3 Kesalahan saat Melakukan Patching Beton yang Harus Dihindari

Kerusakan pada struktur beton umumnya dapat diatasi melalui proses grouting beton. Namun jika kerusakan masih di bagian permukaan, maka teknik patching dapat menjadi pilihan.

Patching bisa disebut juga sebagai metode penambalan pada beton. Tujuannya tentu agar struktur kembali kuat dan tidak terjadi kerusakan lebih parah ke bagian dalam beton.

Proses patching sebaiknya dilakukan dengan tepat dan perlu dihindari beberapa kesalahan yang akan menurunkan kualitas struktur beton itu sendiri.

Patching Beton Lebih Optimal dengan Material Terbaik

 

Persiapan Permukaan yang Kurang Optimal


Salah satu kesalahan yang paling sering dijumpai dalam proses patching adalah persiapan permukaannya kurang optimal.

Persiapan permukaan adalah tahap awal patching yang memiliki peran sangat penting. Jika tahap awal ini berjalan dengan baik dan dilakukan dengan tepat maka hasilnya pasti lebih optimal.

Berikut beberapa contoh persiapan permukaan yang tidak optimal.

● Permukaan Beton Kotor

Sebelum melakukan patching, seharusnya permukaan beton dipastikan dalam kondisi bersih. Jika permukaannya kotor maka material patching akan kesulitan untuk menempel dengan baik.

Hal ini juga berlaku pada teknik perbaikan grouting beton, permukaannya harus dipastikan benar-benar bersih.
 

● Tidak Menghilangkan Bagian Beton yang Rapuh

Patching merupakan teknik perbaikan pada kerusakan permukaan beton. Biasa juga disebut sebagai teknik menambal.

Jika hal ini dilakukan tanpa menghilangkan bagian beton yang sudah rusak atau rapuh, sudah pasti hasilnya akan kurang optimal.
 

Pemakaian Material yang Kurang Sesuai

Selain persiapan permukaan yang tidak tepat, kesalahan lain dalam proses patching berhubungan dengan jenis bahan atau material yang digunakan.

Bahan yang tepat akan mendukung proses patching jadi lebih optimal dan struktur beton kembali kuat.
 

● Pemakaian Semen Biasa untuk Patching Struktural

Sangat tidak disarankan menggunakan semen biasa untuk proses patching. Bahan yang dibutuhkan dalam proses perbaikan ini harus memiliki spesifikasi tertentu yang tidak dimiliki pada jenis semen biasa.

Patching dapat dilakukan dengan semen grouting beton. Semen ini punya daya alir yang lebih tinggi, daya tekannya juga lebih tinggi dan tidak mengalami penyusutan.
 

● Tidak Mempertimbangkan Karakteristik Material

Karakteristik material yang akan dipakai memang harus dipertimbangkan dengan baik. Ini sangat berpengaruh pada hasil akhir proses perbaikan nantinya.

Beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan adalah daya tekan, daya alir, juga risiko penyusutan.

Semua karakteristik tersebut perlu ada agar bisa memperbaiki area yang perlu patching secara optimal. Jadi pastikan untuk memperhatikan pilihan bahan dan cari tahu secara detail karakteristik bahannya.

Patching Beton Lebih Optimal dengan Material Terbaik

Teknik Aplikasi yang Kurang Tepat

Kesalahan lain yang juga perlu dihindari saat proses patching adalah pengaplikasian yang tidak tepat. Meskipun persiapan permukaan sudah tepat dan materialnya sesuai, namun jika teknik aplikasinya salah maka hasil juga pasti kurang optimal.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai pengaplikasian bahan patching.
 

● Pencampuran Tidak Sesuai Takaran

Bahan yang digunakan perlu memiliki konsistensi yang tepat. Formulanya juga harus sesuai untuk mendapat hasil terbaik.

Perhatikan saja bagaimana aturan dan prosedur pencampuran material yang dianjurkan. Jika ingin meminimalkan kesalahan ini maka pemakaian bahan dengan satu komponen tanpa pencampuran akan jadi pilihan tepat.

Ana bisa menggunakan semen khusus yang memang diformulasikan dalam bentuk satu komponen. Jadi pemakaiannya bisa lebih cepat dan mudah.
 

● Aplikasi Terlalu Cepat

Proses pengaplikasian yang terlalu cepat juga dapat menurunkan efektivitas patching. Sebaiknya pengaplikasian mengikuti aturan atau prosedur yang sesuai.

Perhatikan juga waktu pengaplikasian, jangan mengaplikasikan terlalu cepat setelah proses pencampuran.

Pengaplikasian yang terlalu cepat bisa menyebabkan material belum mencapai konsistensi yang optimal. Ini bisa mengurangi efisiensi proses curing nantinya.
 

● Tidak Memperhatikan Curing 

Curing atau perawatan setelah bahan diaplikasikan adalah proses yang tidak boleh disepelekan. Proses ini merupakan bagian akhir dari tahap patching yang harus diselesaikan dengan tepat.

Pastikan untuk menunggu bahan sampai kering dan menjaga area agar tidak terlalu kering.

Perlu dilakukan penyiraman juga pada area yang di-patching. Penyiraman bisa dilakukan setiap pagi dan sore. Kemudian tutup bagian tersebut dengan plastik atau karung untuk menjaga kelembapannya.

Patching Beton Lebih Optimal dengan Material Terbaik

Proses patching dapat selesai dengan optimal menggunakan semen grouting berkualitas terbaik jelas memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dibanding mortar biasa. Ada pilihan produk grout beton yang bisa Anda gunakan dari Sika yaitu SikaGrout-215 (new).

SikaGrout-215 (new) adalah material khusus grouting dengan spesifikasi khusus dan punya banyak keunggulan. Produk ini diformulasikan dengan konsistensi yang fleksibel dan cocok untuk mengisi rongga atau celah pada struktur bawah air, termasuk lingkungan air laut.

Sika memiliki pengalaman selama 115 tahun dan menjadi material pilihan dalam berbagai jenis proyek. Salah satunya adalah Jembatan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Sika juga menjadi brand pertama yang mencetuskan semen waterproofing di Indonesia.

Proses grouting beton khususnya di bangunan laut tentu membutuhkan material yang tepat. Anda bisa menggunakan produk terbaik dari Sika. Langsung saja, konsultasikan kebutuhan proyek Anda dengan tim teknis Sika melalui Kontak/Dukungan Sika Indonesia.

Post a Comment

0 Comments