Evaluasi Keuangan di Akhir Tahun. Tidak terasa akhir tahun sebentar lagi datang menjelang. Cepat sekali waktu bergulir. Masih banyak rencana yang ingin saya kerjakan di sepanjang tahun 2016 ini. Catatan resolusi yang dibuat pada awal tahun yang belum terealisasi, daftarnya masih panjang. Sedangkan tahun 2017, sudah di pelupuk mata.
 
Evaluasi keuangan di akhir tahun

Perencanaan keuangan merupakan salah satu catatan yang ada dalam resolusi pada awal tahun. Sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak, ada tugas yang menurut saya paling penting. Apalagi kalau bukan mengatur keuangan. Bukankah itu, salah satu tugas menteri keuangan di dalam sebuah keluarga?

Nah, sebelum membuat resolusi di awal tahun, sebaiknya kita mengevaluasi dahulu keadaan keuangan di sepanjang tahun. 
 

Membuat Evaluasi Keuangan

Sebaiknya rencana keuangan itu, di evaluasi minimal setiap 3-6 bulan. Namun, apabila tidak ada waktu untuk mengevaluasinya, maka akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukannya. 

Saya juga baru bisa mengevaluasi keuangan di akhir tahun. Selain asyik mengurus suami dan anak, saya juga asyik ngeblog dan menulis beberapa naskah buku. Saking asyiknya, saya nggak sempat mengevaluasi keuangan, 3 bulan atau 6 bulan.#Ehm, alasan aja ya...hihihi.

Eh, kok malah ngelantur. Yuk, kembali pada bahasan mengenai evaluasi keuangan. Jadi, sebenarnya apa aja sih, yang perlu kita telaah lebih dalam ?


Hal penting dalam keuangan

1. Berapa Utang Yang Dimiliki

Hmm...sepertinya ini adalah bahasan paling menarik ketika kita membahas mengenai keuangan. Meskipun tidak selalu berdampak buruk, tetapi kita perlu waspada. Karena ada utang yang baik dan ada utang yang jelek. Kita perlu hati-hati pada 'utang jelek' yang dapat mempengaruhi keuangan.

Lalu bagaimana kita tahu, mana utang yang baik dan yang jelek?

- Sebaiknya utang yang kita miliki dibandingkan dengan aset yang kita miliki tidak lebih kecil dari 50%.

Jadi harus ditelaah, berapa besarnya saldo utang yang dimiliki. Namun, sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa saja yang termasuk utang dan apa saja yang termasuk aset?

Adapun  yang termasuk utang yaitu KPR (kredit kepemilikan rumah), kredit kepemilikan kendaraan, kartu kredit, pinjaman dari kantor, pinjaman keluarga, cicilan barang elektronik, dan cicilan lainnya yang termasuk utang.

Sedangkan yang termasuk aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki. Misalnya, rumah, tanah, deposit, tabungan emas dan aset berharga lainnya.
Jika utang lebih besar dari 50% dari aset yang dimiliki, maka bisa dikategorikan keuangan mulai bangkrut.

- Cicilan bulanan tidak boleh lebih dari 35%.
Sebaiknya utang yang kita miliki, mempunyai catatan khusus. Apabila cicilan lebih dari 35% dari total aset, biasanya akan berpengaruh pada besarnya tabungan. Biasanya akan berpengaruh pula pada besarnya tabungan. Utang yang besar, membuat alokasi yang kita tabung menjadi lebih kecil.

2. Periksa Tabungan 

Sebaiknya kita menabung minimal 10% dari penghasilan bulanan. Eh, tapi, kalau bisa menabung lebih besar lagi, tentunya sangat baik. Bisa juga disesuaikan dengan tujuan keuangan kita. Apabila kita memiliki tujuan keuangan yang membutuhkan dana yang besar, maka tabungan kita pun mesti lebih besar lagi. Kalau menurut saya, yang paling penting sih, rutin menabung setiap bulan, betul, kan?

Cermat Mengatur Keuangan di Akhir Tahun
Gambar: Pixabay
 

3. Telaah Dana Darurat

Apakah kita sudah memiliki dana darurat? Nah, untuk yang satu ini, saya harus bolak-balik memeriksanya, nih! He he he...
Dana darurat adalah dana yang bisa menyelamatkan tujuan keuangan kita. Apabila ada biaya yang diluar dugaan, maka kita bisa menggunakan dana darurat. Tanpa mengorbankan tabungan lainnya, seperti dana pendidikan atau dana hari tua.

Lalu, berapa besarnya dana darurat yang kita miliki? Sebaiknya besaranya 3 kali biaya bulanan. Artinya, jika biaya bulanan kita sebesar 10 juta, maka dana darurat yang kita perlu dipersiapkan adalah 30 juta. Hmm...termasuk besar juga, ya ... 

4. Memiliki Asuransi?

Masyarakat saat ini, sudah mengetahui pentingnya mempersiapkan asuransi. Asuransi dapat memberi perlindungan yang kita butuhkan. Periksa kembali, sudahkah kita memiliki asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dan asuransi aset yang kita miliki?
Memang, tidak ada yang mengharapkan hal buruk terjadi dalam kehidupan kita. Namun, jika memang ini terjadi, diharapkan asuransi dapat melindungi semua hal tersebut.


Mengatur Keuangan di Akhir Tahun
Gambar dari Pixabay

5. Cek Tujuan Keuangan

Untuk membuat resolusi yang akan dilakukan di tahun depan, kita perlu memiliki tujuan keuangan. Jika tidak ada tujuan yang jelas, maka penempatan dana yang akan dipersiapkan menjadi tidak optimal.

Dana pensiun merupakan tujuan utama yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang. Selanjutnya untuk yang sudah berkeluarga, seperti saya, dana pendidikan anak perlu dipertimbangkan setelah dana pensiun. 

Di luar itu, masih banyak lagi tujuan keuangan yang bisa dijadikan dasar penempatan dana. Contohnya, keinginan naik haji, melakukan perjalanan wisata, memilik rumah, dan tujuan keuangan lainnya.

6. Investasi

Pertanyaan selanjutnya, apakah kita sudah memiliki investasi? Berinvestasi tentu saja berhubungan dengan resiko. Resiko apa? Resiko bahwa kita kita perlu menabung lebih besar untuk mencapai tujuan keuangan tersebut.
Bagaimana pun untuk mencapai sesuatu memang dibutuhkan pengorbanan, bukan?


Memeriksa Keuangan di Akhir Tahun
Gambar dari Pixabay 
 

7. Apakah Rencana Keuangan yang Dimiliki Sudah Jelas?

Semakin jelas rencana keuangan kita, maka akan semakin baik. Dengan rencana keuangan, langkah-langkah pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah dan tertata.

Tidak perlu sesempurna para Perencana Keuangan. Kita pun bisa membuat rencana keuangan dengan sederhana. Dengan ini, kita bisa membuat resolusi awal di tahun depan.

Setidaknya satu kali dalam setahun kita bisa melihat pencapaian yang telah diraih dalam jangka waktu setahun. Dari evaluasi tersebut,  kita bisa membuat rencana keuangan lebih baik lagi di tahun depan

Saya pun mulai bertanya dalam hati. Bagaimana hasil evaluasinya tahun ini? Apakah sudah sesuai dengan rencana keuangan? Ini penting bagi saya, karena dengan begitu, saya bisa melangkah, menentukan hal apa saja yang butuh untuk diperhatikan. 

Dengan mengevaluasi keuangan tahun sebelumnya, diharapkan resolusi tahun depan bisa lebih baik lagi. Karena menurut saya, pengalaman merupakan pelajaran yang paling berharga.

Nah, teman-teman, sudah mengevaluasi resolusi tahun kemarin? Apa resolusi yang akan dibuat untuk tahun depan?
 
 
 Salam takzim