Filosofi Ayam Betina Versus Penyu

Ayam betina bertelur
Siapa tidak mengenal ayam betina? Ayam dengan bulu yang tebal, memiliki jengger yang tidak panjang dan berbadan agak bulat. Pernah mengamati bagaimana ayam betina ketika sedang bertelur? Berapapun jumlah telurnya, ayam betina memiliki kebiasaan  memberi pengumuman pada dunia jika dia telah bertelur..he..he.. Coba saja amati. Ketika ayam betina bertelur, suaranya akan terdengar sampai ke penjuru kampung. Berpetok-petok... eh mengeluarkan suara dengan tiada hentinya, ya kan?
Penyu : illustrasi bersumber dari sini
Lain ayam betina, lain lagi dengan penyu. Dua makhluk ini sama-sama berkembang biak dengan cara bertelur. Tapi mereka memiliki kebiasaan yang berbeda. Ketika penyu bertelur, hampir tidak ada satupun makhluk lain yang mengetahui selain dirinya sendiri. Berjalan secara perlahan, nyaris tanpa suara. Mencari tempat yang jauh dari manapun. Ketika sudah ditemukan tempat yang dirasa tepat dan aman, penyu akan menggali lubang untuk menyimpan telurnya.
Penyu yang sedang bertelur

Penyu akan menggali tanah hingga ke dalam. Menyembunyikan telurnya. Setelah mengeluarkan telurnya, penyu akan menutup rapat tanah itu sehingga tidak akan ada yang menyadari jika di bawah tanah, telur yang jumlahnya banyak itu berada disana. Lalu, penyu akan pergi meninggalkan telur-telur itu tanpa ada niatan sedikitpun untuk menengoknya kembali.
Sungguh cara bertelur yang sangat berbeda dengan ayam betina tadi bukan?
Ustad Dedi Sugandi ketika mengisi pengajian yang saya ikuti kemarin, berpesan untuk melihat dan mempelajari serta mengambil hikmahnya. Bagaimana cara dua makhluk ini bersikap ketika telah selesai bertelur. Dihubungkan dengan sikap dan perilaku kita sebagai makhluk Tuhan yang telah  dibekali akal pikiran. Mungkin akan kita temui, ada sebagian orang yang bertingkah laku seperti ayam betina. Ketika telah menghasilkan sesuatu atau usai berbagi pada yang lain, akan bersuara lantang untuk mengumumkannya pada dunia. Tidak perduli  banyak atau sedikit, bermanfaat atau tidak. Selalu saja bersuara agar orang lain dapat melihat bahwa dirinya telah menghasilkan dan telah berbagi dengan yang lain.
Bagaimana dengan orang yang bersikap seperti penyu ketika selesai bertelur? Orang ini memiliki karakter yang tidak ingin semua orang mengetahui apa yang telah dia hasilkan. Melakukan semua prosesnya secara sembunyi-sembunyi agar tidak ada yang mengetahuinya. Ketika  sudah berbagi, orang dengan tipe ini akan bersikap seolah-olah belum melakukan hal itu. Dia tidak berniat melihat kembali ke belakang dan mengingat-ingatnya kembali.
Tetapi, ada pula orang yang sengaja memberitahukan keberhasilannya kepada semua orang dengan tujuan memberikan motivasi bagi yang lain. Berharap kesuksesan dapat menulari orang lain untuk mengikuti jejaknya. Ingin orang lain bisa sukses bersama-sama dengan dirinya. Agar tidak ada lagi orang yang kekurangan di sekitarnya. Tentu saja, orang dengan karakter seperti ini tidak termasuk ke dalam tipe seperti penyu atau ayam betina ketika habis bertelur. Lalu bagaimana dengan teman-teman? Kita termasuk yang mana ya..? Hi..hi..hi

 

14 comments:

  1. Jadi duluan mana telur atau ayam ??? hahaha

    ReplyDelete
  2. Yang sembunyi2 berarti lebih berharga.. Buktinya telur penyu lbh mahal drpd telur ayam.. Haha.. Aku pernah ke penangkaran penyu, setelah penyu bertelur, telurnya dipindahin ke tpt khusus supaya gak dicuri orang yang tdk bertanggung jawab..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya..kalo amal baik gak diumumkan pasti lebih bagus kan..? :)

      Delete
  3. kalau saya suka cara yang lain,,,biarkan orang lain yang mempublikasikan, kalau ingin....tapi kalau soal karya tulis, saya wajib share linknya ke tempat yg tepat,,misal biar blognya laris pengunjungnya, ka wajib itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuujuuu mbak..kalo soal karya tulis, pasti lain persoalannya. Justru karya tulis harus banyak di share, apalagi yang bermanfaat untuk orang banyak.

      Delete
  4. Nah itu mbak nah lo hahah ... salam buat pak ustadnya mbak hehe, wah jadi gimana nih nasib blogger apa postingannya harus sembunyi" yax hahaha Travel blogger galau haha haseehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuh..gak perlu galau mas brow, beda persoalannya kalee..kalo tulisan kita bermanfaat untuk orang lain kenapa gak di share aja? kan dapet pahala juga he..he. :D

      Delete
  5. Wah saya yang mana ya.. paling senang bikin 'pengumuman' biar sama2 sukses hehe.. moga dijauhkan dari riya' ya.. Ammin.. btw bagi2 dong Teh tips optimasi blognya.. dah ada iklannya tuh..utk yang ini mah jangan ngikutin penyu aaah.*ngarepdapetilmunya ;)

    ReplyDelete
  6. terima kasih sharingnya, mbak. yang penting bisa selalu ikhlas dalam berbuat ya.

    ReplyDelete
  7. Tetapi, ada pula orang yang sengaja memberitahukan keberhasilannya kepada semua orang dengan tujuan memberikan motivasi bagi yang lain. Berharap kesuksesan dapat menulari orang lain untuk mengikuti jejaknya. Ingin orang lain bisa sukses bersama-sama dengan dirinya. Agar tidak ada lagi orang yang kekurangan di sekitarnya. Tentu saja, orang dengan karakter seperti ini tidak termasuk ke dalam tipe seperti penyu atau ayam betina ketika habis bertelur. <<<< jadi masuk tipe apa dong yang ini, bukan ayam dan bukan pula penyu

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}