Wanita merupakan pusat kehidupan. Mengapa demikian? Karena sesuai dengan fitrahnya, wanita mengandung, melahirkan, serta bertanggung jawab penuh pada pendidikan putra-putrinya. Bahkan kualitas seorang wanita sangat berpengaruh pada mutu pendidikan generasi muda. Atas dasar pemikiran itulah, setiap wanita perlu menjaga kesehatannya dengan baik. 
 
Salah satu penyakit yang mempengaruhi kesehatan wanita adalah masalah organ kewanitaan seperti infeksi saluran kemihSaya sadar, organ wanita yang kita miliki sangat sensitif dan perlu perawatan ekstra untuk menjaga kesehatannya. 
http://www.nurulfitri.com/2017/06/mencegah-infeksi-saluran-kemih-dengan-uri-cran.html

Apalagi saya juga memiliki seorang sahabat yang memiliki riwayat gangguan pada saluran kemihnya. Awal mulanya, dia memang mengeluh sering mengalami anyang-anyangan. Tetapi entah kenapa, dia tidak begitu peduli dengan kondisinya saat itu. Padahal anyang-anyangan merupakan gejala awal infeksi saluran kemih.

Waspada Infeksi Saluran Kemih

Masih terekam dalam ingatan, ketika sahabat saya mengalami sakit yang luar biasa karena meremehkan anyang-anyangan. Padahal kita para wanita harus selalu waspada dengan organ kita, bukan? Karena dalam kenyataannya 5 dari 10 wanita rentan mengalami infeksi saluran kemih. 

Suatu ketika saat jam istirahat di kantor, seperti biasanya kami menikmati waktu istirahat dengan ngobrol bersama. Sedang asyik-asyiknya kami bercerita, tiba-tiba sahabat saya itu mematung. Dia memegang perut bagian bawah sambil memejamkan matanya seperti menahan sakit. Saya juga melihat di dahinya bermunculan titik-titik air. Duh ...trus terang saya sangat khawatir dengan keadaannya saat itu. Membayangkan sakit yang dialami dia, hingga mengeluarkan keringat di dahinya.

Khawatir dengan keadaannya, saya dan kawan-kawan yang lain dengan segera membawanya ke poliklinik. Di sana perawat memberinya obat anti sakit, untuk mengatasi nyeri yang diderita sahabat saya itu. Kemudian kami harus menunggu dokter perusahaan, yang akan memeriksa keadaannya. Singkat cerita, setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan, akhirnya sahabat saya diketahui mengalami infeksi pada saluran kemihnya. 

Apa yang dialami oleh sahabat saya itu, bukan tanpa sebab. Ada beberapa kebiasan yang menyebabkan ibu beranak satu itu, terkena infeksi saluran kemih. Sahabat saya itu, memiliki kebiasaan menahan buang air kecil. 

Kami berdua bekerja di bagian laboratorium sebuah perusahaan air minum. Saya bekerja di bagian administrasi, sedangkan sahabat saya seorang analis kimia, yang mengharuskannya bekerja di dalam sebuah ruangan tertutup. Untuk mencegah media yang ada di cawan petri, terkontaminasi oleh udara dari luar, ruangan tidak boleh sering terbuka. 

Oleh karena itu, sahabat saya jarang keluar dari ruangan dan lebih sering menahan buang air kecil. Selain itu, setiap hari media yang ada di cawan petri jumlahnya cukup banyak. Dengan maksud agar pekerjaannya cepat selesai, dia jarang sekali keluar dari ruang kimia.

Kebiasaan inilah yang membuat sahabat saya terkena anyang-anyangan. Dia sering menahan diri untuk pergi ke toilet. Selain itu, dia juga kerap mengeluh merasa sakit buang air kecil. Akibatnya kini dia menderita infeksi saluran kemih. Bahkan karena kondisinya itu, dia pernah dirawat di rumah sakit sekitar 3 hari, loh! 
Hmm ... jangan sampai, deh, kita mengalaminya juga.

Baca juga : Cara Alami Mengatasi Jerawat

Pengalaman Unik Saat Anyang-anyangan

Lalu, bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya pernah mengalami rasa buang air kecil yang tidak tuntas? Sebenarnya saya juga pernah mengalami anyang-anyangan. Terutama ketika melakukan perjalanan jauh. Sepanjang perjalanan, saya sering menemukan toilet yang tidak terawat dengan baik. Keadaan ruangannya kotor, bahkan air yang digunakan untuk membasuh pun terlihat kurang bersih. Dan semua yang tidak bersih itu, berpengaruh pada kesehatan organ kewanitaan kita.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/mencegah-infeksi-saluran-kemih-dengan-uri-cran.html

Pernah dalam suatu perjalanan ke luar kota, kami terjebak dalam macet yang sangat panjang. Kendaraan keluarga saya, berada di sisi kanan jalan. Untuk menepi ke sisi jalan, kendaraan harus melewati 3 barisan mobil yang mengular. Setelah berada di kemacetan selama kurang lebih satu setengah jam, saya merasa harus mencari toilet, untuk buang air kecil.

Untuk menepikan kendaraan, suami saya merasa kesulitan. Karena mobil-mobil yang berada di sisi kiri kami, sama-sama tidak bisa bergerak. Jadi, mau tidak mau, saya harus turun dari mobil yang tidak bisa bergerak maju, dan mencari tempat yang menyediakan toilet di pinggir jalan.

Ternyata saya dihadapkan oleh kenyataan yang membuat saya harus menahan buang air kecil lebih lama. Di sepanjang jalan Kota Indramayu tempat terjadinya kemacetan, saya tidak menemukan fasilitas umum, seperti pom bensin atau masjid. Yang ada di sana, hanya pesawahan dan beberapa rumah penduduk. Masa sih, harus buang air di pinggir sawah? Wew, nanti bisa jadi tontonan para pengemudi yang sedang antri, dong! Hihihi ... ^_^

Setelah beberapa lama berjalan kaki, akhirnya saya menemukan sebuah warnet. Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya saya pun nekat minta izin ikut buang air kecil di sana. Alhamdulillah, pemiliknya mengizinkan saya  untuk memakai toiletnya. Barangkali dia juga merasa kasihan, ada emak-emak jalan sendiri, tanpa membawa apa-apa dan keliatan panik menahan pipis, kali ya... ^_^

Dalam situasi darurat itu, anyang-anyangan saya timbul. Rasa ingin buang air kecil, ternyata tidak hilang-hilang. Bahkan hanya keluar sedikit-sedikit. Akibatnya, saya cukup lama berada di warnet tersebut. 
Dan ketika saya keluar dari warnet, barisan mobil yang cukup panjang sudah mulai bergerak.

Mobil yang dikendarai oleh pak suami pun sudah tidak ada di posisi ketika saya meninggalkannya tadi. Karena terhalang oleh 3 barisan mobil, maka suami saya agak kesulitan untuk menepi ke sisi jalan. Sedikit demi sedikit sambil maju, akhirnya mobil kami bisa juga menepi. Tapi, jaraknya lumayan jauh!
Saya harus berjalan kurang lebih 200 meter untuk menyusul keluarga saya, deuh ... Panas-panas, jalan sendirian, gempor, deh! Hiks ...hiks...

Bagaimanapun caranya, dalam situasi apapun, mengalami anyang-anyangan tidaklah menyenangkan. Bahkan pernah beberapa kali, karena lamanya saya buang air kecil, kaki saya sampai semutan. 
Ketika berada di rumah anak-anak juga pernah protes, "Ibu, ngapain aja, sih? Kok lama di kamar mandinya?"
Duh ... mereka tidak tahu. Kalau di dalam kamar mandi,  saya tidak bisa lancar buang air kecilnya. Hanya sedikit-sedikit air seni yang keluar.

Seandainya bisa kembali ke masa lampau, saya ingin mempunyai pintu ajaib seperti doraemon, saya akan menjaga daerah kewanitaan secara ekstra. Apalagi bila mengingat, anyang-anyangan merupakan gejala awal infeksi saluran kemih. Rasanya ingin kembali ke masa lalu.. huhuhu!


Sebenarnya, apa penyebab anyang-anyangan ituAda beberapa kebiasaan umum yang menyebabkan terjadinya anyang-anyangan. Diantaranya kondisi toilet yang kurang bersih, air yang ada di toilet pun tidak bersih, cara membasuh setelah buang air besar dilakukan dengan arah yang salah dan kebiasaan menahan untuk buang air kecil.
http://www.nurulfitri.com/2017/06/mencegah-infeksi-saluran-kemih-dengan-uri-cran.html

Tips Mengatasi Anyang-anyangan

Menderita anyang-anyangan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Siapa pun ingin terbebas dari rasa buang air kecil yang tidak tuntas. Ada tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi anyang-anyangan, yaitu :

  • Perbanyak minum air putih setiap hari. Mengonsumsi air putih dapat mencegah anyang-anyangan. Terutama yang disebabkan oleh dehidrasi.
  • Membasuh dengan cara yang benar. Ketika selesai buang air besar, basuhlah dari arah depan mengarah ke belakang. Hindari membasuh dengan cara sebaliknya. Karena dikhawatirkan ada bakteri E-coli yang menempel di organ kewanitaan.
  • Jangan terbiasa menahan buang air kecil. 
  • Jaga kebersihan organ kewanitaan.
  • Mengonsumsi obat atau vitamin yang mengandung proantocyanidin (PAC) untuk mencegah anyang-anyangan.

Cranberry Sebagai Solusi Alami

Bercermin dari kasus sahabat yang menderita infeksi saluran kemih dan anyang-anyangan yang saya alami, membuat saya lebih waspada dalam menjaga kesehatan organ kewanitaan. Apabila ada teman atau kerabat yang mengalami anyang-anyangan, dengan senang hati saya akan menjelaskan penyebab dan cara mengatasinya.


Bagaimana jika minum air putih dalam jumlah yang banyak, untuk mengatasi susah buang air kecil? Ternyata minum air putih saja tidak cukup, loh! Barangkali memang membantu, namun tidak menyelesaikan masalah. Rasa ingin buang air kecil terus-menerus, bisa saja akan terulang kembali.

Akhirnya saya mengetahui solusinya saat membaca beberapa artikel. Ada bahan alami yang bisa digunakan untuk menghindari infeksi pada organ kewanitaan kita.

Para peneliti di Amerika telah menemukan khasiat buah cranberry yang efektif mencegah infeksi saluran kemih. Kandungan proantocyanidin (PAC) dalam cranberry, dapat mencegah bakteri E-coli menempel di dinding saluran kemih.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/mencegah-infeksi-saluran-kemih-dengan-uri-cran.html

Dan untuk hasil yang maksimal sebaiknya kita mengonsumsi jus cranberry sebanyak dua gelas dalam sehari. Di lakukan secara rutin selama kurang lebih 10 hari.
Kalau dipikir-pikir, memang agak ribet juga, ya? Karena kita harus meluangkan waktu dan membutuhkan tenaga untuk mengolahnya.
Selain itu, kita juga dihadapkan oleh kenyataan, bahwa :

  • Buah cranberry tidak mudah didapatkan di pasaran. Jangankan di pasar tradisional, di supermarket yang ada di kota saya pun, buah kecil itu, sulit ditemukan.
  • Harganya pun tidak murah. Berbanding lurus dengan ketersediaan di pasaran, membuat buah cranberry cukup mahal harganya.
  • Seperti yang sudah saya katakan tadi, untuk mendapatkan khasiat cranberry, kita harus membuat jus terlebih dahulu. Kurang praktis, menurut saya.
  • Dan buah berwarna merah ini, jika di jus rasanya kurang enak. Ada rasa pahit dan sedikit asam.
Lalu, gimana dong, supaya kita terbebas anyang-anyangan tanpa harus repot mengolahnya? Eheem .... Kita terselamatkan ladies! Kini kita bisa bebas dari anyang-anyangan dengan cara yang lebih praktis.

http://www.nurulfitri.com/2017/06/mencegah-infeksi-saluran-kemih-dengan-uri-cran.html
Kini telah tersedia Prive Uri-cran yang mengandung ekstrak buah cranberry. Kita tidak perlu bersusah payah mencari buah cranberry dan mengolahnya untuk diminum. Berkat Prive Uri-cran, kita bisa mendapat asupan proantocyanidin dengan cara yang lebih praktis.

Untuk menjaga saluran kemih sekaligus mencegah anyang-anyangan datang kembali, kita bisa mengosumsi kapsulnya sebanyak 1-2 kapsul sehari. Mudah dan praktis, kan? Eh, lalu bagaimana dengan orang yang tidak bisa menelan kapsul? Tidak perlu khawatir, Prive uri-cran juga tersedia dalam bentuk powder. Saya pun minum Prive uri-cran yang berbentuk powder.

Prive uri-cran yang berbentuk powder sachet memiliki komposisi 375 mg ekstrak cranberry, 60 mg vitamin C dan 0,1 mg Lactobacillusachidopillus,0,1 mg bifidobacterium bifidium. Kita dapat mengonsumsinya sebanyak 1-2 sachet/hari.


http://www.nurulfitri.com/2017/06/mencegah-infeksi-saluran-kemih-dengan-uri-cran.html

Bagaimana rasanya? Apakah terasa pahit seperti jus buah cranberry? Ternyata Prive uri-cran tidak berasa pahit. Seperti buah berry lainnya, rasa ekstrak cranberry ini manis dan sedikit asam. Akan terasa kesegaran dan kenikmatannya jika kita meminumnya dalam keadaan dingin.

Dan saya tidak merasa bosan atau mual ketika mengonsumsinya. Benar-benar enak, rasanya. Manisnya pun pas dilidah. Pokoknya rasa Prive Uri-Cran ini, dijamin tidak mengecewakan,deh!

Yuk, teman-teman! Jangan sepelekan anyang-anyangan yang merupakan gejala awal infeksi saluran kemih. Karena 80% kasus anyang-anyangan disebabkan oleh bakteri E-coli. Untuk mencegah bakteri tersebut menempel pada saluran kemih, budi dayakan pola hidup sehat dan konsumsi Prive uri-cran.

Agar lebih jelasnya, saya persilakan teman-teman untuk video tentang Prive uri-cran yang saya dapatkan di website uri-cran, berikut ini : 




Nah, setelah menonton videonya, pengetahuan kita tercerahkan, bukan? 
Teman, sudah saatnya kita menjaga kesehatan organ kewanitaan untuk mencapai kualitas diri yang maksimal. Karena organ tersebut sangat sensitif dan kita perlu melakukan perawatan ekstra. So ... say no, pada masalah infeksi saluran kemih yang akan mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Mengingat tanggungjawab kita pada perkembangan buah hati yang menjadi penerus bangsa ini, sangatlah besar. Dan anak-anak yang berkualitas baik, akan menciptakan bangsa yang berkualitas pula. 



Salam takzim