Yang namanya perempuan itu, harus bisa mengaktualisasikan dirinya, jangan hanya berkutat di sekitar dapur, kasur dan sumur saja. Itu wejangan yang pernah saya dapatkan dari orang yang telah melahirkan saya ke dunia ini. Dan salah satu cara untuk menjadi perempuan yang bisa memberdayakan dirinya, yaitu dapat mandiri secara ekonomi. Misalnya saja menjadi pengusaha yang bisa mandiri secara finansial serta berperan mendukung tumbuhnya perekonomian masyarakat.

http://www.nurulfitri.com/2018/02/ikatan-pengusaha-muslimah-indonesia.html
Pembukaan acara Milad IPEMI
Akhir tahun lalu, saya berkesempatan meliput acara milad komunitas yang diselenggarakan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia wilayah Jawa Barat. Milad ke-1 IPEMI Kota Bandung, bertepatan dengan acara Muslimahpreneur Day-Goes to Campus bertema "Be Smart, Creative, and Beauty." Lalu, bagaimana kemeriahan acara yang meminta para peserta mengenakan baju hitam dan jilbab merah muda itu?

http://www.nurulfitri.com/2018/02/ikatan-pengusaha-muslimah-indonesia.html

Nah ... sebelum mengintip keseruan acara milad IPEMI yang diselenggarakan di Graha POS Indonesia, Jalan Banda No. 30 Bandung, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan IPEMI, ya...

IPEMI adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk dan didirikan untuk meningkatkan peran dan kontribusi para pengusaha muslimah dalam memberdayakan perekonomian masyarakat dengan tujuan mewujudkan perekonomian yang mandiri.

Fungsi dan kedudukan IPEMI sangat strategis dalam perekonomian, terutama untuk membantu pengembangan usaha-usaha para muslimah di Kota Bandung dan kota lainnya di Jawa Barat. Kegiatannya sendiri, lebih difokuskan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan ekonomi para pengusaha muslimah, jamaah taklim dan komunitas islam lainnya.

Acara milad IPEMI kemarin, menghadirkan narasumber untuk memberikan edukasi kepada anggota IPEMI. Narasumbernya merupakan public figure yang berpengalaman dan berpengaruh di bidangnya, seperti Ingrid Kansil, Irna Mutiara, Anisa Trihapsari beserta suaminya Sultan Jorghi, Samira M. Bafaqih, Ayu Budiyanti sebagai owner Rasha Nusantara, Hendra selaku owner ayam geprek Jodi JNC, Hj. Lina Ruhzanul Ulum selalu ketua PD IPEMI Kab. Tasikmalaya dan Mery Andani sebagai Ketua PW IPEMI Malaysia hingga penyanyi laskar pelangi, Giring Nidji.


http://www.nurulfitri.com/2018/02/ikatan-pengusaha-muslimah-indonesia.html
Anggota IPEMI berfoto bersama Giring Nidji, Sultan Jorghi dan Anisa Trihapsari

Tidak hanya sharing seputar usaha, di acara milad IPEMI juga diadakan talkshow menarik dari Motivasi Bisnis Islami, Seminar Kebangsaan dan Business Talks.


http://www.nurulfitri.com/2018/02/ikatan-pengusaha-muslimah-indonesia.html
Sharing bisnis oleh para pengusaha muslimah yang dihadiri pula oleh Anisa Trihapsari
Acara muslimahpreneur day ini juga dijadikan ajang inisiasi bertemunya para pengusaha muslimah agar memiliki koneksi dan juga relasi yang lebih luas dengan semangat sukses BERJAMAAH (Bersama menjadi muslimah berakhlakul karimah).

Setelah berjalan selama satu tahun ini, IPEMI pun membuat program nasional yang membantu warung-warung muslimah dengan cara menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta memperkenalkan seluk beluk literasi keuangan.

Siapa saja, pasti setuju jika melihat visi, misi, dan fungsi IPEMI, organisasi ini sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat.  Hmm ... jadi tertarik untuk bergabung dengan IPEMI, bukan? Lalu, bagaimana caranya bergabung dengan IPEMI?

Mudah saja, cukup daftarkan diri kita ke Bank BJB, yang selanjutnya akan dibantu untuk registrasi nomer peserta di kartu anggota. Biaya pendaftarannya cukup terjangkau, cukup dengan menyetorkan dana sebesar 100 ribu rupiah di rekening BJB. Mudah, bukan?

Oh iya ... Dari tadi saya hanya membicarakan tentang IPEMI beserta visi dan misinya, padahal dibalik kesuksesan acara kemarin ada juga PT POS Indonesia yang selalu mendukung aktivitas anggota IPEMI. Bukan tanpa tujuan, acara tersebut diadakan di gedung dengan mayoritas warna jingga itu. Karena dibalik kesuksesan pengusaha muslimah tersebut, ada andil yang cukup besar dari PT POS.

PT POS Indonesia. Apa yang ada di benak teman-teman, jika saya menyebutkan nama itu? Mungkin yang terbayang adalah perangko, materai, wesel dan seputar surat-menyurat atau kartu ucapan saat hari raya, bukan? Yup, itulah kesan kita pada PT POS Indonesia di masa lalu.

Tahukah teman-teman, kini PT POS Indonesia telah semakin mengembangkan lini usahanya? Semakin besarnya tantangan kemajuan teknologi di era globalisasi ini, membuat PT POS membuka pelayanan jasa pengiriman paket ke seluruh pelosok negeri.

Para pengusaha bisa menggunakan layanan ini untuk menunjang segala aktivitas bisnis mereka. Apalagi kini, PT. POS memperpanjang jam buka kantor pelayanannya. Kantor POS kini buka dari jam 8 pagi hingga jam 12 malam. Cukup panjang waktunya, dan bisa membuat pengguna jasa pengiriman lebih nyaman, kan?

Nah, lalu apa saja keunggulan jasa pengiriman PT. POS?
  1. Mengirim paket lebih aman dan cepat.
  2. Layanan pick up gratis tanpa batas minimal.
  3. Harga bersaing, dan dalam kondisi tertentu dapat diskon atau cashback.
  4. Menyediakan jaminan ganti rugi, apabila ada hal yang tidak diinginkan.
  5. Kantor pelayanan, tetap buka di hari libur dan hari raya.
  6. Packing aman, sehingga barang dapat terkirim dalam keadaan baik.
  7. Ada fasilitas complain handling (bisa dilacak waktu pengirimannya atau siapa yang mengirim).
  8. Kurir yang melayani pengambilan paket dan pengiriman paket, dinilai profesional (keterangan ini berdasarkan testimoni anggota IPEMI yang sering menggunakan layanan pengiriman paket PT. POS).
Dari semua keunggulan tersebut, para anggota IPEMI yang telah merasakan kenyamanan layanan dari PT. POS mengajak anggota yang lain untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

Himbauan dikeluarkan, sesuai dengan visi dan misi IPEMI, yang selalu berusaha untuk saling mendukung usaha para anggotanya.
IPEMI berharap semua anggotanya bisa lebih semangat untuk sukses bersama, dengan menghimpun potensi pengembangan usaha yang berlandaskan ekonomi sesuai syariat Islam.

Oh iya, Di acara milad IPEMI kemarin hadir Anisa Trihapsari dan Giring Nidji membagikan pengalaman mereka seputar bisnis yang sekarang dijalani. Dan  di akhir acara, saya juga bisa berkesempatan berfoto dengan keluarga mereka . 

Satu hal yang membuat saya kagum dengan Giring Nidji, di akhir acara Giring dengan sabar, melayani ibu-ibu pengusaha muslimah yang ingin mengajaknya berfoto. Bahkan saya lihat ada seorang ibu yang asyik berkonsultasi dengan vokalis grup Nidji tersebut. Tahukah teman, Giring melayani semua pertanyaan ibu tersebut dan bahkan mau ketika diminta melakukan endorse produk ibu tadi. Apakah Giring di bayar? Tentu tidak. So humble, right?

Well ... Semoga IPEMI bisa semakin berkembang dan tetap menjadi wadah silaturahmi para pengusaha muslimah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, menuju kemandirian ekonomi yang berkepribadian serta berakhlakul karimah. Aamiin.