Berpetualang di Gunung Puntang

Berpetualang Di Gunung Puntang
Banyak alternatif untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Salah satunya dengan berkemah di gunung. Anak- anak saya paling senang diajak berlibur. Biasanya mereka menghabiskan liburan dengan bermain di mall atau tempat bermain di alam seperti outbond dan lain sebagainya. Namun mereka belum pernah merasakan bermalam di gunung. Karena ayah mereka hobi naik gunung, liburan kali ini anak-anak diajak camping di gunung. Sebagai permulaan, kami diajak camping di Gunung Puntang.

Kami sekeluarga pergi berlibur bersama keluarga teman. Kami berangkat dari Subang sekitar jam satu siang. Untuk masalah waktu pemberangkatan, ternyata kami salah perhitungan. Kami mengira perjalanan dari Subang hingga Banjaran tidak akan memakan waktu lebih dari 4 jam. Tapi ternyata, liburan panjang kali ini membuat jalan begitu padat. Hingga kami terjebak macet dan sampai di tujuan ketika keadaan di gunung sudah gelap. Sekitar jam 7 malam kami tiba di lokasi.
Camping di Gunung Puntang
Beruntung, suami saya telah beberapa kali berkunjung ke sana. Kondisi dan tempat yang cocok untuk berkemah telah dia ketahui. Berjalan beriringan dengan membawa beban yang lumayan berat dalam kondisi ditemani beberapa lampu senter memang agak merepotkan.
Setelah menemukan lokasi yang cocok, kami pun berbagi tugas. Para ayah membangun tenda, sedangkan para ibu bertugas memasak. Selanjutnya, acara yang paling ditunggu oleh anak-anak.. membuat api unggun. Anak mana yang tidak senang bermain api bukan? he..he...
Api Unggun di depan tenda

Gunung Puntang di malam itu, sedikit ramai. Ada beberapa tenda yang dibangun oleh rombongan lain. Anak-anak mengira, berkemah di gunung akan terasa sepi sepanjang malam. Hanya suara hewan malam yang terdengar. Namun ternyata, malam itu tidak sepi. Sepanjang malam, beberapa anak muda bernyanyi dengan diiringi gitar hingga pagi hari. Dari kejauhan, sesekali terdengar suara teriakan dari mahasisa yang sedang melaksanakan acara jurit malam. Dan pada puncak acara, kami melihat beberapa lampion yang diterbangkan ke udara. Sungguh pemandangan yang begitu indah.
Keesokan harinya, kami bermain ke sungai. Melihat pemandangan yang sungguh luar biasa. Di sana kami bisa bertasyakur dan bertadabur. Memuji keindahan alam ciptaan Allah SWT. Begitu indah, sungai dengan batu-batu yang besar berbentuk undak-undakan. Di sebelahnya nampak lereng gunung yang begitu hijau dan asri.

Sungai di Gunung Puntang dengan airnya yang jernih dan dingiin
Sungai yang mengalir di lereng Gunung Puntang

Bermain air di sungai Gunung Puntang
Anak-anak begitu asyik bermain di sungai. Memanjat batu-batu besarnya dan bermain dalam air yang begitu jernih. Begitu asyiknya hingga tidak memperdulikan air yang dingin seperti air es. Jika saja saat itu tidak turun hujan, sepertinya mereka tidak mau diajak pergi dari sungai.
Selesai membersihkan diri, kami pun bersiap mengunjungi tempat wisata lain di Gunung Puntang. Menuruni jalan yang beraspal menuju kaki gunung. Di tengah perjalanan, kami melihat bekas bangunan yang sudah tidak terpakai lagi. Bangunan itu merupakan stasiun radio milik Belanda. Kala itu, merupakan stasiun radio nomor satu di dunia. Karena cakupannya hingga ke Negeri Belanda. 
Bekas Banguan Stasiun Radio Milik Belanda
Peninggalan Belanda yang lain, yaitu gua yang memiliki panjang 200 meter. Sebenarnya gua ini dibangun oleh Belanda, namun pembangunannya tidak selesai. Akhirnya pembangunan gua ini diteruskan oleh Bangsa Jepang. Tidak seperti gua-gua lainnya yang terletak di beberapa daerah, gua di Gunung Puntang ini tidak panjang. Fungsi gua ini hanya sebagai gudang tempat perbekalan. 

Mulut gua yang rimbun tertutup oleh pohon di Gunung Puntang
 
Harus lebih berhati-hati berjalan di lantai tanah yang basah
Gua di Gunung Puntang

Pintu masuk di gua ini, atapnya rendah. Bagi yang memiliki tubuh tinggi, jika mau memasuki gua harus sedikit merunduk. Jalanan di dalam gua, dipenuhi genangan air. Rembesan air dari akar pohon yang tumbuh diatasnya, mengalir melalui celah langit-langit. Pada bagian gua yang berfungsi sebagai tempat penyimpanannya, langit-langit gua telah dibeton sehingga lantainya terlihat kering.
Kolam cinta, konon juga merupakan kolam peninggalan Bangsa Belanda. Namun kami tidak berkunjung ke kolam itu. Karena berdasarkan informasi penjual yang ada di arena parkir, kolam itu sudah tidak ada airnya lagi. Sebenarnya ada rasa sedikit penyesalan juga sih.. kenapa kemarin kami tidak melihat keadaan kolam tersebut. Mungkin di lain waktu, tempat itu yang pertama kali akan saya kunjungi.
Sehari semalam berkeliling di Gunung Puntang, begitu dinikmati oleh anak-anak saya. Mereka pun meminta kami orang tuanya, agar di lain waktu bisa membawa mereka kembali ke Gunung Puntang

Artikel Lainnya :
Mengajarkan Anak Bersahabat dengan Alam 
Manfaat Bermain Ice Skating Untuk Anak
Alam Wisata Cimahi
Miniatur Kereta Api di Floating Market

24 comments:

  1. Terakhir kali kemping pas pramuka dulu.. Hahah.. :D Pasti asyik ya Mbak, ngangetin badan deket api unggun :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak..asiik banget, ngangetin badan deket api unggun di udara yang dingin.

      Delete
  2. liburan yang benar benar liburan menurutku ya ke tempat tempat seperti ini, gunung, sungai, hutan dan kemping, asyiiiik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul..liburan sekali-kali menyatu dengan alam. Biar bisa selalu bersyukur dan bertadabur.

      Delete
  3. Bisaa dijadikan tempat uji nyali ni hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak..bangunan tua bekas radio Belanda itu sering dijadikan ajang uji nyali

      Delete
  4. ini baru tjakep
    liburan itu tak harus selalu dengan ngemall
    menyatu dengan alam adalah hal yang luar biasa! :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih segar dan sehat liburan di alam ya... :)

      Delete
  5. Pengen deh ajak anak-anak kemping, berkemah di alam terbuka...belum kesampaian..mau cari yang bisa sewa tenda hehe asik ya tempatnya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Gunung Puntang, ada tempat penyewaan tenda juga kok, Mbak..

      Delete
  6. Coba ke Curug Siliwanginya asik banget deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..belum berani ke sana bawa anak-anak, perjalanannya cukup menguras tenaga hi..hi..

      Delete
  7. Keren kak tempatnya. orangnya juga kok :D

    ReplyDelete
  8. Keren nih..pernah denger tp blm sempat dijelajahi

    ReplyDelete
  9. Liat sungainya berasa pengen nyemplung..pasti seger y mak..

    ReplyDelete
  10. aku lama banget g kemping,pingin lagii. kebayang anak2 senang kalau diajak kemping..tempatnya sik banget ya mak
    salam kenal^^
    follow bologna dimana mak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik dijadiin tempat kemping mak..
      salam kenal juga mak :)

      Delete
  11. memang paling asik berlibur di alam terbuka

    ReplyDelete
  12. Replies
    1. Segera berkunjung mbak...melepas kangen :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}