Dari aspek kesehatan, puasa yang menahan lapar dan minum terbukti membawa manfaat yang luar biasa. Berpuasa dapat membantu menyeimbangkan asam dan basa dalam tubuh dan bermanfaat memperbaiki fungsi hormon melalui kurangnya makan dan minum serta adanya waktu istirahat bagi pemcernaan. Sehingga berpuasa terbukti dapat menjadi terapi kesehatan yang manjur, terutama jika cara berbuka dan sahurnya dengan cara yang sehat.



Berbuka dan Sahur Yang Sehat

Setelah seharian lambung kita dalam keadaan kosong dan diberi kesempatan untuk meregenerasi sel-selnya, organ pencernaan tersebut sebaiknya diberikan beban kerja yang ringan dan bertahap. Dalam kondisi lapar, sistem pencernaan sangat efisien menyerap kandungan glukosa. Atas dasar itulah, muncul anjuran saat mengawali berbuka puasa diawali dengan makanan yang manis-manis.

Namun, kita juga harus pandai memilih, karena bukanlah pilihan yang tepat jika makanan manis yang kita tentukan untuk berbuka adalah makanan yang mengenyangkan. Makanan berat dapat menghalangi tubuh mendapatkan kecukupan gizi karena kita sudah keburu kenyang sebelum menghabiskan porsi hidangan utama. 

Sebaiknya kita memilih makanan yang manis tetapi tidak mengenyangkan. Selain kurma seperti yang dicontohkan oleh Rosul, kita juga bisa memilih buah-buahan yang mengandung gula alami dan mudah diserap oleh tubuh dan diubah menjadi energi. 

Untuk membuat menu berbuka dan sahur yang sehat, ada beberapa saran yang diungkapkan oleh Dr. H. Anies, MKK., PKK, Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Pertama, hindari kebiasaan salah yang dilakukan oleh sebagian orang seperti minum air es sebelum menyantap makanan. Cara ini dapat merugikan karena dapat menahan rasa lapar. Akibatnya makanan lain yang bergizi dan bernutrisi untuk tubuh, tidak bisa disantap.

Kedua, saat berbuka awali dengan minuman manis yang hagat dan makanan yang mudah dicerna. Setelah kadar gula darah berangsur normal, baru bisa menyantap makan besar. Lebih baik menyantap makanan berat setelah shalat Maghrib. Agar tubuh dan organ pencernaan lebih siap menerimanya.

Ketiga, makanlah secukupnya, setengah jam setelah berbuka. Dua jam kemudian, setelah solat tarawih, bisa menyantap kembali hidangan yang masih tersedia.

Keempat, jangan menganggap sepele makan saat sahur. Makan sahur dapat mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Hidangan sahur harus bisa menjadi cadangan kalori dan protein serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan. Sehingga rasa lapar tidak cepat terasa. Jenis makanan sahur yang cukup mengandung protein dan lemak adalah nasi, telur, dendeng, rendang, ikan dan sayuran.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, sebaiknya kita memilih makanan manis yang tidak mengenyangkan seperti buah-buahan. Kebetulan saya dan anak-anak senang membuat sop buah yang terdiri dari beberapa buah segar kesukaan kami. Karena hampir setiap hari kami berbuka dengan sop buah, anak-anak mulai bosan dan minta saya untuk membuat menu buka puasa yang lain. Kebetulan di rumah masih ada pisang tanduk. Berbuka dengan olahan dari pisang tanduk, masih termasuk menu yang sehat, bukan?

Menu Sehat Skippy

Pisang sendiri merupakan salah satu buah yang baik dikonsumsi untuk berbuka puasa. Pisang kaya dengan vitamin A, B1, B2 dan C yang dapat dengan cepat mengembalikan pasokan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat.
Nah ... karena berbuka dengan olahan pisang sangat bermanfaat, maka saya akan membuat menu buka puasa yang sederhana dan mudah dibuat yaitu Pisang Aroma Selai Skippy. 


Bahan yang diperlukan tidak banyak dan cukup mudah didapat:
  • 2 buah pisang tanduk
  • 1 bungkus kulit lumpia
  • putih telur secukupnya
  • gula putih secukupnya
  • Selai Skippy
Cara membuat Pisang Aroma Skippy:
  1. Pisang dikupas lalu dipotong-potong sesuai besar yang diinginkan. Saya memilih membuat potongan tipis memanjang, supaya pisangnya mudah matang ketika dimasak.
  2. Simpan potongan pisang di atas kulit lumpia, taburi gula pasir secukupnya.
  3. Oles dengan selai Skippy.
  4. Setelah itu gulung sesuai besarnya pisang, beri putih telur pada ujungnya untuk merekatkan.
  5. Panaskan minyak lalu goreng pisang aroma dengan api kecil agar matangnya merata.
  6. Sajikan selagi panas. Untuk menambah cita rasa, coel pisang aroma dengan selai Skippy.
Sajian yang sederhana ini tidak memakan waktu lama untuk membuatnya. Apalagi kedua anak saya ikut serta membuat makanan berbuka dengan Skippy ini. Supaya tetap terjamin kesehatannya, saya menggunakan minyak baru dan tidak menggoreng dengan minyak yang sama berulang kali.
Bagaimana hasilnya? Anak-anak suka dengan pisang aromanya. Selain manis yang dihasilkan dari pisang, ada rasa kacang yang gurih dan nikmat. Alhamdulillah, mereka suka!
Dengan menyediakan makanan yang sehat, tubuh pun tetap terjaga staminanya hingga bisa kuat menjalani ibadah puasa sehari penuh. Lalu bagaimana dengan teman-teman, sudah menyediakan menu sehat untuk berbuka dan sahur? Pasti sudah ya ... sharing resepnya, yuk!
             Salam takzim