Ingin Konsisten Menulis? Temukan Motivasinya Terlebih Dahulu

Ingin konsisten menulis? Temukan motivasinya terlebih dahulu, merupakan tema yang saya usung ketika mengadakan sharing di grup IIDN. Grup Ibu-ibu Doyan Nulis merupakan grup di facebook dan beranggotakan perempuan-perempuan yang senang menulis. Beranggota kan sebanyak 19.588 perempuan yang tersebar di seluruh dunia. Yup, grup ini tidak hanya beranggotakan perempuan di dalam negeri saja, juga mereka yang tinggal di luar negeri.

http://www.nurulfitri.com/2017/11/motivasi-untuk-konsisten-menulis.html

Saya sempat berbincang dengan Founder IIDN, yaitu Teh Indari mengenai grup yang didirikan beliau pada tahun 2010. Beliau merasa sedikit resah, karena anggota grup penulis itu, bagaikan mati suri. Tidak terlihat pergerakan yang nyata dari anggotanya. Gerakan nyata? Iya, karena grup itu terdiri dari individu-individu yang senang menulis, seharusnya grup itu ramai dengan karya para anggotanya, bukan?
You know lah, ibu-ibu yang sudah memiliki anak, alasannya pasti tidak jauh dari kerepotan mereka menjalani perannya.

"Enggak sempat nulis, si kecil rewel seharian!"
"Duuh, niatnya mau nulis, tapi itu setrikaan udah menggunung!"
"Nih, ya, udah nyalain laptop, baruuu aja mau ngetik, eh, si kecil bangun. Gak, jadi, deh!"

Daan...beragam alasan lainnya yang membuat para ibu itu urung menulis. Yah, wajar saja, kodrat kami, kan, mengurus anak 😅

Urusan rumah tangga membuat sebagian anggota IIDN tidak bisa berkarya dengan leluasa. Bahkan dapat menghilangkan semangat untuk menulis. Sangat disayangkan, mereka tidak bisa menekuni hobinya karena berbagai alasan. 

Maka, dalam beberapa kesempatan, kami diminta untuk saling berbagi pengalaman secara online seputar kepenulisan  di dalam grup. Tujuannya, agar grup yang di dalamnya terdiri dari ibu-ibu yang doyan menulis, bisa semakin produktif, bisa menghasilkan dan tentu saja agar bisa saling menyemangati. 

Kamis, 2 November 2017, salah satu pengurus IIDN, Mbak Diba Tesi Z., menghubungi saya lewat jalur pribadi dan meminta kesediaan saya untuk berbagi di grup. Setelah berdiskusi dengan santai, akhirnya kami sepakat untuk mengangkat tema cara menemukan motivasi menulis agar bisa selalu konsisten menulis.
http://www.nurulfitri.com/2017/11/motivasi-untuk-konsisten-menulis.html

Sebenarnya saya sangat yakin jika anggota grup sudah banyak yang konsisiten menulis, meskipun tidak mereka bagikan di linimasa. Kenapa saya bisa yakin? Tentu saja, bukankah nama grupnya doyan menulis? Pasti semuanya senang menulis, bahkan bisa saja saking doyannya, mereka susah berhenti, bisa saja, kan? Hehehe ...

Ada hal-hal yang melatarbelakangi seseorang untuk konsisten menulis. Salah satunya, motivasi dari dalam diri masing-masing. Lalu, apa saja motivasi yang bisa membuat seseorang konsisten menulis? 

Menulis Bisa Menghilangkan Stres
Menulis bisa membuat perasaan merasa lebih tenang. Menuliskan segala sesuatu yang ada di pikiran dan semua yang dirasakan bisa membantu meringankan beban pikiran. Mencoretkan curahan hati, dapat melepaskan energi negatif yang ada dalam pikiran. Sehingga pikiran pun bisa menjadi lebih ringan dan perasaan pun dapat menjadi lega. 

Terkadang kita lebih membutuhkan tempat untuk mencurahkan segala rasa dibandingkan menerima ceramah panjang kali lebar dari lawan bicaranya.  Bukankah, begitu? Dengan menulis, kita bisa lebih leluasa melepaskan energi negatif dan mengeluarkan segala unek-unek di dada.

Menulis Bisa Membuat Kita Dikenang
Pernah mendengar istilah yang mengatakan, sepintar-pintarnya seseorang, dia akan dilupakan apabila tidak menulis? Tidak asing, bukan? Dengan menuliskan suatu karya yang bermanfaat kita bisa mendapatkan pahala. Tulisan bermanfaat  dapat menjadi amalan yang tidak akan putus, terus mengalir meskipun kita sudah tiada. 

Bagi saya, motivasi yang satu ini, adalah pendorong paling kuat untuk bisa terus berkarya menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat. Bagaimana dengan teman-teman?

Bertambah Ilmu
Untuk mendapatkan sebuah tulisan yang menarik, kita perlu banyak membaca. Bersamaan dengan itu, dengan banyak membaca, otomatis pengetahuan kita pun akan semakin bertambah.

Untuk Persembahan
Maksudnya, motivasi kita menulis untuk dipersembahkan pada orang yang kita cintai. Bisa dibayangkan betapa bahagianya orang tua atau pasangan hidup kita saat diberikan sebuah tulisan. Dan demi melihat kebahagiaan orang tercinta, kita akan bisa lebih bersemangat untuk menulis.

Berpenghasilan
Memiliki penghasilan, tentu saja bisa dijadikan motivasi yang kuat untuk menumbuhkan kebiasaan menulis secara konsisten. Apalagi iibu-ibu akan merasa senang jika bisa lebih mandiri dalam hal finansial. Motivasi memiliki penghasilan sendiri, bisa memacu untuk lebih konsisten dalam menulis.

Semua motivasi yang telah dibahas ini, bisa menjadi pemicu kita untuk terus menulis. Dengan mengetahui motivasi untuk menulis, maka kita bisa lebih konsisten menulis.

Dan agar kita terus terpacu, tuliskan saja motivasi kita dalam sebuah kertas yang cukup besar, dan ditempelkan di tempat yang sering kita lihat. Dengan demikian, dapat membuat kita konsisten menulis.

45 comments:

  1. Niat utama saya menulis adalah untuk berbagi. Semoga nit ini tetap terjaga dan istiqomah ya bun. Karena terkadang mempertahankan niat tetap lurus itu, perlu berkali2 menelaah ketika kita mengevaluasi diri 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tetap istiqomah ya, Bun..tetap menulis untuk berbagi

      Delete
  2. Ah. Sesuai banget nih sama motivasiku untuk menulis. Terutama untuk menambah ilmu. Ingin sekali kelak bisa mencari penghasilan dengan menulis. Dan, kelak di bagian dari cerpenku, akan ada bagian yang kutulis untuk seseorang yang ku cinta. Ga sabar untuk mencapai ke daerah itu, tapi itu akan memakan proses panjang. Ah, kapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar Fan, pasti nanti ada waktunya. Menemukan seseorang yang tepat di waktu yang tepat #eheem

      Delete
  3. itu motivasiku semua, kecuali yang bagian untuk persembahan
    hahaha... soalnya aku belum kepikiran nih, tulisan-tulisanku mau kupersembahkan buat suami

    mungkin kalau udah punya suami atau anak, bisa kali yaa kupersembahin buat mereka
    tapi aku belum menemukan jodohku. hmmm, gimana ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nh, bisa jadi Kak Ros. Nanti setelah berumah tangga, timbul keinginan untuk mempersembahkan sebuah karya tulis pada keluarga.

      Delete
  4. Saya dulu juga aktif sekali di IIDN, Mbak. Tapi semakin lama sepertinya anggota-anggota yang senior semakin "menghilang". Sehingga saya pun ikutan "mundur" hehehe. Maksudnya memberi kesempatan pada anggota baru untuk lebih eksis. Tapi sekarang, ketika saya menengok grup, beneran lebih sepi dari yang dulu. Semoga ke depannya bisa ramai lagi ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak..sekarang memang tidak seramai dahulu. Mudah-mudahan nanti bisa seperti dulu ya...semua anggotanya aktif

      Delete
  5. Sejujurnya aku tipikal orang yang gampang sekali kehilangan motivasi, terlebih lagi masalah nulis. Jadi ya bener banget, menemukan motivasi tuh membantu banget untuk konsistensi menulis. Untuk aku tuh menulis sama aja jatuh cinta lagi ke dalam diri aku untuk kesekian kalinya :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulis aja motivasinya, Kak Mif. Jadi terlihat terus dan bisa jadi penyemangat

      Delete
  6. Dulu motivasiku menulis cuma untuk menyimpan memori. Sampai suatu ketika ada teman yang kontak aku japri berucap terima kasih karena tulisanku bermanfaat baginya. Rasanya indah banget ngerasa ada gunanya juga ternyata tulisanku. Alhamdulillah, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Senang banget ya, Mbak, kalau tulisan kita bisa bermanfaat untuk orang lain.

      Delete
  7. Saya menulis untuk berbagi mba.. biarlah pargaraf2 tulisan yang menyeimbangi keterbatasan lisan saya... Haha jadi curhat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga terus berkarya untuk berbagi ya ...

      Delete
  8. hahaha, anak sering kali dijadikan alasan ya

    ReplyDelete
  9. Motivasi menulis buat aku seperti rekam jejak, teh...
    Kalau aku sudah pernah melakukan itu atau mengunjungi tempat itu atau mengambil hikmah dari sebuah kejadian ((lebih seringnya tontonan drama Korea)).

    Dan semoga bermanfaat untuk yang membacanya.

    ReplyDelete
  10. Keren ah Mbak Nurul..
    Memang konsistensi menulis ini yang sulit sekali dijaga. Tapi dengan mengikuti komunitas dan aktif di dalamnya..termotivasi dari sesama penulis lainnya Insya Allah bisa.
    Terima kasih untuk ulasan motivasi menulis ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, kalau di komunitas kita bisa saling menyemangati ya...

      Delete
  11. Kalau motivasi menulis saya meninggalkan jejak baik. Suatu hari, kalau saya sudah tiada mungkin keturunan saya atau orang lain membaca jejak bermanfaat, insya Allah

    ReplyDelete
  12. saya juga baru memulai untuk memotivasi teman teman sekitar untuk menulis
    kemarin itu saya buat kelas blogger pemula dan gratis
    saya batasi memang 10 orang
    dari 10 itu hanya 2 yang konsisten menulis
    saya semangati yg rajin nulis dan beli link grup grup blogger dan job yang bisa membuat mereka dapat penghasilan dari menulis
    ada yang udah dapat job
    yg belum nulis saya tetap semangati meski mereka ttp alasan, laptop rusak, blm ada waktu, sibuk dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebat, sudah bisa memotivasi teman-temannya. Saya juga mau mengikuti jejak Uni, deh!

      Delete
  13. Saya termasuk yang baru banget nulis lagi setelah vakum karena kerjaan dan baru melahirkan. Menulis jadi salah satu sarana membuat saya tetap waras setelah aktivitas seharian. Tadinya saya sempat mau berhenti saja, tapi saat keinginan itu datang tiba-tiba beberapa email datang menanyakan sesuatu terkait niche blog saya, langsung meleleh deh, nulis lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, dengan menulis, kita bisa tetap waras ya... sebagai penghilang stress juga, sih!

      Delete
  14. Untuk penghasilan heheheheee


    Uye....

    Terkadang kalau aku motivasinya untuk belajar menulis dan mengarsipkan sesuatu.

    Karena kalau tidak dicatat kadang kita lupa untuk mencatat suatu hal yang penting, gitu lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga salah satu alasan saya, Mbak. Mengarsipkan sesuatu yang penting dan siapa tahu kelak di kemudian hari kita membutuhkannya.

      Delete
  15. Kemarin baru aja ada yg minta diajarin nulis dan aku bingung sendiri jawabnya, hehehe

    Sekarang msh single, kdg nulis kadang enggak. Semoga kalau punya keluarga, anak jd tambah rajin. Ingat motivasi di awal deh bahwa menulis bs berkarya dan bebasin stres

    ReplyDelete
    Replies
    1. Motivasi yang mantap, menulis untuk berkarya dan menghilangkan stres!

      Delete
  16. Kadang kalo saya malas menulis, mengingat motivasi awal saya dalam blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah teringat, jadi semangat menulis lagi ya...

      Delete
  17. aku juga udah jarang nimbrung di grup IIDN mbak nurul, tapi alhamdulillah masih konsisten menulis sampai sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulliah masih tetap konsisten ya, Kak

      Delete
  18. bagi saya sendiri motivasi menulis adalah untuk terus belajar menulis sekaligus juga bisa menghasilkan hehehe.

    Oh yah kayaknya perlu ditambahkan tulisan baru bukan soal motivasi tetapi tentang bagaimana kita mengatur waktu untuk menulis di tengah kesibukan. Bukan hanya untuk ibu-ibu tetapi juga kaum adam yang punya pekerjaan tetap dan punya hobi menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, tentang mengatur waktu itu memang penting. Siapa pun perlu mengatur waktunya agar ada kesempatan untuk menulis.

      Delete
  19. Setuju banget kak. mengabadikan setiap momen dengan tulisan sangat membahagiakan apalagi jika tulisan banyak dibaca karena bermanfaat. aku ngeblog emang ingin mengabadikan semua perjalanan dan pemikiranku sih. jadi motivasinya sederhana aja, ingin berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Motivasi sederhana yang tetap memicu semangat untuk menulis ya, Kak Don.

      Delete
  20. Kumpul bareng sama temen temen yg suka nulis menurutku jd salah satu yg bisa bikin motivasi juga deh.

    Kalau untuk 'berpenghasilan' nanti dulu ah. Kalau dijadiin motivasi, dan tahunya gak dapet. Downnya lebih parah, loh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Kak Ucha, berkumpul dengan teman-teman yang memiliki hobi sama, bisa memotivasi kita untuk terus menulis.
      kalau soal penghasilan, memang rawan ya...

      Delete
  21. Dan menulis itu mampu mengembangkan saya menjadi seperti sekarag ini.. bisa menghidupi 7 orang di rumah dan bisa bahagia berkat jalinan peertemanan sesama blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Teteh udah semakin maju ya...

      Delete
  22. Bener, saya setuju sm komen Dika, berkumpul dengan orang2 sesama penulis itu Sensasi dan motivasi kita terkejut..

    ReplyDelete
  23. Aku suka menulis, motivasinya buat mengingat suatu kenangan yang mungkin akan terlupa suatu saat nanti. Selebihnya bonus saja lah buatku.

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}