Ibu mana yang tidak ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga? Pastinya semua ingin selalu berusaha menjadi ibu yang baik dan berusaha memberikan yang terbaik. Sebelumnya, tidak pernah terbayangkan oleh saya, jika suatu saat nanti mendapatkan apresiasi dari anak saya.

Menjadi Ecomom Yang Diapresiasi


Namun, hal itu benar-benar terjadi pada diri saya. Diapresiasi oleh anak, tepat di Hari Ibu. Duuh.. saking terharunya, saya sampai termehek-mehek, loh! 

Jadi ceritanya, pagi hari setelah anak-anak berangkat sekolah, saya mulai beraktivitas seperti biasanya, yaitu beres-beres rumah. Nah, sewaktu mau menyimpan baju yang telah selesai di setrika ke dalam lemari, saya menemukan sepucuk surat dan setangkai mawar berwarna merah muda. Terus terang, saat itu saya sangat terkejut.

Dalam surat yang ditulis pada kertas biru, putri saya mengungkapkan permohonan maafnya karena suka membuat saya kesal dan pernyataan terima kasih karena sudah mengasuh dia dan adiknya. Semua yang tertulis dalam kertas surat itu membuat saya bangga, karena dia bisa mengungkapkan rasa sayang di dalam suratnya.

Wajar saja jika saya merasa bangga, bukan? Bangga karena dia sudah mampu mengapresiasi orang lain, mampu memberikan sepucuk bunga sebagai hadiah di momen hari Ibu tahun ini. Bangga membaca tulisan "Semua Sayang Ibu!" yang ditulis dengan huruf besar.
 
Berusaha Menjadi Ecomom Yang Diapresiasi

Dan jika melihat waktu yang lalu, setidaknya ada beberapa tindakan yang saya lakukan juga berpengaruh pada sikapnya. Seperti kita ketahui, anak-anak merupakan pengamat dan peniru ulung. Apa yang dia lihat dan amati, pada suatu waktu nanti akan dilakukan oleh anak. Beberapa kebiasaan yang suami dan saya lakukan, mungkin saja bisa berpengaruh pada sikapnya adalah:

1. Menemaninya Bermain dan Belajar
Menemani anak-anak bermain dan belajar merupakan kegiatan sederhana yang dapat dilakukan. Namun, aktivitas tersebut juga membutuhkan waktu yang khusus dan tidak bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan yang lainnya.

Sebenarnya, saya bukan ibu yang beraktivitas di luar rumah, namun kegiatan saya di dunia tulis menulis, ternyata bisa menyita waktu juga. Karena alasan itulah, saya harus bisa memanajemen waktu, untuk kesibukan di rumah tangga, kegiatan menulis serta mendampingi anak-anak belajar. 

Selain belajar, untuk mendampingi kegiatan bermainnya pun perlu waktu khusus. Sedapat mungkin saya perlu meluangkan waktu di sela kesibukan saya menulis di blog dan menulis buku. Saya pun berusaha, agar waktu yang diluangkan bersama anak-anak bisa lebih berkualitas. 

2. Menumbuhkan Kreativitas Anak Sejak Kecil
Tidak hanya menemani anak-anak belajar, saya juga berusaha meluangkan waktu untuk melatih kreatifitas mereka. Melatih kreatifitas anak-anak tentu saja banyak bentuknya. Saya berusaha mendampingi anak-anak menggambar, mewarnai, atau mengajaknya mengkreasikan makanan. Begitu pula saat hari libur atau akhir pekan tiba, selain bermain bersama, saya biasanya juga menemani si kecil membuat sketsa gambar atau mewarnainya.

http://www.nurulfitri.com/2016/12/menjadi-ecomom-yang-di-apresiasi-ini.html

http://www.nurulfitri.com/2016/12/menjadi-ecomom-yang-di-apresiasi-ini.html


Anak-anak bebas mengekspresikan kreativitas mereka masing-masing. Etapi, nggak jarang juga ide untuk membuat olahan makanan atau mencari ide yang lainnya, kami menyelusuri internet. Kadang kala, anak-anak bisa mengembangkan apa yang mereka dapat dari internet sesuai dengan kreativitas mereka sendiri.

3. Menyediakan Santapan Yang Sehat dan Bergizi
Menediakan hidangan yang sehat, berarti kita juga harus memperhatikan bahan makanan yang akan kita olah menjadi masakan. Sebagai Ibu yang juga mempunyai kesibukan di rumah, saya memutuskan untuk tidak setiap hari membeli bahan makanan untuk diolah. Biasanya saya membeli bahan makanan setiap seminggu atau dua minggu sekali, kemudian saya simpan di lemari es. 

Jika ada beberapa ecomom takut menyimpan bahan hidangan di lemari es karena dapat menyebabkan kerusakan pada bahan makanan, saya tidak begitu. Saya biasa menyimpan makanan di lemari pendingin milik saya tanpa takut. Karena lemari pendingin milik saya, memiliki fitur pengendali kelembapan yang dapat menjaga sayuran dan buah-buahan di kondisi terbaik. 

Begitu juga saat menyimpan daging, ayam dan ikan, Fitur prime fresh pada lemari es Panasonic saya dapat membekukan sekitar -3°C sehingga yang dibekukan hanya permukaanya saja. Pembekuan makanan dengan cara inilah yang dapat menjaga bahan makanan kita tanpa takut merusak kandungan gizinya. Dengan memiliki bahan hidangan yang baik dan fresh, tentunya saya dapat memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak saya.

http://www.nurulfitri.com/2016/12/menjadi-ecomom-yang-di-apresiasi-ini.html


4. Mencontohkan Anak Untuk Mencintai Lingkungan

Saya berusaha memberitahu dan mencontohkan pada anak-anak untuk mencintai lingkungan sekitar mulai dari hal-hal kecil yang dapat kita lakukan. Berangkat dari mencintai lingkungan dengan mengirit energi ataupun bijak menggunakan air. Untuk menggunakan air dengan bijak, biasanya saya ajarkan anak-anak untuk memperhatikan saya membersihkan pakaian.
http://www.nurulfitri.com/2016/12/menjadi-ecomom-yang-di-apresiasi-ini.html

Atau terkadang mereka membantu sekaligus bertanya-tanya mengenai aturan mencuci kepada saya. Pertanyaan sederhana yang seringkali ditanyakan oleh anak-anak yaitu, “Mengapa air yang saya gunakan terlihat lebih sedikit jika dibanding dengan air yang digunakan tante-nya untuk mencuci?” Dengan bercanda saya jawab saja, karena trik mencuci kami berbeda. Didukung dengan mesin cuci Panasonic yang memiliki teknologi econavi, saya bisa menghemat air, menghemat waktu dan menghemat energi pastinya. Jadi saat menggunakan aturaan mencuci yang berbeda, hasilnya pun tidak sama.

5. Mengajarkan Mengapresiasi Orang Lain
Mengucapkan terima kasih  saat diberi bantuan oleh orang lain merupakan hal yang tidak sulit dan sederhana. Saya berkeyakinan bahwa sebenarnya setiap orang akan senang jika kita berikan apresiasi. Begitupun saat diapresiasi oleh anak sulung saya, saat Ia menulis “Semua Sayang Ibu!” di suratnya. Anak perempuan itu membuat saya begitu bahagia sekaligus sangat terharu, pada saat itu. Dan saat dia pulang dari sekolah, saya balas dengan ucapan terima kasih, cium dan peluk yang erat untuknya.

Beberapa hal yang telah saya uraikan, sudah ajarkan dan contohkan pada anak-anak. Saya yakin ini cukup berdampak pada sikap dan kepribadiannya. Saya percaya, hal-hal yang saya (sebagai Ibu) contohkan dan praktekkan bisa berdampak besar pada masa depan anak-anak nantinya. 

Menjadi orang yang baik untuk semua orang, Menjadi smart mom yang bermanfaat untuk orang lain, dapat membuat saya menjadi Ecomom. Dan yang pasti, saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga. Bukan hanya terbaik untuk saat ini saja, tapi terbaik untuk masa depan juga. 

Terima kasih buah hatiku, berkat kalian, ibu bisa berusaha untuk menjadi ibu yang baik. Bisa menjadi seorang ecomom.
Nah, teman-teman punya pengalaman mengajarkan atau mencontohkan anak sesuatu hal yang berpengaruh pada sikap dan kebiasaan mereka sekarang? Sharing, yuuk!
 
Salam takzim