Dampak Mengkonsumsi Daging Kambing

Daging kambing diidentikkan dengan Hari Raya Idul Adha. Karena disaat itu, umat muslim melaksanakan penyembelihan hewan qurban berupa kambing atau sapi. Banyak yang mengatakan jika mengkonsumsi daging kambing terlalu banyak akan mengakibatkan hipertensi. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Karena penyakit hipertensi dalam proses terjadinya membutuhkan waktu yang lama. Sehingga tidak terjadi secara tiba-tiba .
Tidak hanya mengkonsumsi daging kambing saja, hipertensi sebenarnya dapat terjadi bila mengkonsumsi daging merah lainnya dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang lama. Hipertensi dapat timbul terutama bagi sebagian orang yang kurang berolah raga atau sangat sedikit mengkonsumsi sayur dan buah.
Daging kambing dikonsumsi dengan berlebihan tanpa dibarengi dengan mengkonsumsi sayuran juga akan menimbulkan sembelit. Sembelit atau susah buang air besar ini berakibat pula pada timbulnya penyakit wasir.
Untuk penderita penyakit lambung, harus lebih berhati-hati di dalam mengkonsumsi daging kambing. Karena bila dikonsumsi terlalu banyak akan mengakibatkan asam lambung yang tadinya ada di perut, bergerak naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa seperti tercekat. Selain itu juga bisa menimbulkan rasa terbakar di dada.
Untuk menyikapi hal ini, alangkah baiknya jika kita berperilaku bijak di dalam mengkonsumsi daging hasil qurban ini. Makan dalam batas yang wajar, tidak perlu berlebihan. Dan selalu ingat untuk terus mengkonsumsi sayur dan buah. Untuk lebih menyegarkan, kita pun dapat membuat minuman dari buah yang menyehatkan.

4 comments:

  1. Kalau dagingnya gak bau kambing bisa keenakan lupa hipertensi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi..hi..hi iya mbak, apalagi kalo udah di sate ato di tonseng..wah bisa lupa tuuh..:)

      Delete
  2. berhenti sebelum kenyang ya teh dan perbanyak sayur dan buah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}