Etika Bersedekah Yang Perlu Diperhatikan Agar Menjadi Amal Shaleh dan Bernilai Ibadah. Setiap insan telah dibekali segudang rezeki oleh Allah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Baik berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan hidup lainnya. 

Kenyataannya harta dan kekayaan yang diperoleh setiap orang, tidaklah sama. Ada yang kaya, berkekurangan, ada yang mudah, ada juga yang susah. Padahal semuanya sama-sama sudah berusaha. Begitulah ketentuan dari Allah.

Bagi yang memiliki rezeki melimpah atau berkecukupan, tentu harus menyadari jika di semua hartanya itu tersimpan hak orang lain. Ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk kepentingan agama dan mencukupi kebutuhan saudara-saudaranya yang kekurangan. Baik melalui zakat, infaq ataupun sedekah

Dalam memberikan sedekah, tidak asal cukup mengeluarkan harta saja, tetapi ada aturan-aturan agama yang mengatur supaya harta yang dikeluarkan menjadi amal soleh, bernilai ibadah dan mendapat balasan dari Allah.

Etika bersedekah yang perlu diperhatikan agar harta yang dikeluarkan bisa menjadi amal soleh, bernilai ibadah dan mendapat balasan dari Allah yaitu:

 

Bersedekah yang baik dan wajar

Tidak baik jika kita mengeluarkan sebagian harta dengan yang buruk. Sebaiknya kita memberikan hasil usaha yang sebaik-baiknya. 
Sebagai contoh, saat kita memiliki banyak buah mangga, sebaiknya berikan mangga yang terbaik untuk diberikan pada orang lain. Bukan malah sebaliknya, memberikan buah yang buruk, bahkan kita sendiri pun tidak mau mengambilnya.

Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji". (Q.S. Al-Baqarah : 264).

Sampaikan dengan kata-kata yang baik

Ketika memberikan sedekah sebaiknya dengan perkataan yang baik. Jangan pernah memberi sesuatu dengan cara yang menyakitkan orang lain.
Pada hakekatnya harta yang disedekahkan ditujukan untuk diri sendiri. Karena dengan memberi sebagian harta milik kita, pahala yang didapatkan juga untuk diri sendiri.

Allah SWT berfirman: "Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)." Q.S. Al-Baqarah: 272)

Dalam firman Allah lainnya juga dijelaskan jika siapapun yang dikehendaki-Nya, Allah akan mengganti harta yang disedekahkan, karena Allah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

Bersedekah dengan segera, jangan menunggu sampai tidak ada orang yang mau menerimanya

Nabi Muhammad SAW bersabda: Bersedekahlah kalian, karena akan datang satu zaman pada kalian dimana seseorang berjalan membawa sedekah maka dia tidak mendapatkan orang yang mau menerimanya, seseorang berkata: Kalaulah engkau datang membawanya kemarin pasti aku akan menerimanya, maka ada pun sekarang aku tidak membutuhkannya". (H.R. Bukhari, 1: 245)
Akan datang suatu masa, keadaan orang-orang yang tidak membutuhkan bantuan dari orang lain. Kita juga tidak pernah tahu sampai kapan kita akan hidup. Umur merupakan misteri yang hanya diketahui oleh Allah. Oleh karenanya pergunakan waktu yang ada untuk segera bersedekah. Jangan sampai bantuan yang akan kita berikan ternyata sudah tidak diperlukan oleh orang lain lagi.

Dengan mengetahui etika bersedekah, kita akan terhindar dari perbuatan yang sia-sia. Mengikuti aturan agama tentang bersedekah yang baik tentu bisa menjadikan perbuatan kita sebagai amal soleh dan bernilai ibadah di mata Allah.

                Salam takzim