Berwisata bagi masyarakat pada umumnya merupakan kegiatan untuk keluar dari kejenuhan aktivitas sehari-hari. Berkunjung ke tempat menarik dengan pemandangan yang eksotis memberikan banyak manfaat seperti keluar dari rutinitas yang menjenuhkan dan melelahkan. Selain itu, berwisata juga bisa membangkitkan motivasi, meningkatkan kebugaran tubuh, dan merangkai momen yang tidak terlupakan dengan keluarga.
wisata edukasi taman sejarah kota bandung

Kini manfaat berwisata berkembang lebih luas lagi. Sebagian orang melakukan perjalanan wisata, selain untuk refreshing juga sekaligus ingin belajar. Apalagi kini sudah banyak tempat wisata edukatif yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Termasuk di Kota Bandung.

Kota Bandung juga banyak menyediakan tempat wisata edukatif, diantaranya Taman Sejarah Bandung. Taman ini berada di pusat kota, di belakang Balai Kota Bandung, tepatnya. Merupakan salah satu taman tematik di kota kembang sekaligus menambah kawasan terbuka hijau di kota yang dikenal sebagai paris van java itu.

wisata edukasi taman sejarah kota bandung

Taman ini disediakan untuk masyarakat yang ingin berlibur sekaligus menambah wawasan serta belajar sejarah. Untuk bisa mengetahui sejarah Kota Bandung, masyarakat tidak dipungut biaya sepeser pun. Cukup menarik untuk dikunjungi, bukan?

Sebagai warga Bandung yang terbilang sudah cukup lama tinggal di ibu kota Provinsi Jawa Barat, rasanya enggak afdol, deh, kalau belum berkunjung ke taman yang akses untuk mencapai ke lokasinya sangat mudah ini. Apalagi di taman tersebut sejarah Kota Bandung disajikan dalam media yang unik. Yup, kita bisa banyak belajar sejarah Bandung melalui coretan mural sekitar 16 gambar, ada juga relief tentang pendiri Kota Bandung dan juga foto para walikota Bandung yang tertera di kaca akrilik.

wisata edukasi taman sejarah kota bandung
Relief yang terdapat di dinding taman seluas 2000 meter persegi itu, menceritakan perjalanan pimpinan Kota Bandung dalam mengelola kota pada masa keluarga Wiranatakusumah.Tertulis semua prestasi dan keberhasilan para bupati dalam mengelola kota pada saat itu.

Seperti pada zaman Raden Adipati (R.A) Wiranatakusumah II/Dalem Kaum di tahun 1794-1829. Beliau memindahkan Ibu Kota Kabupaten Bandung ke Kota Bandung. Melakukan perjalanan bersama 3 orang Kapetengan (pendampingnya) saat itu, yaitu Eyang Dipa, Eyang Jenggot dan Eyang Janalim. Pada waktu itu, Ibukota Kabupaten Dayeuh Kolot sudah dipandang tidak layak karena sering mengalami kebanjiran.

wisata edukasi taman sejarah kota bandung
Pemerintahan selanjutnya yang dipimpin oleh Raden Adipati (R.A) Wiranatakusumah III/ Karang Anyar 1829-1846, berperan meletakkan dasar-dasar kepemimpinan yang modern. Beliau menitikberatkan pendidikan dan ide-ide Keislaman serta tatanan pendidikan dan kesenian dalam kehidupan bermasyarakat. Wiranatakusumah III juga merupakan pendiri Mesjid alun-alun Kota Bandung

Pemerintahan Kota Bandung pada tahun 1846-1874, berada di bawah pimpinan Raden Adipati (R.A) Wiranatakusumah IV/ Dalem Bintang. Beliau saat mengelola Kota Bandung selain berhasil meningkatkan produksi kopi juga berjasa dalam memajukan pertanian dan pembangunan daerah. Peristiwa yang menarik di era pemerintahannya, beliau berhasil melakukan pengembangan Ibukota Kabupaten Bandung menjadi semakin ramai. Penerapan undang-undang agraria dan dampaknya serta Berorganisasi Priangan, dibarengi dengan pemerintahan yang semakin mantap.

Wiranatakusumah IV terkenal sebagai bupati yang progresif. Beliau yang meletakkan dasar MASTERPLAN 1850 Kabupaten Bandung yang dikenal Negorij Bandoeng. Dan di tahun yang sama, Wiranatakusumah IV menyempurnakan pendopo Kabupaten Bandung dan MAsjid Agung. Kemudian pada tahun 1866 memprakarsai pembangunan sekolah Guru (Kweekschool) atau sekolah RAJA dan mendirikan sekolah untuk para menak.

Relief berwarna keemasaan yang lainnya, mencatatkan sejarah pemerintahan R.A. Kusumadilaga yang memimpin Bandung pada tahun 1874-1893. Pada masa pemerintahan Kusumadilaga, kehidupan ekonomi rakyat mengalami kemajuan melalui sistem koperasi. Beliau juga menginisiasi pembentukan Badan Amil Zakat dan cikal bakal koperasi dengan menggerakkan Rowis (setingkat RW saat ini).

Tidak hanya Badan Amil Zakat, Kusumadilaga juga memprakarsai pembangunan di kawasan Braga dan membangun jalur kereta api dari Bandung ke Surabaya serta menghidupkan perekonomian dengan membangun cikal bakal perdagangan yang sekarang dikenal dengan kawasan PASAR BARU. Ramainya jalur kereta api Bandung - Surabaya mendukung pengembangan kawasan itu, karena stasiun kereta api Bandung berakhir di wilayah Pasar Baru.


Menyambung pemerintahan Kusumadilaga, pada tahun 1893-1918 Bandung berada di bawah pemerintahan Raden Adipati Aria Martanagara. Beliau juga memiliki prestasi dalam meningkatkan produksi kopi, memproduksi genteng untuk atap rumah penduduk, membangun sejumlah irigasi dan jembatan penghubung, mengadakan gerakan penanaman ketela pohon dan membuka serta memperluas daerah persawahan.

Atas keberhasilannya, R.A. Aria Martanagara memperoleh penghargaan berupa Bintang Mas (Besluit 27 Agustus 1900 No. 2) dan gelar Adipati (Besluit 29 Agustus 1906). Dia juga menerima Songsong Kuning dan menerima tanda kehormatan Officer Kroon Orde van Siam. Bupati Aria juga dikenal sebagai bupati pujangga dengan karya yang terkenal seperti Babad Sumedang, Wawacan Batara Rama, Wawacan Angling Darma dan Babad Raden Adipati Aria Martanagra (otobiografi).


wisata edukasi taman sejarah kota bandung

Pemerintahan Bandung selanjutnya dipimpin oleh R.A.A.H Wiranatakusumah V/Dalem Haji. Beliau merupakan anak dari Raden Adipati Kusumadilaga. Di usia 24 tahun, beliau sudah dapat menjalankan pemerintahan Kabupaten Bandung, Kemampuan beliau yang mendalam tentang Keislaman membuatnya dibanggakan. Karena sangat jarang pejabat yang menguasai kebudayaan Suda sekaligus  paham di bidang keagamaan. 


Wiranatakusumah V setelah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bandung juga menjabat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), anggota PPKI (sebelum dan setelah kemerdekaan, beliau yang mengumpulkan mandat raja-raja di Nusantara, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Raja-raja Nusantara untuk bergabung dalam NKRI.

Tidak hanya itu, Wiranatakusumah juga pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri 1945 dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung.

Tahun 1947-1956 Bandung berada di bawah kepemimpinan Raden Tumenggung Male Wiranatakusumah VI. Pada masanya, Bandung terjaga keamanan dan ketertibannya. Dari mulai memberantas Gerombolan DI/TII hingga mengadakan Gerakan Anti DI/TII. Saat itu, beliau mengerahkan kurang lebih 35.000 rakyat di Kawadanaan Cililin mengadakan "Gerakan Sisir" dengan tentara. Hasilnya bisa membuat 80 orang gerombolan tersebut menyerah.



Pengunjung Taman Sejarah Bandung tidak hanya bisa mengenal keberhasilan pemerintahan masa pemerintahan Wiranatakusumah saja. Di bagian lain dari taman ini, juga terdapat jejeran akrilik kaca yang memuat para walikota Bandung beserta prestasinya.

Salah satu walikota yang terkenal seperti H. Ateng Wahyudi masa pemerintahan tahun 1983-1993. Bandung berhasil mendapatkan Piala Adipura saat berada di bawah pemerintahan beliau yang terkenal perhatian pada kebersihan kota. H. Ateng Wahyudi juga merupakan pembuka tradisi Walikota Bandung secara tidak langsung menjadi Ketua Umum Persib. 
Banyak pihak yang menyebut Ateng Wahyudi sebagai sosok pembina bertangan dingin. Buktinya belum genap setahun beliau sudah mengantarkan Persib menjadi Juara Kompetisi Divisi Utama tahun 1986.
 
wisata edukasi taman sejarah kota bandung

Di kaca akrilik yang lain, tercatat pula pemerintahan Kota Bandung di masa pemerintahan H. Dada Rosada (2003-2013). Di kala itu terselenggara event internasional  momentum peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 2005, yang menjadikan kota dengan julukan Paris van Java ini, memiliki akses dan infrastruktur yang lebih berkualitas. Di mulai dengan pembangunan flyover Pasupati, Tol Cipularang, perluasan bandara hingga rehabilitasi lingkungan.

H. Dada Rosada juga dikenal sebagai ikon perubahan kota kembang. Masyarakat kini bisa melihat kota seluas 16.729, 50 Ha berkembang menjadi kota metropolitan yang tetap mempertahankan karakteristik sebagai kota sejarah yang melestarikan keindahan, modern, aman dan nyaman.

wisata edukasi taman sejarah kota bandung

Saya bersyukur bisa menjadi bagian masyarakat Kota Bandung yang bisa menikmati keberhasilan para pejabat dalam mengelola kota kembang. Kehadiran taman-taman kota, tempat wisata edukasi dan berbagai fasilitas umum yang tertata baik, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanergara.

Seperti Taman Sejarah Kota Bandung, yang menjadi tempat wisata murah meriah di Kota Bandung. Masyarakat bisa belajar sejarah Kota Bandung sambil menghirup sejuknya udara di bawah pohon besar yang rindang, serta menikmati dinginnya air yang berada di kolam kota.

Nah, tidak ada lagi alasan untuk tidak berkunjung ke Kota Bandung, bukan? Tata kota dan infrastruktur yang baik, ditambah banyaknya taman kota yang asri, tempat wisata menarik serta aneka kuliner enak yang tersedia di kota kembang, sayang sekali untuk dilewatkan, loh! Ditunggu, ya ... :))
         Salam takzim