Pesona Keraton Yogyakarta

Belakangan ini, kota Yogya jadi bahan pembicaraan hangat. Yogya menjadi sering diperbincangkan gara-gara status seorang mahasiswa S2 di sebuah akun media sosial. Mendengar kata Yogya, membuat saya jadi ingat ketika menghabiskan liburan bersama keluarga besar di kota gudeg ini.
Yang membuat saya tidak pernah bosan mengunjungi Yogya (karena ini kunjungan saya yang kesekian kalinya), saya sangat menyukai suasana di sana. Suasana adat jawa yang sangat kental, penduduknya yang ramah dan lingkungan yang bersih serta asri begitu menggoda saya untuk datang kembali ke Kota Yogya.
Keraton merupakan salah satu tempat tujuan wisata  favorit yang saya kunjungi.
Keraton Yogyakarta
Suasananya yang tenang, hening dan teduh. Pohon sawo kecik yang rindang menaungi pelataran di setiap sudut keraton. Para abdi dalemnya yang ramah, selalu bersedia menjawab apa saja yang ingin ditanyakan oleh wisatawan. Para abdi dalem ini konon memiliki loyalitas yang tinggi terhadap raja dan keraton. Buktinya, mereka tidak pernah mempermasalahkan minimnya gaji yang mereka terima. Orang-orang yang selalu mengenakan pakaian khas jawa dan tanpa alas kaki ini berpendapat jika mereka lebih memilih menikmati ketenangan hidup di dalam keraton dan membuktikan kesetiaan mereka kepada keraton.
Alat musik yang dimainkan untuk menghibur wisatawan
Keraton tidak saja dijadikan tempat tinggal raja, tapi digunakan untuk melestarikan budaya juga. Di setiap hari Senin dan Selasa para abdi dalem memainkan alat musik khas budaya jawa untuk dipertunjukkan bagi pengunjung.
Berkeliling di dalam keraton memang menyenangkan. Banyak ruangan yang dapat dikunjungi. Kita bisa melihat silsilah keluarga kerajaan disana. Ada juga beberapa koleksi barang milik keraton dipajang di kotak-kotak kaca. Seperti, pakaian yang dikenakan oleh keluarga keraton, pakaian abdi dalem, prajurit kerajaan dan lain sebagainya. Semua dipajang di tempat yang berbeda. Bagi orang dewasa, melihat semua yang ada di dalam keraton memang mengasyikkan, kita mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Sedangkan bagi anak-anak, bermain pasir yang ada di halaman keraton sepertinya lebih mengasyikkan.
Bermain pasir di pelataran kraton Yogyakarta
Setelah selesai berkeliling di dalam keraton, kami sekeluarga pun menikmati indahnya Kota Yogya dengan menggunakan delman. Begitu apiknya penataan kota di sana. Meskipun banyak dijumpai delman yang menggunakan tenaga kuda, tapi di sepanjang jalan yang terlewati begitu bersih. Tidak terlihat kotoran kuda yang tercecer. Pak kusir pun memiliki ciri khas sendiri. Memakai pakaian khas jawa dan tidak ketinggalan blangkon yang menutupi kepala mereka.
Delman dan pak kusir dengan pakaian khas jawa

Menyenangkan sekali berjalan-jalan di kota yang terkenal dengan makanan gudegnya ini. Rasanya gak ada bosennya deh, jadi ingin kesana lagi..


7 comments:

  1. Alhamd sudah merasakan wisata keraton mbak :)

    ReplyDelete
  2. Yogya selalu indah dan meninggalkan seribu kenangan bagi setiap epngunjung yang hadir di lokasi sana.

    Salam

    ReplyDelete
  3. "Datang ke kotamu..."
    Setiap mendengar kata Yogya, selalu terngiang lagunya KlaProject dan otomatis kebayang aneka kuliner dan destinasi2 menarik di sana...
    Terakhir dolan ke Yogya April kemaren, ngajak krucil mengenal budaya Jawa, belajar mbatik & mbuat gerabah langsung di pusatnya (Kasongan)... Alhamdulillah. Soalnya separuh jiwa saya, memang terpatri di Yogya... (emak asli ngayogyokartohadiningrat dan semasa saya kecil sering diajak ke ndalem Eyang di Yogya)

    ReplyDelete
  4. Wah,..senengnya yang punya eyang di Yogya, bisa sering kesana ya..

    ReplyDelete
  5. Sering ke Jogja, tapi jarang ke kraton :-(
    Mentog-mentognya biasanya cuma sampai Malioboro dan Taman Pintar.

    Jadi kunjungan berikutnya ... harus masuk kraton ! :-)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}