Tips Mencegah Kebangkrutan dalam Berbisnis



Cegah kebangkrutan dalam berbisnis (illustrasi : duniaprofesional.com)

Sukses dalam menjalankan suatu bisnis merupakan dambaan bagi semua pengusaha. Mengingat tidak mudah memulai suatu bisnis, menjalankannya tahap demi tahap membuat para pebisnis berusaha menjaga dengan baik kelangsungan usahanya tersebut. Tidaklah mudah untuk bisa memiliki bisnis, agar  bisa tetap berada di puncak kesuksesan dan terhindar dari kebangkrutan. Bagaimana mencegahnya? Berikut akan saya coba paparkan tips mencegah kebangkrutan dalam menjalankan suatu bisnis.
Pertama, miliki mental bisnis yang tangguh dan tegar.
Dalam menjalankan suatu bisnis, kita perlu memiliki mental yang selalu memiliki pemikiran yang positif. Karena energi postif biasanya datang dari orang-orang yang berpikir positif. Energi yang dapat menumbuhkan produktivitas kerja kita.
Selain itu, milikilah mental yang tidak mudah menyerah. Bisnis akan berhasil jika kita tekun dan tahan banting ketika mengelolanya. Selalu berusaha untuk bangkit kembali jika menghadapi suatu masalah.
Ketika bisnis telah berada di puncak kesuksesan, janganlah terlena. Berusahalah terus untuk mengembangkannya. Miliki mental yang mau belajar terus menerus. Dunia bisnis yang begitu dinamis memberi peluang munculnya produk baru dan para pebisnis baru. Dengan terus belajar, kita dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan bisnis yang telah kita bangun.
Mental bisnis yang paling penting adalah, optimis. Dengan memiliki  sikap optimis, kita akan merasa ringan di dalam mengatasi semua masalah yang berkaitan dengan bisnis.
Kedua, cerdas di dalam mengelola keuangan.
Banyak contoh yang dapat kita lihat. Sebuah bisnis  mengalami kebangkrutan setelah mencapai kesuksesan, karena keuangan yang kurang sehat. Yang harus diperhatikan adalah melakukan pemisahan antara kas bisnis dan keuangan pribadi. Salah satu cara untuk menghindarkan dana kas terpakai untuk keperluan pribadi yaitu dengan mengalokasikan gaji bagi pemilik usaha. Dengan gaji yang dimilikinya, pengeluaran dana pribadi yang tidak ada hubungannya dengan bisnis dapat menggunakan gaji tersebut.
Kemudian, sisihkan keuntungan untuk menambah modal. Keuntungan ini, didapat dari selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan Tujuan menyisihkan keuntungan, untuk menambah modal yang telah ada. Penyusutan yang terjadi setiap tahunnya pun dapat tertanggulangi dari penambahan modal. Selain itu, pernambahan modal dapat menambah kinerja perusahaan ke arah yang lebih baik dan bisa dialokasikan untuk menambah luas area kerja, menambah alat yang dapat menunjang jalannya bisnis dan lain sebagainya.
Ketiga, buatlah inovasi.
Hampir semua aspek di dalam berbisnis memerlukan inovasi. Inovasi sendiri berarti menemukan cara, metode atau produk yang lebih baik dan dapat meningkatkan omzet bagi bisnis kita. Apa saja yang perlu dilakukan inovasi? Produk yang kita hasilkan harus terus bisa berkembang (diinovasi)  untuk mencegah produk kita kalah dalam persaingan. Apabila produk yang sama telah banyak tersedia di pasaran, maka persaingan dalam pemasarannya akan semakin ketat. Hal ini dapat memicu bisnis kita mengalami kebangkrutan bila tidak jeli menyikapinya.
Dari segi manajemen, bisa dilakukan dengan cara meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Bisa juga dengan cara menjaga kecepatan di dalam mengatasi masalah yang timbul di lapangan. Dan masih banyak lagi, lini yang dapat kita berikan inovasi untuk mencapai keuntungan.
Keempat, maksimalkan teknologi sebagai sarana promosi.
Saat ini, telah banyak media sosial yang dapat digunakan untuk menunjang kelancaran bisnis kita. Kemudahan berkomunikasi via online membuat sarana pemasaran tidak perlu membutuhkan biaya yang banyak. Banyak produk yang laris dipasaran berawal dari media social. Namun yang perlu diperhatikan, hindari mempromosikan bisnis kita dengan cara membombardir iklan ke semua kontak. Pahamilah dahulu komunitas kita, untuk menghindarkan pihak lain merasa kurang nyaman dengan promosi kita.
Kelima, hindari kebangkrutan dengan membayar pajak.
Mendengar kata pajak, dapat membuat kening sebagian orang berkerut. Mereka malahan cenderung menghindar jika bisnis yang mereka kelola dikaitkan dengan pembayaran pajak. Padahal, dengan tidak membayar pajak atas penghasilan mereka dapat menyebabkan bisnis yang mereka miliki mengalami kebangkrutan. Contohnya seperti yang dialami seorang pebisnis yang berangkat dari nol dan sayangnya, kembali ke nol.
Berdasarkan kisah nyata, ada seorang pesuruh di sebuah toko pakaian yang mencoba keberuntungannya terjun ke dunia bisnis. Berkat kerja kerasnya, membuat dia memiliki sebuah perusahaan garment yang memiliki outlet di mana-mana. Namun, laporan penghasilan yang dilaporkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Hanya sebagian saja yang didaftarkan. Peningkatan harta yang hampir 12 milyar, dilaporkan sejumlah 60 juta saja. Setelah diadakan penyelidikan oleh kantor pajak, akhirnya diketahui jika pengusaha itu memiliki kekurangan dalam  membayar pajak senilai hampir seratus milyar. Karena untuk membayar kekurangan itulah, yang mengakibatkan pengusaha itu gulung tikar. Bangkrut akibat ketidakjujurannya dalam membayar pajak.
Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang perpajakan. Kesalahan dalam melaporkan pajak juga dapat menimbulkan denda dan sanksi. Di sini, peran konsultan pajak amatlah penting. Karena tugasnya yang memberi edukasi tentang perpajakan dapat membantu mencegah pengusaha terancam bangkrut. Salah satu konsultan pajak yang telah memiliki banyak pengalaman yaitu Zeti Arina. Sebagai konsultan pajak, Zeti akan memberikan pengetahuan bagaimana menghitung pajak dengan benar dan hemat, kapan waktu mulai membayar dan kapan terakhir harus dibayar. Dengan mengetahui seluk beluk perpajakan, pengusaha dapat terhindar dari kebangkrutan.
Jatuh bangunnya sebuah bisnis tergantung dari diri sendiri. Mental dan kecerdasan untuk mengelolanya sangat penting untuk diperhatikan. 
 
Konsultan Pajak : Zeti Arina

Related Post :

4 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}