Monday, 7 September 2020

Hypno Parenting : Mendidik Anak dengan Mengoptimalkan Pikiran Bawah Sadar

Akhir Bulan Februari 2020 lalu, sekolah anak saya mengadakan seminar parenting dengan tema Hypnoparenting: Mendidik Anak dengan Mengoptimalkan Pikiran Bawah Sadar. Bahasan tentang pengasuhan anak ini diberikan oleh Dr. Yati Haryati M. Pd secara luwes dan enejik. Kami para orang tua murid yang hadir bisa dengan mudah memahami materi yang diberikan karena disertai dengan contoh kongkrit serta diselingi dengan canda tawa.

hypnoparenting-mendidik-anak

Di awal seminar, ibu berbusana merah muda tersebut mengingatkan pada kami bahwa tidak ada anak bermasalah. Semua kesalahan yang dilakukan oleh anak kita itu bukan salah anak kita, tetapi yang salah adalah program yang masuk ke pikiran anak kita.

"Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi atau Nasrani." (HR. Bukhori) 

Lalu siapa saja yang mempengaruhi pikiran anak? Lingkungan yang mempengaruhi program pikiran anak di antaranya: orang tua, kakek nenek, teman atau sahabat, guru, buku bacaan, pembantu, kerabat dekat, televisi atau radio, serta internet.

Program Pikiran Anak

Ada penelitian yang mempelajari program pikiran anak menunjukkan data bahwa 77% program anak adalah program yang tidak tepat. Dari mana kita tau bagaimana program yang tidak tepat itu? Kita bisa melihat dari kebiasaan anak melawan orang tua dan kontraprodutif yang ditunjukkan.

Tahukah ayah bunda, kalau emosi orang tua itu menular pada anak dan sebaliknya? Yap, menurut Bu Yati, emosi antara anak dan orang tua itu bisa menular. Hal tersebut bisa terjadi karena DNA yang bekerja.

Misalnya saja, saat orang tua mood-nya sedang tidak baik, saat anak menanyakan sesuatu secara berulang kali secara tidak sadar orang tua menjawabnya dengan nada tinggi. Pertanyaan yang diajukan berulang-ulang membuat kesal orang tua. Bagaimana selanjutnya? Jangan heran dengan reaksi anak yang akan menjawab kembali dengan nada tinggi.

Berbeda situasinya jika kita sebagai orang tua untuk belajar selalu tersenyum. Tanggapi semua tingkah laku anak dengan senyuman. Hmm, gak semudah itu, Marimar! Iya..ya, memang agak susah tersenyum ketika kita sedang kesal, bukan? 

Namun kata beliau, jika kita mau berlatih pasti bisa! Selalu tanamkan pada pemikiran, bahwa anak kita itu anak yang luar biasa, pintar dan sholeh/sholehah.

Selalu kita ingat jika anak melihat apa yang ada di sekitarnya. Dia merekam dalam memori apa saja yang dilakukan oleh orang tua. Bagi anak-anak, orang tua adalah panutan dan model yang akan mereka tiru. Apapun ekspresi yang kita tunjukkan, anak-anak akan meresponnya dengan ekspresi yang sama. Beliau mengambil istilah bahwa DNA orang tua akan mengirimkan sinyal kepada buah hati mereka.

DNA itu akan mengirimkan sinyal. Semua yang kita katakan, rasakan dan ekspresikan maka akan direspon oleh orang lain dengan rasa dan ekspresi yang sama.
Oh iya, pemateri juga mengingatkan jika zaman sekarang, anak tidak hanya menjadikan orang tuanya sebagai model, tetapi benda persegi yang ada di tangannya. Ya, anak zaman now menjadikan gawai mereka sebagai model. Sinyal gawai itu kencang sekali. Apa saja yang mereka lihat akan ditiru dengan mudah. Untuk itu perlu diberikan rambu-rambu ketika memilih memberikan gawai pada anak.

 hypnoparenting-mendidik-anak


Peran Hypno Parenting dalam Mendidik Anak

Berasal dari kata hipnosis, hypno parenting itu dikatakan sebagai ilmu memberi sugesti. Penggunaan hypno sendiri bisa diibaratkan seperti pisau. Tergantung kita memanfaatkannya. Bisa menimbulkan hal yang positif atau bahkan malah berdampak negatif.

Hypno Parenting yaitu cara orang tua berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar anak sehingga bisa menghasilkan perubahan kebiasaan karakter, sikap, mind set anak dan lain-lain.

Ibu yang menggunakan kacamata itu mengingatkan pada orang tua yang hadir, sebelum memberi sugesti pada anak sebaiknya melakukan sugesti pada diri sendiri. Cara memberikan sugesti pada diri sendiri itu cukup mudah. Hal yang pertama dilakukan yaitu mengatur napas dengan teratur. Tutup mata dengan rileks dan katakan pada diri sendiri : Aku Bahagia, Kumerasa damai,  Aku bersyukur.

Sebagai orang tua kita juga bisa memberi sugesti diri bahwa kita orang tua yang baik, orang tua hebat yang bisa mendidik anak hebat.

Di sela pemberian materi, Ibu Yati mengajak orang tua yang hadir untuk mencoba pemberian sugesti. Kami diminta untuk rileks, mengambil napas secara teratur lalu memejamkan mata. Pemateri meminta kami untuk mengatupkan jari-jari tangan kanan dan kiri di depan dada. Kami diminta membayangkan jika jari kami diberi lem yang kuat. Kemudian dibayangkan jika lem tersebut membuat ujung jari kami menempel satu sama lain. 

Setelah beberapa saat, kami diminta membuka mata. Beliau memerintahkan kami untuk melepas jari tangan. Dalam ruangan tersebut, beberapa orang tua tidak bisa melepaskan jari tangannya. Mereka merasakan adanya lem yang kuat di ujung jarinya. Setelah itu kami diminta menarik napas panjang kembali dan diberi sugesti jika lemnya sudah hilang.

Ada kejadian lucu dan unik kala itu. Ada seorang ibu yang duduk di belakang tidak bisa melepaskan jarinya. Ibu itu berteriak sambil tertawa karena tidak bisa melepaskan jemarinya. Kami yang hadir juga jadi ikut tertawa geli bercampur heran. Akhirnya pemateri menghampiri ibu tersebut, menepuk pundaknya sambil memintanya menarik napas panjang. Alhamdulillah, jemarinya bisa terlepas lagi. Hihihi.

hypnoparenting-mendidik-anak

Sugesti Pikiran Bawah Sadar

Setelah kejadian itu, kami pun penasaran, mengapa sugesti tidak berlaku sama pada setiap orang? Ada yang benar-benar merasa ujung jarinya menempel (termasuk saya), tetapi ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Ternyata efek hypno tidak sama pada setiap orang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti:

  • Tingkat fokus.  Pikiran yang terpecah mempengaruhi keberhasilan hypno. 
  • Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda
  • Suasana juga bisa mempengaruhi keberhasilan sugesti yang diberikan

Sebagai orang tua kita juga bisa memberikan sugesti pada anak supaya dia menjadi individu yang bahagia. Karena anak bahagia lebih penting sebelum menciptakan anak yang pintar di bidang akademik.

Apapun perkataan yang dikeluarkan oleh orang tua bisa memberikan efek bagi anak. Oleh karenanya biasakan menggunakan kata-kata baik agar berdampak positif pada anak. Apalagi perkataan baik juga bisa menjadi doa bagi anak-anak, bukan?
Sampaikan semuanya dengan hati. Karena sesuatu yang disampaikan tidak dengan hati maka tidak akan tersampaikan di hati anak-anak.

Kadang kala ada perlakuan dan sikap orang tua yang tanpa disadari menjadi hypno bagi anak. Orang tua tidak sadar memberi label pada anak dan suka membanding-bandingkan.

Perkataan orang tua yang secara tidak sadar sudah menjadi hypno bagi anak seperti:
  • Kamu anak penakut ....
  • Kamu anak pelupa ....
  • Kamu anak pemalas ....
  • Kamu anak ceroboh ....

Jika perkataan tersebut terus dilakukan secara berulang kali maka konsep atau label tersebut akan tersimpan dalam pikiran bawah sadar anak. Mengapa demikian? Karena pikiran bawah sadar membuat apa yang didengar akan menjadi konsep di diri anak. 

Lalu, bisakah konsep negatif pada anak diubah? Bisa. Cara untuk mengubah konsep negatif pada anak yaitu:

  1. Positifkan dahulu konsep sebagai orang tua yang baik, hebat dan luar biasa.
  2. Mengubah mindset anak dengan mengatakan konsep positif berulang kali beberapa kali lipat dengan apa yang dikatakan anak.
  3. Gunakan bahasa tubuh. Beri senyuman sambil mengusap dan memeluk anak.

Contoh mengubah mindset anak, ketika anak mengucapkan "saya malas" (sekali), langsung ditimpali dengan ucapan "kamu rajin" (3 kali)

Selain itu, orang tua juga bisa mengubahnya dengan kalimat mengapresiasi setiap hal baik yang sudah dilakukan oleh anak.

"Kamu sholeh karena sudah membereskan tempat tidur."

                                               "Kamu pintar, sudah sholat tepat waktu."

Setelah membahas tentang hypno parenting dan pikiran bawah sadar beserta contoh-contohnya, pemateri juga memaparkan ada 4 prinsip hypno parenting yang perlu kita ketahui:

  1. Orang tua dan anak MENYADARI bahwa memang ada masalah yang perlu diatasi
  2. Orang tua dan anak MENGAKUI bahwa memang ada masalah yang perlu diatasi.
  3. Orang tua dan anak MENERIMA bahwa memang ada masalah yang harus dipecahkan
  4. Orang tua dan anak secara bersama-sama MAU mengatasi masalah tersebut demi kebaikan bersama.

Semua yang dipaparkan oleh pemateri di acara parenting day beberapa waktu lalu, membuka wawasan orang tua yang hadir. Bisa diambil kesimpulan bahwa kunci mendidik anak sebenarnya terletak pada kualitas berpikir anak, yang ditentukan oleh proses "pemrograman" pikiran yang dilakukan oleh orang tua dan lingkungan terhadap anak.

                 Salam takzim



25 comments:

  1. Waaahhh, makasiiii mbaa
    Aku belakangan ini juga lumayan kelimpungan mendidik anak
    Jenuh bangeett, baik emak maupun anak.
    Semangaatt untuk kita semua!

    ReplyDelete
  2. Orang tua tidak sadar memberi label pada anak dan suka membanding-bandingkan....Duh jleb banget ini, tanpa sadar saya kadang melakukan. Jadi diingatkan lagi, jika kunci mendidik anak ada pada kualitas berpikir anak, yang ditentukan oleh proses "pemrograman" pikiran yang dilakukan oleh orang tua dan lingkungan pada mereka. Seminar parenting bertema daging ini, Mbak...Bagusss temanya

    ReplyDelete
  3. Aku sekarang ini sebisa mungkin gak pakai kata negatif pada anak. Gak mau lah ngatain dia nakal, gak mau diatur dan sebagainya. Itu semacam jadi cap dan dia akan terkenang itu sampai besar. Jadi orangtua memang gak mudah ya

    ReplyDelete
  4. hoooo, ternyata hypno parenting itu juga termasuk meyakinkan anak dengan kata positif lebih banyak ya...jangan balas sekali kata-kata anak dengan kata-kata baik, tapi lebih banyak biar lebih tertanam kata-kata tersebu

    ReplyDelete
  5. Memang benar-benar tantangan untuk sering (kalaulah tidak bisa menggunakan kata SELALU) sabar sebagai orangtua ^-^
    Terima kasih sharingnya mbak nurul :)

    ReplyDelete
  6. Aku nih pernah ikutan parenting class hynoparenting untuk anak, jadi dari situ lumayan banget dapat bekal untuk menghadapi anak. Kadang gak sadar dulu waktu masih kerja dan lagi capek banget terus si anak nanya aku suka kesel bawaannya dari situ aku gak mau kayak gitu lagi karena anakku jadi sedih.

    ReplyDelete
  7. kalo sudah memasukkan sebuah perintah atau advice pada alam bawah sadarnya anak-anak tentu harapan kita kepada mereka untuk jadi generasi emas yg unggul yaa. Dan hypnoparenting ini bisa jadi pilihan untuk mendidik anak jaman now

    ReplyDelete
  8. Wah, dapet banyak ilmu parenting super bermanfaat mampir ke sini Teh,
    Iya juga yah, kadang kalau kita lagi bad mood pastinya respon kita ketika menghadapi anak jadi terasa kurang sabar dan bakal berpengaruh juga

    ReplyDelete
  9. Aduh, ini jleb banget deh buat saya. Takut deh kalau-kalau saya pernah ngomong jelek, dan kepikiran terus sama anak. Akhirnya jadi dia gak pede. Huhuhu, kudu belajar ngendaliin diri, terutama lisan ke anak ya. Pengen deh ikutan belajar ilmu hypno parenting begini

    ReplyDelete
  10. Makasih sharingnya mak... Jadi diingatkan lagi untuk selalu berkomunikasi positif sama anak...

    ReplyDelete
  11. Ahhh, baca cerita ini aku pun pernah belajar, apalagi ketika latihan sugesti jari2 yang nempel padahal ga ada lemnya yaa. Lucuuu, beneran kekuatan sugesti tuh nempel.

    Setuju kalo kunci mendidik anak tergantung kualitas berpikir anak dan pemograman orang tuanya jugaa. Semoga kita selalu menjadi orang tua yang tetep bijak dalam mendidik anak. Amiin.

    ReplyDelete
  12. Mbkk.. Makasih banyak sharingnya. Betul banget, kadang kalo kita lagi riweh banget terus anak tanya berulang kali kita jawab seperlunya tp kurang pas jawabannya. Bikin kita emosi, huhu

    ReplyDelete
  13. Aku juga kalau udah capek, banyak pikiran, anak rewel, diajak ngomong gak merhatiin. Biasanya nada suara trus meninggi, hiks. Belajar sabar memang gak ada habisnya.

    ReplyDelete
  14. Aku dulu menerapkan beberapa hypno (dg konsul ahlinya) ke anak pertamaku ketika dia ngga mau makan, bahkan nasi sekalipun. Memang manjur sih

    ReplyDelete
  15. Bener sih ini. Yg jd peer adalah bagaimana memprogram diri sendiri agar berkualitas dulu untuk bs maksimal memprogram anak. Krn kadang orang tuanya lelah duluan, kualitas dirinya udah down duluan. Hiks

    ReplyDelete
  16. Intinya dari orangtua harus timbul kesadaran terlebih dahulu ya bagaimana menggunakan kata-kata positif dalam menyemangati anak. No labeling ya, ini malah bikin anak down.

    ReplyDelete
  17. Salah satu acara seminar beginian ini bagian yang rileks-rileks gini menyenangkan Mba.
    Jadi ngerti bagaimana masuk ke alam bawah sadar, bergelut untuk mendidik anak emang nggak gampang ya Mba tapi semoga Allah memudahkan kita semua ini

    ReplyDelete
  18. Wah sugesti sampai kuatnya sampai jari si ibu gak bisa lepas ya mbak?
    Aku nih lg baca bbrp buku jg soal hypnoparenting mbak tp aplikasinya suka susah ya huhu. Semoga saja bisa lbh baik lg menerapkannya ke gaya pengasuhan. Soalnya kdng anakku suka ngeluh misal gk bisa mengerjakan sesuatu, trus emaknya ini kurang sabaran malah ikutan mendengus haha :p
    Baiklah akansaya coba mengubah mindsetnya :D

    ReplyDelete
  19. gawai jd bagian dr kehidupan. anak saya ajah suka main tab, nonton film. tapi saya pilih yg mendidik dan berbahasa asing, biar sekalian belajar. hihi. pun saya setelkan bacaan al quran, jd belajar ngaji deh

    ReplyDelete
  20. AKu baca buku mengenai hypno-parenting ini, teh..
    Tapi gak ada kata terlambatkah kalau anak-anaknya sudah usia SD?
    Huhu...kebayang kesalah dari dulu menumpuk di diri anak dan menjadi luka.

    ReplyDelete
  21. penting banget ya mba diasah kemampuan bawah sadar ini dalam menemani tumbuh kembang anak-anak biar ga jadi beban apalagi samapai beban psikologis. padahal bila dilakukan dengan happy dunia parenting itu menurut saya asyik dan penuh cerita ya...

    ReplyDelete
  22. Aku sering dengar istilah hypnoparenting ini. Dan tertarik banget nyobain

    ReplyDelete
  23. Mendidik anak jaman now memang perlu perjuangan dan harus dimulai dari diri kita. Perlu banget ya, 'memasukan' hal-hal positif ke alam bawah sadar anak agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Perilaku tidak menyimpang dan menjadi anak yang berbakti.

    PR banget nih buat saya yang baru jadi ibu, gimana nantinya bakalan mendidik, apalagi bentar-bentar saya mesti buka HP. Duuh, semoga anak tidak kecanduan HP.

    ReplyDelete
  24. Aku pernah praktekin hypnoparenting pas anak-anak masih balita. Emang manjur sih..anak-anak jadi anak manis. Tapi sekarang udah gak praktek lagi..soalnya mereka udah besar dan tidurnya malam-malam, duluan aku tidurnya hehe

    ReplyDelete
  25. Banyak butuhin perjuangan nih untuk menerapkan pola didik pada anak yah., susah - susah gampang hehe/

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^