Tuesday, 3 May 2016

4 Cara Menyikapi Anak Kinestetik

Setelah saya membahas mengenai ciri anak dengan tipe gaya belajar kinestetik di postingan terdahulu, maka dalam postingan saya kali ini, akan membahas mengenai beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam menyikapi anak dengan tipe gaya belajar kinestetik. Hal ini perlu diketahui agar anak belajar sesuai dengan gaya belajar yang dimilikinya. Sehingga proses belajar bukan menjadi hal yang ditakutkan oleh anak.
http://www.nurulfitri.com/2016/05/4-cara-menyikapi-anak-kinestetik.html
Seperti yang telah diulas sebelumnya, anak dengan tipe gaya belajar kinestetik cenderung tidak bisa diam. Mereka lebih mudah belajar, lebih mudah menerima informasi melalui serangkaian aktivitas yang melibatkan organ geraknya dan selalu ingin mempraktekkan hal yang dipelajari secara langsung.

Karena anak dengan gaya belajar ini selalu melibatkan penggunaan jari, perabaan dan sentuhan, biasanya mereka lebih terampil dan jari-jemarinya lebih cekatan serta mampu membuat berbagai macam kerajinan tangan. Selain itu, anak dengan tipe belajar kinestetik selain cakap dalam berolahraga, mereka juga dapat menari dengan gemulai serta hasil gambarannya cukup teliti dan detil.

Kendala Anak Kinestetik
Namun, karena anak dengan tipe gaya belajar ini kerap tidak bisa diam, biasanya muncul berbagai macam kendala yang sebaiknya perlu dipahami oleh orang tua. Anak dengan gaya belajar kinestetik memiliki kendala yang perlu diketahui oleh orang tua mereka, yaitu :

Pertama, anak kinestetik cenderung tidak bisa diam dan dianggap mengganggu, usil bahkan kerap dianggap nakal. Seringkali, mereka dapat dianggap mengggangu jika berada dalam lingkungan yang mayoritas anaknya lebih senang diam dan memiliki tipe belajar auditori atau visual.

Kedua, bila berada di sekolah dengan gaya belajar konvensional, yang menerapkan gaya belajar mengharuskan murid duduk tenang, diam tidak boleh banyak bergerak ketika gurunya menjelaskan, biasanya mereka akan merasa kesulitan belajar atau sulit menangkap informasi yang disampaikan. Hal ini juga terjadi pada anak saya. Ketika saya mendampingi dia belajar dan menyuruh lelaki kecil itu duduk diam, kenyataannya dia cenderung tidak memperhatikan apa yang kita katakan atau kita informasikan, bahkan terlihat seperti orang yang melamun.:)

Ketiga, ketika menghadapi mata pelajaran yang mencakup rumus-rumus atau hal yang abstrak seperti simbol matematika, peta dan sejenisnya, mereka cenderung sulit mempelajarinya.

Keempat,  kemampuan dalam pergerakannya atau kapasitas energinya cukup tinggi sehingga cenderung merasa kesulitan jika harus berkonsentrasi penuh. Oleh karena itu, perlu disalurkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik atau aktivitas yang menggunakan jari-jarinya
    Saran untuk Orang Tua Dalam Menghadapi Anak Kinestetik
    Setelah mengetahui kendala yang dihadapi anak dengan gaya belajar kinestetik, maka ada 4 cara menyikapi anak dengan tipe gaya belajar kinestetik yang perlu diketahui oleh orang tua, yaitu :

    1. Untuk mendukung gaya belajar yang dimiliki anak, sebaiknya orang tua mempercayakan pendidikan anak mereka di sekolah yang menganut sistem active learning, yaitu menerapkan cara belajar yang melibatkan siswanya. Jadi pembelajaran bersifat dua arah. Anak diarahkan untuk tetap aktif sehingga kemampuannya berkembang secara optimal. 

    Di sekolah tempat ade belajar, setiap siswa baru yang akan masuk, harus melalui tes psikotes untuk mengetahui tipe gaya belajar siswa yang bersangkutan. Dan anak yang memiliki gaya belajar yang sama, ditempatkan pada satu kelas yang sama. 

    Anak saya yang memiliki gaya belajar kinestetik disatukan dengan teman-temannya yang memiliki gaya belajar yang sama. Sehingga kebiasaan mereka yang selalu bergerak, tidak mengganggu siswa lain yang cenderung menginginkan situasi belajar yang tenang dan hening.

    Wah, saya salut juga dengan guru kelas anak saya, waktu itu. Dengan sabar dan tenang, sang guru mengajarkan anak-anaknya, sedangkan siswa-siswanya sibuk sendiri berjalan ke sana kemari, berdiri di samping mejanya bahkan saya lihat ada beberapa anak yang loncat-loncat karena ingin melihat keluar jendela.
    Tapi, siapa sangka, di akhir semester, nilai mereka bagus-bagus, loh! Bahkan lebih unggul daripada yang lain.

    2. Sebelum pergi berangkat ke sekolah, sebaiknya anak-anak diberikan aktivitas fisik untuk mengalihkan kapasitas energinya yang berlebih. Dengan energi yang sudah digunakan di pagi hari, diharapkan sisa energi yang tersimpan untuk kegiatan belajar di sekolah, tidak terlalu besar. Sehingga mereka bisa belajar dengan tenang.

    Aktivitas yang dapat membuat anak tersalurkan energinya antara lain yaitu, dilibatkan dalam kegiatan untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti mencuci kendaraan, mencuci piring, membersihkan rumah, mengerjakan kegiatan dengan jari-jarinya atau melakukan olah raga ringan.
    http://www.nurulfitri.com/2016/05/4-cara-menyikapi-anak-kinestetik.html
    Kegiatan mencuci piring
    Karena Ikal senang bersepeda, maka saya tidak melarang dia untuk bersepeda sekitar 15 - 20 menit di sekitar lingkungan rumah kami, sebelum berangkat ke sekolah. Atau ikut membersihkan rumah jika dia enggan bersepeda sebelum berangkat ke sekolah.

    3. Anak dengan tipe belajar kinestetik lebih mudah menyerap informasi melalui pengalaman. Bereksperimen di laboratorium merupakan salah satu cara belajar, bagi mereka agar lebih efektif. Sekolah yang sering menggunakan laboratorium untuk praktek, merupakan media pendukung bagi anak kinestetik.

    Sedangkan untuk belajar di rumah, orang tua dapat membantu anak mempergunakan alat peraga. Misalnya, untuk mengenalkan planet-planet yang berada dalam orbitnya, orang tua dapat menggunakan bola-bola untuk memperjelas. Dan biarkan anak untuk menyentuh bola tersebut dan menggerakkannya dalam orbit. Ingatlah, mereka senang sekali belajar dengan menyentuh, bukan?

    4. Untuk mendukung proses belajar di sekolah, sebaiknya orang tua memberi saran kepada guru dan pihak sekolah, agar anak bisa diikutsertakan dalam berbagai aktivitas untuk mengalihkan kelebihan energi anak. Guru bisa mengajak anak untuk membantu membersihkan papan tulis, atau membantu membagikan buku pelajaran untuk teman-temannya.

    Dengan mengetahui cara menghadapi anak dengan tipe gaya belajar kinestetik, diharapkan anak dapat belajar dengan lebih maksimal dan mendapatkan hasil sesuai dengan harapan orang tua.

    Teman-teman, sebagai orang tua, kita memang harus terus belajar. Berusaha belajar untuk mengetahui gaya belajar yang tepat bagi anak-anak kita. Dengan mengetahuinya, maka kita pun dapat mengatasi segala kendala yang muncul dan dapat dengan mudah menstimulasi anak-anak sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

    Itulah gaya belajar kinestetik yang dominan dimiliki oleh anak lelaki saya. Sedangkan anak perempuan saya lebih cenderung ke tipe gaya belajar auditori. Lain waktu, saya akan ceritakan ciri dan kendala yang ada pada si kakak yang bergaya auditori, ya ...
    Semoga bermanfaat :) 

              Salam takzim


     

    Silakan di baca juga :
    8 Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik
    9 Ciri Pemilik Gaya Belajar Auditori
    12 Ciri Tipe Gaya Belajar Visual
    Inilah 4 Gaya Asuh Ibu dalam Perkembangan Anak
    Mendidik Anak Agar Berprestasi

    15 comments:

    1. Faiz nich kinestetiknya dominan dibandingkan harus duduk diam mendengarkan aku ngomong,

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hi..hi..iya mba, sepertinya itu ciri-ciri anak yang kinestetik :)

        Delete
    2. anakku agak aktif juga... kinestetik juga kali ...

      ReplyDelete
    3. Sepertinya begitu mbak he..he.. :)

      ReplyDelete
    4. wah aku baru tau istilah kinestetik mbak, pengetahuan baru buat saya

      ReplyDelete
    5. lelaki kecilku juga kinestrtik mba, sekalinya saya suruh duduk tenang, langsung jawab "tidak bisa.." sambil cengar cengir.

      yang berat itu ketika menghadapi orang tua yang menganggap anak kinesteti itu sumber masalah, berat banget...

      ReplyDelete
    6. Salam kenal mbak..
      Anak saya sama persis seperti yg mbk utarakan diatas gaya belajar'a.dia sekolah disekolah islam biasa cuma sekarang dh mulai agak nampak klu dia tdk senang klu dsekolah dia harus menulis atau harus lain'a yg layak'a sekolah buatlah..
      Terakhir nilai dia pun jd menurun ini diujian kedua..
      Memang dirumah saya tdk paksakan dia belajar krn takut dia semakin tertekan tetapi dg kondisi dia yg begitu bagaimana ya mbak saya harus menyikapi'a..
      Sementara klu mnrt guru dia anak ini punya kemampuan tp keinginan dia utk belajat itu kurang..
      Lebih bnyk main2 klu lg belajar..
      Mgkn mbk bs sharing ke saya.makasih mbak,anak saya baru kls 1 sd

      ReplyDelete
      Replies
      1. Salam kenal juga Mbak Salwita...
        Anaknya masih kelas 1 SD ya...? Menurut pengalaman saya, untuk anak kelas 1 SD, memang belum terihat serius belajarnya, mereka memang masih terlihat senang bermain. Keponakan saya pun begitu. Belum serius belajar, lebih senang bermain.
        Sebaiknya dicoba untuk bermain sambil belajar Mbak. Jadi, belajarnya jangan terlalu serius. Bisa saja belajar sambil bermain di alam. Contohnya, belajar berhitung. Ajak anak menghitung bunga atau semut yang ada di taman. Atau belajar mengenal malaikat sambil dinyanyikan.
        Dengn begitu, anak tidak akan merasa sedang belajar.
        Jangan terlalu khawatir, seiring pertambahan usia, anak akan semakin serius dalam belajar. Kita sebagai orangtua memang harus banyak bersabar, Mbak :)

        Delete
      2. kalo anak yang kinestetik itu smp .gimana ya mbk cara menanganinya

        Delete
      3. Untuk anak yang sudah besar, bisa dialihkan dengan cara mengikutsertakan anak di bidang olahraga yang sesuai dengan minatnya.
        Dengan bergerak aktif, energi anak bisa lebih tersalurkan.

        Delete
    7. bulan ini anakku baru mulai sekolah di paud.dan dari pengalaman pernah ngajar anak paud juga, ternyata anakku juga termasuk yang kinestetik.makasihh informasinya sangat membantu ^^

      ReplyDelete
    8. wah keren ulasannya... Sangat bermanfaat. terimakasih... :D

      ReplyDelete
    9. terima kasih infonya, iya nih anak kedua saya (6,5 thn ; kls. 1 SD) kalo belajar , orangtuanya yg bacakan isi buku pelajarannya, dianya malah sambil mainan. Dan kalo sedang marah/ada yg tidak sesuai dgn maunya , dia ga sungkan teriak2 & bisa juga mukul. Tapi kalo berhitung yang pakai gambar benda , dia suka & lebih cepat paham, menulis huruf & angka masih ssaja ada yg terbalik2

      ReplyDelete
    10. Dilaporkan dari tempat kejadian, bahwa ini artikel bener-bener keren! Sangat membantu dan inspiratif banget. Makasee ya sistaa...

      ReplyDelete
    11. Teh Nurul, anak yang paling kecil itu, sekolahnya di SD dekat rumah saya itu bukan ya? Akmal ini kayaknya masuk kinestetik. Tapi dia suka aritmatika. Dia kalau di kelas TK kata bu guru suka melamun, tapi kalau di tes ngerti.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^