http://www.nurulfitri.com/2017/09/cara-terhindar-dari-kebiasaan-bergosip.html

Mengetahui fakta yang tertera di banner tersebut, sebagian orang mungkin bisa enggak percaya bahkan akan terbengong-bengong. Nah, loh, sebanyak itukah wanita bisa berbicara dalam sehari? Etapi, memang seperti itu kenyataannya. Saya pernah melihat fakta bahwa memang wanita itu berbicara bisa bertahan dalam waktu yang lama.

Kebetulan saya tinggal di sebuah komplek perumahan yang ibu-ibunya kompak sekali. Kabarnya ada arisan setiap bulannya. Kabarnya? Iya, karena saya enggak ikut acara rutin tersebut. Jika ada yang sakit, ibu-ibu dengan usia setengah baya ke atas itu, bersama-sama menjenguk dengan membawa buah tangan hasil sumbangan bersama.

Dan saking kompaknya, ibu-ibu itu, kalau ngobrol bisa panjang, deh! Kayaknya dari pembahasan A sampai Z, diobrolin sampai tuntas. Bahkan bisa jadi, balik lagi ke topik A, B dan seterusnya. Kebetulan mereka sering berkumpul di rumah tetangga yang letaknya di seberang jalan. Jadi saya bisa lihat keasyikan mereka ngobrol bareng, dari pagi hingga siang.

Saya kadang takjub dengan kekuatan mereka saat berbincang usai melepas anak-anaknya ke sekolah. Bayangkan saja, ibu-ibu itu pernah berbincang bersama dari jam tujuh pagi hingga jam sepuluh pagi. Bagi saya, itu waktu yang cukup lama. Selain itu, mereka melakukannya sambil berdiri, loh! Enggak pegel, apa? Hihihi ..

Yang jadi permasalahannya di sini, kalau acara ngobrolnya bermanfaat, atau ada yang bisa diambil hikmahnya, tentu sah-sah saja. Tapiii ... kalau lebih banyak ngomongin orang? Bukankah itu namanya bergosip atau gibah?

Ketika Ibu A, B, dan C berkumpul bersama, mereka terdengar membicarakan ibu D yang tinggal di ujung komplek. Saya kira, Ibu A, B, dan C sahabat dekat yang memiliki pandangan dan pemikiran sama. Sehingga mereka tidak akan saling membicarakan di belakang temannya. Tetapi, bukan seperti itu kenyataannya.

Saat Ibu A, C dan E berkumpul, giliran ibu B yang mereka bicarakan. Kok, saya jadi berpikir, jangan-jangan siapa pun yang tidak ada di saat mereka berbincang bersama, pasti akan dibicarakan. Saya malah jadi berpikir, mungkin saja, saya juga termasuk yang mereka perbincangkan. Apalagi saya jarang keluar rumah atau berkumpul  dengan mereka.

Kebiasaan membicarakan orang lain atau bergosip, sebenarnya sangat merugikan. Bisa mengganggu pikiran, perasaan bahkan kesehatan badan kita. Cara saya dengan tidak terlalu sering keluar rumah, merupakan salah cara agar terhindar ikut bergosip ria. Tapi bagaimana kalau sudah terlanjur bertemu dan berbincang dengan orang-orang yang senang bergosip?

Nah, sebaiknya lakukan 6 cara berikut ini agar terhindar dari kebiasan bergosip :

Satu, selalu mengingat hadist yang melarang kita untuk bergosip. Karena membicarakan orang lain, meskipun itu sesuai dengan kenyataan, tetap saja termasuk gibah. Apalagi bila yang dibicarakan salah, maka itu sudah termasuk fitnah. Dan fitnah itu adalah dosa besar. 

Dua, ketika hendak membicarakan orang lain, coba posisikan diri kita menjadi orang yang sedang digosipkan. Nah, siapa yang mau? Pasti enggak mau, kan? Maka dari itu, berhenti bergosip!

Tiga, membicarakan yang baik saja sudah termasuk gibah, apalagi bicara tentang keburukan. Sebelum itu terjadi, lebih baik instropeksi diri, apakah keburukan orang lain itu, ada di diri kita? Atau malah justru keburukan kita lebih banyak dari orang lain?

Keempat, ketika hendak menyampaikan berita, selalu selidiki kebenarannya. Jangan sampai tergesa-gesa menyampaikan, apabila ternyata cerita yang disampaikan tidak benar.

http://www.nurulfitri.com/2017/09/cara-terhindar-dari-kebiasaan-bergosip.html


Kelima, alangkah baiknya jika kita bisa menutupi aib orang lain. Bukankah itu termasuk perbuatan baik yang mendatangkan pahala? Bahkan Allah akan menutup aib yang kita miliki jika kita bisa menutup aib orang lain.

Keenam, sibukkan diri kita dengan kegiatan yang positif. Dengan sibuk melakukan hal yang baik, maka kita tidak punya waktu untuk bergosip atau membicarakan orang lain.

Dengan keenam cara tersebut, setidaknya kita bisa terhindar agar tidak selalu ingin membicarakan orang lain. Di lingkaran pertemanan mana pun, kemungkinan bergosip sangat besar peluangnya. Tinggal kita sendiri yang berusaha mengontrol diri. Mau ikut bergosip atau melakukan hal lain yang lebih baik lagi.

Saya sendiri, merinding bila mengingat ada ungkapan yang menyatakan, jika kita membicarakan orang lain ibaratnya makan daging bangkai saudaranya sendiri. Naudzubillah .. Jadi lebih baik menghindar dari membicarakan orang lain, deh!

#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN
#sekolahperempuan