Friday, 29 April 2016

8 Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik

Tipe belajar setiap anak, berbeda-beda. Mereka menyukai gayanya masing-masing untuk menangkap informasi yang diberikan. Yang paling umum, ada 3 tipe gaya belajar yang dominan dimiliki oleh seorang anak. Tipe belajar yang dimaksud yaitu gaya belajar kinestetik, auditori dan visual.
8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.
8 Ciri anak dengan gaya belajar kinestetik
Jika anak-anak ditanyakan mengenai hobinya, kayaknya jarang sekali yang menjawab hobi mereka adalah belajar, bukan Barangkali yang terpikirkan oleh mereka, belajar itu haruslah dalam keadaan duduk, tenang, pandangan lurus ke depan dan harus memperhatikan guru serta suasana pun harus hening. 
Nah loh, kayaknya jauh dari keadaan yang menyenangkan ya ... ? ^~^

Untuk mengetahui apa sebenarnya gaya belajar yang dimiliki oleh anak-anak kita, diperlukan pengamatan yang memakan waktu tidak sebentar. Pengamatan pun harus dilakukan oleh keluarga terdekat, terutama oleh orang tua. 

Menurut saya, tipe gaya belajar kinestetik, paling mudah dilihat. Anak dengan tipe belajar kinestetik selalu mengekspresikan segalanya dengan tingkah laku. Berdasarkan pengalaman, anak saya yang kecil termasuk anak yang sulit untuk diam. Hampir setiap saat, dia selalu bergerak. Bahkan dalam keadaan tidur sekalipun. Gak mau diam, hehehe. Inilah yang membuat saya mudah untuk mendeteksi tipe belajarnya.

Baca artikel terkait : 9 Ciri Pemilik Gaya Belajar Auditori
 

Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik.

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai gaya belajar kinestetik ini, ada ciri-ciri yang dominan dilakukan oleh anak dan mudah dideteksi oleh orang tua. Apa saja ciri yang menggambarkan anak dengan tipe gaya belajar kinestetik? Berikut ini ciri-cirinya :

1. Anak lebih menyenangi kegiatan yang berhubungan dengan kesenian, olahraga atau aktif dalam kehidupan sosialnya. Anak cenderung tidak bisa diam dan memiliki koordinasi tubuh yang baik.

Untuk ciri yang satu ini, anak saya yang kecil, memang hobi berolahraga. Hampir setiap hari, pulang dari sekolah, ade main sepeda di sekitar rumah. Jika ingin bersepeda dengan rute yang agak jauh, ayahnya selalu mendampingi jagoan kecilnya itu  seperti saat bersepeda di hari libur. 

8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik
Bersepeda di area Car Free Day
Selain bersepeda, anak lelaki saya juga senang bermain sepak bola. Setiap Hari Senin dan Hari Kamis, pulang dari sekolah dia mengikuti sekolah sepak bola, dengan salah satu pelatihnya, yaitu Robby Darwis, seorang mantan pemain Persib.
Karena sangat menyukai berolahraga, membuat saya mudah mengamatinya dan berkeyakinan jika dia merupakan ciri anak dengan gaya belajar kinestetik.

8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik
Ade ketika berlatih dengan Robby Darwis
2. Anak dengan gaya belajar kinestetik, juga menyenangi segala sesuatu kegiatan yang sering menggunakan tangannya secara aktif
Salah satu mainan favorit anak lelaki saya yaitu permainan bongkar pasang seperti lego dan sejenisnya. Saya sebenarnya mendukung jika dia menyukai permainan bongkar pasang seperti lego, tapi agak risih juga jika mainan dengan bentuk kecil ini, tercecer dimana-mana. Jika tidak sengaja terinjak, duh ... rasanya sakit, De!

Eh tapi selaku orang tua saya tidak akan melarang dia bermain dengan legonya. Meskipun ((sedikit)) membuat rumah jadi berantakan, setidaknya kecerdasan kinestetiknya bisa terasah dengan baik.
8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik
Sebagian lego ade, yang disimpan di meja belajarnya. Yang di kotak mainan, berantakan, deh!
Selain itu, anak dengan tipe kinestetik senang mencari perhatian melalui perhatian fisik seperti menyentuh orang lain. Contohnya saja ketika anak hendak bertanya sesuatu, dia akan menarik perhatian saya dan ayahnya dengan cara menyentuh kami. Sepertinya baginya tidak cukup jika hanya memanggil orang tuanya saja.


3. Jika memiliki mainan baru, biasanya anak langsung ingin mencoba memainkannya.

Hal ini juga seringkali dilakukan oleh anak lelaki saya. Apabila membeli mainan, dia ingin segera memainkannya. Jangankan sampai di rumah, baru keluar dari toko mainan saja, dia sudah ingin mencobanya. Jika sudah begitu, saya dan ayahnya harus segera membujuk anak lelaki itu untuk bersabar. Setidaknya bersabar hingga masuk ke dalam kendaraan. Sehingga bisa membuka mainan tersebut di dalam mobil.

4. Saat mengekspresikan dirinya atau mengungkapkan emosinya, anak dengan gaya belajar ini kerap menggunakan gerakan tubuh. Anak pun gemar menyentuh apa yang dilihatnya. 

Untuk urusan mengungkapkan emosinya, anak bungsu saya ini memang selalu menggunakan tangan atau kakinya. Misalnya saja ketika dia kesal karena selalu digoda oleh kakaknya, emosinya diungkapkan dengan menghentakkan kakinya berulang kali ke lantai. Dan bila emosinya sudah memuncak, dia akan menangis sambil menendang-nendang. Kalo keadaannya sudah begini ... saya dan pak suami harus segera bertindak, deh!

Saya juga ingat, ketika kami sekeluarga mengunjungi miniatur kereta api di Floating Market, penggemar film kartun Thomas ini begitu terlihat senang sekali. Tidak cukup hanya melihat kereta api yang melintasi relnya, anak saya itu berusaha ingin memegang miniatur kereta api tersebut. Hmmm, penasaran ya, Dek? Hihihi
8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik
Penasaran ingin memegang kereta api yang sedang berjalan di relnya.

5. Ketika melakukan komunikasi, sering menggunakan kata-kata yang mengandung aksi dan gemar memakai objek nyata saat menerangkan sesuatu. Dan di saat membaca sesuatu, dia juga lebih sering menggunakan jarinya untuk menunjuk kata dan kalimat yang sedang dibacanya.

Kami sekeluarga, kadang merasa geli jika adek bercerita mengenai sebuah peristiwa. Keliatan heboh, deh! Jika menceritakan kereta Thomas yang tergelincir di relnya, dia akan mempraktekkan dengan kedua tangannya atau mengambil mainannya untuk memperagakan. Kelihatan sibuk dan tentunya lucu bagi kami yang melihatnya. Hihihi!

Baca juga:  Tipe Gaya Belajar Visual

6. Tidak mau diam ketika mendengarkan penjelasan dari guru atau dari orang tuanya.
Ayah bunda, pernah ada pengalaman ketika kita sedang mendampingi anak belajar, tetapi kaki atau tangannya tidak pernah diam? Saya sering sekali mengalaminya. Bila membaca buku, anak lelaki kecil itu tidak mau diam. Jika bukan kakinya yang bergerak-gerak, maka badannya akan bergoyang ke sana ke mari. Gemesin, deh! Rasanya ingin menghentikan dia agar tidak terus bergerak. Namun yang dikhawatirkan jika dia diam, malah akan merusak konsentrasinya.

7. Bila menghapal atau belajar mengenai sesuatu, biasanya dilakukan sambil berjalan atau ingin melihat objeknya secara langsung.

Mirip dengan ciri yang keenam, ya, anak tipe gaya belajar kinestetik ini memang tidak bisa diam. Selalu saja ingin bergerak. Pernah suatu ketika anak saya sedang berusaha menghapal pelajaran dia berjalan mondar-mandir di dalam rumah. Saya menegurnya waktu pertama kali melihat cara belajar anak tersebut, tetapi akhirnya membiarkan dia dengan gaya belajarnya sendiri. Yang penting dia menguasai materi yang sedang dipelajarinya, bukan?

8. Ciri yang terakhir yaitu anak menyenangi buku dan film petualangan. Koordinasi mata dan tangan anak dengan tipe ini cukup baik. Mereka mampu melakukan gerakan yang memiliki ritme cepat dan menyenangi metode bermain peran.

Karena anak lelaki saya senang alat transportasi kereta api, maka buku yang disenanginya pun sekitar kereta api. Dan dia memilih koleksi buku petualangan Thomas, kereta api yang baik, cerdik dan senang membantu. Anak saya itu selalu senang dengan cerita lokomotif kereta api yang penuh dengan keseruan ciri khas anak-anak.

Nah, dari 8 ciri anak dengan gaya belajar kinestetik yang telah diuraikan di atas, hampir semuanya tergambar di setiap perilaku anak bungsu saya. Hal tersebut menunjukkan jika anak saya bisa belajar dengan baik jika dia merasa nyaman dengan caranya sendiri.
Berdasarkan ciri-ciri anak tipe gaya belajar kinestetik tersebut, sebaiknya kita sebagai orang tua mengerti jika anak akan lebih mudah menerima, mengolah informasi melalui serangkaian aktivitas yang membutuhkan gerakkan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya.

Lalu, apa saja kendala yang akan dihadapi oleh anak dengan gaya belajar seperti ini? Dan bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi anak kinestetik?
Sebaiknya, saya tuliskan di postingan yang berbeda, ya! Supaya tidak terlalu panjang juga, kan? Nantikan di postingan selanjutnya.

         Salam takzim







Sumber : Sidik jari cerdas FF 2011 

11 comments:

  1. Tanda2 anak pinter ya mb, antusias dan rasa ingin taunya lebih hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua anak pinter Nit. He..he..he.. orang tuanya perlu tahu potensi anaknya, terus dikembangkan, deh!

      Delete
  2. Nah, kan... Setiap orang punya cara sendiri untuk menerima informasi yang diterima dan akan dia olah. Mas Heru, tipe kinestetik juga, ya?
    Wah, itu, belajar sambil main gitar, bisa ya? Hi..hi..hi

    Etapi anak saya yang besar, kalo belajar harus sambil dengerin musik, loh!

    ReplyDelete
  3. Berarti ortu juga nggak boleh lelah belajar ya, karena memang ada anak yang tipe balajarnya smabil dengarkan musik, misalnya.

    ReplyDelete
  4. Anak kinestetik tapi banyak disebut anak nakal, dan saya kadang suka sedih jika ada yang bilang nakal pada anak kinestetik.

    ReplyDelete
  5. Asma termasuk ini gak ya? Ada yang iya dan enggak

    ReplyDelete
  6. anak saya juga bnyk bergerak, suka olahraga dan gak mau diem kalo bljr. tangannya pasti sambil ketuk2. memang hrs ekstra sabar utk anak sprti ini ya mba

    ReplyDelete
  7. Mba Nurul...boleh tau. Sang adik yg kinestetik itu sekolah di sekolah reguler atau bukan.
    Bagaimana memilih sekolah yg punya metode baik utk menyikapi anak kinestetik tsb. Harapannya anak ini bisa terus berkembang di dampingi guru2 yg paham.
    Notes...anak saya kinestetik banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak saya sekolah di SDIT Bunda Hafif. Kebetulan sekali sekolah tersebut membagi kelas siswanya berdasarkan metode belajarnya.
      Jadi begitu anak masuk, ada tes psikotes untuk mengetahui gaya belajar setiap anak, lalu dikelompokkan dengan yang sejenisnya.
      Untuk mengetahui sekolahnya memiliki metode yang baik atau tidak, bisa dilihat dari visi dan misinya, Bun.

      Delete
  8. Anak pertama saya suka sekali sepeda, main lari sana sini dan gak mau diam. Belajar di suruh duduk gitu gak bisa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^