Tiba-tiba muncul dalam pikiran saya untuk memaksimalkan hidup dengan berbagi ilmu. Mengapa, pikiran itu bisa terbersit dalam pikiran?
Karena saya mendengar lagi sebuah kabar duka. Seorang kawan telah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa. Padahal beberapa waktu yang lalu, saya juga mendapat kabar yang sama mengenai kepergian orang-orang yang usianya lebih muda dari saya. Hal ini membuat saya harus berpikir berulang kali, jika kematian datang tidak memandang usia. Siapa pun yang telah tiba waktunya, pasti tidak akan bisa lari untuk menghindari kematian.
http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Lalu, kembali muncul pertanyaan yang selalu ada di setiap kabar kematian. Apakah saya sudah siap menghadapi kematian? Apa saja yang sudah saya lakukan di hidup ini? 


Karena tidak ada yang bermanfaat ketika kita sudah tiada, kecuali tiga perkara : sedekah yang kita keluarkan, ilmu yang bermanfaat serta doa dari anak yang sholeh.

Dari ketiga perkara tadi, apa yang bisa saya lakukan? Memberi sedekah yang banyak? Mengajarkan atau berbagi ilmu? Ilmu apa yang saya miliki? Atau doa anak yang sholeh?
Duh...kok saya merasa belum memiliki kompetensi yang cukup untuk semua itu. Tapi, itu tidak membuat saya berhenti. Karena, secara tidak sengaja saya pun menemukan pernyataan  dari Imam Gozali yang mengatakan :

Jika kau bukan anak raja, bukan ulama terkenal, maka menulislah.

Menulis? Bukankah itu hobi saya sejak masih di bangku sekolah? kenapa tidak saya gunakan hobi saya itu untuk berbagi? Saya menggantungkan harapan dengan beberapa tulisan yang tercipta, dapat berguna untuk orang lain. Bukankah itu juga sudah bermanfaat untuk berbagi dengan orang lain?

Terus terang, hal itu membuat saya lebih bersemangat menjalani hidup. Saya pikir dengan cara berbagi melalui tulisan, saya bisa memaksimalkan hidup. Ada sesuatu yang bisa dikenang jika suatu saat nanti, saya dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa.

Memang tidak terasa, sudah hampir tiga tahun saya menekuni hobi menulis. Tak terkira rasa syukur dipanjatkan, jika ada pembaca yang bisa mendapatkan manfaat dari tulisan saya. Bahkan ada beberapa yang menghubungi secara pribadi ketika membaca sebuah tulisan di blog saya. Ya ... senang rasanya bisa berbagi ilmu dan membuat hidup berguna lebih maksimal.

Namun, saya juga manusia biasa, yang bisa merasa jenuh, bosan atau merasa kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Entah kenapa, rasa bosan mulai menghampiri. Aktivitas sehari-hari yang berkutat dengan blog membuat hidup hanya berjalan lurus, tanpa warna-warni yang berarti. Kadang saya juga merasa kurang fit, badan terasa lemas tidak bergairah.

Jadi, kamu bosan menulis? Kamu mau berhenti menulis, Nur? Oh, bukan, bukan itu! Saya tetap menyenangi aktivitas menulis, tapi aktivitas itu sekarang sudah menjadi hal yang rutin saya lakukan setiap hari. Saya ingin lebih memaksimalkan hidup saya. Mungkin, boleh dibilang, saya ingin berbuat lebih dari hanya menulis di blog. Saya ingin memaksimalkan hidup saya, semacam live to the max!

Hingga akhirnya saya melalui beberapa tahap di kehidupan yang membuat saya lebih semangat dan merasa hidup lebih berarti.

Menulis Buku Anak
Menulis buku, akhirnya menjadi pilihan saya untuk memaksimalkan hidup dengan berbagi ilmu. Beberapa naskah buku sudah mulai digarap dan saya kirimkan ke penerbit. Namun, untuk menembus penerbit, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Waktu berlalu tanpa terasa, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, belum ada tanda jika naskah saya akan diterima oleh penerbit.

Hingga hampir satu tahun kemudian, saya mendapatkan sebuah kabar yang membuat saya lebih bersemangat. Salah satu penerbit buku anak, melirik naskah saya dan akan menerbitkannya. Live to the max! Mungkin itu ungkapan yang dapat mewakili perasaan, kala mendengar kabar dari editor yang menghubungi saya.

http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Akhirnya saya bisa menerbitkan buku anak. Sebuah buku yang mengajak anak untuk mempelajari ilmu pengetahuan di sekitarnya, dan dikaitkan dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur'an. 

Sebenarnya apa yang melatarbelakangi saya untuk menulis buku anak? Kenapa bukan jenis buku lainnya? 
Begini, setiap orangtua ingin anaknya berperilaku baik dan berakhlak mulia, bukan? Begitu juga dengan saya. Anak saya cenderung kurang menerima jika harus dinasehati terus-menerus. Dan hal ini membuat saya harus menggunakan cara lain, agar mereka bisa dididik nuraninya dan memiliki karakter yang baik.

Melalui cerita, biasanya anak tidak merasa digurui, dan mereka cenderung lebih menerima pesan moral yang terkandung dalam cerita. Oleh karena itulah, saya lebih fokus untuk membuat buku anak. Untuk mempermudah mendidik anak-anak saya.


Terus terang, terbitnya buku tersebut membuat saya jadi lebih bersemangat. Tanggapan dari keluarga, teman dan pihak lainnya, membuat hidup saya lebih merasa hidup. Dan mendorong keinginan, untuk bisa membuat buku anak lagi. Dengan harapan kehadiran buku-buku tersebut, bisa membentuk karakter anak-anak melalui cerita yang saya sajikan.

http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html
Berbicara Tentang Literasi Anak di Sonora FM Bandung
Ternyata kelahiran buku saya, berdampak pada hal yang lainnya. Seorang chief editor dari Indscript mengajak saya untuk siaran di sebuah radio di Kota Bandung. Chika Ananda memberikan kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Berbicara di radio? Itu hal yang belum pernah saya lakukan. Dan tentu saja, saya menyambut tawaran Chika dengan senang hati. Pengalaman baru yang bisa membuat hidup saya lebih berwarna dan tentu saja bisa membuat aktivitas saya lebih hidup.

Beberapa hari sebelum melakukan siaran, saya merasa gelisah. Tidak tahu apa yang harus saya lakukan, dan masih tidak bisa membayangkan, apa yang akan saya hadapi ketika siaran nanti. Akhirnya saya merasakan pasang surut perasaan yang sudah lama tidak saya rasakan.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Hingga akhirnya saya pun harus menghadapi hari yang akan dikenang seumur hidup. Berbicara tentang literasi anak secara live di radio, dan didengarkan oleh banyak orang. Rasa gugup yang dirasakan menjelang saat siaran, perlahan hilang seiring keceriaan dan keramahan Chika dan akang penyiar radio. Duh ...maaf saya lupa nama penyiarnya .. ^_^

Dengan lebih santai, kami pun berbincang mengenai literasi anak diawali pembahasan buku saya yang baru saja terbit. 


Ketika melihat saya yang juga merupakan seorang ibu dengan dua orang anak, akang penyiar meminta saya untuk berbagi bagaimana membuat anak-anak lebih mencintai membaca buku. Sharing keseharian anak-anak ketika berinteraksi dengan buku di rumah. 

Begitu pula dengan Teh Chika Ananda yang sebelumnya merupakan seorang pengajar di sebuah sekolah, diminta untuk menceritakan pengalamannya ketika mengenalkan literasi pada anak usia 6-7 tahun.

Berbincang mengenai literasi dan dunia anak-anak memang hal yang mengasyikkan bagi saya. Dan pengalaman siaran di radio pun menjadi sebuah sejarah yang memaksimalkan pengalaman dalam hidup saya.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Menjadi Trainer Menulis Cerita Anak
Dampak terbitnya buku saya, ternyata juga menarik perhatian seorang kawan yang memiliki usaha di bidang kepenulisan. Usahanya telah mengadakan beberapa training kepenulisan secara online di facebook.

Sahabat yang akrab dipanggil Ummi Aleeya itu, meminta saya untuk menjadi salah seorang trainer di kelas menulis onlinenya. Dan ketika pertama kali saya diminta menjadi trainer, saya pun menolaknya. Bukan apa-apa, karya saya belum sebanyak para master di dunia buku anak. Saya merasa belum punya ilmu yang banyak untuk dibagikan.

Tapi sahabat saya itu, berusaha meyakinkan saya, jika tidak perlu menjadi seorang master dahulu, untuk membagikan ilmu yang kita miliki. Hal ini mengingatkan kembali pada tujuan saya, untuk memaksimalkan hidup dengan berbagi ilmu. Akhirnya saya pun menyanggupi permintaan ibu empat anak itu.

Apa yang saya ketahui tentang cara membuat cerita anak, cara mendapatkan ide bahkan hal-hal yang berkaitan dengan penerbit, tentu bisa saya bagikan kepada peserta training.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html
Alhamdulillah, saya bisa berbagi ilmu dengan sekitar 60 orang peserta di grup facebook. Senang rasanya melihat para peserta yang antusias bertanya tentang seputar cerita anak.

Dan yang membuat saya lebih bersemangat, karena mereka mau diajak untuk membuat cerita anak. Karya yang bisa menambah bahan bacaan yang baik untuk generasi muda bangsa ini.

Dengan bacaan yang baik, akan menginspirasi anak-anak untuk berbuat baik. Anak-anak berkarakter baik tentu saja akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara ini, bukan?
Lagi-lagi kegiatan menjadi seorang trainer, merupakan hal yang baru bagi saya. Pengalaman yang bisa diceritakan pada anak dan cucu di kemudian hari. Sesuatu hal yang tentu saja bisa membuat live to the max!

The Recovery Support
Kebugaran tubuh sangat berpengaruh dalam setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Begitu pula dengan saya. Menjalani aktivitas setelah buku diterbitkan, sangat membutuhkan dukungan kesehatan yang baik. Apalagi acara siaran di radio dan menjadi trainer di grup facebook, dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

Di usia cantik ini, saya memang terkadang cepat merasa lelah. Selain aktivitas menulis di blog dan membuat buku, saya juga seorang ibu rumah tangga. Yang memiliki kewajiban untuk mengurus suami, anak-anak dan rumah tangga.

Dalam keseharian, saya harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Antara mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada keluarga, juga tetap fokus dalam kegiatan menulis dan aktivitas yang berhubungan dengan buku.

Beberapa waktu yang lalu saya memang terserang penyakit lambung. Banyaknya aktivitas yang harus saya jalani membuat saya lengah untuk urusan makan. Akibatnya, lambung saya mengalami iritasi. Hal ini berdampak pada kebugaran tubuh saya. Kalau lambung saya sudah terserang, dampaknya tubuh saya terasa lemas dan terasa tidak bertenaga. Saya enggan melakukan apapun. Padahal tugas saya tidak sedikit, loh!


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html
Hal ini yang mendorong saya untuk mencari vitamin yang bagus untuk masa pemulihanTidak bisa dipungkiri, kalau tubuh saya butuh suplemen dan vitamin untuk kebugaran tubuh. Dan beruntungnya saya, karena bisa menemukan Theragran-M. Produk multivitamin ini terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh.
Apalagi untuk yang baru mengalami sakit, theragran-M merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

Karena buku saya, tidak akan bisa berjalan sendiri dan mempromosikan dirinya sendiri. Sebagai penulisnya saya pun harus melakukan promosi, agar buku itu bisa terjangkau oleh masyarakat luas dan mendatangkan manfaat dari buku itu.
Dan saya membutuhkan suplemen dan vitamin yang dapat mendukung pemulihan tubuh dan menjaganya tetap sehat.

Kenapa Saya Memilih Theragran-M?
Karena kombinasi Multivitamin seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D dan  Vitamin E serta mineral esensial, seperti Magnesium dan Zinc di dalam Theragran-M dapat menjaga daya tahan tubuh saya.

Selain itu, Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976). Jadi sudah terbukti, bukan? 

Saya sendiri lebih memilih menggunakan suplemen ini, setelah mengetahui bahwa kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh serta timbulnya berbagai penyakit. 

Bahkan dari beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kekurangan Magnesium dan Zinc dalam tubuh dengan manifestasi alergi, infeksi serta penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.
Maka, apabila kebutuhan nutrisi, vitamin serta mineral harian tidak dapat dicukupi melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari, kita butuh asupan dari sumber lain yakni suplemen.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/maksimalkan-hidup-dengan-berbagi-ilmu.html

Nah, ternyata dalam menjalankan aktivitas sehari-hari pun kita masih membutuhkan suplemen, bukan? Apalagi dalam mendukung tercapainya tujuan untuk memaksimalkan hidup kita. Dan hidup kita akan selalu dikenang jika bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Untuk itu, kita harus selalu sehat dan bugar untuk mencapai live to the max!

Lalu, bagaimana cara teman-teman untuk membuat hidup lebih bermakna? Ceritakan, yuk!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M