekolah dasar untuk mengikuti banyak les. Menurutnya, usia sekolah dasar adalah usia bermain. Mbak Hanny membiarkan anaknya untuk menikmati masa kecilnya. Ada kata sepakat dengan suaminya, jika anak masih bisa menangkap pelajaran di sekolah serta selama dia dan suaminya masih bisa mengajari, maka anak mereka tidak perlu masuk les.

Berbeda jika les yang dimaksud adalah les yang mengasah bakat dan kemampuannya seperti les menari, les menggambar atau les bahasa. Intinya Mbak Hanny tipe orangtua yang tidak mau memberikan les mata pelajaran di sekolah.

Saya juga setuju dengan pendapat kawan yang ada dalam satu grup di salah satu komunitas emak blogger itu. Alangkah lebih baiknya mengajarkan anak ilmu agama untuk bekal mereka di kemudia hari. Ajari buah hati doa-doa yang melibatkan keseharian anak. Misalnya saja mengajarkan anak doa mau makan, doa setelah selesai makan atau doa mau masuk toilet.

Apapun pola asuh orangtua pada anaknya, memiliki latar belakang,visi dan misinya masing-masing. Tentu saja kita tidak bisa menyamaratakannya. 
Satu hal yang pasti akan diingat oleh orangtua, bahwa anak adalah amanah. Kita harus mendidiknya sesuai dengan keinginan Allah, sebagai yang menitipkan.
http://www.nurulfitri.com/2017/10/pentingnya-ilmu-untuk-bekal-mengasuh.html
Semua yang diberikan pada anak, akan kembali pada kita. Orangtua akan dipertanyakan apa yang telah dilakukan pada anaknya. Jika kita menanamkan kebaikan, maka itu akan kembali. Namun bila kita mengajarkan keburukan, waspadalah jika hal buruk yang akan kembali.

Sudah jelas jika kita perlu ilmu untuk mendidik anak-anak kita. Perbanyak pengetahuan meski kita sudah menjadi orangtua. Karena menuntut ilmu itu, tidak memandang usia, tidak memandang jenis kelamin dan bisa dilakukan setiap ada kesempatan. Dan ilmu itu penting sebagai bekal mengasuh anak-anak kita semua.

Bacaan sejenis : Mendidik Anak Agar Berprestasi

60 comments:

  1. wuah, iyaa...
    kira-kira setahun yang lalu, saat Pak Anies Baswedan masih menjabat sebagai mendikbud, beliau melahirkan dirjen baru, yaitu dirjen keayahbundaan. dari yang aku baca tentang dirjen keayahbundaan itu, rencananya ada pendidikan parenting gitu. tapi programnya masih belum dipaparkan secara jelas.
    eh tapi ganti menteri, ganti pulalah kebijakan. yang dirjen keayahbundaan, tak taulah gaungnya sekarang gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bagus ya, kalau ada pendidikan parenting. Semoga kebijakannya terus dilanjutkan ya...

      Delete
  2. juga... ternyata masih banyak ortu yang menganggap anak harus bisa semua mata pelajaran. padahal kan, guru cuma bisa menguasai satu pelajaran saja. aiiiih... kena doktrin tuh

    makanya, pemerintah kan sekarang lagi berusaha memperbaiki kurikulum. ada yang prosesnya udah terasa, ada pula yang dampaknya malah berceceran.
    ah elah Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuul...guru pun hanya menguasai beberapa pelajaran saja.Bukan semua pelajaran ya...

      Delete
  3. Setuju banget mba, pendidikan mengasuh anak untuk semua orang tua itu perlu banget agar dalam mengembangkan dan mendidik anak nantinya tidak salah sasaran... Saya juga setuju kalau anak SD jangan sampai dijejali banyak les.. boleh Les tapi jangan mata pelajaran melainkan olahraga atau seni gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kebanyakan les, kasihan ya ... waktu bermainnya jadi berkurang.

      Delete
  4. Uwoh sebenernya hal di atas masih dasar ya, tapi tetep sih masih ada aja yang lalai beberapa. Aku setuju sama pendidikan spiritual agama itu penting, kuingat sengantuk apapun aku dulu ortu aku selalu ngebangunin? Efeknya sekarang ya rasanya bersalah aja kalau sholat yang sebentar aja gabisa ngelakuin. Terus tentang les, setuju banget kalo misal hanya buat minat dan bakat, itupun terserah anaknya ya gaperlu kebanyakan, mereka perlu bahagia dan bermain biar pas remaja nggak merasa kurang main dan malah ngejurus ke pergaulan bebas. Ah, kuijin share ini ke fb sama twit ya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga merasakan dampaknya.Dulu selalu dibangunin subuh-subuh, sekarang jadi terbiasa bangun subuh.
      Silakan kalau mau di share Mbak ..

      Delete
  5. Terima kasih infonya mbak.
    Memang benar, mengasuh anak itu juga butuh bekal. Agar paham, bagaimana mengasuh anak tanpa da kekrasan dan anakpu patuh kepada kedua ortu. Sebab itu semua tergantung dari kedua orgtuanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa bekal, takutnya kita salah mendidik anak ya ...

      Delete
  6. Kalau di keluargaku, pendidikan agaman nomor satu baru umum. Gak kaget kalau msh kecil udah bisa ngaji. Soal les, ortu gak nyuruh, seperlunya aja. Tp memang gak boleh putus sekolah.

    Duh, ternyata di daerah lain byk juga anak kecil yg diajarin naik motor. Aku blajara aja nunggu SMA dan itu gak langsung jeng2 naik sendiri. Masih dikawal juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saluut ! Pendidikan agama dinomorsatukan, yang lain tinggal mengikuti ya ...

      Delete
  7. Alhamdulillah...
    Jika jaman berubah, semestinya orangtua pun berubah.
    Belajar lagi menjadi orangtua yang menyenangkan untuk anak-anak generasi milenial.

    Semoga Allah memudahkan langkah bagi yang berilmu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita dituntut untuk mengikuti zaman ya Teh. Supaya bisa membimbing anak-anak generasi milenial.

      Delete
  8. Menurutku ilmu yang perlu dimiliki sebelum menikah ya parenting. itu ilmu yang sudah susah jaman sekarang, banyak di alih kan ke baby sitter.
    Semoga perjuangan orang tua merawat anak bisa dituai saat mereka dewasa. Anak adalah gambaran orang tuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah pasti, anak-anak adalah gambaran orangtuanya.

      Delete
  9. ia ya mbak, pendidikan dan agama anak itu sangat penting untuk bekal mengasuh anak. kebayang kalau orang tua tidak punya bekal ini untuk mengasuh, berantakan sudah, atau bisa sih dipercayakan ke orang lain. tapi pasti beda hasilnya kan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngeri ya Mbak, kalau anak-anak sampai berantakan karena ketidaktahuan orangtuanya.

      Delete
  10. Aku juga heraaan banyaaakkk banget orangtua yang ngajarin anaknya yang masih di bawah umur buat bersepeda motor. Dan herannya, mamaku sendiri suka bilang, "Kamu gak malu tuh gak bisa naik motor? Itu anak-anak segitu aja udah pada lancar naik motor." Duhlah rasanya pengin jawab tapi takut gak sopan. :(

    Aku gak pernah les juga. Seumur hidup belum pernah ngerasain les di luar hahaha paling kalo ada pelajaran tambahan di sekolah aja sih baru ikut. Teman-temanku pada gila-gilaan banget les sampai dobel-dobel. Aku mah gak dipaksa buat les sama orangtua dan aku sendiri ngerasa aku malah bakal kelelahan dan sekolahnya bisa terbengkalai kalo waktunya habis buat les kayak teman-teman. Tapi alhamdulillah sih nilai tetap bagus kok hwehehe

    Semoga ke depannya akan ada sekolah yang emang beneran sekolah buat orangtua. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntung Tiwi punya orangtua yang berpendidikan. Yang mengerti kebutuhan anaknya.

      Delete
  11. Semua yang diberikan pada anak, akan kembali pada kita. Orangtua akan dipertanyakan apa yang telah dilakukan pada anaknya. Jika kita menanamkan kebaikan, maka itu akan kembali. Namun bila kita mengajarkan keburukan, waspadalah jika hal buruk yang akan kembali.

    --> suka sekali dengan kalimat ini mbak nurul. intinya apa yang kita tanam itulah yang kita petik ya. semoga anak2 kita menjadi anak yang shalihah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Kak, kita harus berhati-hati dalam mengasuh anak, karena semua kembali pada kita.

      Delete
  12. Intinya anak itu investasi dunia akhirat... Banyak orangtua belum mampu menjadi "orangtua" sesuangguhnya. Semua kembali pada saya pikir dan saya juang sebagai bekal contoh anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mak ... anak itu investasi dunia dan akhirat. Kita harus selalu ingat itu,agar lebih berhati-hati mengasuh anak.

      Delete
  13. Setuju banget mbak, seharusnya pendidikan Anak ketika masa SD ltu tidak terlalu banyak les dan jam tambahan, harusnya itu perbanyak lebihpada sisi mengeksplor kreativitas dan kemampuan selain pelajaran. Kasihan, kalau anak SD sudah dijejali berbagai macam pelajaran dari pagi sampai sore..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka sudah lelah di sekolah,lebih baik pulang sekolah mereka bisa lebih santai lagiya...

      Delete
  14. Bahaya banget skrng orang tua udh ngajarin berkendara kepada anak anaknya padahal itu bahaya banhet klo blm umurnya tuh.

    Peran orang tua sangatlah penting banget untuk membuat anak anak yg berperilaku baik dan benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah, Kak, kenapa anak-anak dibiarkan mengendarai kendaraan bermotor ya...

      Delete
  15. Menjadi orang tua ternyata ada ilmunya juga. Ada banyak hal yang harus dipelajari. Jangan sampe salah mendidik anak karena gimanapun juga, anak adalah amanah-Nya. Yang penting mah emang bener kata Mba Nurul kalo segala yg kita tanam maka itulah yg akan kita petik. Jdi kalo mengharapkan kebaikan pada buah hati harus menanamkan yang baik-baik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak ... dengan ilmu kita tahu mana yang baik dan apa yang buruk, dengan harapan, yang baik akan kembali pada orangtuanya.

      Delete
  16. Orangtua jg harus ttap blajar ya mbak, karna anak2 butuh sosok atau figur yang bisa dijadikan tauladan. Jgn cm bisa nyuruh aja tp kelakuan orgtuanya tdk sesuai dgn apa yg diperintahkan od anak. Dr hal2 kecil kita bisa membangun mental dan sikap anak menjasi generaai yg baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak..bagaimana pun mencari ilmu harus terus dilakukan hingga akhir hayat. Apalagi bisa dijadikan bekal untuk mengasuh anak ya...

      Delete
  17. Sy setuju dgn ilmu agama daripada les les lainnya.
    Anak yg ditanamkan sejak dini ilmu agama akan lbh terbentengi dlm pergaulan
    Anak sy baru masuk TKIT 3 bln banyak banget perkembamngannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ilmu agama merupakan ilmu yang paling dasar di kehidupan kita ya...

      Delete
  18. sekolah yg umumnya fullday memang bisa membuat anak cepat lelah..
    bagaimana lagi mau ikut les tambahan, makanya harus dicukupi di sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,kasian kalau udah fullday harus ikut les lagi...kasian anaknya capek

      Delete
  19. bermanfaat sekali ulasannya mbak,,,terimakasih

    ReplyDelete
  20. Setuju sekali mba. Menanamkan akhlak dan spiritualitas pada anak sejak dini adalah prioritas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhlak dan spiritualitas memang penting ya, mbak

      Delete
  21. Nice post mak, harus belajar banyak lagi untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anak.

    ReplyDelete
  22. Agama landasan segalanyanya ya mba nurul, apalah artinya pintar kalau gak sholat sm ngaji.
    Makanya setelah pulang sekolah sorenya karena tidak ada les apa apa, anakku ngaji di TPA seminggu 4 kali.
    Semoga anak2 kita jadi anak yg penuh berkah ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah.. mbak Hanny super deh, lebih mengutamakan landasan agamanya ya,Mbak

      Delete
  23. Agama landasan segalanyanya ya mba nurul, apalah artinya pintar kalau gak sholat sm ngaji.
    Makanya setelah pulang sekolah sorenya karena tidak ada les apa apa, anakku ngaji di TPA seminggu 4 kali.
    Semoga anak2 kita jadi anak yg penuh berkah ya mba

    ReplyDelete
  24. Ilmu agama menjadikan anak punya dasar kehidupan di masa depan. Jadi besar manfaatnya.

    Ulasan yang bermanfaat Mbak..Thanks:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa landasan ilmu agama, kita harus khawatir dengan masa depan anak ya..

      Delete
  25. Setelah membaca paragraf di awal saya jadi berpikir anak disekolahkan sampai dewasa agar nantinya bisa jadi orang tua mba.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe ...iya mbak, biar lagsung belajar jadi orangtua ya...

      Delete
  26. Bener banget bun. Ilmu adalah salah satu bekal penting utk kita mendidik anak. Tanpa ilmu mau apa yg bisa kita ajarkan pada anak kita, ya.

    ReplyDelete
  27. Mada kanak-kanak waktunya bermain, tapu tetap dikenai tanggungjawaba, sesuai umurnya tentu. Kelak sudah dewasa insya Allah ia tahu mana tanggungjawabnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Kak..anak-anak tetap harus bertanggung jawab ya..

      Delete
  28. banyak sekolah namun sekolah menjadi orang tua dan ilmu pengasuhaan itu yang tidak ada

    ReplyDelete
  29. Belajarnya seumur hidup ya Mbak Nurul, banyak pe-er setiap hari

    ReplyDelete
  30. Setuju dengan ungkapan bagian akhir. Semua yang diberikan pada anak, akan kembali ke kita. Menurut saya, masa depan orang tua berada di tangan anaknya. Jadi apapun diajarkan pada anak itulah nanti yang akan kembali ke kita.

    ReplyDelete
  31. Wow... Ulasan yg bagus tentang parenting mbak. Dan saya harus masih banyak belajar menjadi orgtua yg baik buat anak. Hiks...

    Orangtua terkadang masih sering egois menuruti kehendaknya tanpa bertanya pada anak. Salah satunya memaksa ikut les biar gaj tertinggal dg temannya. Padahal belum tentu terbaik ya, mba?

    ReplyDelete
  32. Menjadi orang tua memang wajib belajar seumur hidup 😊 dulu saya pikir udah punya anak tinggal gedein aja 😀😀

    ReplyDelete
  33. setiap fase tumbuh kembang anak membuat orang tua harus belajar lagi, lagi, dan lagi....belajar terus pokoknya mah...🙂

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}