Pekerjaan yang paling asyik itu, hobi yang dibayar. Sepakat dengan pernyataan itu? Bagi saya sendiri, memulai bisnis dari hobi bisa dikatakan gampang-gampang susah. Namun asyiknya saat menjalankan bisnis membuat kita terpacu untuk menyempurnakan segala kekurangan. Akan sangat menyenangkan jika kita bisa melakukan hal yang kita sukai sekaligus mendapat penghasilan dari aktivitas tersebut, bukan?

cara mewujudkan hobi jadi bisnis

Lalu, hobi seperti apa sih yang bisa dijadikan usaha? Menurut pendapat ahli, hobi yang bisa diseriusi menjadi bisnis, memiliki dua syarat. Pertama, kita benar-benar senang mengerjakannya tanpa disuruh, apalagi dibayar. Kita dengan senang hati melakukannya. Kedua, hobi tersebut bisa dijual. Sebenarnya semua hobi bisa dijual. Apa saja yang menjadi hobi kita, pastilah bisa dijual.


Saat ini saya sedang dalam tahap meraba-raba, kira-kira bisnis apa yang cocok dengan hobi saya. Sebenarnya sudah ada gambaran kasarnya, sih. Namun masih bingung, bagaimana cara memulainya ya?

Alhamdulillah saya bisa mendapatkan pencerahan tentang bagaimana memulai sebuah usaha dari hobi kita di Talkshow START-UP-SMART: Financial Tips for Turning Hobby Into a Business. Acara yang diadakan di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters pada Hari Sabtu 7 Desember 2019 lalu menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Saya bisa mendapatkan cerita dari Mohammad Takdis seorang pengusaha muda mengenai pengalamannya membangun sebuah bisnis. Sebagai pemuda yang senang melakukan perjalanan wisata, Kak Adis melalui lika-liku dalam membangun bisnisnya. Setelah sebelumnya merasakan bangkrut dari bisnis kuliner, kini owner Whatravel Indonesia tersebut sudah bisa menikmati hasil dari bisnis dari hobi jalan-jalannya. Bisnis di bidang travel yang menyediakan 87 trip ke seluruh dunia.

cara mewujudkan hobi jadi bisnis

Siapa yang tidak ingin seperti Adis, masih muda tetapi sudah memiliki banyak aset? Di usia yang masih muda dia sudah memiliki sebuah rumah tanpa melalui KPR, loh! Depositonya pun sudah bejibun! Belum lagi investasinya di aset lain. Wah ... salut, deh! Usia 29 tahun sudah bisa memiliki tabungan banyak untuk masa tuanya.

Penasaran, dong, bagaimana semuda itu sudah bisa berhasil membangun bisnisnya? Apa rahasianya? Strategi bisnis yang bagus atau pengaturan keuangan yang akurat?

Tidak menunggu lama, akhirnya saya bisa memperoleh gambaran di balik kesuksesan seorang Takdis. Perencanaan keuangan yang akurat. Semua dijelaskan secara gamblang oleh Dipa Andika, financial planner sekaligus pengusaha entertainment di Hahaha Corp. Badan usaha yang menanungi komika-komika tenar di Indonesia.


Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business

Dipa Andika mengulas pentingnya mengatur keuangan dibalik kesuksesan sebuah bisnis. Berangkat dari pengalaman Takdis dalam mengelola usaha travelnya, financial planner yang merupakan lulusan Teknik Elektro memberikan beberapa tips keuangan untuk membangun bisnis seperti Takdis. Bisnis yang berasal dari hobi sang owner.

Pentingnya Melakukan Pencatatan Keuangan

Membangun sebuah bisnis tidak terlepas dari keuangan terencana yang sehat. Penting sekali untuk melakukan pencatatan keuangan agar keuangan lebih cermat dan tertata. Ada berbagai media yang bisa digunakan untuk mencatat setiap cash flow yang ada. Pencatatan bisa dilakukan dengan menggunakan program excel, notes di ponsel atau buku kecil. Apapun medianya, lakukan pencatatan.  Nah, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mencatat keuangan yaitu:
  • Pisahkan tabungan antara rekening pribadi, keluarga dan pekerjaan. 
  • Catat pemasukan dan pengeluaran secara terperinci. Sekecil apapun pengeluaran mesti ditulis dengan detil. Misalnya biaya parkir, biaya tol, ongkos ojek online atau jajan di minimarket, semua harus tercatat.
  • Dokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan usaha kita, seperti kerja sama kontrak, perjanjian, penagihan, kuitansi, pajak, semua mesti didokumentasikan. Semua dokumen tersebut harus disimpan karena bisa digunakan untuk ke depannya. Untuk bukti fisik, amannya menyimpan dokumentasi selama 5 tahun terakhir.
  • Membuat laporan keuangan secara periodik. Dari laporan harian, bulanan hingga tahunan.

Waspada Latte Factors

Salah satu sesi di acara talkshow kemarin yang paling membuat saya tersentil yaitu saat narasumber berbicara tentang Latte Factors. Apa sih, Latte Factors itu? Pengeluaran yang terlihat kecil, tetapi tanpa disadari hal tersebut dilakukan berkali-kali. Apakah kebiasaan itu berbahaya? Tentu saja. Pengeluaran kecil yang tidak disadari dan tidak dicatat dengan baik, bisa membuat keuangan tidak sehat.

Dalam kenyataannya 9 dari 10 orang rata-rata mengeluarkan lebih dari Rp. 900.000 rupiah dalam sebulan untuk latte factors, loh! Duuh, serasa disentil saat Kak Dipa menampilkan fakta tentang ini. Bagaimana tidak, ternyata masih ada kebiasaan saya melakukan latte factors yang bisa membuat tabungan tidak bertambah-tambah.

Jika tabungan saja tidak ada atau tidak bertambah, bagaimana mau mewujudkan mimpi? Bagaimana mau seperti Takdis yang bisa sukses di usia yang masih muda?

cara mewujudkan hobi jadi bisnis

 

Kelola Sumber Pendapatan dengan Bijaksana 

Dari acara yang diadakan oleh Home Credit Indonesia dan Indonesian Female Blogger kemarin saya juga bisa belajar bagaimana mengelola pendapat dengan bijak. Saat menerima pendapatan, sebaiknya kita membaginya dalam pos-pos pengeluaran tertentu. Dipisahkan antara pos pengeluaran rutin, tabungan, investasi dan dana darurat.

Penghasilan yang kita dapatkan bisa dibagi-bagi menjadi beberapa pos pengeluaran seperti bagan di bawah ini. Untuk yang masih memiliki hutang, bagan berwarna merah bisa dijadikan acuan untuk membagi pendapatan. Sedangkan di bagan berwarna hijau, contoh pembagian pos untuk mereka yang tidak memiliki hutang dan ingin mempunyai investasi.

cara mewujudkan hobi jadi bisnis
Berbicara tentang investasi, Kak Dipa dan Kak Adis sebagai narasumber juga mengingatkan pada peserta yang hadir, mengenai pentingnya investasi. Kita harus berpikir "NANTI GIMANA" bukan hanya santai dan berpikir "GIMANA NANTI". Cateet!
Masa depan kita kelak, mau pensiun umur berapa, ingin melakukan perjalanan ke mana saja, persiapan dana pendidikan anak, semua harus dipikirkan dari sekarang. Berinvestasi merupakan salah satu persiapan untuk menghadapi semua itu.

Setiap orang tentunya memiliki tujuan berinvestasi masing-masing. Ada yang berinvestasi dengan tujuan merencanakan dana pensiun, menyimpan dana sekolah anak, sebagai aset atau untuk memenuhi biaya untuk berlibur. Apapun tujuannya, pilihlah investasi yang terbaik dan dikuasai oleh kita.

Mengelola keuangan dengan baik, memiliki investasi dan mengurangi latte factors merupakan hal penting yang harus saya ingat untuk bisa memujudkan semua impian. Saya bisa merasakan banyak manfaat dari acara edukasi keuangan yang dikenalkan oleh Home Credit Indonesia. Kami yang hadir jadi lebih paham bagaimana bisa mewujudkan Financial Goals dan menghadapi rintangan dalam meraih tujuan hidup kita.

cara mewujudkan hobi jadi bisnis

Oh ya, saya akan menyinggung sedikit tentang Home Credit Indonesia yang mengusung program edukasi keuangan ini. Home Credit Indonesia adalah start up berbasis teknologi yang menyediakan pembiayaan semua keperluan rumah kita. Di toko offline atau online-nya, kita bisa menemukan aneka macam produk elektronik, alat rumah tangga hingga furniture. Semua bisa didapatkan dari pembiayaan multiguna yang disediakan oleh Home Credit Indonesia. Selain itu, kita juga bisa menikmati varian produk seperti biaya pendidikan hingga dana liburan.

Tidak sulit untuk mengakses Home Credit Indonesia, kok! Kita bisa langsung menggunggah aplikasinya kemudian melakukan pendaftaran yang semuanya tanpa dipungut biaya sedikitpun. Alias gratis!

Keseluruhan acara yang dipandu oleh Kak Uchiet alias Ucita Pohan kemarin memberikan banyak wawasan dan pengalaman bagi saya pribadi. Tidak ada kata mustahil untuk mencapai mimpi besar. Salah satunya mimpi mewujudkan hobi kita menjadi ladang penghasilan. Berkat acara Funancial Talkshow kemarin pemikiran saya bisa lebih terbuka. Hal apa yang harus dilakukan dan kebiasaan jelek apa saja yang harus ditinggalkan.

Semoga acara seperti ini, bisa terus diselenggarakan. Agar semakin banyak masyarakat yang peduli dengan keuangan dan tentu saja bisa memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan mempersiapkan masa depannya dengan baik.

cara mewujudkan hobi jadi bisnis

Nah ... bagi teman-teman yang mau juga ikut seru-seruan di acara #Funancial #YangKamuMau yang diadakan oleh Home Credit Indonesia, jangan lupa hadir di acara serupa di Surabaya nanti ya ...
Acaranya gratis, kok! Yuk, belajar literasi keuangan!

                Salam takzim