Yup! Mau menjadi perempuan hebat? Siapa Takut! Ada anggapan yang tidak benar, jika perempuan dikatakan sebagai makhluk yang lemah, hanya karena memiliki sesuatu yang telah menjadi kodratnya. Karena mengalami mentruasi setiap bulan atau secara fisik memiliki kondisi yang lemah lembut, sehingga dijadikan alasan sebagai titik lemahnya.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/menjadi-perempuan-hebat-siapa-takut.html
Sebenarnya, kuat atau lemahnya seseorang tidak selalu dilihat dari kondisi fisiknya. Namun, seseorang bisa dianggap lemah karena ketidakmampuannya mengendalikan emosi yang ada pada dirinya.
 
Rasullullah saw, bersabda: "Orang yang kuat itu, bukan orang yang gagah fisiknya, tetapi orang yang dapat mengendalikan emosi dirinya" 
Perempuan dan Permasalahannya.
Jadi teringat ketika seorang kerabat yang mengeluhkan dirinya merasa selalu lelah karena harus mengurusi keempat buah hatinya seorang diri, sedangkan suaminya tugas di luar kota.

Hanya tinggal bersama empat buah hatinya, tanpa ada suami yang membantu urusan domestik atau mengurus anak-anak mereka, membuat kerabat saya itu selalu mengeluh. Jangankan untuk melakukan "me time", hanya sekedar untuk beristirahat saja, dia hanya memiliki kesempatan yang sedikit.

Lain lagi, dengan cerita seorang sahabat. Dia memiliki dua orang anak serta memiliki suami yang selalu berada di dekatnya. Tinggal serumah bersama dengan anak-anak mereka. Namun karena tuntutan pekerjaan dari sang suami, lelaki itu tidak pernah membantu soal mengurus anak atau turut mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sahabat saya, mengeluhkan keadaan tersebut. Bahkan mengatakan jika keberadaan suaminya atau tidak ada suami, dia merasakan tidak ada pengaruhnya.

Oke, setiap orang memiliki permasalahannya masing-masing. Mereka pun mempunyai cara masing-masing untuk menghadapi atau mencari solusi dari permasalan mereka. 
Oh iya, saya jadi teringat pada sebuah tulisan di sebuah majalah wanita yang mengulas tentang tipe orang dan masalah yang dihadapinya.

Kita akan menemui ada berbagai macam tipe orang dalam menghadapi permasalahan, yaitu :
  • Ada orang yang menjadikan masalah sebagai hal untuk dipikirkan saja. Tidak pernah mencari cara bagaimana agar masalah bisa segera selesai. Selalu spontan mencari sumber masalah dan pelakunya.  Hanya bisa marah-marah dan menyalahkan orang lain tanpa mencari solusinya. Orang yang seperti itu, merupakan tipe problem thinker
  • Ada lagi orang yang kerjanya hanya membuat masalah dan bisa kita sebut dengan problem maker. Kadangkala, orang dengan tipe ini hanya bisa membuat masalah tanpa mau menyelesaikan, bahkan lari, menghindar bahkan serta sembunyi tangan dari permasalahan.
  • Problem trader merupakan orang yang menjadikan masalah sebagai sumber penghasilan. Orang-orang ini menjadikan masalah untuk mengambil keuntungan dan dijadikan sumber penghasilan.
  • Yang terakhir, yaitu tipe problem solver. Orang-orang yang dapat menyelesaikan masalah mereka tanpa hanya fokus pada permasalahan, namun selalu mencari solusi dari masalahnya.
Dari semua tipe orang dan masalahnya, tentu yang paling baik adalah sebagai problem solver. Dan untuk menjadi perempuan hebat, mestinya memiliki kemampuan untuk mengatasi dirinya, mengajak pasangan dan anggota keluarganya untuk menanggapi segala permasalahan dengan fokus pada solusi.

Lalu, bagaimana kerabat dan sahabat saya dalam mengatasi permasalahan mereka?
Kerabat saya, mengatasi kerepotannya dengan membagi pekerjaan rumah bersama anak-anaknya yang telah besar. Anak pertama dan keduanya, kini mempunyai tugas sehari-hari yang dilakukan secara bergantian. Jika anak pertama menyapu rumah maka adiknya bertugas menyapu halaman depan rumah. Begitu juga sebaliknya. Hal ini membuat pekerjaan ummi mereka menjadi lebih ringan dan tentu saja ada waktu untuk dia beristirahat.

Sedangkan sahabat saya, juga lebih memilih menjadi problem solver. Memilih tidak selalu mengeluh karena tidak adanya perhatian dari suami, dan mencoba memecahkan masalah dengan berkomunikasi secara baik-baik kepada suaminya. Hasilnya? Semoga saja, mereka baik-baik saja. :D

Perempuan Yang Tangguh
Menjadi perempuan hebat, juga perlu memiliki ketangguhan mental. Meskipun hidup dalam tekanan, baik secara ekonomi atau tekanan yang timbul dalam kehidupan rumah tangga, mental yang dimiliki oleh seorang perempuan haruslah tangguh. 

Banyak perempuan yang mampu bertahan bahkan bisa berprestasi kendati berada dalam situasi perekonomian yang sulit atau hidup dengan tekanan. Contohnya, perempuan tangguh yang bisa bermanfaat untuk orang lain yaitu pahlawan kita, Kartini. Hidup di lingkungan yang penuh tekanan, beliau tidak larut dalam keadaannya masa itu. Dengan tekad yang kuat, Kartini tetap bisa berkarya. Memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang ada di masanya dahulu.

Kita mestinya bersyukur, karena perjuangan beliau, perempuan di masa kini bisa memperoleh haknya dan dapat terus berkarya tanpa takut merasa tertekan kembali.  

Dengan meneladani Kartini, dapat membuat kita menjadi perempuan tangguh dan hebat di masa kini. Tidak mudah menyerah dan pantang berhenti meskipun dalam keadaan yang sulit sekalipun. 

Komunikator Yang Handal
Seringkali kita temukan banyak perempuan yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan mempunyai sikap yang arif di dalam setiap keadaan. Kita bisa menyebutnya dengan tipe orang yang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan. 

Dalam kehidupan berumah tangga, perempuan yang hebat, dapat berkomunikasi dengan suami, anak-anak maupun kenalannya di luar rumah. Setidaknya, memiliki komunikasi persuasif yang mengutamakan penggunaan gaya bicara yang seimbang, mampu menggunakan pilihan kata yang tepat, mengenali karakter lawan bicaranya dan memastikan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik. 

Oleh karena itu, jadilah komunikator yang handal dalam keluarga dan lingkungan sekitar untuk menjadi perempuan hebat.

Perempuan Hebat Menciptakan Keluarga Yang Hebat
Sudah dapat dipastikan, dibalik keluarga yang hebat terdapat campur tangan perempuan yang hebat. Semua perempuan memiliki kesempatan untuk terus berkarya. Namun, harus mampu menjawab tantangan yang dihadapi, yaitu memiliki mental yang tangguh dan dapat berkomunikasi dengan arif.

Dua tantangan ini dapat menjaga serta membimbing semua perempuan untuk bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, sekaligus tetap menjadi pendamping setia untuk suaminya dan anak-anaknya.

Jadi, marilah terus berkarya perempuan Indonesia. Tunjukkan aktualisasi diri dengan selalu menjadi problem solver, mampu terus berkarya meskipun dalam situasi apapun serta menjadi komunikator yang baik.

Marilah kita buktikan, jika kita mampu menghargai semua perjuangan pahlawan wanita Bangsa Indonesia, yaitu Kartini, dengan berkarya dan bermanfaat untuk orang lain.