Membuat Sudut WFH Lebih Profesional Tanpa Renovasi

Bekerja dari rumah tidak selalu membutuhkan ruang khusus atau renovasi besar-besaran. Dengan penataan yang tepat, sudut kecil di kamar, ruang keluarga, bahkan area kosong di dekat jendela bisa diubah menjadi workspace yang terasa lebih profesional.

Selain membuat ruangan terlihat lebih rapi, penataan workstation juga perlu memperhatikan kenyamanan dan ergonomi. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menyebutkan bahwa posisi kerja yang netral dapat membantu mengurangi tekanan pada otot, tendon, dan sistem rangka saat bekerja menggunakan komputer.

Cara Membuat Sudut WFH Terasa Seperti Workspace Profesional Tanpa Renovasi


Cara Membuat Sudut WFH Seperti Workspace Profesional Tanpa Renovasi 

Jika ingin membuat sudut WFH terasa seperti ruang kerja profesional tanpa renovasi, berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
 

1. Tentukan Satu Area Khusus untuk Bekerja

Langkah pertama adalah menetapkan batas antara area kerja dan area untuk aktivitas lain. Tidak harus menggunakan ruangan terpisah. Satu sisi meja, sudut kamar, atau bagian ruang keluarga sudah cukup selama digunakan secara konsisten untuk bekerja.

Gunakan meja yang sudah tersedia dan kosongkan permukaannya dari barang yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Cara sederhana ini dapat menciptakan kesan bahwa Anda memiliki “zona kerja” tersendiri.

Penataan seperti ini juga membantu membuat area kerja lebih fungsional. OSHA menyarankan agar benda yang sering digunakan, seperti keyboard dan mouse, berada dalam jangkauan utama sehingga pekerja tidak perlu terlalu sering menjangkau atau memutar tubuh.

2. Rapikan Kabel agar Meja Terlihat Profesional

Salah satu hal yang membuat meja WFH terlihat kurang profesional adalah kabel yang berantakan. Kabel charger laptop, monitor, lampu meja, dan perangkat lainnya bisa membuat area kerja terlihat penuh meskipun sebenarnya tidak banyak barang.

Anda tidak perlu mengganti furnitur. Gunakan cable clip, cable sleeve, atau pengikat kabel yang bisa diperoleh dari toko kabel listrik untuk mengelompokkan kabel berdasarkan perangkat. Kabel yang jarang digunakan juga sebaiknya tidak dibiarkan berada di atas meja.

Selain meningkatkan tampilan, meja yang lebih terorganisasi membuat area kerja terasa lebih lega. Ruang kosong di bawah meja juga sebaiknya dipertahankan agar kaki dapat bergerak dan posisi duduk bisa lebih mudah diubah.
 

3. Atur Ketinggian Laptop atau Monitor

Meja yang terlihat minimalis belum tentu ergonomis. Salah satu kesalahan umum saat WFH adalah menggunakan laptop dalam posisi terlalu rendah sehingga kepala terus menunduk.

Menurut OSHA, bagian atas monitor sebaiknya berada pada atau sedikit di bawah level mata. Jarak pandang yang disarankan umumnya sekitar 20–40 inci atau sekitar 50–100 cm dari mata ke layar.

Tidak punya laptop stand? Tidak masalah. Buku atau kotak yang kokoh dapat digunakan sebagai penyangga sementara. CDC melalui NIOSH juga menyarankan penggunaan monitor eksternal atau meninggikan layar laptop jika diperlukan.

Jika layar laptop sudah dinaikkan, gunakan keyboard dan mouse eksternal agar posisi tangan tetap nyaman.
 

4. Gunakan Pencahayaan seperti Workspace Profesional

Pencahayaan dapat mengubah suasana sudut WFH secara signifikan. Namun, bukan berarti Anda membutuhkan lampu mahal.

Manfaatkan cahaya alami dari jendela pada siang hari. Untuk malam hari, tambahkan lampu meja dengan pencahayaan yang cukup untuk menerangi area kerja tanpa langsung memantul ke layar.

OSHA menjelaskan bahwa cahaya berlebihan atau pantulan pada monitor dapat menyebabkan mata lebih sulit melihat tampilan layar dan berkontribusi terhadap kelelahan mata. Posisi layar sebaiknya dibuat tegak lurus terhadap jendela atau sumber cahaya untuk mengurangi glare.
 

5. Pilih Kursi yang Mendukung Posisi Tubuh

Tidak harus langsung membeli kursi kantor premium. Yang terpenting adalah kursi mampu menopang tubuh dengan nyaman dan memungkinkan Anda mempertahankan posisi kerja yang baik.

Pastikan punggung mendapatkan dukungan, kaki dapat bertumpu dengan stabil, dan posisi siku tidak terlalu tinggi saat menggunakan keyboard. OSHA menyarankan agar siku berada dekat dengan tubuh dan ditekuk sekitar 90–120 derajat ketika bekerja menggunakan komputer.

Jika kursi terlalu tinggi sehingga kaki menggantung, gunakan footrest sederhana. Dengan begitu, workstation lama pun dapat terasa lebih nyaman tanpa perlu mengganti seluruh furnitur.

6. Tambahkan Elemen Visual yang Fungsional

Workspace profesional tidak selalu berarti kaku dan monoton. Anda bisa menambahkan satu atau dua elemen dekoratif seperti tanaman kecil, kalender meja, papan catatan, atau artwork sederhana. Untuk memberikan kesan yang lebih personal, benda yang mendukung rutinitas kerja juga dapat ditempatkan di area ini.

Jika ingin menghadirkan nuansa alami tanpa mengubah furnitur, bunga meja juga bisa menjadi pilihan. Bahkan, kebutuhan dekorasi sederhana seperti ini dapat ditemukan melalui toko bunga Jakarta yang dikenal menyediakan berbagai rangkaian bunga meja untuk berbagai kebutuhan ruang kerja. Dengan memilih rangkaian berukuran compact, meja tetap terlihat rapi tanpa kehilangan sentuhan dekoratif.

Namun, hindari memenuhi meja dengan terlalu banyak dekorasi. Prioritaskan benda yang memiliki fungsi sekaligus memperkuat karakter ruang.

Hal ini sejalan dengan temuan systematic review mengenai kualitas lingkungan interior. Penelitian yang mengkaji 55 studi perkantoran menemukan bahwa faktor seperti kondisi ruang, furnitur, privasi, dan unsur natural memiliki hubungan dengan aspek kesejahteraan serta performa kerja.

7. Buat Setup yang Mudah Diubah Sesuai Kebutuhan

Workspace profesional bukan berarti harus memiliki posisi meja dan perangkat yang selalu sama. Justru, kemampuan mengubah posisi dan postur dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman.

Misalnya, Anda bisa bekerja dengan monitor utama pada posisi terpusat, memindahkan laptop ketika mengikuti meeting, atau mengosongkan sebagian meja ketika membutuhkan ruang untuk mencatat.

Sebuah systematic review yang diterbitkan pada 2024 dan menganalisis 41 penelitian tentang lingkungan kerja dari rumah juga menemukan bahwa lingkungan fisik yang personal dan mudah disesuaikan berpotensi mendukung produktivitas serta kesejahteraan pengguna.

Workspace Profesional Tidak Harus Mahal

Membuat sudut WFH terasa seperti workspace profesional sebenarnya lebih banyak membutuhkan penataan daripada renovasi. Mulailah dengan menentukan area kerja, merapikan kabel, mengatur posisi monitor, memperbaiki pencahayaan, serta memastikan kursi dan meja mendukung posisi tubuh.

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, barulah tambahkan elemen dekoratif yang sesuai dengan gaya pribadi. Dengan pendekatan tersebut, sudut kecil di rumah pun bisa terasa lebih rapi, nyaman, dan profesional tanpa harus mengubah struktur ruangan.

Salam takzim

Post a Comment

0 Comments