Maksimalkan Hidup dengan Berbagi Ilmu

Tiba-tiba muncul dalam pikiran saya untuk memaksimalkan hidup dengan berbagi ilmu. Mengapa, pikiran itu bisa terbersit dalam pikiran?
Karena saya mendengar lagi sebuah kabar duka. Seorang kawan telah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa. Padahal beberapa waktu yang lalu, saya juga mendapat kabar yang sama mengenai kepergian orang-orang yang usianya lebih muda dari saya. Hal ini membuat saya harus berpikir berulang kali, jika kematian datang tidak memandang usia. Siapa pun yang telah tiba waktunya, pasti tidak akan bisa lari untuk menghindari kematian.
http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Lalu, kembali muncul pertanyaan yang selalu ada di setiap kabar kematian. Apakah saya sudah siap menghadapi kematian? Apa saja yang sudah saya lakukan di hidup ini? 


Karena tidak ada yang bermanfaat ketika kita sudah tiada, kecuali tiga perkara : sedekah yang kita keluarkan, ilmu yang bermanfaat serta doa dari anak yang sholeh.

Dari ketiga perkara tadi, apa yang bisa saya lakukan? Memberi sedekah yang banyak? Mengajarkan atau berbagi ilmu? Ilmu apa yang saya miliki? Atau doa anak yang sholeh?
Duh...kok saya merasa belum memiliki kompetensi yang cukup untuk semua itu. Tapi, itu tidak membuat saya berhenti. Karena, secara tidak sengaja saya pun menemukan pernyataan  dari Imam Gozali yang mengatakan :

Jika kau bukan anak raja, bukan ulama terkenal, maka menulislah.

Menulis? Bukankah itu hobi saya sejak masih di bangku sekolah? kenapa tidak saya gunakan hobi saya itu untuk berbagi? Saya menggantungkan harapan dengan beberapa tulisan yang tercipta, dapat berguna untuk orang lain. Bukankah itu juga sudah bermanfaat untuk berbagi dengan orang lain?

Terus terang, hal itu membuat saya lebih bersemangat menjalani hidup. Saya pikir dengan cara berbagi melalui tulisan, saya bisa memaksimalkan hidup. Ada sesuatu yang bisa dikenang jika suatu saat nanti, saya dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa.

Memang tidak terasa, sudah hampir tiga tahun saya menekuni hobi menulis. Tak terkira rasa syukur dipanjatkan, jika ada pembaca yang bisa mendapatkan manfaat dari tulisan saya. Bahkan ada beberapa yang menghubungi secara pribadi ketika membaca sebuah tulisan di blog saya. Ya ... senang rasanya bisa berbagi ilmu dan membuat hidup berguna lebih maksimal.

Namun, saya juga manusia biasa, yang bisa merasa jenuh, bosan atau merasa kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Entah kenapa, rasa bosan mulai menghampiri. Aktivitas sehari-hari yang berkutat dengan blog membuat hidup hanya berjalan lurus, tanpa warna-warni yang berarti. Kadang saya juga merasa kurang fit, badan terasa lemas tidak bergairah.

Jadi, kamu bosan menulis? Kamu mau berhenti menulis, Nur? Oh, bukan, bukan itu! Saya tetap menyenangi aktivitas menulis, tapi aktivitas itu sekarang sudah menjadi hal yang rutin saya lakukan setiap hari. Saya ingin lebih memaksimalkan hidup saya. Mungkin, boleh dibilang, saya ingin berbuat lebih dari hanya menulis di blog. Saya ingin memaksimalkan hidup saya, semacam live to the max!

Hingga akhirnya saya melalui beberapa tahap di kehidupan yang membuat saya lebih semangat dan merasa hidup lebih berarti.

Menulis Buku Anak
Menulis buku, akhirnya menjadi pilihan saya untuk memaksimalkan hidup dengan berbagi ilmu. Beberapa naskah buku sudah mulai digarap dan saya kirimkan ke penerbit. Namun, untuk menembus penerbit, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Waktu berlalu tanpa terasa, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, belum ada tanda jika naskah saya akan diterima oleh penerbit.

Hingga hampir satu tahun kemudian, saya mendapatkan sebuah kabar yang membuat saya lebih bersemangat. Salah satu penerbit buku anak, melirik naskah saya dan akan menerbitkannya. Live to the max! Mungkin itu ungkapan yang dapat mewakili perasaan, kala mendengar kabar dari editor yang menghubungi saya.

http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Akhirnya saya bisa menerbitkan buku anak. Sebuah buku yang mengajak anak untuk mempelajari ilmu pengetahuan di sekitarnya, dan dikaitkan dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur'an. 

Sebenarnya apa yang melatarbelakangi saya untuk menulis buku anak? Kenapa bukan jenis buku lainnya? 
Begini, setiap orangtua ingin anaknya berperilaku baik dan berakhlak mulia, bukan? Begitu juga dengan saya. Anak saya cenderung kurang menerima jika harus dinasehati terus-menerus. Dan hal ini membuat saya harus menggunakan cara lain, agar mereka bisa dididik nuraninya dan memiliki karakter yang baik.

Melalui cerita, biasanya anak tidak merasa digurui, dan mereka cenderung lebih menerima pesan moral yang terkandung dalam cerita. Oleh karena itulah, saya lebih fokus untuk membuat buku anak. Untuk mempermudah mendidik anak-anak saya.


Terus terang, terbitnya buku tersebut membuat saya jadi lebih bersemangat. Tanggapan dari keluarga, teman dan pihak lainnya, membuat hidup saya lebih merasa hidup. Dan mendorong keinginan, untuk bisa membuat buku anak lagi. Dengan harapan kehadiran buku-buku tersebut, bisa membentuk karakter anak-anak melalui cerita yang saya sajikan.

http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html
Berbicara Tentang Literasi Anak di Sonora FM Bandung
Ternyata kelahiran buku saya, berdampak pada hal yang lainnya. Seorang chief editor dari Indscript mengajak saya untuk siaran di sebuah radio di Kota Bandung. Chika Ananda memberikan kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Berbicara di radio? Itu hal yang belum pernah saya lakukan. Dan tentu saja, saya menyambut tawaran Chika dengan senang hati. Pengalaman baru yang bisa membuat hidup saya lebih berwarna dan tentu saja bisa membuat aktivitas saya lebih hidup.

Beberapa hari sebelum melakukan siaran, saya merasa gelisah. Tidak tahu apa yang harus saya lakukan, dan masih tidak bisa membayangkan, apa yang akan saya hadapi ketika siaran nanti. Akhirnya saya merasakan pasang surut perasaan yang sudah lama tidak saya rasakan.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Hingga akhirnya saya pun harus menghadapi hari yang akan dikenang seumur hidup. Berbicara tentang literasi anak secara live di radio, dan didengarkan oleh banyak orang. Rasa gugup yang dirasakan menjelang saat siaran, perlahan hilang seiring keceriaan dan keramahan Chika dan akang penyiar radio. Duh ...maaf saya lupa nama penyiarnya .. ^_^

Dengan lebih santai, kami pun berbincang mengenai literasi anak diawali pembahasan buku saya yang baru saja terbit. 


Ketika melihat saya yang juga merupakan seorang ibu dengan dua orang anak, akang penyiar meminta saya untuk berbagi bagaimana membuat anak-anak lebih mencintai membaca buku. Sharing keseharian anak-anak ketika berinteraksi dengan buku di rumah. 

Begitu pula dengan Teh Chika Ananda yang sebelumnya merupakan seorang pengajar di sebuah sekolah, diminta untuk menceritakan pengalamannya ketika mengenalkan literasi pada anak usia 6-7 tahun.

Berbincang mengenai literasi dan dunia anak-anak memang hal yang mengasyikkan bagi saya. Dan pengalaman siaran di radio pun menjadi sebuah sejarah yang memaksimalkan pengalaman dalam hidup saya.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Menjadi Trainer Menulis Cerita Anak
Dampak terbitnya buku saya, ternyata juga menarik perhatian seorang kawan yang memiliki usaha di bidang kepenulisan. Usahanya telah mengadakan beberapa training kepenulisan secara online di facebook.

Sahabat yang akrab dipanggil Ummi Aleeya itu, meminta saya untuk menjadi salah seorang trainer di kelas menulis onlinenya. Dan ketika pertama kali saya diminta menjadi trainer, saya pun menolaknya. Bukan apa-apa, karya saya belum sebanyak para master di dunia buku anak. Saya merasa belum punya ilmu yang banyak untuk dibagikan.

Tapi sahabat saya itu, berusaha meyakinkan saya, jika tidak perlu menjadi seorang master dahulu, untuk membagikan ilmu yang kita miliki. Hal ini mengingatkan kembali pada tujuan saya, untuk memaksimalkan hidup dengan berbagi ilmu. Akhirnya saya pun menyanggupi permintaan ibu empat anak itu.

Apa yang saya ketahui tentang cara membuat cerita anak, cara mendapatkan ide bahkan hal-hal yang berkaitan dengan penerbit, tentu bisa saya bagikan kepada peserta training.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html
Alhamdulillah, saya bisa berbagi ilmu dengan sekitar 60 orang peserta di grup facebook. Senang rasanya melihat para peserta yang antusias bertanya tentang seputar cerita anak.

Dan yang membuat saya lebih bersemangat, karena mereka mau diajak untuk membuat cerita anak. Karya yang bisa menambah bahan bacaan yang baik untuk generasi muda bangsa ini.

Dengan bacaan yang baik, akan menginspirasi anak-anak untuk berbuat baik. Anak-anak berkarakter baik tentu saja akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara ini, bukan?
Lagi-lagi kegiatan menjadi seorang trainer, merupakan hal yang baru bagi saya. Pengalaman yang bisa diceritakan pada anak dan cucu di kemudian hari. Sesuatu hal yang tentu saja bisa membuat live to the max!

The Recovery Support
Kebugaran tubuh sangat berpengaruh dalam setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Begitu pula dengan saya. Menjalani aktivitas setelah buku diterbitkan, sangat membutuhkan dukungan kesehatan yang baik. Apalagi acara siaran di radio dan menjadi trainer di grup facebook, dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

Di usia cantik ini, saya memang terkadang cepat merasa lelah. Selain aktivitas menulis di blog dan membuat buku, saya juga seorang ibu rumah tangga. Yang memiliki kewajiban untuk mengurus suami, anak-anak dan rumah tangga.

Dalam keseharian, saya harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Antara mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada keluarga, juga tetap fokus dalam kegiatan menulis dan aktivitas yang berhubungan dengan buku.

Beberapa waktu yang lalu saya memang terserang penyakit lambung. Banyaknya aktivitas yang harus saya jalani membuat saya lengah untuk urusan makan. Akibatnya, lambung saya mengalami iritasi. Hal ini berdampak pada kebugaran tubuh saya. Kalau lambung saya sudah terserang, dampaknya tubuh saya terasa lemas dan terasa tidak bertenaga. Saya enggan melakukan apapun. Padahal tugas saya tidak sedikit, loh!


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html
Hal ini yang mendorong saya untuk mencari vitamin yang bagus untuk masa pemulihanTidak bisa dipungkiri, kalau tubuh saya butuh suplemen dan vitamin untuk kebugaran tubuh. Dan beruntungnya saya, karena bisa menemukan Theragran-MProduk multivitamin ini terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh.
Apalagi untuk yang baru mengalami sakit, theragran-M merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

Karena buku saya, tidak akan bisa berjalan sendiri dan mempromosikan dirinya sendiri. Sebagai penulisnya saya pun harus melakukan promosi, agar buku itu bisa terjangkau oleh masyarakat luas dan mendatangkan manfaat dari buku itu.
Dan saya membutuhkan suplemen dan vitamin yang dapat mendukung pemulihan tubuh dan menjaganya tetap sehat.

Kenapa Saya Memilih Theragran-M?
Karena kombinasi Multivitamin seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D dan  Vitamin E serta mineral esensial, seperti Magnesium dan Zinc di dalam Theragran-M dapat menjaga daya tahan tubuh saya.

Selain itu, Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976). Jadi sudah terbukti, bukan? 

Saya sendiri lebih memilih menggunakan suplemen ini, setelah mengetahui bahwa kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh serta timbulnya berbagai penyakit. 

Bahkan dari beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kekurangan Magnesium dan Zinc dalam tubuh dengan manifestasi alergi, infeksi serta penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.
Maka, apabila kebutuhan nutrisi, vitamin serta mineral harian tidak dapat dicukupi melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari, kita butuh asupan dari sumber lain yakni suplemen.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Nah, ternyata dalam menjalankan aktivitas sehari-hari pun kita masih membutuhkan suplemen, bukan? Apalagi dalam mendukung tercapainya tujuan untuk memaksimalkan hidup kita. Dan hidup kita akan selalu dikenang jika bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Untuk itu, kita harus selalu sehat dan bugar untuk mencapai live to the max!

Lalu, bagaimana cara teman-teman untuk membuat hidup lebih bermakna? Ceritakan, yuk!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M

53 comments:

  1. Wuih Mbak Nurul kece sekaliiii. Aku pernah sekali ikutan kelas online menulis cerita anak, awalnya kupikir gampang, ternyata susah yaaaa. Kudu pinter2 menyelami dunia anak gtu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak April, harus bisa menyelami dunia anak dan memposisikan diri seperti seorang anak. 😄

      Delete
  2. Mb taukah dikau aku termasuk orang yang hobi banget baca buku anak loh, bahakan uda segede ginipun hihihi
    Buku anak yang aku suka itu yang ilustrasinya bisa bikin awet sampe gede. Dulu eyangku alm. Adalah kepala sekolah di salah satu sd negeri kota kecil daerah jateng, nah dari situ aku bisa dapat akses mudah buat baca baca buku bergambar,mulai dari fabel, cerita rakyat, sampai yang berbasis ilmu pengetahuan kayak bikin kulkas dari bambu yang dibikin anak anak daerah pelosok yang jauh dari kota. Ahhhh kalo ingat itu, rasanya aku pengen baca baca lagi buku anak jaman dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, baca buku anak memang menjadi hiburan tersendiri, seru dan banyak ilmu pengetahuannya.

      Delete
  3. Menulis hal yang bermanfaat untuk orang lain bisa jadi salah satu ladang pahala juga ya mbak.

    Aku pribadi sih rasanya seneng aja gitu kalo apa yang aku tulis di blog itu bisa bermanfaat untuk orang lain, makanya aku pun suka menulis. Bahkan sekedar berbagi cerita dan pengalaman pada orang lain juga menjadi kebahagiaan tersendiri untuk aku :D

    Aku tuh paling susah buat nulis cerita anak, mbak wkwkwk tapi, masing-masing orang pasti punya caranya sendiri untuk berbagi ilmu yang bermanfaat yang mereka miliki ya :)

    Dan bener sih kalo kondisi badan sendiri kurang fit kan jadi enggak maksimal dan produktif untuk beraktivitas ya mbak. Banyak cara yang dilakukan, salah satunya didukung dengan asupan vitamin. Makasih udah sharing ya, Mbak :)


    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Mita, ada kebahagiaan tersendiri ketika tulisan kita bisa bermanfaat untuk orang lain, ya...

      Delete
  4. Tulisan ini kok ya pas banget sama aku. Ceritanya lagi pengen hijrah juga kayak Mbak Nurul yang ingin fokus berbagi pada orang lain. Selamat ya mbak atas bukunya, semoga saya bisa menyusul dengan cara saya sendiri. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin semoga Mbak Zarirah bisa fokus berbagi pada orang lain ya...

      Delete
  5. Cerita anak yang terkesan simple ternyata gak gampang menulisnya.
    Harus disesuaikan dengan segmentasi usia anak dan paling penting, ada pesan moralnya.

    Aku suka pilah-pilih njelimet kalo uda di toko buku dan memilihkan buku cerita untuk anak.
    hiihii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..bacaan anak banyak,bingung milihnya ya Teh Lendy :)

      Delete
  6. jempol buat mbak nurul saya udah berkali-kali coba bikin cerita anak tapi nggak pernah selesai

    ReplyDelete
  7. Semoga dimudahkan ya dalam semua cita dan harapannya.. saya kurang berbakat menulis apalagi jadi penulis buku.. tapi tetap diusahakan banyak berbagi melalui blog..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang berbakat menulis? Loh, tulisan Mas Tomi di blognya bagus-bagus dan bisa bermanfaat bagi saya...

      Delete
  8. Mau ikutan belajar nulis cernak juga dong! Selalu suka dg cerita anak, tapi entah rasanya kok blm bs eksekusi. Semoga kedepan makin maksimal dalam berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Jiah,segera dieksekusi. Pasti bisa...semangat!!

      Delete
  9. saya maksimalkan hidup dg apa ya?
    Masih mencari-cari Mbak. Semoga apa pun yg dikerjakan bs lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa segera ditemukan ya, Mbak, aamiin.

      Delete
  10. bener banget mbak, menjadi berguna itu ngga perlu harus ribet dan berat. membuat orang lain bahagia dan membagikan hal baik bagi orang disekitar kita sudah membuat kita berguna dan akan dikenang sepanjang waktu. luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas Don...gak perlu ribet. Lakukan yang kita suka aja ya...

      Delete
  11. Genre buku untuk anak rasanya saat ini sangat dibutuhkan, apalagi anak-anak yang kini lebih suka bermain game. Selamat terus berkarya sebagai penulis buku, manfaat karyapun pasti sepanjang masa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah betul itu, Koh. Mengalihkan perhatian anak dari main game melulu ya...

      Delete
  12. Selamat ya mba ah senangnya punya teman sepertimu mba. AKu nulis kok gak terllau berbakat, suka sesuai mood

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Ryan...tulisan yang sesuai dengan mood kadang bisa lebih bagus loh...

      Delete
  13. Biar udah seperempat abad gini saya masih suka baca buku anak apalagi bobo punya ponakan hahaha (=^ ^=) abis kalerpul sih jadi betah bacanya


    Tips biar konsisten nulis gimana atuh mbak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih suka baca buku anak yang kalerpul kok..hihihi
      Harus ada motivasi yang kuat, Vira, supaya kita bisa konsisten.

      Delete
  14. memaksimalkan apa yang kita bisa dan punya dan membagikannya kepada orang orang yang membutuhkan adalah kegiatan yang sangat mulia sekali. Karena, ilmu yang kita berikan tidaklah sia sia dan bahkan bisa sebagai kelak kedepannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, memaksimalkan yang kita bisa ya...agar ilmu yang kita berikan bisa bermanfaat untuk orang lain.

      Delete
  15. Ilmu itu amal jariyah, apalagi ilmu yg dilekatkan dgn tulisan. . lebih awet dan aksesnya lebih luas. .

    Barakallahu. . keren eiy, saya jg kepingin punya buku. . tp kapan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang dicari memang itu, melekatkan ilmu dengan tulisan. Agar bisa diakses lebih luas.

      Delete
  16. yeyyy alhamdulillah. Senang bacanya mba. Memang berbagi ilmu itu nyenengin banget ya, apalagi kia bisa bisa melihat langsung orang2 yang senang dan terbantu dengan ilmu yang dibagi. Sukses terus mba semoga buku2 berikutnya mengalir bak air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...terima kasih doa-doanya Mbak Ira.

      Delete
  17. mbak, keren,
    karena sebaik2 amal manusia adalah ilmu yang tak pernah putus :)

    ajarkan ini itu menjadi ladang pahala yang besar untuk di akhirat, kelak.

    keep inspiring mbak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang itu yang dicari mbak...supaya amal terus mengalir dengan ilmu yang tidak pernah putus. Semoga bisa konsisten ya.

      Delete
  18. Aku dulu pernah nulis cerita anak untuk klien. Seminggu dua judul saja. Dan itu sunggu susah. Susahnya buat saya adalah membuat cerita itu penuh kebaikan dan masuk akal. Itu super susah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sekarang kan udah ada Alma, jadi bisa lihat dari ke sehariannya Teh Dew..
      Semoga bisa buat cerita anak lagi ya, Teh...

      Delete
  19. Inspiratif sekali, Mbak, kisahnya. Tulisan yg ini saja sudah jadi ilmu yg bermanfaat bagi kami pembacanya.

    Rasa nggak mau nyerah ama perasaan bosan itu yg patut dijaidkan contoh, apalagi setelah rasa tidak mau menyerah tersebut membuahkan hasil yg berkesinambungan, buku diterbitkan, jadi pembicara, sungguh balasan yg pantas untuk orang yang terus berjuang. salut, Mbak.

    Buku anka merupakan buku yg saya baca juga di sela2 baca buku yg kadang isinya berat. buku anak bisa jadi penyeimbang agar otak juga bermain. nulis buku anak nggak semudah karena untuk anak2 jadi tulisannya dasar2 aja, tapi perlu ilistrasi dan kata2 yg gampang dicerna. terus semangat berkaryanya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya...saya jadi lebih bersemangat setelah membaca momen ini...terima kasih ya...

      Delete
  20. saluut sama mbak nurul, saya kalo bikin cerita cerita gitu give up duluan dehh, idenya ada tp selalu stuck dan ngga bisa ngelajutin T^T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak...diterusin pasti jadi cerita yang menarik, deh...

      Delete
  21. Saya pernah nulis beberapa cerpen anak ke majalah dan koran. sepertinya harus banyak belajar lagi deh. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..Mbak Yulia keren, deh! Karyanya udah bisa masuk majalah dan koran.
      Ayo buat lagi, Mbak...

      Delete
  22. Teteeeh *slow motion lari2 mau meluk
    Makin keren aja sih teh. Masih inget ga ya sesama urang subang, hehe..
    sukses teh, inspiratif 😍, aih jadi kangen pengen nulis buku lagi, ajarin dunk teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaiiii ..*slow motion mau meluk juga
      Masih inget atuh...kapan main ke rumah? Kita belajar bareng, buat buku yuuk..!!

      Delete
  23. Aku dari dulu pengen belajar menulis cerita anak eh gagal melulu. Salut dengan eksistensi mba Nurul. Tetap jaga kesehatan ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo buat lagi, Mbak Alida...pasti bisa kok...
      Kita sama-sama jaga kesehatan, ya, mbak...

      Delete
  24. Kesehatan penting dr sglny y mba untuk melakukan aktivitas apapun pun good luck y

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Mbak..kesehatan itu yang paling penting!

      Delete
  25. Kyaaaaaa ajari nulis anak mba Nurul, pengen bisa.
    Emang ya kesehatan harus dijaga banget, untung ada Theragran-M

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...nanti ajarin saya nulis novel juga yaa... :))

      Delete
  26. Wahh mba nurul kerenn bangett udah menelurkan karya lewat buku 😍 sukses terus ya mba

    ReplyDelete
  27. Wah mbak Nurul, akhirnya bisa menemukan hidup lbh hidup lewat menulis buku anak ya mbak, hebat! Aku pengen coba iseng2, tp blm pernah, haha.. Secara, bacaan utk anak2 emang penting di tgh media yg bla bla bla ini ya mbak. Sukses teruss

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}