Orang-orang Kreatif di Pinggir Sungai Cikapundung

Bagi warga Bandung, Sungai Cikapundung merupakan sungai besar yang berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi masyarakatnya. Sungai yang mengalir membelah beberapa bagian Kota Bandung itu, kini mulai dibenahi oleh pemerintah Kota Bandung agar bisa memberikan manfaat lebih banyak lagi bagi warganya.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Pria yang bisa melayang di Jalan Asia Afrika Bandung
Salah satu aliran Sungai Cikapundung yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata terdapat di pusat kota. Tempat ini berada tepat di antara Gedung Pusat PLN dan Musium Konferensi Asia Afrika yang bersejarah. Musium ini adalah tempat dimana 29 negara dari Benua Asia dan Benua Afrika berkumpul mengadakan konferensi, 61 tahun yang lalu.

Car Free Day di Jalan Asia Afrika
Akhir minggu lalu, saya senang sekali bisa mempunyai kesempatan berkunjung ke tempat yang penuh sejarah ini. Bertepatan dengan waktu car free day yang diberlakukan di Jalan Asia Afrika, banyak warga kota yang menikmati udara segar kota propinsi Jawa Barat ini dengan berolahraga, berjalan kaki, atau bersepeda. 

Seperti tempat bagus lain yang ada di Kota Bandung, di sekitar tempat ini juga banyak orang yang mengambil gambar untuk dijadikan kenangan atau untuk melengkapi koleksi foto mereka. Beberapa pengunjung tampak mengambil foto di depan Musium Konfrensi Asia Afrika, di depan Monumen Asia Afrika, serta di sekitar alun-alun Kota Bandung. 

http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Tugu Konferensi Asia Afrika
Salut dengan orang-orang yang ada di jalanan protokol tersebut. Banyak sekali kegiatan yang bermanfaat diadakan di sana. Semua penuh kreativitas. Mau tahu apa yang membuat saya kagum dengan orang-orang kreatif di pinggir Sungai Cikapundung itu? 

Kebetulan saya datang ke tempat itu, sudah lumayan siang, sekitar jam 7.30 dan saya lihat ada beberapa orang yang berada disana sedang membawa tas goodie berwarna hijau dan bertuliskan salah satu produk cat tembok. Saya yakin, pada pagi hari, telah berlangsung sebuah acara yang disponsori oleh produk cat tersebut. Sayang, saya ketinggalan acaranya, hiks.. hiks :(

Tapi, semua kekecewaan itu, gak berlangsung lama, kok! Karena saya menemukan banyak hal unik yang dilakukan orang-orang di sekitar jalan itu. 

Orang-orang Kreatif Berbusana Tokoh Kartun
Sebagai tempat umum, tentu saja akan banyak mengundang pengunjung, dengan berbagai macam gaya busana yang dikenakan. Untuk yang datang karena alasan berolahraga, mereka terlihat mengenakan pakaian olah raga dengan aneka warna. 

Sedangkan bagi yang ingin berjalan santai, saya juga melihat keanekaragaman busana yang mereka kenakan. Memang tidak salah, jika Bandung dikatakan sebagai kota paris van java. Di tempat ini, berbagai macam model pakaian tampak digunakan dengan nyaman oleh masyarakatnya. Ibu kota propinsi yang terkenal sebagai pusat mode. 

Pengunjung yang ada di sekitar Sungai Cikapundung, anak-anak, orang dewasa hingga lansia mengenakan pakaian yang santai dan mengikuti trend yang ada. Dari pengunjung yang menggunakan pakaian santai dan terlihat minim hingga yang berbusana muslim (sponsored post, refers to disclosure) dengan berbagai model, semua berkumpul bersama menikmati suasana di sekitar Jalan Asia Afrika dan pinggiran Sungai Cikapundung. 

http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Orang-orang dengan kostum Bima X, Hello Kitty, Marsha serta Power Ranger
Ramainya suasana di akhir minggu ini,  sepertinya tidak disia-siakan oleh beberapa orang untuk mengais rejeki dengan kreativitas mereka masing-masing. Di sepanjang jalan, dapat ditemukan beberapa orang yang menggunakan kostum unik dan menarik. Mereka memakai kostum tersebut agar pengunjung dapat mengambil foto bersama tokoh kesayangan mereka.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Anak-anak berpose dengan transformer
Ada yang mengenakan kostum Doraemon, Hello Kitty, Marsha, Power Ranger, Ultra Man, Naruto, Transformer dan kostum menarik lainnya. Para pemeran tokoh kartun itu, berdiri di sepanjang jalan Asia Afrika dan di sekitar pinggiran Sungai Cikapundung. 

Mereka menyediakan kaleng berbentuk tabung yang dapat diisi uang seikhlasnya dari setiap orang yang mengambil foto bersama mereka. Kreatif, bukan? Untuk mendapatkan penghasilan, mereka membuat kostum yang menarik, agar pengunjung bisa berfoto bersama mereka.

Salut! Kreatif! Daripada mencari penghasilan dengan meminta-minta, lebih baik berkreasi, bukan?

Pria Melayang
Tidak hanya tokoh kartun yang ada di sana. Yang membuat anak-anak saya kagum dan keheranan adalah seorang lelaki dengan kostum tradisional khas Parahyangan bisa melayang di udara. Lelaki dengan cat wajah itu terlihat hanya bersandar di sebuah tongkat. Tidak hanya anak-anak saya yang kagum, lihat saja, ada seorang ibu yang begitu penasaran, sampai berjongkok mengamati bagian bawah lelaki yang seakan-akan melayang tersebut.


http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Ibu dengan jilbab pink itu, terlihat penasaran ya? Hi..hi..hi

http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Kaki lelaki ini terlihat bergetar menahan berat badannya, loh!

Dengan gerakan pelan dan hati-hati, lelaki tersebut memegang ujung tongkat lalu mengangkat kedua kakinya. Dan..taraa... dia pun terlihat melayang. 
Posisi yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang. 

Sebenarnya jika kita lebih teliti melihat pada lelaki tersebut, di balik pakaiannya, terdapat semacam ruas yang bisa diduduki olehnya. Karena benda tempatnya bersandar itu terlindung dibalik baju, membuat dia seakan-akan melayang di udara. Sekali lagi, saya temukan orang yang kreatif!

Kuliner di Pinggir Sungai Cikapundung
Tidak hanya orang-orang yang kreatif mencari penghasilan dengan kostum uniknya, ada beberapa lagi yang berkreasi melalui makanan. Ada ungkapan, jika berkunjung ke Kota Bandung, rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya. Yuk, mari kita cicipi makanan dan minuman yang tersedia di sana.

Jangan khawatir kehabisan, di sebelah Musium Konferensi Asia Afrika tersebut, banyak ditemukan stan berjejer, yang menyediakan aneka makanan untuk dinikmati seusai berjalan-jalan.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Stand makanan dan minuman di pinggir Sungai Cikapundung
Dengan beberapa inovasi baru, para penjaja kuliner tersebut berusaha untuk membuat pengunjung tertarik membeli barang dagangan mereka. Contohnya saja, menjual susu menggunakan wadah dengan bentuk bohlam lampu dan lampu kecil yang bisa menyala.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Stan susu murni yang menyediakan susu dalam wadah dot bayi dan lampu bohlam serta menyediakan es krim dalam pot
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Campuran susu murni dan biskuit oreo dalam Bohlam
Terbuat dari apa minuman tersebut? Sebenarnya formulanya sudah tidak begitu asing lagi. Minuman ini terbuat dari susu murni dan biskuit oreo, dicampur menjadi satu kemudian dimasukkan dalam wadah berbentuk bohlam atau berbentuk dot bayi. Nah, teman-teman yang mau mengenang masa kecilnya, boleh kok, minum susu dengan menggunakan dot bayi..hi..hi..hi
Minuman dengan wadah unik ini bisa kita peroleh dengan harga Rp. 30.000,-

Nah, selain minuman yang disajikan dengan cara yang unik, ada pula makanannya yang tidak kalah lezatnya. Bandung terkenal dengan berbagai macam bakso yang sangat memanjakan lidah. Terdapat berbagai varian bakso seperti  bakso urat, mie kocok kaki sapi dan sop kaki, yang dapat dinikmati sebagai makanan pengenyang. 
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Kaki sapi yang tergantung, agak membuat anak sulung saya bergidik

http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Mie kocok Bandung yang terkenal dengan tambahan kaki sapi
Sedangkan untuk yang mencari makanan ringan untuk cemilan, di sisi aliran sungai Cikapundung pun tersedia sosis bakar, lumpia basah, ketan goreng, tempe mendoan, tahu brintik, tahu goreng bahkan makanan khas Betawi yaitu kerak telor, dapat kita temukan di sana. 
http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Abang penjual kerak telor

http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Para penjaja sosis bakar, lumpia basah, aneka jus buah serta gula-gula

http://www.nurulfitri.com/2016/04/orang-orang-kreatif-di-pinggir-sungai-cikapundung.html
Tempe mendoan dengan sambal kecapnya, termasuk salah satu makanan favorit keluarga saya
Puas berjalan-jalan lalu menikmati kuliner yang tersedia di sana. Saatnya saya dan keluarga untuk beranjak pergi dari tempat itu. Selain acara car free day telah berakhir, dengan ditandai banyaknya kendaraan yang diperbolehkan lewat di Jalan Asia Afrika, hari pun sudah semakin panas. Matahari sudah semakin tinggi. 

Dari perjalanan akhir minggu itu, saya pun bisa mengambil pelajaran. Sebenarnya hanya orang kreatif yang bisa bertahan. Sedangkan yang kurang kreatif dan hanya menggunakan hal-hal lama tanpa mau mengikuti perkembangan zaman, tidak akan bisa sesukses mereka yang kreatif. 
Apakah kita bisa seperti mereka, ya? Kreatif untuk terus bertahan hidup?

21 comments:

  1. Waaah suasananya mirip di Jakarta kota kota tua :DD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama ada bangunan tua, di sana ya mbak :)

      Delete
  2. Keramaian itu hanya ada pada sat CFD atau tiap hari kyk gtu Mbak? Blm pernah ke sekitara Asia Afrika hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya waktu CFD aja mbak. Tapi kalau kulineran di pinggir sungai Cikapundung, adanya hari Sabtu dan Minggu aja.

      Delete
  3. oo gt rupanya trik biar melayang.
    makin kreatip ajah bandung nih
    kapan yaa ke bandung lagi. tiap ke bandung buat acara keluarga pasti kena macet n bete ga bisa kemana2 :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga disempet-sempetin, Na. Biasanya hanya diem di rumah ortu atau mertua aja. Iya, males dengan macetnya :(

      Delete
  4. Waaah keren banget. Orangnya pada kreatif. :D

    ReplyDelete
  5. Trik melayangnya benar-benar keren. Padahal badannya itu berat, ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya gak terlalu berat, Mas. Aslinya orangnya kurus hi..hi..
      Kalo gemuk, wah kayaknya gak akan bisa hihihi

      Delete
    2. Jadi, itu semacam duduk di atas kursi yang tersembunyi oleh pakaian, ya, Mbak. Kalau gitu, kaki "kursi"nya itu berupa tongkat (satu kaki) itu, ya?

      Delete
    3. Ya Mas, seperti itu. Ada semacam tempat duduk yang bisa melipat, dan tersembunyi di balik bajunya, ketika dia berdiri.

      Delete
  6. serunya ya, aku terlalu jauh ke asia afrika tapi lihat ini patut dicoba juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba, suka ke sana juga ya? Sekali-kali mampir ke sisi Cikapundungnya mba..

      Delete
  7. Waktu kapan pernah mampir ke sini. Anak-anak foto2 sama tokoh kartun favorit mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama ya mbak. Anak-anak senang di foto dengan tokoh favoritnya.

      Delete
  8. mba, itu kaki sapi sebagai penghias atau utk digunakan nantinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan hanya sebagai penghias, mbak. Kaki sapi itu jadi bagian dari mie kocok yang dijual di sana.

      Delete
  9. hooh bagus banget, kemarin sempet liburan ke bandung. Asyik bangettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan, berlibur ke Bandung lagi, mbak :)

      Delete
  10. Sudah lama kpengin jelajah Bandung, belum kesampaian juga

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}