Apakah teman-teman pernah mengalami nyeri di lambung? Atau perasaan kembung setelah makan? Bagi yang pernah merasakan nyeri seperti yang pernah saya alami, perasaan kembung di perut itu sangat tidak nyaman, ya, kan? Kalau yang lambungnya masih baik, jangan sampai mengalami, deh! 

kenali penyakit asam lambung gerd

Sebenarnya gejala asam lambung sudah bertahun-tahun saya rasakan. Tentu saja, itu akibat pola makan saya yang salah. Saya masih ingat betul, dulu ketika masih di bangku sekolah, sangat senang sekali mengonsumsi makanan pedas. Di rumah, makan yang pedas-pedas, di sekolah pun sering jajan makanan yang pedas, bahkan ditambah dengan minuman bersoda. Wow, komplit, dah!

Kebiasaan saya mengonsumsi soda dan makanan pedas berpengaruh pada kondisi lambung saya. Produksi asam lambung saya pun meningkat dan perut terasa penuh serta kembung.

kenali penyakit asam lambung gerd

Merasa sakit itu, sangat tidak mengenakkan. Semua aktivitas akan terganggu apabila kita tidak sehat. Karena menyadari pentingnya menjaga kesehatan, saya pun mulai mengurangi makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung. Selain itu, lebih banyak mencari pengetahuan tentang asam lambung dengan cara membaca buku, membaca artikel di internet atau mengikuti seminar kesehatan. Tujuannya, agar saya terbebas dari rasa nyeri yang sangat mengganggu.

Nah, ketika mengetahui akan ada seminar kesehatan yang membahas GERD di Lineation Centre, saya sangat antusias sekali. Ini kesempatan saya untuk menambah wawasan seputar asam lambung. Dan pada Hari Sabtu, tepat di Hari Kartini tanggal 21 April, saya pun datang untuk menghadiri seminar kesehatan bertema "Sembuh GERD" yang diisi oleh dr. Isabella P.S.M sebagai pematerinya.

kenali penyakit asam lambung gerd

Saya tiba di lokasi tepat jam 10 pagi, sesuai dengan jadwal acara seminar yang telah diberitahukan sebelumnya. Bersama beberapa anggota Blogger Bandung, kami menyimak seminar yang diadakan di lantai dua gedung Lineation Centre. Tidak hanya acara seminar yang diadakan pada hari itu, ada juga donor darah gratis, pelayanan akupuntur gratis, konsultasi gratis dengan dokter umum dan pelayanan fisioterapi gratis.

Semua kegiatan yang memberikan pelayanan pada masyarakat secara gratis tersebut, membuktikan kepedulian Lineation terhadap kesehatan masyarakat. Rangkaian acara yang dilakukan hingga sore hari tersebut, diawali dengan seminar kesehatan yang diisi oleh dokter-dokter yang ada di Lineation Centre.

Apakah GERD itu?

GERD merupakan singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease. GERD adalah masalah yang sering dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan naiknya asam lambung sehingga menimbulkan nyeri hati dan menimbulkan sensasi rasa terbakar di perut hingga ke dada.

Sebenarnya asam lambung bermanfaat untuk membantu pencernaan, tetapi bila diproduksi secara berlebihan, bisa memicu asam lambung naik menuju esofagus. Lalu, apa sih, esofagus itu? Sebenarnya kita lebih mengenal esofagus sebagai kerongkongan. Nah, kondisi asam lambung yang naik ke kerongkongan  dan menimbulkan rasa seperti dicekik itulah yang dinamakan GERD. 

Saya bersyukur, tidak mengalami kerongkongan tercekik yang menyakitkan. Pada beberapa orang, ada yang merasakan sakit kerongkongan dan nyeri ketika digunakan untuk menelan makanan. Jika ada yang sering mengalami kerongkongan sakit dan sulit menelan makanan, sebaiknya dilakukan perawatan yang lebih serius.


kenali penyakit asam lambung gerd

Gejala GERD 

Selain menjelaskan apa itu GERD, dr. Isabella P.S.M juga menguraikan gejala yang sering dialami oleh penderita asam lambung. Gejala GERD yang biasa dirasakan diantaranya :

1. Merasakan nyeri di dada setelah makan.
2. Perasaan sesak di dada sesaat usai makan.
3. Sakit perut ditambah gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.
4. Mengalami mual-mual dan muntah setelah menyantap makanan.
5. Merasakan gelisah.

Gejala yang ditimbulkan oleh GERD ini tidak selalu muncul semuanya, karena tergantung dari tingkat keparahannya. Gejala lain yang bisa timbul karena asam lambung yang sudah berlebih atau telah parah yaitu :

1. Setelah diisi makanan, lambung terasa sakit.
2. Timbul nyeri di bagian dada.
3. Kembung di perut setelah makan meskipun makannya sedikit.
4. Sendawa terus menerus dan berbau busuk setelah makan.
5. Mengalami konstipasi atau diare.
6. Kondisi feses tidak normal, contohnya sayuran yang dikonsumsi keluar masih dalam bentuk yang sama.

Menurut dokter cantik yang baru saja pindah dari Pulau Sumatera tersebut, untuk mencegah melonjaknya asam lambung perlu mengatur pola makan dengan baik. Usahakan tidak mengonsumsi makanan yang berbumbu menyengat, kurangi makanan berlemak dan tentu saja mengontrol makanan pedas yang akan dikonsumsi. 

Tindakan Awal Mengatasi GERD yang Bisa Dilakukan di Rumah

Apabila teman-teman merasakan gejala asam lambung atau GERD, sebagai tindakan pertama yang dapat dilakukan di rumah adalah :
  1. Selalu selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Sebaiknya makan dalam porsi kecil. Hindari makan yang berlebihan atau sekaligus banyak, dalam satu waktu makan.
  2. Hindari makanan dan minuman yang dapat pemicu timbulnya asam lambung. Makanan pemicu yang paling sering menimbulkan asam lambung yaitu makanan yang berlemak seperti gorengan, cokelat, saus sambal, mint, bawang putih, bawang merah, kopi, dan alkohol.
  3. Jangan berbaring setelah makan. Setidaknya kita perlu menunggu 3 jam setelah makan, baru bisa membaringkan badan atau tidur.
  4. Jaga berat badan yang normal. Karena kelebihan berat badan atau obesitas dapat memperburuk gejala GERD. Hal ini terjadi, karena lemak yang ada di perut dapat menambah tekanan pada lambung.
  5. Hindari pakaian yang ketat. Barangkali teman-teman bertanya-tanya, apa hubungannya dengan pakaian yang ketat? Ish, saya aja kali ya, yang bingung dengan korelasinya hihihi... Begini, ternyata pakaian yang ketat atau terlalu sempit, berpotensi menekan lambung sehingga memperburuk gejala GERD. Begitu! lol ...
  6. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menekan asam lambung yang berikutnya yaitu menghindari kebiasaan merokok. Merokok dapat mengurangi kemampuan fungsi sphincter esofagus pada bagian bawah dengan baik.
Meskipun penjelasan tentang GERD oleh dr. Isabella P.S.M terkesan sekilas-sekilas, tetapi bisa menambah pengetahuan tentang tindakan awal yang bisa saya lakukan di rumah, saat mengalami asam lambung naik. Dan yang paling penting, saya juga tahu makanan dan minuman yang perlu dihindari apabila tidak ingin merasakan mual, kembung atau merasa sakit di tenggorokan.

Bagaimanapun, kesehatan itu penting dan yang paling utama, bukan? Kalau diberikan kesempatan untuk kembali ke masa silam, ingin rasanya memperbaiki pola makan saya saat masih sekolah dulu. Well...karena waktu tidak bisa kembali, jadi satu-satunya yang akan saya lakukan yaitu menjaga pola makan dengan sebaik-baiknya. 

Bagaimana dengan teman-teman? Pernah merasakan sakit yang mengganggu? Bagaimana cara teman-teman menjaga kesehatan? Sharing, yuuk!

              Salam takzim