Apa Yang Kau Harapkan Setelah Maut Menjemput?

Apa yang kau harapkan setelah maut menjemput? Teman-teman, punya keluarga, kawan, relasi atau kenalan yang telah meninggal, namun akun media sosialnya tetap aktif? Saya punya, loh!
http://www.nurulfitri.com/2016/04/apa-yang-kau-harapkan-setelah-maut-menjemput.html
Teman sekolah saya, beberapa bulan yang lalu menghembuskan napasnya yang terakhir. Bukan karena menderita suatu penyakit dan bukan juga karena kecelakaan. Lelaki dengan tiga orang anak itu, meninggal setelah merasakan pusing, lalu muntah-muntah. Kejadiannya sangat cepat tanpa ada tanda-tanda yang khusus dan tentu saja kepergian yang mendadak itu, membawa duka yang mendalam bagi istri dan anak-anaknya.

Di masa sekolah dulu, almarhum merupakan murid yang tidak terlalu menonjol. Baik dari segi akademis maupun dari prestasinya yang lain. Tapi dia seorang pemuda yang baik dan mudah bergaul. Tidak sedikit teman-teman senang bergaul dengan pria berkulit bersih itu. Dia juga merupakan salah satu murid lelaki yang memiliki wajah tampan di sekolah kami. (Uhuk..!)

Tentu kita telah memaklumi, jika kehadiran media sosial berpengaruh sebagai tempat bertemunya teman lama di dunia maya, yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal ajang reuni. Hal ini, juga berdampak pada pertemanan kami. Entah sudah berapa kali, angkatan kami melakukan reuni. Sepertinya, hampir setiap tahun, teman-teman mengadakan reuni. 

Etapi...jika setiap tahun dilakukan, mungkin namanya bukan reuni, ya? Hi..hi.. Yup, boleh dikatakan, acara-acara tersebut merupakan pertemuan rutin agar tali silaturahmi di antara kami bisa terus menjaga.

Dan hampir di setiap acara yang diadakan, teman yang memiliki nama khas priangan ini, selalu hadir. Selalu terlihat ceria, bersemangat dan tentu saja sehat walafiat.

Jadi, ketika kami mendengar teman kami itu telah meninggal dunia, semua kaget. Tidak ada yang menyangka, teman kami begitu cepat meninggalkan dunia yang fana ini. Kesedihan dalam dada kami semakin membuncah di saat melihat anak-anak almarhum yang masih kecil. Istri yang terlihat begitu terpukul, melihat sang belahan jiwa pergi untuk selamanya.

Apa yang kau harapkan setelah maut menjemput?

Selama beberapa hari, beranda facebook teman kami ini penuh dengan ungkapan turut berduka. Beberapa teman ada yang mengunggah foto almarhum ketika mengikuti acara-acara terakhirnya. Masih muda, tampan dan supel. Sebagian teman kami, bergantian mengungkapkan cerita kenangan bersama almarhum. Semoga almarhum diterima semua amal ibadahnya, aamiin.

Teman-teman, lalu apa yang kemudian terjadi? Di saat pemilik akun sebuah media sosial telah meninggal dunia, bagaimana dengan media sosialnya? Barangkali ada beberapa pilihan yang akan diambil. Membiarkan akun itu tetap ada atau akan memilih untuk menutup akun tersebut?

Sebenarnya, selain teman sekolah yang saya ceritakan di atas, saya juga telah kehilangan salah satu teman kuliah. Seorang Ibu dengan tiga orang anak yang dikabarkan meninggal karena sakit. Selang beberapa lama setelah kepergian wanita berjilbab dan  berkacamata ini, suami almarhumah mengambil inisiatif untuk menutup akun teman saya tersebut. Sepertinya sang suami memiliki pertimbangan tersendiri untuk menutup akun istrinya itu.

Berbeda dengan almarhum teman sekolah saya tadi. Setelah hampir kurang lebih 5 bulan kepergiannya, akunnya tetap hidup dengan statusnya. Bahkan update dengan status-statusnya yang sering membuat saya baper..hiks..hiks.

Tentu saja, bukan almarhum teman saya yang membuat status tersebut. Istrinya selalu menyertakan nama sang suami di beberapa statusnya. Sang istri yang selalu merindukan dia, rindu akan kehangatan sebagai seorang suami. Ungkapan kangen atas perhatiannya pada keluarga dan anak-anak. Bahkan istri almarhum menggunggah beberapa video yang menunjukkan harmonisnya keluarga kecil mereka.

Huhuhu..saya sebagai seorang perempuan, begitu terbawa perasaan. Setiap melihat statusnya, saya bisa merasakan kehilangan yang teramat dalam dari sang istri. Dan di saat perempuan yang menjadi orang tua tunggal itu, pulang dari tempatnya bekerja, tidak ketinggalan dibuatnya status kenangan tentang perhatian suaminya. Orang yang selalu menjemputnya dengan setia, bahkan di kala tubuh kurusnya basah karena basuhan rinai hujan.

Ketika almarhum berulang tahun pun, sang istri menuliskan status yang disertakan nama suaminya di facebook, kurang lebih berikut ini yang ditulisnya :
"Kalau saja ayah ada, ini hari ulang tahun ayah. Jika dahulu ibu kasih kue bolu untuk ayah, sekarang ibu kirim doa ya..Al Fatihah."
Duuh, siapa yang gak terbawa perasaannya, coba? Saya bisa merasakan kehilangan yang dialami sang istri. Tapi, terus terang saja, saya juga agak sedikit terganggu. Karena setelah membacanya, perasaan jadi tidak menentu. Bawaannya sedih melulu.

Apakah saya harus menghapus pertemanan kami di facebook? Sedih rasanya melihat sang istri selalu menuliskan kerinduan pada suaminya. Bingung!

Anyway, saya juga bisa melihat bagaimana peran dia sebagai seorang suami dan ayah dari anak-anaknya. Suami yang begitu perhatian pada istri, terlihat siaga untuk membantu dan menjaga istri serta begitu perhatian pada anak-anaknya.
Sehingga kepergian almarhum begitu terasa bagi keluarga kecil itu. Atas dasar itu pula, sepertinya sang istri membiarkan akun media sosial suaminya tetap ada.
Ingin selalu mengenang kebersamaan mereka. Atau dia belum ikhlas melepas kepergian pujaan hatinya? Ah, entahlah. 

Teman, ada pepatah yang mengatakan jika apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Berkaca dari kisah almarhum teman saya, sepertinya dia akan selalu dikenang karena kebaikannya meskipun roh telah meninggalkan raga. 
Jika harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, maka manusia mati akan meninggalkan  segala amal perbuatannya.
Lalu, apa yang kau harapkan setelah maut menjemput, teman? Akankah kita akan selalu dikenang karena amal baik kita atau sebaliknya? Semua memang hanya kita yang tahu. 
Mungkin hidup kita tidak perlu harus tampak sempurna, namun lebih baik selalu berusaha memperbaiki diri setiap hari. Bagaimana dengan teman-teman?

15 comments:

  1. saya juga punya beberapa teman yang udah almarhum/ah tapi akun sosmednya masih aktif Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, tapi statusnya selalu update,gak,ya?

      Delete
  2. Duh sedihnya ya jika kehilangan pasangan hidup, mba
    :(

    ReplyDelete
  3. Aih beneran baper mbak kalau baca status istrinya yang sangat merasa kehilangan tersebut. Turut berduka cita ya mbak atas meninggalnya teman mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ikut baper, kan?
      Terima kasih ya :(

      Delete
  4. Ya berbuat baik kepada semua orang karena kita tidak tahu bisa masuk surga karena kebaikan yang mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting, selalu berusaha untuk berbuat baik ya ,mba.

      Delete
  5. Waah bisa dipahami bagaimana rasa kehilangan isteri dan anak2nya yaa.
    Fb ba jadi tmpt menyimpan memory jg bagi mrk mungkin mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak,sepertinya fb dijadikan tempat memori bagi mereka.

      Delete
  6. Duh kalau masih aktif gitu akunnya malah bikin baper banget yah kak :'( hiks hiks

    ReplyDelete
  7. so sweet banget mbak postingannya..terharu

    ReplyDelete
  8. Yang ku harapkan cuma satu mbak yaitu meninggal dengan keadaan khusnul khotimah, amin yra
    Semoga semuanya meninggal itu dalam keadaan khusnul khotimah .. amin yra :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}