Filosofi Ayam Betina dan Penyu
Ayam betina bertelur

Siapa tidak mengenal ayam betina? Ayam dengan bulu yang tebal, memiliki jengger yang tidak panjang dan berbadan agak bulat. Pernah mengamati bagaimana ayam betina ketika sedang bertelur? Berapapun jumlah telurnya, ayam betina memiliki kebiasaan  memberi pengumuman pada dunia jika dia telah bertelur..he..he.. Coba saja amati. Ketika ayam betina bertelur, suaranya akan terdengar sampai ke penjuru kampung. Berpetok-petok... eh mengeluarkan suara dengan tiada hentinya, ya kan?
 
Filosofi Penyu dan Ayam Betina
Penyu : illustrasi bersumber dari sini
 
Lain ayam betina, lain lagi dengan penyu. Dua makhluk ini sama-sama berkembang biak dengan cara bertelur. Tapi mereka memiliki kebiasaan yang berbeda. Ketika penyu bertelur, hampir tidak ada satupun makhluk lain yang mengetahui selain dirinya sendiri. Berjalan secara perlahan, nyaris tanpa suara. Mencari tempat yang jauh dari manapun. Ketika sudah ditemukan tempat yang dirasa tepat dan aman, penyu akan menggali lubang untuk menyimpan telurnya.
 
Cara Penyu Bertelur
Penyu yang sedang bertelur
(sumber: gambargambarpelik.blogspot.com)


 
Penyu akan menggali tanah hingga ke dalam. Menyembunyikan telurnya. Setelah mengeluarkan telurnya, penyu akan menutup rapat tanah itu sehingga tidak akan ada yang menyadari jika di bawah tanah, telur yang jumlahnya banyak itu berada di sana. Lalu, penyu akan pergi meninggalkan telur-telur itu tanpa ada niatan sedikitpun untuk menengoknya kembali.
Sungguh cara bertelur yang sangat berbeda dengan ayam betina tadi bukan?
 
Ustad Dedi Sugandi ketika mengisi pengajian yang saya ikuti kemarin, berpesan untuk melihat dan mempelajari serta mengambil hikmahnya. Bagaimana cara dua makhluk ini bersikap ketika telah selesai bertelur. Dihubungkan dengan sikap dan perilaku kita sebagai makhluk Tuhan yang telah  dibekali akal pikiran. Mungkin akan kita temui, ada sebagian orang yang bertingkah laku seperti ayam betina. Ketika telah menghasilkan sesuatu atau usai berbagi pada yang lain, akan bersuara lantang untuk mengumumkannya pada dunia. Tidak perduli  banyak atau sedikit, bermanfaat atau tidak. Selalu saja bersuara agar orang lain dapat melihat bahwa dirinya telah menghasilkan dan telah berbagi dengan yang lain.
 
Bagaimana dengan orang yang bersikap seperti penyu ketika selesai bertelur? Orang ini memiliki karakter yang tidak ingin semua orang mengetahui apa yang telah dia hasilkan. Melakukan semua prosesnya secara sembunyi-sembunyi agar tidak ada yang mengetahuinya. Ketika  sudah berbagi, orang dengan tipe ini akan bersikap seolah-olah belum melakukan hal itu. Dia tidak berniat melihat kembali ke belakang dan mengingat-ingatnya kembali.
 
Tetapi, ada pula orang yang sengaja memberitahukan keberhasilannya kepada semua orang dengan tujuan memberikan motivasi bagi yang lain. Berharap kesuksesan dapat menulari orang lain untuk mengikuti jejaknya. Ingin orang lain bisa sukses bersama-sama dengan dirinya. Agar tidak ada lagi orang yang kekurangan di sekitarnya. Tentu saja, orang dengan karakter seperti ini tidak termasuk ke dalam tipe seperti penyu atau ayam betina ketika habis bertelur. Lalu bagaimana dengan teman-teman? Kita termasuk yang mana ya..? Hi..hi..hi

Salam takzim