Indahnya Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Di beberapa grup pertemanan dan media sosial, akhir-akhir ini sering berseliweran postingan tentang indahnya masa kecil orang-orang di tahun 1990-an. Mereka bernostalgia dengan masa yang serba manual tanpa dicampuri oleh kecanggihan teknologi, tapi asyik untuk di kenang. Zaman serunya permainan kala itu, alat musik yang digunakan, makanan favorit masa kecil, dan cerita tentang tenangnya saat itu karena bisa bepergian tanpa takut dengan gangguan kriminalitas dan keasyikan lainnya yang bisa dinikmati anak-anak generasi Y.

Dan saya bersyukur karena termasuk salah satunya. Yup, saya bagian dari anak Generasi Y. Hohoho ....kelihatan tuir ya?? 😂😂

Kalau ditanya pengalaman tentang masa kecil, sepertinya hampir semua orang sangat mencintai masa kanak-kanaknya. Masa yang penuh dengan keceriaan, bebas tanpa beban pikiran yang membuat muka merengut bak benang kusut. Masa yang dipenuhi oleh keingintahuan, proses belajar dan berjalan mulai mengenal dunia.

Launching PayTren 5.0 untuk Mendukung Kolaborasi Bisnis PayTren dengan Grab dan Madhang

Pada Hari Selasa, 13 Februari 2018, PayTren meluncurkan fitur barunya untuk mendukung kolaborasi bisnis PayTren dengan mitra bisnisnya. Saya beserta teman-teman blogger Bandung, berkesempatan meliput acara yang dihadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur sebagai owner PayTren, Bapak Hari Prabowo selaku direktur PayTren, Bapak Ongki Kurniawan dari Grab dan Kaesang Pangarep selaku founder Madhang.id. 

https://www.nurulfitri.com/2018/02/kolaborasi-paytren-dengan-grab-dan-madhang.html
Para tamu undangan, sekaligus mitra bisnis PayTren
Acara peresmian kolaborasi bisnis tersebut di mulai tepat jam 9 pagi. Peserta acara tidak perlu menunggu lama, karena para tamu undangan datang tepat waktu. Dengan menaiki Grab bike, para tamu undangan itu memasuki lokasi acara setelah sebelumnya disambut oleh sekelompok marching band. 

Milad Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia dengan Tema Muslimahpreneur Day

Yang namanya perempuan itu, harus bisa mengaktualisasikan dirinya, jangan hanya berkutat di sekitar dapur, kasur dan sumur saja. Itu wejangan yang pernah saya dapatkan dari orang yang telah melahirkan saya ke dunia ini. Dan salah satu cara untuk menjadi perempuan yang bisa memberdayakan dirinya, yaitu dapat mandiri secara ekonomi. Misalnya saja menjadi pengusaha yang bisa mandiri secara finansial serta berperan mendukung tumbuhnya perekonomian masyarakat.

http://www.nurulfitri.com/2018/02/ikatan-pengusaha-muslimah-indonesia.html
Pembukaan acara Milad IPEMI
.comment-content a {display: none;}