Benarkah Cara Berdoa Kita?

Berdoa merupakan salah satu rangkaian ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT dan dijanjikan pahala yang besar jika menjalankannya. Maka sudah selayaknya bila kita berdoa kepada Sang Maha Pemurah harus disesuaikan dengan tuntunan yang telah dianjurkan oleh agama Islam. Tulisan ini saya buat, untuk mengingatkan diri sendiri, sebagai catatan yang bisa dengan mudah saya baca dan semoga bisa bermanfaat untuk orang lain.  Mengutip isi tausiah dari  Ustad Aam Amirudin yang menguraikan tentang adab berdoa yang benar yaitu :

Pertama, mengetahui waktu dan keadaan yang mustajab.
  • Waktu yang mustajab, seperti berdoa di sore hari jumat, waktu sahur, sepertiga malam terakhir atau pada Hari Arafah.
  • Sedangkan keadaan yang mustajab untuk berdoa di antaranya ketika sujud, antara adzan dan iqamah atau di saat menjelang berbuka puasa.  
          Nabi Saw. bersabda, "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak." (H.R.Turmudzi). 
       Adapun penjelasan tentang waktu mustajab ketika sujud terkandung dalam hadist lain, 
          Nabi Saw bersabda, "Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa." (H.R.Muslim)

Kedua, berdoalah dengan khusyu', merendahkan hati dan penuh harap.
Adab berdoa yang patut diperhatikan selanjutnya adalah melakukannya dengan khusyu', terbebas dari segala macam pemikiran lain. Dalam Al Qur'an Surat Al-Anbiya : 90 Allah berfirman, " Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas.  Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."

Ketiga, menghadap kiblat. Berdoa memohon kepada Sang Pemurah lebih baik dilakukan dengan menghadap ke arah kiblat.  Dari Jabir r.a, bahwa Nabi Saw ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam.  (H.R.Muslim).

Keempat, berdoa dengan suara lirih dan tidak dikeraskan. 
Perihal adab berdoa dengan suara lembut dapat ditemukan pada Surat Al-Isra : 110 yang berisi : Allah berfirman, "Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah da tara keduanya itu."
Allah pernah memuji Nabi Zakariya yang  berdoa dengan khusyu dan suara yang lirih," (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan terntang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (Q.S. Maryam : 2-3)

Kelima, berdoa kepada-Nya tidak dibuat lagam atau bersajak. Doa yang terbaik adalah doa yang terkandung dalam Al Quran dan sunah.

Keenam, mengulang-ulang doa dan memohon dalam berdoa. Ibn Mas'ud mengatakan, " Rosululloh, bila berdoa, beliau mengulang tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali (H.R Muslim)

Ketujuh, memantapkan hati dalam berdoa dan yakin doa kita akan dikabulkan.
Kedelapan, memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah.
Kesembilan, hindari berdoa untuk keburukan, baik untuk diri sendiri, keluarganya maupun untuk orang lain.
Kesepuluh, hindari keinginan doanya segera dikabulkan. Jangan berprasangka buruk kepada Allah jika doa belum dikabulkan.

6 comments:

  1. Tips yang berguna. Di hadapan Sang Pengabul Doa tetap harus memakai tata krama

    ReplyDelete
  2. Setelah berdoa sesuai Al Quran dan Hadits saya tambahi doa dalam bahasa Indonesia agar lebih manteb.
    Kita memang sebaiknya jangan tergesa-gesa dalam berdoa apalagi sampai menjadikan Tuhan sebagai tersangka ya.
    Terima kasih pencerahannya.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  3. Dipikir2 kan kita sdg memohon ama yg MAHA KUASA ya mba...masa mw sembarangan ;) Aku sndiri percaya, doa yg diucapkan dgn khusyuk, sungguh2, memohon dgn sepenuh hati, pasti dijabah..Lbh bgs lg kalo sdg memohon sesuatu, diikuti jg dgn sedekah mba :)

    ReplyDelete
  4. yang kesepuluh itu terkadang yang sulit y mbk..hmmm bahan renungan saya juga mbk....thanks

    ReplyDelete
  5. Iya mbak, aku juga sering mikir kalo doaku belum terkabul jangan2 caraku berdoa yang masih belum benar

    ReplyDelete
  6. iya aku pun sering berpikir demikian

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}