Tips Menulis Review Sebuah Produk

Tips menulis review sebuah produk, merupakan salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi bagi yang senang membuat review produk, tempat dan tentu saja dibutuhkan bagi penerima job review. Selama ini, menulis review sebuah produk biasanya menggunakan media sosial seperti blog, facebook, twitter atau instagram sebagai sarananya.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/tips-menulis-review-sebuah-produk.html

Cara untuk menulis review ini pun, tentu saja juga menjadi kebutuhan saya ketika menerima job review dan diperlukan untuk mengikuti lomba-lomba blog yang menuntut pemberian testimoni terhadap sebuah produk.
Atas dasar ini pula, saya begitu bersemangat ketika Indscript mengadakan sebuah acara pelatihan mengenai cara menulis testimoni sebuah produk.
Acara ini sebenarnya telah lama diadakan, tapi karena saya sangat membutuhkan materinya dan takut hilang tercecer, maka lebih baik saya menuliskannya di sini.

Pelatihan ini diadakan di rumah Teh Indari, CEO Indscript yang berada di Jalan Mohammad Toha Bandung. Meskipun dari luar kota, saya gak mau ketinggalan pelatihan yang seru ini, dong! Beruntung pak suami mengijinkan bahkan mengantarkan saya hingga ke lokasi.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya saya sampai di lokasi. Tepat sesaat adzan Ashar selesai berkumandang. Begitu memasuki rumah yang sekaligus dijadikan kantor oleh pemiliknya, Teh Iin begitu panggilan kami, sedang melakukan sholat Ashar berjamaah bersama karyawannya.

Secara bergantian semua peserta melaksanakan sholat Ashar. Dan ketika semuanya telah siap, acara pun dimulai. Berlanjut pada acara perkenalan dari setiap peserta dan pembagian sebuah produk pembersih muka.

Kami, peserta pelatihan diminta untuk memilih produk yang sesuai dengan kulit wajah kami dan kemudian mencobanya.
Tips Menulis Review atau Testimoni

Dalam kesempatan pertama, pemberi materi menjelaskan pada peserta pelatihan, mengenai alasan pentingnya sebuah testimoni bagi produsen sebuah produk. Alasan membuat testimoni sebuah produk, yaitu untuk membuat orang lain tertarik menggunakan produk tersebut. Selain itu, testimoni produk dinilai bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang dapat membawa calon pelanggan baru.

Ada dua cara untuk menuliskan review sebuah produk, yaitu :
  • Cerita dapat dituliskan dengan jelas, singkat, padat dan langsung tertuju pada brand atau merk produk. Cara ini disebut testimoni langsung.
  • Sedangkan testimoni tidak langsung, menuliskan apa yang kita rasakan ketika menggunakan sebuah produk dalam cerita keseharian yang dikemas secara menarik.
Dalam pelatihan yang saya ikuti, peserta diajarkan bagaimana cara membuat review produk dalam sebuah cerita yang menarik dan membuat orang tidak menyadari jika telah digiring ke dalam sebuah iklan.

Lalu, bagaimana caranya menulis cerita yang dapat membuat orang tidak menyadari sebetulnya penulis sedang beriklan dalam cerita tersebut?
  • Membuat tulisan yang memiliki konsep dulu dan sekarang. Contohnya : Dulu saya menggunakan sabun untuk mencuci pakaian dengan dua gelas takar, sedangkan sekarang saya hanya menggunakan satu gelas takar saja. Mengapa?
  • Menceritakan kegiatan sehari-hari kita yang dikaitkan dengan produk, bahkan tanpa menyebutkan brand atau merknya secara langsung. Contohnya : Hari ini cucian saya bersih sekali. Kemarin kenapa gak bersih? Kenapa kurang bersih? Dan lain sebagainya.
Yang selalu ditekankan oleh pemberi materi yaitu untuk membuat review sebuah produk tidak hanya sekedar kata-kata saja, namun yang pasti kita harus merasakan sebelum menuliskannya.

Karena itulah, sejak awal kami diberi produk pembersih wajah kemudian diminta langsung menggunakannya sehingga bisa merasakan produk tersebut pada kulit wajah kami.

Ketika itu, kami diminta untuk merasakan sensasi setelah menggunakan produk yang dipilih.
Masing-masing peserta pun mengungkapkan perasaan mereka ketika menggunakan pembersih muka itu. Selanjutnya, kami diminta menuliskan lima hal yang dirasakan saat menggunakan produk tersebut.

Dan apa yang saya rasakan? Produk yang saya pilih, begitu harum dan membawa perasaan yang menenangkan. Selain itu saya juga merasa lebih segar, kulit menjadi kesat bebas dari kotoran, terasa lembab sehingga ingin selalu memegang pipi dan produk ini juga terasa ringan di kulit muka.

Dari 5 hal yang telah dirasakan tersebut, kami diminta membuatnya sebagai kata kunci. Berdasarkan kata kunci tersebut kami diminta untuk menulis sebuah cerita testimoni.

Langkah menulis review yang diajarkan oleh pendiri Sekolah Perempuan itu, terdiri dari 4 tahap, yaitu :
  1. Membuat judul testimoni yang paling mewakili perasaan kita. Untuk produk pembersih muka tadi, saya memilih judul "Segar Setiap Saat".
  2. Buat kata pembuka yang menarik pembaca, agar mereka tertarik untuk meneruskan membaca cerita kita hingga akhir bagian.
  3. Tuliskan isi yang menyenangkan. Di bagian ini, pemberi materi menyarankan kita untuk menceritakan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Dua sisi kegiatan kita seperti work and play. Temukan hubungan yang timbul dalam kegiatan 'work' dan 'play' keseharian kita. Contohnya, menceritakan penampilan kita ketika sedang hangout dan ketika sedang bekerja. Bagaimana cara kita menjaga penampilan agar selalu terlihat segar baik ketika sedang bekerja maupun sedang bersantai.
  4. Tutup cerita dengan ajakan untuk menggunakan produk tersebut.
Dengan tahapan yang terstruktur dengan apik, diharapkan dapat menghasilkan sebuah cerita yang menarik sehingga orang tidak menyadari jika sedang digiring dalam sebuah iklan. Dan penulisnya pun, tidak terlihat sebagai pengiklan.

Setelah mendapatkan  materi tentang cara menulis review, peserta pun mendapat tantangan untuk membuat testimoni mengenai produk pembersih muka tersebut. Kami diberi kesempatan untuk menuliskannya hanya dalam waktu 5 menit. Yang terbanyak menuliskan kata, mendapatkan hadiah dari pihak panitia.

Selanjutnya, kami pun diminta untuk meng-upload cerita tersebut di media sosial. Alhamdulillah, saya bisa mendapat hadiah karena berhasil sharing di 3 media sosial. Ssstt.. ada rahasianya, mengapa saya bisa menang. Karena saya menggunakan jaringan internet sendiri, sedangkan peserta yang lain menggunakan wifi yang tersedia di sana..hi..hi..hi

Nah, teman-teman, itulah cara menulis testimoni sebuah produk yang saya peroleh ketika mengikuti pelatihan di Indscript. Apakah teman-teman ada yang mau menambahkan? Ditunggu, ya.. :)

47 comments:

  1. Soft selling memang lebih enak ya mbak. Makasih sharingnya bisa dipake klo kapan2 dpt job review lg ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..lebih enak buat soft selling :). Terima kasih udah mampir ya, mbak.

      Delete
  2. waah saya jadi merasa ikut pelatihannya mba..
    terimakasih ilmu nya yaaa

    ReplyDelete
  3. Makasi sharingnya mbak nurul �� bermanfaat bgt buat blogger nubie kaya saya... Jadi nambah wawasan ttg nulis review produk ����

    ReplyDelete
  4. Makasih tipsnya mbak, sangat berguna ^^

    ReplyDelete
  5. masih kurang bisa menulis soft selling hihihi maklum bakul :D makasih sharingnya ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi..hi..bakulnya sekarang diubah jadi soft selling, Mba :)

      Delete
  6. Simpel ternyata ya mb, use your feeling *tsaaah

    ReplyDelete
  7. Nyatet tipsnya Mak. Makasih ya sudah sharing

    ReplyDelete
  8. Makasih yah mba sharingnya, perlu iniii ^^

    ReplyDelete
  9. makasih sharingnya ,mencerahkan

    ReplyDelete
  10. Ooowww.. tips yang sangat bermanfaat! Sepertinya kalau yang soft selling itu lebih asik ya. Tapi mau tanya boleh? Kalau metode soft selling, berarti produknya baru disebut di akhir ya? Apa boleh dari awal disebut merknya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung, kesukaan sih, Mba. Kadang ada yang di awal tapi ada juga yang disimpan di akhir. Tapi lebih soft selling jika disebut di akhir,mba :)

      Delete
  11. sangat berharga sekali kak ilmunya, terimkasih sudah mau berbagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mba :)Semoga bisa bermanfaat, ya

      Delete
  12. wah postingannya benar-benar membantu kak karena lagi belajar juga posting review produk. salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa bermanfaat ya..salam kenal juga :)

      Delete
  13. Ajarkeun aku dunk mb nurul, aku klo review masih ketara jualan banget huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan-pelan belajar Dek, lama-lama pasti bisa, deh! Ayo semangaat!! :)

      Delete
  14. Wah penting bngt infonya neh mbak, segera dipraktekan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, udah ada job ya? Segera praktekan mbak :)

      Delete
  15. makasih, teh. bukmark dulu. siapa tahu ada yg mau lempar produk u diripiu ke sayah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuh, kalo dilempar bisa rusak ateuuh hi..hi..hi

      Delete
  16. Tipsnya membantu, aku masih kudu banyak blajar yg kalimat pembuka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa mbak..saya juga kadang bingung di kalimat pembuka :)

      Delete
  17. wah boleh nih di praktekan hehe terima kasih mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm...kalo Angki mah, udah sering ya, kan?

      Delete
  18. Ilmunya sangat bermanfaat :D Aku juga sering pakai cara kedua. :D

    ReplyDelete
  19. trims sharingnya ya. Harus banyak belajar soft selling...

    ReplyDelete
  20. Makasih tips2nya mbak..

    Salam kenal :)

    ReplyDelete
  21. Makasih mbak, bermanfaat ini infonya.
    ditunggu untuk tips lainnya mbak :)

    ReplyDelete
  22. Trims mbak buat sharingnya. Bermanfaat banget buat saya yang sedang belajar menulis.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}