Stories Meet Brand: Matchmaking Session merupakan tema sebuah acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat, Jalan PH. H. Mustofa no. 33 Bandung, acara ini merupakan kolaborasi ciamik dan inovatif yang mempertemukan pelaku bisnis dengan industri kreatif digital.
Sebagai bagian dari komunitas penulis Indscript Creative, tentu saja saya sangat tertarik mengikuti acara tersebut. Alasannya karena bisa dapat akses langsung bertemu para pelaku bisnis dan memberikan peluang kerja sama.
Kegiatan kolaborasi ini diinisiasi oleh Indscript Creative yang menaungi Ibu-ibu Doyan Nulis, Ibu-ibu Doyan Bisnis, Sekolah Perempuan bekerja sama dengan Komisi Jawa Barat serta TactLink. Acara tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Bursa Efek Indonesia kantor Perwakilan Jawa Barat dan PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia.
Literasi Keuangan dan Pasar Modal
Peserta acara matching tidak hanya bisa mendapatkan peluang kerja sama antara pebisnis dan penulis saja. Kami juga dikenalkan tentang pasar modal dan literasi keuangan sebagai fondasi penting bagi pelaku usaha, penulis, dan konten kreator.
Bapak Firman selaku perwakilan dari BEI Jawa Barat dan Bapak Arbi Ardiansyah dari iKisi Sekuritas memaparkan tentang pentingnya mengelola keuangan mulai dari budgeting rules, investasi, pasar modal, manfaat saham, hingga tips memilih saham serta cara menggunakan aplikasi iKisi.
Kolaborasi antara Penulis/Kreator dengan Brand
Setelah memperoleh pemahaman tentang literasi keuangan dan investasi, kami juga diberi wawasan tentang manfaat kerja sama yang bisa dilakukan antara Penulis/Kreator dengan Brand/Pelaku Bisnis.
Novi Herdiani sebagai Ketua umum IIDN sekaligus perwakilan Indscript Creative memaparkan materi tentang manfaat kerjasama untuk penulis dan pebisnis dan pentingnya story telling untuk meningkatkan performa bisnis.
Menurut Novi Herdiani, acara tersebut merupakan perwujudan cita-citanya untuk mempertemukan penulis, konten kreator, dan pebisnis. Pertemuan itu bukan hanya tentang promosi, melainkan cara sebuah tulisan bisa menghidupkan brand, membangun kepercayaan, serta menciptakan kolaborasi yang saling bertumbuh.
Matchmaking and Brand Showcase
Puncak acara dipimpin langsung oleh CMO Indscript Creative yaitu Lita Widi Hastuti sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Stories Meet Brands. Kami para penulis bisa melakukan interaksi langsung dengan pebisnis yang ada di bawah naungan Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDN).
Setelah pembagian kelompok, kami penulis yang hadir mendatangi setiap booth yang memamerkan produk para pebisnis. Prosesnya seru sekali! Kami bisa berinteraksi langsung untuk mendapatkan informasi yang akurat dari setiap produk yang dijajakan. Ketika kami mencari informasi untuk bahan tulisan, semua brand sangat kooperatif dan terlihat antusias.
Rujak Ambu
Bagi pecinta kuliner pedas, potongan buah yang diolah menjadi rujak pastinya bisa jadi menu favorit untuk disantap. Senang sekali saya bisa menemukan bumbu rujak legendaris dalam acara matching yang diadakan oleh Indscript Creative ini.
Bumbu Rujak Ambu merupakan produk lokal yang sudah turun temurun. Cita rasa bumbu rujak ini terjaga hingga generasi ketiganya. Mulai dari kualitas bahan baku hingga proses pembuatannya dijaga dengan standar terbaik.
Varian andalan yang disajikan oleh Bumbu Rujak Ambu yaitu original dan kecombrang. Bagi yang ingin menikmati bumbu rujak klasik dengan rasa pedas, manis, dan gurih bisa memilih varian original. Sedangkan varian kecombrang menghadirkan cita rasa khas bunga kecombrang yang unik, segar, dan harum.
Kemasan Bumbu Rujak Ambu didesain praktis. Dikemas secara higienis dan modern, siap disajikan kapanpun. Ternyata bumbu rujak kemasan ini sudah go internasional juga, loh! Produknya sudah diekspor ke berbagai negara. Keren, ya!
Kebab Factory Indonesia
Pada umumnya orang mengenal kebab itu makanan berbahan dasar daging berbumbu yang dipanggang atau dibakar dan dibungkus roti pipih sejenis tortilla serta bercitarasa asin. Padahal ada juga loh, kebab dengan varian rasa beragam. Contohnya produk kebab dari Kebab Factory Indonesia.
Brand kuliner asal Bandung, Kebab Factory ini berinovasi dengan kebab aneka rasa. Tidak harus berbahan dasar daging yang asin, Kebab Factory juga menghadirkan kebab rasa manis seperti coklat keju, beng-beng, hingga rasa es krim.
Namun meskipun menciptakan inovasi rasa anti-mainstream, Kebab Factory tetap mempertahankan beef classic sebagai main course-nya.
Saya sebagai penggemar kebab, rasa Kebab Factory ini begitu memuaskan. Daging sapinya melimpah dengan saus gurih yang terasa pas di lidah. Begitu juga dengan varian manisnya. Kebab Cokelat Beng-beng memiliki tekstur yang renyah dan manis. Sedangkan Kebab Choco Cheese perpaduan cokelat dan kejunya bener-bener nagih.
Kuliner kebab ini pada awalnya berupa usaha rumahan. Bermula dari produk frozen food berkembang hingga membuka beberapa outlet. Bahkan kini Kebab Factory membuka peluang sistem franchise. Paket kemitraan ini cukup terjangkau yaitu mulai 15 jutaan saja.
Nah, bagi sobat yang ingin memulai bisnis kuliner, bergabung dengan Kebab Factory bisa jadi pilihan yang menarik. Silakan hubungi media sosialnya untuk keterangan lebih lanjut.
Breggfast dari PT Telorise Nutrisi Inovasi
Jeol Food Indonesia
Teh Walini
- Menggunakan pucuk daun teh muda pilihan terbaik. Dipetik pada pagi hari saat kandungan antioksidan alami dan keharuman aroma daunnya di tingkat optimal.
- Diproses tanpa memakai bahan kimia tambahan, murni tanpa pewarna buatan atau bahan pengawet kimia. Kemurniannya menghasilkan warna seduhan yang jernih, bersih, dan aman.
- Memiliki banyak manfaat kesehatan. Tingginya kandungan antioksidan alami di Teh Walini, berfungsi efektif menangkal radikal bebas, menjaga kebugaran tubuh, dan membantu mengatasi kepenatan.








0 Comments
Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^