Makanan Sehat Untuk Mental Sehat

 Pola hidup sehat dimulai dari pemahaman ibu dalam menjaga kesehatan keluarga

Yup, sepertinya sudah menjadi rahasia umum jika yang bertanggung jawab tersedianya makanan yang sehat dalam keluarga itu adalah tugas seorang ibu. Masalah makanan merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan keluarga. Di dalam kehidupan sehari-hari ketersediaan makanan memberikan pengaruh yang besar. Bahkan ada yang mengatakan bahwa makanan sehat berdampak pada mental sehat.

makanan-sehat-untuk-mental-sehat


Apabila penyajian makanan di sebuah keluarga kurang baik, biasanya berdampak pada kondisi keluarga. Misalnya saja, makanan sehat yang disajikan dalam keadaan menarik dan rapih, tentulah bisa menimbulkan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, bukan?

Lalu bagaimana pola hidup sehat dengan penyajian makanan sehat di masa pandemi seperti sekarang ini? Apakah sama kondisinya dengan keadaan sebelum pandemi?

Tak dipungkiri, pandemi membawa dampak bagi semua sektor kehidupan. Tidak bisa kemana-mana, harus berdiam diri di rumah saja, menimbulkan rasa bosan. Bahkan beberapa orang jujur mengatakan jika mulai  merasakan stress berkepanjangan.

Perilaku Makan Saat Pandemi

Dampak stress yang berkepanjangan yang tidak diolah dengan baik dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Baik bagi orang dewasa maupun anak. Salah satu kegiatan yang bisa terganggu yaitu kegiatan makan. Menjadi kekhawatiran tersendiri karena makanan merupakan sumber pertahanan imun pertama kita di masa pandemi ini. 

Sebagai seorang ibu, kita (terutama saya, tentunya) harus bisa menciptakan suasana makan yang menyenangkan selama di rumah aja. Harus bisa berpikir dan kreatif mengatasi kebosanan agar tidak mengganggu pola makan seluruh anggota keluarga. Mengapa kita harus memperhatikan perilaku makan anak selama pandemi ini? 

Perilaku makan merupakan bagian penting dalam kehidupan anak. Pertumbuhan otak anak pada 1000 hari pertama sangat pesat dan masih bisa berkembang terus hingga dia dewasa. Oleh karena itu, penting sekali kita memperhatikan perilaku makan anak. Jangan sampai keadaan pandemi yang memancing rasa jenuh bisa membuat anak merasa bosan lalu merasa malas makan.

Mencoba Sesuatu Yang Baru

Salah satu cara untuk mengatasi kebosanan selama masa pandemi yaitu mencoba sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru seperti apa? Mencoba hal baru yang berhubungan dengan skill atau pengalaman yang belum pernah dicoba sebelumnya. Dalam hal menyajikan makanan, misalnya. Cara mengatasi kebosanan seperti ini tidak hanya berlaku pada anak saja, ya, tetapi orang dewasa juga perlu melakukannya.

Bagaimana mengajak anak melakukan hal baru dalam perilaku makannya? Perkenalkan anak pada proses mengolah hingga penyajian makanan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Tentu saja dengan cara yang menyenangkan sebagai kuncinya. 

Melibatkan Anak dalam Proses Menyiapkan Makanan

Hal pertama yang dilakukan sebelum menyiapkan makanan yaitu memilih menu. Libatkan si kecil pada saat akan memilih menu makanan yang akan disantap bersama.

Tahap kedua, ajak anak bersama-sama mengolah makanan. Untuk anak yang masih kecil ajak dia mencuci sayur dan buah. Kemudian arahkan untuk mengeringkan dan memasukkannya ke wadah tertentu. 

Untuk membuat anak lebih tertarik, ajak mereka untuk memilah jenis buah dan sayur atau makanan lainnya, lalu bermain tebak nama, warna, rasa dan aroma dari berbagai jenis makanan. Kita juga bisa mengajak anak belajar berhitung sambil menanyakan jumlah buah atau makanan lain yang disediakan.

Sedangkan untuk anak yang lebih besar, kita bisa mengajak mereka memotong sayuran, mengolah adonan, mengenalkan dan mencampur bumbu, mengaduk makanan, menentukan porsi makanan dan menata peralatan makan di meja.

Meningkatkan Interaksi Saat Makan

Tingkatkan interaksi saat makan bersama seluruh anggota keluarga. Lakukan interasi dengan suasana yang menyenangkan dan sebisa mungkin meminimalisir distraksi dia antara anggota keluarga.

Kadang kala meski semua anggota keluarga ada di rumah, tetapo belum tentu ada waktu untuk makan waktu bersama karena kesibukan masing-masing.

Menjaga Kesehatan Mental

Mengajak anak terlibat dalam proses menyajikan makanan dan menciptakan suasana menyenangkan saat makan sangat penting dilakukan. Mengapa?

Sepanjang tahap kehidupannya anak memiliki berbagai kebutuhan psikologi yang harus dipenuhi. Anak mempunyai kebutuhan merasa bisa mandiri, kebutuhan berinisiatif dan kebutuhan memproduksi atau menghasilkan suatu karya.

Melibatkan anak pada proses menyiapkan makanan dan memberikan anak keleluasaan untuk menentukan pilihan akan memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan tersebut sehingga kesehatan mental anak tetap terjaga. Terutama pada saat ini, melewati masa pandemi.

Catatan Untuk Orang Tua

Semua kegiatan untuk mengatasi kebosanan anak pada masa pandemi itu penting, tetapi kesehatan mental orang tua juga tidak kalah penting. Kenali sinyal dari dalam diri ketika sudah sangat lelah, mungkin sudah waktunya untuk meminta bantuan dari dukungan orang-orang terpercaya.

Support sistem untuk menyiapkan makanan sehat bisa datang dari kakek nenek, asisten rumah tangga, katering makanan sehat dan sebagainya.

Jangan lupa memprioritaskan self care ibu atau ayah untuk me-recharge kembali diri kita sehingga kesehatan mental tetap terjaga.

Orang tua yang bahagia akan menularkan kebahagiaan tersebut kepada anak-anaknya.


Post a comment

0 Comments