Perkembangan Motorik Bayi

Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa, sekarang keponakan saya sudah memasuki usia 8 bulan. Usia yang sedang gemes-gemesnya. Perkembangan bayi kecil itu berjalan dengan baik dan sesuai usianya. Adik saya selaku ibunya selalu fokus mengamati pertumbuhannya, memenuhi kebutuhan ASI untuk bayi, memperhatikan makanan pendamping ASI dan kebutuhan lainnya. 

perkembangan-motorik-bayi

Setiap anak memiliki garis pertumbuhan yang sangat berlainan dengan anak-anak lainnya. Pola pertumbuhan bayi sangat kompleks. Hal ini bisa ditentukan oleh gen yaitu pembawa sifat yang diturunkan. Cepat lambatnya gigi tumbuh, saat anak mulai merangkak, anak belajar jalan, cenderung memiliki pola yang sama dalam satu keluarga. 

Namun semua itu masih dipengaruhi oleh faktor lainnya, meskipun masih dalam satu keluarga. Hal ini disebabkan karena dalam satu keluarga pun memiliki campuran dari kedua belah pihak yang sangat bervariasi. 

Perkembangan Motorik Bayi

Salah satu perkembangan bayi yang perlu dicermati yaitu perkembangan motoriknya. Yang meliputi perkembangan motorik yaitu kemampuan mengangkat kepala supaya tegak, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Perkembangan motorik pada setiap anak tidak sama. Jadi sebaiknya orang tua tidak membanding-bandingkan dengan anak yang lain. Jangankan dengan anak yang tidak memiliki ikatan darah, dengan saudara sekandung pun, perkembangan anak tidaklah sama.

Mengisap Jari

Setiap bayi memiliki naluri kebutuhan mengisap dalam jumlah yang berlainan. Kita sebagai orang tua tidak perlu cemas jika bayi mengisap ibu jarinya beberapa menit sebelum diberi minum. Mengisap jari mungkin biasa dilakukan bayi karena merasa lapar. 

Saya lihat, keponakan saya mulai menghisap jarinya ketika memasuki usia 3 bulan. Dan ibunya sama sekali tidak melarang anaknya melakukan kemampuan motorik tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah mampu mengendalikan gerakan tangan mereka. Senang sekali lihat gerakan keponakan saya sewaktu mengangkat tangan dan berusaha mencari letak mulutnya. Begitu berhasil memasukkan jarinya ke mulut, keponakan saya itu begitu antusias mengisap jarinya.

perkembangan-motorik-bayi

Barbalik dan Duduk

Perkembangan motorik lainnya yaitu kemampuan bayi untuk tengkurap, berbalik, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Perkembangan setiap anak untuk kemampuan tersebut pun bervariasi. Sebagian besar sangat bergantung pada temperamen dan berat badan anak. Bayi yang langsing, energik, akan lebih cepat berusaha untuk bergerak, berpindah tempat. Bayi yang gemuk dan tampak kurang bersemangat, cenderung tidak cepat bergerak.

Saya selalu mewanti-wanti adik agar tidak meletakkan bayinya di tempat yang cukup tinggi seperti di atas kasur atau kursi tanpa penjagaan, ketika keponakan saya sudah bisa tengkurap. Apalagi ketika bayi mungil itu sudah bisa berbalik telentang, kecepatan bergeraknya bisa tak terduga. Sekarang keponakan saya dalam fase belajar duduk. Kami harus berhati-hati agar bayi kecil itu tetap terjaga aman.

Merangkak

Selain sedang belajar duduk, keponakan saya juga sedang belajar merangkak. Selama ini dia berpindah tempat dengan cara "ngesot". Ketika dia mau mengambil barang yang menarik perhatiannya, bayi kecil itu bergerak dengan cepat. Posisinya persis seperti tentara yang sedang berlatih merayap.  Beberapa kali terlihat badannya terangkat dengan bertumpu pada lututnya, tetapi tangannya belum bisa bergerak maju.

Ada berbagai macam cara untuk merangkak. Beberapa bayi mula-mula belajar untuk merangkak mundur, ada juga yang bergerak ke samping. Bayi yang pandai merangkak dengan cepat biasanya akan lebih lambat belajar berjalan. Dan bayi yang tidak begitu pandai merangkak atau tidak pernah belajar merangkak memiliki alasan kuat untuk cepat belajar berjalan.

Berdiri

Belajar berdiri biasanya dilakukan bayi di kwartal terakhir dari tahun pertamanya. Namun bayi yang sangat antusias, lincah dan gesit bisa mulai belajar berdiri pada usia 7 bulan. Tidak jarang juga kita menemukan bayi yang tidak belajar berdiri sampai berusia 1 tahun, meskipun dari kemampuan lainnya dia cukup cerdas. Orang tua tidak perlu merasa cemas apabila menghadapi kondisi seperti itu, selama dokter menganggap mereka cukup sehat. 

perkembangan-motorik-bayi

Berjalan

Banyak faktor yang menentukan kemampuan anak bisa berjalan sendiri. Misalnya berat badan bayi, kepandaiannya merangkak, besarnya antusias bayi untuk berjalan, berbagai penyakit yang pernah dideritanya atau memiliki pengalaman buruk. Bayi yang baru sembuh dari sakit, mungkin tidak ingin mencoba berjalan lagi. Begitu juga dengan anak yang memiliki pengalaman pernah jatuh, mungkin akan menolak belajar jalan selama beberapa waktu.

Itulah beberapa perkembangan motorik bayi yang perlu diperhatikan perkembangannya oleh orang tua. Yang perlu diingat bahwa perkembangan setiap anak tidaklah sama. Pakar mengatakan bahwa fase perkembangan motorik anak berbeda-beda sehingga perkembangan kemampuannya pun berbeda.

Sebagai orang tua kita harus berusaha menjadi yang terbaik untuk anak. Salah satunya dengan meletakkan dasar-dasar kesehatan fisik, mental dan kemampuan menalar anak agar ketika mereka beranjak dewasa bisa lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Selain memperhatikan perkembangan pertumbuhannya, kebutuhan dasar seperti kecukupan nutrisi, kebutuhan gizi, imunisasi lengkap, kebersihan badan dan lingkungan pun perlu diperhatikan oleh orang tua. Apalagi keponakan saya itu sedang dalam periode emas (golden periods) di mana mereka akan lebih cepat menerima stimulus dari orang tuanya. 

Mengamati perkembangan anak memang menimbulkan berbagai perasaan pada orang tua. Kalau melihat perkembangan anak yang maju pesat, pasti kita merasa bangga, bukan? Namun sebaiknya kita tidak terlalu cemas apabila perkembangan anak agak terlambat dibandingkan dengan anak sebayanya. Karena seperti yang diungkapkan oleh para pakar tadi, bahwa perkembangan motorik anak berbeda-beda. Begitu pula dengan keponakan saya, kami selaku orang dewasa yang ada di dekatnya, berusaha untuk memberikan stimulus agar tumbuh kembangnya sesuai dengan perkembangan anak seusianya.

Tetap semangat untuk berusaha memberikan pendampingan tumbuh kembang anak yang terbaik!

Salam takzim







Post a comment

0 Comments