Awal tahun lalu, saya memiliki kesempatan berkumpul dengan teman-teman yang berada di bawah manajemen Joeragan Artikel. Di acara kopdar tersebut, kami berbincang santai sambil bertukar pengalaman, berbagi kisah, dan saling mendekatkan diri secara tatap muka. Karena sebagian besar dari kami, selama ini hanya berinteraksi melalui media sosial. Oleh karena itu, acara kopdar kemarin, tentu saja tidak disia-siakan oleh kami untuk ngobrol-ngobrol cantik! Hehehe ...


https://www.nurulfitri.com/2018/03/kuas-penuh-kasih-dalam-pelukis-hati.html

Dari beberapa teman yang hadir, ada yang membawa hasil karyanya untuk diberikan pada teman yang lain sebagai tali pengikat kasih. Dan saya termasuk beruntung karena bisa mendapatkan sebuah buku hasil karya dari kawan yang juga tergabung dalam Joeragan Artikel. Mau tau, buku apa yang saya dapatkan? Saya ceritakan lebih lanjut, ya... Detail buku karya teman saya itu ialah: 

Judul : Pelukis Hati
Penulis : Ratri Dwi Kayungyun, dkk.
Genre : fiksi
Jumlah halaman : 195 halaman
Penerbit : CV. Putri Agung Mandiri
Tahun terbit : 2017
ISBN : 978-602-51183-3-3


Jika dilihat dari nama penulisnya yang lebih dari satu orang, kita semua pasti sudah mengetahui dengan jelas, bahwa buku ini merupakan buku antologi. Yup, buku antologi tersebut ditulis oleh 12 orang penulis yang tergabung dalam Komunitas Menulis Online. Ternyata sebagian dari penulis tersebut belum pernah bertatap muka, loh! Mereka melakukan kerja sama membuat buku dengan metode online. Wajar saja, sekarang era internet, semua bisa dilakukan secara online, bukan?

Buku Pelukis Hati memuat kisah-kisah percintaan yang terjadi di sekitar kita. Menurut saya, buku ini unik, agak berbeda dengan buku fiksi lainnya. Mengapa unik? Karena diracik dengan apik menggabungkan unsur sastra dan seni. Penulis mengelompokkan semua karya mereka dalam buku ini, berdasarkan warna, yaitu warna biru, merah dan kuning. Unik, ya ...

Seperti kita ketahui, di dunia ini terdapat warna primer yang ketika dibaurkan akan menghasilkan warna lain yang tidak kalah indahnya. Warna primer tersebut biru, merah dan kuning. 

Banyak studi yang dilakukan untuk meneliti pengaruh warna bagi sisi psikologis dan emosi manusia. Diketahui bahwa setiap warna bisa menimbulkan kesan tertentu dalam diri seseorang, ada yang memberi kesan positif ada pula yang menimbulkan kesan negatif. Unsur warna juga dipercaya memiliki konotasi yang menggambarkan karakter umum dari manusia. 

Misalnya saja warna biru yang dianggap bisa menggambarkan karakter orang yang tenang, percaya diri dan dapat dipercaya. Namun juga memiliki sisi negatifnya juga, seperti memiliki sifat tinggi hati, penyendiri, kurang peka atau kurang memiliki emosi.

Ada juga warna merah yang menggambarkan sifat seseorang yang penuh cinta, energik, aktif, perhatian dan kuat. Warna merah juga dianggap menggambarkan sifat seseorang yang agresif, dominan, berbahaya dan warna yang menggambarkan seseorang yang sedang mengalami stres.

Selain warna biru dan merah, warna kuning juga dianggap menggambarkan sifat positif seseorang yang optimis, antusias, percaya diri, logis, bijaksana, kreatif dan ceria. Di sisi lain, warna kuning juga menggambarkan orang yang kritis, tidak sabaran, impulsif, egois, pesimis, pembenci dan pengecut.

Dan di dalam buku Pelukis Hati, cerita yang tersaji yaitu sebanyak dua belas cerita pendek, dimasukkan ke dalam kelompok warnanya masing-masing. Cerita dikelompokkan berdasarkan karakter salah satu tokoh utama atau dari nuansa yang tercipta dari jalan ceritanya.

Setiap kisah yang ada dalam buku ini, menceritakan kehidupan yang penuh warna. Warna-warni kehidupan yang bisa membawa sensasi yang beragam. Ada cerita yang berakhir bahagia, tetapi ada juga cerita yang menimbulkan rasa berat di dada ketika membacanya.

Di bagian "Biru" saya menemukan kisah kasih sepasang muda-mudi yang berakhir dengan kematian. Semua rencana merajut masa depan, tidak pernah terwujud ketika calon mempelai mengalami kecelakaan yang merengut jiwanya. Dalam cerita itu, penulis menguraikan kata indah yang sempat terekam manis dalam ingatan saya, kata-kata yang berbicara tentang kehidupan.


" ... tentang meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, tentang mengusahakan yang terbaik dalam semua aspek kehidupan juga tentang kesabaran tanpa batas untuk menanti rencana indah dari Tuhan. Hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Hidup bukan hanya tentang hari ini. Hidup adalah sebuah perjalanan mengukir memori dalam hidup orang lain, yang selalu akan dikenang setelah seseorang itu pergi." ( hal 17-18)


Sedangkan di bagian kedua dari buku Pelukis Hati, saya menemukan kisah seorang wanita yang hatinya hancur berkeping-keping. Kesedihan seorang wanita yang diakibatkan oleh pengkhianatan suaminya sendiri dan berujung pada kematian putri semata wayangnya. Kisah tersebut ditempatkan di bagian kedua dari buku ini, mewakili warna merah yang dipercaya mewakili perasaan kegalauan seseorang. 

Warna kuning diposisikan pada bagian ketiga dalam buku ini. Warna yang menggambarkan sifat yang optimis tersebut, terwakilkan oleh cerita terakhir dalam buku Pelukis Hati. Kisah seorang wanita yang penuh percaya diri dan optimis mengarungi kehidupan rumah tangganya.

Secara keseluruhan saya menikmati buku Pelukis Hati yang memiliki cerita sederhana dan kisahnya sering terjadi di sekitar kita. Begitu banyak kisah cinta dalam kehidupan manusia yang tidak selalu berakhir bahagia, tetapi memberikan kesan yang mendalam bagi yang menjalaninya. Buku ini melukiskan makna cinta yang penuh dengan warna. Dari setiap kisahnya pun kita bisa mengambil pelajaran yang bisa dijadikan bekal dalam menapaki kehidupan.