UMKM Indonesia Bangkit Bersama Pembiayaan UMi

Ekonomi Indonesia akan membaik saat UMKM bangkit. Akibat pandemi Covid- 19 perekonomian nasional dan global mengalami resesi. Perekonomian Indonesia sendiri mengalami kontraksi dengan pertumbuhan ekonomi minus 5,3% pada triwulan II tahun 2020. Kondisi tersebut disebabkan karena penurunan konsumsi rumah tangga akibat pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pembatasan sosial membuat daya beli masyarakat menurun. Daya beli masyarakat berkurang seiring menurunnya pendapatan. Beberapa kepala keluarga mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi. Perekonomian keluarga yang tidak menentu membuat para ibu rumah tangga berusaha untuk mencari penghasilan.

UMKM Indonesia

Usaha yang dilakukan para ibu rumah tangga itu tidak jauh dari usaha kecil yang bisa dilakukan dari rumah. Seperti beberapa orang teman saya yang kini menekuni bisnis online. Mereka memanfaatkan kemampuannya untuk menambah penghasilan. Ada yang berjualan baju, makanan, produk kesehatan bahkan berjualan tanaman hias. Hanya sayangnya usaha mereka berjalan di tempat. Tidak ada kemajuan yang berarti. Hasil penjualan hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Padahal apabila usaha dari rumah tersebut bisa dijalani lebih serius, pendapatan mereka bisa saja lebih besar lagi. Saya juga pernah menyarankan kepada beberapa teman untuk mencari sokongan dana agar usaha mereka bisa berkembang. Namun mereka pesimis akan mendapatkan tambahan modal. Padahal pemerintah memberikan perhatian yang lebih pada masyarakat yang memiliki usaha, karena mereka mempunyai kontribusi yang besar dalam perekonomian nasional.

Indonesia memiiki potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM terutama usaha mikro cukup banyak dan menyerap tenaga kerja yang besar. Selain itu usaha mikro juga memiliki perputaran transaksi yang cepat, menggunakan produksi domestik dan berhubungan dengan kebutuhan primer masyarakat. Bisa dikatakan UMKM yang memiliki kepanjangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ini memiliki kontribusi yang sangat besar dan krusial untuk perekenomian Indonesia secara makro.

Sebenarnya apa yang membedakan usaha mikro, kecil,menengah dan usaha besar itu?

Kriteria UMKM dan Usaha Besar

Kriteria usaha mikro, kecil, menengah dan usaha besar dapat dibedakan berdasarkan aset dan omsetnya. Berikut ini gambaran kriteria yang membedakan setiap pelaku usaha : 


Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) pada tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau sekitar 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Tenaga kerja yang diserap pun banyak yaitu sekitar 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja di bidang usaha. Selain itu untuk perekenomian nasional (PDB), UMKM memberikan kontribusi sebesar 61,1% dan sisanya mendapatkan kontribusi dari pelaku usaha besar yaitu 38,9%. Jumlah ini semakin bertambah seiring bertambahnya waktu.

Berdasarkan data tersebut, sebenarnya Indonesia memiliki potensi basis ekonomi nasional yang kuat. Potensi dari jumlah UMKM terutama usaha mikro yang sangat banyak dan menyediakan lapangan pekerjaan yang sangat besar. Pemerintah dan pelaku usaha harus berusaha ‘naik kelas’. Memacu usaha mikro menjadi usaha kecil dan meningkatkan usaha kecil menjadi usaha menengah.

Menyadari potensi dari UMKM tersebut, pemerintah mengambil kebijakan untuk meningkatkan kapasitas usaha menjadi naik ke level yang lebih tinggi.

Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan pemberian pinjaman kepada pelaku usaha mikro dari pemerintah. Makmimal besarnya peminjaman adalah Rp. 20 juta per orang. Pembiayaan tersebut dalam pelaksanaannya dilengkapi dengan pendampingan. Pembiayaan UMi merupakan program lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang ditujukan bagi usaha mikro. Mereka yang mendapatkan pembiayaan yaitu yang belum bisa menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan dan menyalurkannya kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) merupakan badan yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai wadah pengkoordinasian dana pembiayaan UMi. Penyaluran Pembiayaan UMi dilakukan melalui LKBB. Untuk sekarang lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain adalah PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan dan PT Bahana Artha Ventura. Sumber pendanaanya sendiri berasala dari APBN, kontribuasi pemerintah daerah dan lembang-lembaga keuangan, baik domestik maupun global. 
 
Konsep Dasar Pembiayaan UMi

Tujuan Pembiayaan UMi

Di setiap kebijakan yang diambil pemerintah memiliki tujuan penting. Begitu pula dengan pembiayaan UMi ini. Tujuan pembiayaan UMi adalah untuk menyediakan pembiayaan yang mudah dan cepat, menambah jumlah pelaku usaha yang menerima dan mendorong kemandirian pelaku usaha penerima bantuan sosial.

Pemilik usaha yang bisa mendapatkan pembiayaan UMi yaitu usaha yang sedang tidak dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan Elektronik. Selain itu pelaku usaha juga bisa memberikan bukti ijin usaha atau keterangan usaha dari instansi pemerintah dan surat keterangan usaha dari penyalur. 
Berikut ini skema penyaluran pembiayaan UMi :
 
Skema Penyaluran Pembiayaan UMi

Pembiayaan UMi merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kemampuan keuangan UMKM. Karena masalah keuangan yang dihadapi oleh pelaku usaha merupakan salah satu permasaahan yang dihadapi oleh UMKM selama ini, terlebih di masa pandemi. Semoga saja dengan gencarnya pembiayaan UMi terhadap usaha mikro dan kecil bisa membuat mereka bangkit kembali. Bagaimanapun juga UMKM merupakan ‘si kecil’ yang memiliki peran besar dan merupakan penopang kelancaran dan stabilitas perekonomian nasional Indonesia. UMKM Indonesia bangkit naik kelas, perekonomian nasional pun bisa kembali pulih. 

#PIPUMi
#UMiUntukNegeri

Salam takzim


Post a Comment

1 Comments

  1. Soal UMKM jadi ingat programnya JNE yang ramai karena membangkitkan finansial masyarakat dan meningkatkan produktifitas. Kalau dari informasi ini sih kita memang perlu membangkitkan UMKM, ya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^