Belajar Mandiri di Tiga Benua



Berbagai macam alasan yang dimiliki seseorang untuk pindah menetap ke luar negeri. Alasan pendidikan, bekerja dengan perusahaan asing, mengikuti orang tua, mengikuti suami, mencari sumber penghasilan atau untuk melatih kemandirian. Beberapa orang mengaku lebih nyaman dan betah tinggal di luar negeri. Terutama karena adanya rasa aman, jaminan kesehatan yang memadai, jaminan pendidikan yang serba gratis atau suasana kehidupan yang lebih demokratis.
Apapun alasannya, untuk tinggal di luar negeri membutuhkan persiapan yang matang. Pebedaan kultur budaya dan bahasa adalah hal penting yang harus dipersiapkan. Selain itu perlu diperhatikan bahwa perbedaan waktu dapat mempengaruhi kebiasaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

Stefi Siera Ngangi
Bercerita tentang Stefi Siera Ngangi, entrepreneur muda yang mempunyai pengalaman tinggal di tiga benua. Orang tuanya menginginkan Siera kecil bisa hidup lebih mandiri. Di usia yang masih belia, dia dikirim oleh orang tuanya untuk menempuh pendidikan di Singapura. Selain agar bisa lebih mandiri, orang tuanya juga menginginkan Siera mahir dan  menguasai Bahasa Inggris.
Untuk anak yang baru saja tamat sekolah dasar, hal ini membuat Siera kaget. Hal ini diungkapkan Siera ketika diwawancara oleh Sarah Sechan di Net TV, beberapa waktu yang lalu. Di saat dia bersama temen-temannya telah berencana untuk sekolah di tempat yang sama selepas SD, namun orang tua Siera  malah menginginkan dia untuk melanjutkan sekolah di Singapura.
Hari-hari Siera selama berada di Singapura tentu saja berbeda dengan kehidupannya di dalam negeri. Dia dituntut untuk hidup lebih mandiri. Beruntung dia tinggal bersama orang tua angkat yang begitu memperhatikannya. “Hidup di luar negeri memaksa saya beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru dan teman-teman dari berbagai macam negara,” Ujar Siera.
Setelah tinggal 1,5 tahun di Singapura,  orang tua Siera memutuskan untuk memindahkan anaknya bersekolah di Gisborne Girls’ High School, New Zealand. Menurut Siera, orang tuanya tidak begitu menyukai aksen Bahasa Inggris yang dipergunakan di Singapura. Mereka menginginkan anaknya belajar Bahasa Inggris dengan aksen yang lebih umum digunakan. Setelah tamat bersekolah di New Zealand, Siera pindah ke Kanada karena mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar.
Pertama kali tinggal di Kanada, Siera harus dihadapkan dengan datangnya musim dingin. Dia yang baru pertama kali merasakan dinginnya di tengah salju, menggigil kedinginan dengan suhu minus 30 derajat celcius. Beruntung keluarga angkatnya di sana, menyediakan perlengkapan untuknya. Seperti jaket tebal, sarung tangan dan penutup kepala.
Untuk mendapatkan tambahan biaya hidup selama di luar negeri, Siera memanfaatkan hobinya. Siera yang memiliki hobi menari, sering diminta untuk mengajarkan tari balet atau tari tradisional. Dari hasil memberikan pengajaran itu, Siera pun memiliki tabungan yang lumayan. Berawal dari tabungan ini pulalah, akhirnya dia bisa membuka bisnis sendiri di usia 18 tahun.
Mendirikan Stefie’s House of Creativity pada tahun 2006 di Kota Bekasi. Sekolah seni yang mengajarkan berbagai macam seni tari untuk anak kecil. Selanjutnya dia pun mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan KiwiKids Preschool & Kindergarten dan Kiwi School. Kesuksesan Siera tidak terlepas dari pengalamannya hidup mandiri di luar negeri. Terus belajar cara berkomunikasi yang baik dari orang sekitarnya.  
Kemandirian bukan berarti tidak membutuhkan orang lain. Yang dimaksudkan di sini yaitu mandiri yang tidak selalu bergantung pada orang lain. Dapat memecahkan masalah dan berani mengambil suatu keputusan. Karena di masa yang akan datang, para generasi muda diharapkan bisa lebih mandiri dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk kemajuan bangsa. 

7 comments:

  1. Gue bangetz hehe...pengen bnget merasakan tinggal di luar negeri semangat ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak..pengen banget merasakan tinggal di luar negeri..seru kayaknya.. he..he

      Delete
  2. Hebat ya ortunya juga anaknya.. kalo saya belum berani kirim anak sekolah terlalu jauh.. boarding masih dekat dari Bandung aja sering cirambay he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Teh, kalo kita gak begitu kuat harus pisah terlalu jauh dari anak ya..he..he

      Delete
  3. wah cerita hidupnya keren... semoga nikmatnya barokah itu mbak temnnya dan bisa bermanfaat..aamiin....

    ReplyDelete
  4. wah cerita jalan hidup yg keren mbak...smga nikmatnya barokah dan ketemu sama cahaya yg makin terang....

    ReplyDelete
  5. Semoga anakku lebih beruntung dibanding saya kelak.. Amiiin...

    *mupeng pengen punya anak sekolah di luar negri..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}