Alhamdulillah, akhirnya saya bisa kembali menulis di blog ini. Setelah sekian minggu kehilangan mood untuk menulis. Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat saya kurang mood untuk menulis. Ada alasan yang nyata, tetapi ada juga yang mengada-ada, ups, hihihi. Seandainya saya selalu menuruti perubahaan mood yang menyerang, barangkali semua aktivitas saya akan menjadi kacau, deh!

Beruntung saya cepat tersadar dan mencoba untuk mengatasi perubahan suasana hati. Padahal sebelumnya gak ada keinginan untuk memulai merangkai kata demi kata di blog ini. Seminggu lebih menemani suami yang gak bisa tidur karena tangan kesemutan dan sakit, lalu setelahnya ada acara kumpul bersama keluarga besar. Otomatis saya lebih memilih bercengkerama bersama keluarga yang sebelumnya tidak bisa bertemu selama 4 bulan dibandingkan banyak diam di depan laptop. Dan ... masih banyak alasan lainnya eheheh.

Pada umumnya orang lebih mengenal bad mood dibandingkan dengan good mood. Bisa jadi karena banyak dalam kesehariannya yang merasa senang atau good mood, merasa nyaman sehingga aktivitas berjalan lancar dan tidak begitu mempermasalahkan tentang perubahan suasana hati. 

Mood itu diartikan oleh psikolog Septiana Runikasari, M.Psi, sebagai keadaan emosional yang secara umum muncul dan bertahan dalam waktu singkat, sekitar beberapa jam sampai satu atau dua hari.

Pemicu Perubahan Mood

Seperti kita ketahui, mood itu seperti cuaca yang bisa berubah. Penyebabnya pun beragam. Bisa dari hal yang sepele hingga masalah besar. Contoh hal sepele yang bisa mengubah mood kita di antaranya, bangun kesiangan, telat makan atau mendengar kabar kurang baik tentang pasangan, semua bisa memicu perubahan suasana hati. Pemicu utama perubahan mood ini yaitu saat tiba-tiba seseorang menghadapi kejadian yang tidak diharapkan.

Menghadapi kejadian yang tidak diharapkan bisa memicu naiknya tekanan darah sampai detak jantung yang meningkat atau gangguan pencernaan. Kadang kala hormos stres pun bisa meningkat. Hal ini bisa mengakibatkan seseorang merasa lemas, kesal dan mudah marah.

cara mengatasi perubahan mood

Tidak hanya kejadian yang tidak diharapkan, kondisi kesehatan yang menurun juga bisa membuat mood kita menjadi tidak baik. Selain itu, karakter seseorang pun bisa menjadi pemicu perubahan mood. Ada orang yang mudah sekali mengalami perubahan mood, tetapi ada juga orang yang bersikap lebih santai dan sabar.

Cara Mengatasi Perubahan Suasana Hati (Mood)

Bagaimanapun mood yang buruk bisa memengaruhi aktivitas setiap orang. Namun kita tentu saja tidak bisa menghentikan rutinitas dan aktivitas yang harus kita lalui dalam setiap harinya. Apalagi untuk mereka yang bekerja di perusahaan, tentunya ada pekerjaan dan target yang harus dipenuhi tanpa harus dibatasi oleh perubahan mood.

Bila seseorang sering mengalami perubahan mood (moody) tentunya akan berpengaruh pada kinerja dan bisa mempengaruhi penilaian atasan. Hal ini bisa membuat profesionalitas kerja terganggu bahkan bisa juga mengancam karir kerjanya. Oleh karena itu, perubahan mood itu harus bisa diatasi dengan baik. Ibu Septiana selaku staf profesional Lembaga Psikologi terapan Universitas Indonesia (LPTUI) memberikan langkah-langkah pengelolaannya sebagai berikut:

Mengenali ketika terjadi perubahan mood
Mengatasi perubahan mood harus diteliti lebih terperinci untuk mengenalinya. Biasanya bad mood datang dalam pola yang sama. Setelah beberapa kejadian, biasanya orang  baru bisa menyadari hal yang menyebabkan mood turun atau naik. 

Pengalaman saya sendiri, biasanya mood saya memburuk saat perut saya belum terisi alias dalam keadaan lapar. Kalau sedang lapar, badan terutama lambung saya terasa kembung sehingga mengakibatkan berinteraksi dengan anak atau suami kadang dibumbui oleh drama hehehe. Oleh karena itu, saya memilih untuk mengisi perut dulu sebelum bad mood saya datang. 

Mencari Suasana Segar
Bagaimana kalau bad mood terlanjur datang? Apabila suasana tidak baik datang, sebaiknya pergi keluar rumah untuk mencari suasana yang baru. Menghirup udara segar, menikmati keindahan alam, mendengarkan gemericik air dan senandung burung. Nikmati semuanya hingga napas terasa lebih  lapang dan tidak sesak serta perasaan lebih rilek. Pilihlah tempat wisata yang bisa membuat pikiran lebih tenang dan rileks.

cara mengatasi perubahan mood

Menikmati alunan musik
Konon musik bisa meningkatkan hormon dopamin yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan bahagia di dalam otak. Pilihlah musik yang benar-benar disukai. Ketika mood saya turun atau kurang bersemangat, saya senang mendengarkan musik dengan irama yang bisa membuat suasana hati menjadi lebih semangat. 

Jadi teringat ketika masa sekolah dulu, kalau lagi kesal atau ingin lebih bersemangat lagi, saya suka mendengarkan musik seperti lagu-lagu dari Metalica atau Bon Jovi. Sengaja menyetelnya dengan keras lalu ikut bernyanyi dengan bersemangat. Biasanya mood saya bisa berubah menjadi lebih bersemangat lagi.

Melebur dalam kegiatan yang disukai
Cara mengatasi perubahan mood selanjutnya yaitu dengan cara melibatkan diri dalam kegiatan yang disenangi. Misalnya melakukan hobi kita. Bagi yang berkepribadian introvert sebaiknya tidak memaksakan mengikuti kegiatan yang melibatkan orang banyak. Lebih baik melalukan hobi yang positif seperti menulis, melukis atau kegiatan positif lainnya.

cara mengatasi perubahan mood


Nah dari sekian cara untuk mengatasi perubahan mood, bagian mana yang paling sering teman-teman lakukan? Apakah cara tersebut memang bisa membuat mood berubah menjadi lebih baik? Cerita yuk!
            Salam takzim