Makan Daging Merah Dapat Menimbulkan Penyakit, Mitos atau Fakta?

Makan Daging Merah Dapat Menimbulkan Penyakit, Mitos atau Fakta? Banyak yang berpendapat jika mengonsumsi daging merah itu dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan tubuh, sehingga ada anggapan jika kita perlu membatasi mengonsumsinya.

Pada kenyataannya daging merah mengandung banyak protein, zat besi, zat seng, vitamin B kompleks, Omega 3 dan Selenium. Nah, ini membuktikan jika daging merah banyak zat yang baik untuk tubuh, bukan?

http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html

Pernah mendengar mitos yang beredar, mengonsumsi daging dapat menyebabkan tekanan darah  tinggi? Menyebabkan kegemukan karena kandungan lemaknya? 


Eh, ternyata bukan daging sapi yang menyebabkan darah tinggi! Tapi yang memicu datangnya penyakit justru karena jenis dagingnya dan cara memasaknya.

Banyak orang yang memasak daging, terlalu lama. Alasannya, agar daging menjadi empuk. Padahal cara memasak tersebut, dapat menghilangkan kandungan nutrisi dalam daging. Hal itu menyebabkan kita tidak bisa mengambil zat bermanfaat dari daging. Selain itu, mengolah dengan menambahkan santan juga bisa memicu timbulnya penyakit, loh!

Nah, untuk mendapatkan tingkat kematangan yang baik atau medium, dan tidak menghilangkan nutrisinya, sebaiknya daging dimasak dengan cara dibakar.  Dan salah satu makanan khas Indonesia yang menggunakan metode dibakar yaitu sate. 

Kebetulan, keluarga saya juga sangat menyukainya. Ada rumah makan di Subang, tempat favorit keluarga saya untuk mengonsumsi daging merah.
http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html
Rumah makan Kajojo yang terletak di Jl. Pejuang 45 No. 4 Subang menyediakan beberapa macam olahan daging merah dengan cita rasa yang pas di lidah kami. Sate sapi, sate kambing, sop iga sapi, sop kambing, gule sapi atau gule kambing merupakan menu andalan di sana.

http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html
Sate sapinya disajikan dalam potongan yang besar dan teksturnya pun empuk. Sedangkan sate kambingnya, tersedia dalam potongan yang sedang dan tidak berbau prengus seperti kambing. Menu sate yang tersedia di sana, terdiri dari dua jenis. Sate kambing/sapi polos atau sate kambing/sapi biasa. Yang dimaksud sate polos yaitu tusukannya berupa daging semua, tanpa lemak.

Disajikan panas-panas di atas hot plate, bersama saus kacang, membuat rasa satenya lebih gurih. Rasa kacang dengan irisan rawit, padu padan yang serasi dan terasa memanjakan lidah.
 

Selain sate, Rumah Makan Kajojo juga menyediakan sop daging sapi, sop iga sapi dan sop kambing. Semua masakan di sini menyajikan daging yang empuk, dan airnya pun terasa gurih. Supaya daging dalam sop ini empuk, bukan dengan cara memasak terlalu lama. Gizi yang ada dalam daging akan hilang jika terlalu lama di masak. 

http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html

Oleh karena itu, agar daging terasa empuk, sebelum diolah, daging direndam dengan menggunakan air nanas selama kurang lebih 15 menit. Di Subang, banyak perkebunan nanas, jadi buah nanas pasti lebih mudah ditemukan.

Jika tidak ada nanas, untuk membuat tekstur daging menjadi lembut, dapat juga dengan menggunakan daun pepaya. Caranya dengan membungkus daging dengan daun pepaya, sebelum diolah. Dijamin, dagingnya akan terasa empuk dan bersahabat dengan gigi, deh! He he he.

Selain sop, Rumah Makan Kajojo juga menyediakan gule daging sapi dan daging kambing. Hmmm...untuk  makanan bersantan ini, sebaiknya jangan terlalu sering, ya... Karena kandungan kolesterolnya cukup tinggi.   

http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html
Gule yang disajikan di rumah makan bercat merah menyala ini, bumbu rempahnya begitu dominan. Gurihnya santan dan rasa pedas dari bumbu rempahnya, membuat gule ini bisa tandas sampai tetes terakhir. :)
Inget..ingeet...kolesterol. Boleh lah, sekali-kali ya...he..he..he
 
Konsep rumah makan ini bergaya modern. Kursi makannya dengan sandaran tingi dan meja berbentuk segiempat serta terbuat dari kayu jati muda. Cukup nyaman untuk dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga.

Nuansa merah menyala dan hijau memberikan efek yang membangkitkan selera makan. 
http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html

Yang unik dari Rumah Makan Kajojo adalah lampu yang menghiasi area sebelah luar. Sepintas saya lihat seperti lampu untuk menangkap serangga. Tetapi setelah diamati ternyata kap lampu tersebut terbuat dari kawat yang dibentuk menyerupai tabung dan di tutupi oleh serbuk gerjaji. Cukup unik, bukan?

http://www.nurulfitri.com/2016/08/makan-daging-merah-yang-menyehatkan.html
Secara keseluruhan, rumah makan ini bentuknya tidak berbeda dengan tempat makan pada umumnya. Kurang ada spot yang menarik atau sudut yang nyaman untuk bisa bercengkerama lebih lama. Saya lihat, para pengunjung akan segera pergi setelah selesai makan. Tidak ada yang berlama-lama di sana.

Untung saja, makanan yang ada di Rumah Makan Kajojo sudah terkenal lezat, sehingga pelanggan pun terus berdatangan untuk bersantap di sana.
Dan yang jelas, makan daging merah di sana cukup memuaskan.


20 comments:

  1. Kalau saya mah gak peduli. Apa aja saya makan. Yang penting halal. Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he he..alhamdulillah, sehat ya, Mas :)

      Delete
  2. wadohh.. klo saya mah gak suka daging takut dartingnya kumat :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak masalah, Mbak. Kalo makannya gak kebanyakan he he he

      Delete
  3. Sesekali boleh dungs makan daging, mba.
    Aku kok naksir sop dagingnya, mba. Keliatan seger bangeet :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Mbak Alida. Sekali-kali gak papa ya...
      Sop dagingnya memang favorit kami Mbak. Enaak, deh :)

      Delete
  4. Tempat makannya, mah, sederhana juga gapapa, asal rasanya enak, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuu...yang penting makanannya yang enak ya... :)

      Delete
  5. Wah jadi daging yang terlalu lama dimasak malah hilang nutrisinya ya Mak.. *angguk-angguk* Eh tapi jadi inget jaman hamil dulu dilarang makan daging setengah mateng macam sate gini sama dokter. Takut ada bakterinya soalnyaaaa. Mungkin baiknya yang matengnya pas aja kali yaaaaa, palagi buat bumil. Hehehee

    ReplyDelete
  6. Glek, jadi lapeerr. Hehehe. Sate sapi aku sukaa, dimakannya pake bumbu kecap ajaa

    ReplyDelete
  7. waktu hamil, saya diet mb yg bakar2an dan setengah matang

    ReplyDelete
  8. waah Kajojo ya namanya, catet ah..klo ke Subang mampir hehe..agak susah cari makanan seru di Subang apalgi klo kita sekedar lewat gt mba..
    suami suka banget daging merah macem gini

    ReplyDelete
  9. Wah rekomended ni mba, kesana ah klo pas pulkam 😃

    ReplyDelete
  10. Langsung lapeerrr.... hahahaha....
    Iya Mbak, direndam air nanas jadi cepat empuk. Tapi dagingnga juga jangan dari kambing/sapi yg terlalu tua. Aloot...

    ReplyDelete
  11. Daging2an gini ini favorit saya. Kolesterol dan kawan2 gak usah dipikirin. Hajar saja terus minum obat. Hahahaha

    ReplyDelete
  12. Rumah makan Kajojo, baiklah noted kalo berkunjung ke rumah uwak di Subang.

    Hmm, kalo aku suka semuanyaaa, tanpa memikirkan mitos dll, yang oenting halal dan enyak teeh..

    ReplyDelete
  13. wah enak banget ya mbak, sayang nya saya lagi mengurangi makan daging

    ReplyDelete
  14. Aku suka banget makan daging, jadi pingin ke sana nih.

    ReplyDelete
  15. Satenya kayaknya enak, bikin mupeng. Kelihatannya dagingnya juga gede-gede.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}