Saturday, 20 July 2019

Pesan Moral Dibalik Film Mahasiswi Baru yang Kocak

Sebagai penggemar film dengan genre komedi, saat melihat trailer film Mahasiswi Baru di channel YouTube MNCP Movie, membuat saya tertarik ingin segera menonton film tersebut. Film Mahasiswi Baru dibintangi oleh Widyawati sebagai pemeran utamanya. Well ... siapa yang tidak kenal dengan aktris yang selalu terlihat muda ini, bukan? Semua pasti tahu. Kemampuan aktingnya tidak diragukan lagi, deh!
pesan moral dibalik film mahasiswi baru yang kocak

Selain Widyawati, ada Morgan juga, loh! Mantan anggota boyband Smash ini sudah beberapa kali bermain film, dan kali ini perannya sebagai seorang mahasiswa baru yang pastinya tak kalah bagus dengan akting di film sebelumnya. Aktingnya terlihat tambah matang. Oh iya, film ini juga semakin seru karena ada Umay yang bisa membuat film ini tambah kocak, manteep!

Thursday, 18 July 2019

Raih Ribuan Hadiah dari Promo Acer Day 2019

Yeay ... kemarin Hari Rabu 17 Juli 2019 Acer Indonesia kembali menggebrak Bandung. Setelah sebelumnya acara serupa diadakan di Jakarta pada tanggal 15 Juli 2019 dan Jogja pada tanggal 16 Juli 2019, giliran kota kembang yang bisa menikmati keseruan Acer Day 2019. Saya bersama rekan media dan blogger berkesempatan mengikuti acara yang digelar di  De Paviljoen Hotel, Kapulaga Room, JL LLRE Martadinata No.68 Bandung tersebut.

Diawali santap makan siang bersama, acara Acer Day 2019 dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pemaparan Promo Acer Day 2019 oleh Mr. Herbet Ang kemudian diteruskan penjelasan mengenai detil produk oleh Mr. Michael Christian.

raih ribuan hadiah dari promo acer day 2019

Thursday, 4 July 2019

(Gagal) Mengejar Sunrise di Patahan Lembang Bukit Moko

Mengejar sunrise di puncak bukit merupakan salah satu tujuan kami saat berwisata ke Bukit Moko. Setelah malam sebelumnya kami kemping di Puncak Bintang. Kami memilih menginap di atas bukit agar bisa melihat sunrise dari dataran tinggi Kota Bandung.
mengejar sunrise di patahan lembang bukit moko


Friday, 28 June 2019

Family Time: Berkemah di Puncak Bintang Bukit Moko

Puncak Bintang Bukit Moko salah satu tempat wisata yang sudah tidak asing di telinga keluarga saya. Sebagai warga Bandung, tempat wisata ini sudah sering menjadi perbincangan karena keindahan alamnya. Setelah sekian lama, akhirnya kami berencana untuk bisa menikmati keindahan Kota Bandung dari atas ketinggian. Tidak hanya sekedar mampir, tetapi kami pun berencana untuk berkemah di sana.
berkemah di puncak bintang bukit moko

Selain keindahan alamnya, akses jalan yang menuju Puncak Bintang juga menjadi bahan perbincangan para wisatawan yang sudah bertandang ke sana. Menurut berita yang beredar, untuk menuju Bukit Moko kita harus melewati jalan berliku dan mendaki. Bahkan ada beberapa artikel yang menghimbau agar berhati-hati saat berkendara ke sana.

Berhubung ini merupakan kali yang pertama dan masih asing dengan kondisi jalannya, maka kami memutuskan untuk berangkat lebih siang. Namun rencana hanyalah rencana. Tepat di hari kami akan berangkat berkemah di Puncak Bintang, keluarga kami kedatangan tamu yang pulangnya sesudah asar. Padahal rencananya kami berangkat tepat setelah selesai menjalankan ibadah salat asar. Akhirnya waktu keberangkatan  menjadi semakin sore, sempat khawatir juga, karena kami belum tahu kondisi  jalanan menuju tempat berkemah.

Sebenarnya jalanan Kota Bandung saat itu, cukup lancar. Hanya di titik-titik tertentu saja yang agak tersendat. Namun masih wajar. Kami tiba di Jalan Padasuka (jalan menuju Puncak Bintang) sekitar jam 5 sore. Suasana masih cukup terang. Kami bisa sedikit bernapas lega. 

Namun kami salah perhitungan. Di Jalan Padasuka juga terdapat tempat wisata lain yang kondang. Di sana ada Saung Angklung Ajo. Setiap waktu libur, tempat itu ramai dikunjungi. Pengunjungnya tidak hanya menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga memakai bus-bus pariwisata. Alhasil, jalanan yang hanya cukup untuk dua mobil itu, menjadi macet. Sore hari adalah saatnya para pengunjung pulang dari tempat wisata, beberapa bus tampak keluar dari Saung Angklung Ajo. Perjalanan kami tersendat hingga satu jam.

Hal yang kami khawatirkan pun terjadi. Kami harus menempuh perjalanan di rute yang belum kami kenal. Hari semakin gelap, jalanan yang kami lalui tidak ada penerangan. Hanya lampu mobil yang kami andalkan untuk melihat jalan yang sempit. Kami tidak bisa melihat kanan dan kiri jalan. Tetapi samar-samar terlihat sisi jalanan adalah kebun yang posisinya jauh di bawah jalan. Sehingga ketika bertemu dengan kendaraan lain, pak suami harus ekstra hati-hati mengemudikan mobil. Saya dan anak-anak tidak berhenti komat-kamit berdoa untuk kelancaran perjalanan dan keselamatan kami.

Sekitar jam 18.30 akhirnya kami menemukan area parkir untuk menuju Puncak Bintang. Alhamdulillah, kami berhasil melalui jalanan berliku yang di bagian tertentu memiliki kemiringan 45 derajat. Terbayang tanjakan asoy-nya kan? Hehehe. 

Suasana di tempat parkir kendaraan sudah gelap, hanya ada penerangan beberapa lampu yang menyinari kendaraan milik pengunjung. Di bagian sebelah kanan ada Warung Daweng. Bagi yang ingin sekedar duduk menatap Bandung city light sambil ngopi atau ngemil, bisa menggunakan fasilitas di tempat ini.

Dari tempat parkir kami pun berjalan menuju tempat pembelian tiket. Untuk masuk ke tempat wisata Puncak Bintang biaya yang harus dikeluarkan untuk satu orang yaitu Rp. 15.000 perorang. Sedangkan bagi yang hendak berkemah di kawasan ini, dikenakan biaya Rp. 25.000 perorang. Sebelum memasuki area perkemahan, kami diminta mengisi buku data dan menyimpan kartu identitas seperti KTP atau SIM.

Di sebelah kiri pintu masuk, terpampang papan yang mencantumkan peraturan yang berlaku di tempat wisata Puncak Bintang.
berkemah di puncak bintang bukit moko

Setelah selesai menulis data yang dibutuhkan, kami pun mencari tempat untuk berkemah. Banyak area yang bisa digunakan untuk berkemah. Dari pintu masuk, pengunjung bisa mengambil arah kiri menuju Puncak Bintang. Banyak area datar di bawah pohon pinus, yang bisa digunakan untuk berkemah di belakang bintang besar. Bandung city light akan terlihat jelas dari area tersebut, selagi kabut tidak menghalangi pemandangan. 

berkemah di puncak bintang bukit moko
Sekumpulan pemuda mengambil gambar di bawah Bintang Raksasa

Sedangkan jalan lurus dari pintu masuk, merupakan arah menuju Patahan Lembang. Kami lihat untuk menuju Patahan Lembang, pohon-pohon pinusnya lebih rapat dan tampak gelap. Sepertinya tidak banyak yang memilih berkemah ke arah sana.

Namun apabila ingin melihat matahari terbit, sebaiknya memang berkemah di dekat Patahan Lembang saja. Di atas bukit yang ada di sana, matahari terlihat jelas. Semburat jingganya begitu indah menembus pepohonan pinus. Tidak heran, kini di Kota Bandung banyak tempat menarik yang memanfaatkan keindahan hutan pinus sebagai tempat wisata.

Keluarga saya memilih jalan ke arah sebelah kanan dari pos pembelian tiket. Kami menuju Darmaga Bintang yang terlihat lebih terang. Lagi pula kami juga melihat sudah banyak yang mendirikan tenda di sana. Ada juga sekelompok muda-mudi yang sedang mengikuti pelatihan. Bisa dibilang tempat yang satu ini lumayan ramai.

berkemah di puncak bintang bukit moko

berkemah di puncak bintang bukit moko
Dari arah Dermaga Bintang kami juga bisa melihat city light meski tidak seluas pandangan di Puncak Bintang. Pilihan kami untuk berkemah di sini juga karena areanya terlihat lebih rapat, sehingga kami tidak perlu khawatir dengan hembusan angin yang kencang.

Setelah memilih tempat yang agak lapang dengan tanah yang datar, akhirnya kami pun mendirikan tenda. Saat tenda sudah berdiri, kami pun menyimpan barang-barang kami di tenda dan bergegas untuk mengeksplorasi menuju Puncak Bintang. Tujuan kami ingin melihat Kota Bandung dari arah Puncak Bintang.

Untuk menuju tempat tertinggi di Bukit Moko tersebut, pengelola tempat wisata ini membuat tangga yang tertata rapi dengan paving block. Di sepanjang jalan menuju puncak terdapat deretan pohon kopi. Beberapa buah kopi yang sudah matang terlihat menyembul di balik dedaunan.

Sayang sekali cuaca malam itu tidak begitu cerah. Ada sedikit kabut yang menghalangi pemandangan dari atas bukit. Terlihat beberapa muda-mudi asyik bercengkerama duduk menatap city light. Sekelompok pemuda sedang asyik mengambil gambar di bawah bintang raksasa. Udara di luar cukup dingin. Kami memutuskan untuk tidak terlalu lama berada di bawah bintang besar. 

Lagi pula banyak pasangan yang merasa dunia ini hanya milik mereka berdua. Pemandangan yang tidak baik untuk kedua anak kami. Jangan sampai, deh, anak kami berlaku seperti itu. Bayangkan saja, sudah jam 9 malam, mereka masih berada di puncak bukit. Kemana orang tuanya, ya?

Sebelum ke tenda, kami menyempatkan untuk pergi ke kamar kecil dan musala. Daripada kebelet ingin buang air kecil tengah malam, ya, kan? Sesampainya di tenda, kami pun lanjut membuat makan malam. Perbekalan yang kami bawa, segera kami santap. Untuk menghangatkan badan kami pun membuat minuman coklat dan segelas kopi panas untuk pak suami.

Kami berencana untuk mengejar sunrise yang menurut kabarnya, sangat indah dipandang dari Bukit Moko. Rencananya setelah salat Subuh kami akan berangkat menuju spot yang paling baik untuk melihat sunrise. 
Oh iya, saya hanya ingin berbagi dan mengingatkan untuk teman-teman yang berencana untuk berkemah di Puncak Bintang Bukit Moko. Ada beberapa poin penting yang mesti diperhatikan, diantaranya:

  1. Perhatikan kondisi kendaraan. Pastikan rem dan bagian lain kendaraan dalam kondisi baik. Mengingat jalan menuju Puncak Bintang, berliku dan banyak tanjakan dengan kemiringan 45 derajat serta kebun yang berada jauh di bawah badan jalan.
  2. Persiapkan fisik dengan baik. Untuk yang hendak berkemah di Puncak Bintang, sebaiknya mempersiapkan kondisi badan. Dinginnya cuaca di puncak, bisa membuat badan menggigil. 
  3. Lengkapi perlengkapan berkemah. Lebih baik menggunakan sleeping bag saat berkemah di Bukit Moko, karena udaranya dingin.
  4. Membawa peralatan masak. Udara di sana cukup dingin, lebih enak makan dan minum yang bisa menghangatkan badan, bukan?
  5. Memperbanyak pengetahuan mengenai cara mendaki gunung dengan aman.
berkemah di puncak bintang bukit moko
Area berkemah di Darmaga Bintang
Lalu, bagaimana kisah kami selanjutnya? Akankah semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan sesuai dengan keinginan kami melihat sunrise di Puncak Bintang Bukit Moko? Berhasilkah kami mengejar sunrise di Bukit Moko?

Nantikan cerita selanjutnya ya...
Untuk sedikit bocoran, berikut ini video sederhana saat kami melakukan perjalanan mengejar sunrise.


Okey...nantikan cerita kami selanjutnya ya?
                    Salam takzim





Friday, 21 June 2019

Atasi Alergi Untuk Bekal Anak Berprestasi

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya berprestasi, bukan? Bagi yang memiliki anak tanpa alergi tentu akan lebih mudah menstimulasi anak dibandingkan dengan mereka yang memiliki anak dengan riwayat alergi. Eh, tapi itu dulu ya...
Sekarang setiap orang tua bisa membimbing dan menstimulasi anak-anak mereka untuk berkembang tanpa perlu khawatir saat anak memiliki riwayat alergi. Karena kini  sudah ada pemahaman tentang pencegahan dan solusi mengenai alergi pada anak.

atasi alergi untuk bekal anak berprestasi