Akibat Tidak Melek Perpajakan



            Kemarin sore, saya mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Sempat berpikir untuk tidak menerima telepon itu, karena saya lagi asyik berselancar di dunia maya. Tapi akhirnya, saya putuskan untuk menerima telepon itu. Terdengar suara wanita yang berbicara dengan sopan. Memperkenalkan dirinya sebagai karyawati sebuah bank pemerintahan.
“ Maaf Bu, saya Iren (bukan nama sebenarnya) dari Bank ***, hendak menanyakan nomor NPWP yang dimiliki oleh Ibu? Maaf, sepertinya karyawan kami yang terdahulu lupa mencantumkan nomor NPWP Ibu. Bisa saya minta nomornya Bu? “ katanya setelah mengecheck kebenaran nama lengkap saya.
“ Oh..ada Mbak, tapi NPWP saya sudah lama. Dibuat sekitar tahun 2007, tidak apa-apa?” Tanya saya, setelah melihat kartu yang sudah mulai kusam itu.
“ Tidak apa-apa Bu, nomor NPWP itu berlaku selamanya” jelas Mbak Iren. Dugaan saya, dia tersenyum sendiri mendengar pertanyaan lugu saya..he..he. Sebenarnya saya ragu untuk memberikan nomor itu padanya. Siapa tahu, dia sebenarnya bukan karyawati bank itu? Bisa saja, ini modus baru untuk melakukan penipuan? Tapi akhirnya, dengan berat hati saya sebutkan juga nomor yang berjumlah 15 angka itu. 
Untuk menghilangkan rasa penasaran, kemudian saya mencari tahu kegunaan nomor NPWP bagi administrasi bank. Ternyata seperti yang tercantum pada keuanganlsm.com, NPWP diperlukan untuk data administrsi di bank. Berguna untuk memudahkan pembuatan rekening koran di bank dan juga untuk mengajukan kredit bank.
Selain itu, NPWP juga dapat digunakan untuk pembuatan paspor, membayar Pajak Finansial seperti PPh Final, PPN, BPHTB dan lain sebagainya.  Dalam perpajakan, NPWP dapat memudahkan pelayanan pengembalian pajak, pengurangan pembayaran pajak serta penyetoran dan pelaporan pajak.
Ketidaktahuan tentang kegunaan NPWP membuat saya berprasangka yang tidak baik pada orang lain. Ruginya menjadi orang yang tidak tahu. Tidak menutup kemungkinan, jika masih ada orang yang tidak mengetahui kegunaan NPWP, kegunaan pajak atau cara membayar pajak.
Jika saja seluruh masyarakat mengetahui seluk beluk pajak, tidak akan ada perasaan saling curiga dengan pihak terkait. Sebenarnya ini merupakan tugas seorang konsultan pajak untuk membuat masyarakat melek pajak. Karena tugas konsultan pajak adalah sebagai pemberi edukasi yang wajib menuntun kliennya untuk membayar pajak dengan benar, hemat dan tidak menyalahi aturan. Sehingga kewajiban kepada negara dapat terlaksana dengan baik.
Saya jadi teringat pada Mbak Zeti Arina, yang menjabat sebagai CEO di Artha Raya Consultan. Beliau merupakan salah seorang konsultan pajak yang telah memahami seluk beluk mengenai pajak. Aktif dalam Ikatan Konsultan Pajak Indonesia dan berpengalaman menangani berbagai macam kasus perpajakan. Menurutnya, profesi konsultan pajak harus bisa memberikan informasi untuk menuntun kliennya membayar pajak dengan benar, hemat dan tidak menyalahi aturan.
Mudah-mudahan Mbak Zeti dan konsultan pajak yang lainnya, bisa memberikan edukasi pada masyarakat agar paham mengenai masalah perpajakan. Dan tidak ada lagi keraguan dalam proses pembuatan NPWP atau merasa sulit membayar pajak. Dengan mengetahui kegunaannya, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kewajibannya pada negara dengan suka rela membayar pajak.
Zeti Arina
          

7 comments:

  1. Hehehe jadi ingat kapan hari saya juga ditelpon seseorang. Tapi bukan karyawati bank, malah ngaku anak saya yang kecelakaan haha

    ReplyDelete
  2. Sebenernya banyak yang melek perpajakan. Tapi enggan mencantumkan karena kena potongan. Usaha aja belum sukses sudah kena pajak duluan. Coba pajak ditangguhkan, makin makmur aja indonesia.

    ReplyDelete
  3. wah saya belum ngurus NPWP hehe, masih belum lengkap yah rasanya jadi warga Indonesia hehe pizz...smga ada waktunya entar diurusin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo... Angkiii...supaya bisa lengkap jadi warga Indonesia...hi..hi

      Delete
  4. Salah satunya sih dipakai untuk bebas fiskal sukarno Hatta. Lumayan lho jumlahnya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}