1001 Kenangan di Bandung Yang Tak Terlupakan

1001 Kenangan di Bandung Yang Tak Terlupakan. Sampai 1001 kenangan?  Kenapa sampai begitu banyak? Ya, iyalah, saya lahir dan dibesarkan di Bandung, tentu saja kenangannya bisa mencapai 1001 :)).. 

Meskipun kini, saya sudah tidak tinggal di Bandung lagi, namun kota kembang itu selalu melekat dalam ingatan saya. Apa saja yang membuat saya enggan melupakannya?

Kenangan di Masa Kecil
Saya dibesarkan di lingkungan AURI dan menempati rumah dinas di dekat bandara dan hamparan sawah. Pemandangan alam yang serba hijau, selalu mendengarkan nyanyian kodok di malam hari dan bermain di pematang sawah akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan. 
Selain itu, hampir setiap saat bisa melihat pesawat terbang melintas di daerah kami. Suara bisingnya pesawat? Wah, jangan ditanya deh! Itu sudah menjadi kebiasaan, hampir setiap jam, kami mendengar ada pesawat yang take off atau landing. Suaranya yang keras memekakkan telinga itu, bisa menggetarkan kaca rumah kami, loh! 
Jika ingat tentang semua itu, saya jadi penasaran bagaimana kondisi pendengaran warga yang begitu dekat dengan bandara, ya? :(

Hamparan sawah yang selalu mengingatkan akan masa kecil
Kami tinggal di rumah dinas yang berdekatan satu rumah dengan rumah lainnya. Tinggal bersama, dengan berbagai macam budaya dan adat. Karena bahasa daerah yang kami miliki berbeda-beda, maka kami mempergunakan Bahasa Indonesia dalam melakukan percakapan sehari-hari. Suasana Bhineka Tunggal Ika, begitu terasa apabila tinggal di rumah dinas. Sedikit banyak saya juga jadi mengetahui bahasa dan adat dari daerah Sunda, Menado, Jawa, Padang, Batak, Bali dan adat lainnya.

Masa Menuntut Ilmu
Sebenarnya masih ada kenangan di Bandung yang tidak terlupakan. Yang masih teringat dengan jelas, yaitu masa menuntut ilmu di bangku kuliah. Waktu itu, merupakan tahun pertama Gedung FISIP pindah ke Jatinangor. Berada di kawasan kampus yang masih dalam proses pembangunan dan fasilitas yang belum semuanya tersedia. 
Masih teringat, suasana kampus yang begitu gersang, tidak ada pohon yang rindang. Kami para mahasiswa harus mengerenyitkan alis jika memandang keluar. Panaas..hiks..hiks. Jadi jangan heran jika warna kulit kami berubah. :))

Satu hal lagi yang saya ingat ketika masa itu, berebut bis! Yup, kala itu bis tidak sebanyak sekarang. Tidak senyaman sekarang. Perjuangan kami untuk mencapai kampus Jatinangor, begitu berdarah-darah..sodara-sodara! (biarin deh, di bilang lebay juga! )

Bayangkan, ketika satu buah bis datang, kami layaknya sekelompok semut yang berebut gula. Berdesak-desakkan menempatkan badan kami agar bisa tertampung di dalam bis. Nah, apabila sudah berada di dalam bis, bisa tenang dong! Iya sih, tenang karena sudah ikut terangkut. Berarti tidak telat masuk ruang perkuliahan.

Tapiii... karena kapasitas tempat duduk tidak sebanding dengan banyaknya penumpang, banyak diantara kami yang harus berdiri berhimpitan. Bergelantungan selama kurang lebih dua jam untuk mencapai kampus. (Saya tinggal di daerah Bandung Barat dan kampus berada di perbatasan Bandung Timur). Berdiri di bawah ketiak mahasiswa yang masih wangi sabun mandi, limbung bersama setiap melewati belokan...merupakan kenangan yang tak terlupakan, deh!
Untungnya situasi dahulu, tidak seperti sekarang yang tingkat kriminalitas dan pelecehannya tinggi. Alhamdulillah, kami aman waktu itu.

Bagaimana dengan tempat wisata di Bandung?
Waah, kalau soal yang satu ini, semua pasti sepaham dengan saya. Bandung merupakan salah satu surganya dunia..uhuk! Tempat wisata di Bandung begitu banyak. Jika disebutkan satu persatu, bisa panjang sekali cerita saya..he..he.

Bandung Selatan
Siapa yang tidak terpesona dengan pemandangan kawah berwarna putih kehijau-hijauan dan dikelilingi tebing batu yang berada di Kawah Putih, Ciwidey? Atau indahnya deretan pohon kayu putih di Ranca Upas? Suasana di semua tempat wisata itu begitu indah. Selain Kawah Putih dan Ranca Upas, kita juga bisa menikmati keindahan alam di Cimanggu dan Walini yang terkenal dengan air panasnya serta Situ Patenggang, pemandangan danau dengan hutan di sekililingnya. Semua daerah wisata itu, memiliki keindahan masing-masing yang begitu menakjubkan. 

Jika berniat untuk mengunjungi daerah wisata di sana, sebaiknya berangkat pagi, ya... Selain agar kita bisa puas menikmati pemandangan alam di sana, jika berangkat terlalu siang kita akan bertemu dengan para pengendara lain. Bermacet ria sepanjang Jalan Kopo, pastinya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan :(
Kawah Putih - Ciwidey
Bandung Utara
Menurut saya, daerah ini merupakan tempat wisata yang paling banyak. Wajar saja, dong, jika begitu banyak kenangan bersama keluarga ketika menikmati keindahan di sana. Asyiknya berkuda dengan memakai kostum cowboy atau belajar memanah di De' Ranch. Seakan-akan berada di daerahnya para cowboy, sungguh kenangan yang tak terlupakan.
Wisata De' Ranch Lembang

Berkuda dengan kostum cowboy di De Ranch
Kenangan di Bandung Utara yang tak terlupakan lainnya, yaitu ketika menikmati naik perahu di Floating Market. Begitu mengesankan, tegang tapi menyenangkan! Soalnya takut perahunya terbalik he..he...
Atau menikmati miniatur kereta api hasil karya anak negeri ini? Wah seru! (masih teringat, anak lelaki saya, susah sekali diajak keluar dari arena ini, butuh waktu lama untuk membujuknya, duh!),  
Miniatur Kereta Api di Floating Market
Masih ada lagi daerah wisata yang gak kalah mengesankan. Dusun Bambu, sebuah kawasan wisata yang didominasi dengan karya-karya cantik terbuat dari bambu. Di sana juga terdapat taman bunga dengan beraneka warna, bisa digunakan untuk menambah koleksi photo selfie dan welfie. Mantap!

Suasana di sekitar danau di Dusun Bambu

Sebenarnya, daerah wisata di Bandung, masih banyak. Dan semuanya memiliki keunikan dan keindahan yang akan selalu teringat. Selalu kangen untuk datang berlibur ke Bandung lagi.

Setelah bercerita tentang daerah wisatanya, tidak lengkap rasanya jika kita tidak berbicara soal makanan. Yup, makanan di Bandung terkenal bisa memanjakan lidah semua orang. 
Jika berkunjung ke Bandung, kita akan melihat semua tempat makan, pasti tidak akan sepi pengunjung. Sudah dengar cemilannya yang pedas, seperti seblak? Kita bisa menemukan berbagai jenis seblak di kota kembang ini. Ada seblak ceker, seblak kerupuk, seblak makaroni atau seblak tulang ayam.
Hmmm..yummy! Rasanya yang gurih dan pedas, ditambah aroma kencurnya, bisa membuat yang memakannya ketagihan, deh!

Bakso. Makanan yang terbuat dari daging ini, dapat kita temukan hampir di setiap sudut Kota Bandung. Makanan favorit keluarga saya ini, selalu memanggil untuk dinikmati.

Untuk makanan yang agak berat atau mengenyangkan, Bandung juga banyak menyediakan kuliner yang memiliki variasi untuk dinikmati. Contohnya, nasi timbel dengan ayam bakar, ayam goreng, ayam rica-rica atau olahan bebek, semua tersedia di sana.

Nah..! Apa yang membuat Bandung tak terlupakan? Banyak, bukan? Untuk urusan perut, Bandung juaranya. Urusan refreshing, banyak tempat yang bisa dikunjungi. 

Sepertinya tidak akan ada habisnya, membicarakan kota yang penuh kenangan ini. Setidaknya dua minggu sekali, saya usahakan untuk pulang ke Bandung. Selain untuk mengunjungi orang tua dan mertua, banyak kenangan yang selalu mengajak kami untuk kembali. I love Bandung..pokoknya mah..!


        "Tulisan ini diikutkan dalam niaharyanto1stgiveaway : The Unforgettable Bandung"

20 comments:

  1. Bandung sekarang benar-benar cantik. Terakhir kesana 3 tahun lalu, aaakk..jadi pengen ke Bandung lagi ;)

    ReplyDelete
  2. Waaa, ternyata ada yang serupa dengan ku, hihihi. Susah move on dari kenangan masa kecil
    berarti bener yaa, masa kecil semua terekam sempurna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mbak..semua orang memiliki memori masa kecil yang susah untuk dilupakan he he

      Delete
  3. Wiiih Bandung ternyata lebih keren dari bayanganku. Berhara bisa ke sini lain waktu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Anisa..manggaa...ke Bandung :)

      Delete
    2. Nunggu dapat uang lebih biar bisa traveling ke sana :D

      Delete
  4. Ya ampyunn, Bandung emang lyar biasa bikin jatuh cinta

    ReplyDelete
  5. Bandung? Beberapa kali pernah ke sana, beberapa sangat berkesan, beberapa biasa saja, beberapa cukup memperihatinkan pula...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh..semoga yang memprihatinkannya sekarang sudah membaik ya..

      Delete
  6. Ah miniatur kereta api tuh kesukaan anakku banget ^_^ Girang abis diajak ke situ. Ngiri sih sama kota Bandung & daerah sekitarnya yang banyak tempat wisata kece & sudah dikelola dengan lebih profesional, tapi tetep seneng ada daerah tujuan wisata yang masih lumayan 'dekat' Lampung. 10-12 jam perjalanan darat (+nyebrang selat sih he he) sudah sampai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum menikmati keindahan Kota Bandung, bisa menikmati senangnya di perjalanan ya Mak.. duuh..10-12 jam

      Delete
  7. Bandung tidak ada habis nya ya teh.. Butuh berapa tahun coba untuk menikmati nya hihii

    ReplyDelete
  8. menyenangkan ya, jadi pengen tinggal di Bandung, btw adek saya kuliah di telkom :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Telkom yang mana, Mas? Di Gerlong atau yang di Bandung Selatan? Main ke Bandung sekalian nengok adik, ya..

      Delete
  9. Saya paling enak itu ya ke Bandung, soalnya banyak mojangnya, kulinernya banyak banget. Saya juga ada saudara di Bandung, makanya sedikit banyak jadi tau.

    Semoga sukses giveaway nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. saya kelewat membahas mojangnya ternyata :)

      Delete
  10. pertama kali ke Bandung, saya juga merasa asyik. Bandung nyamannya seperti di Jogja. Dua kota yang the best. Terima kasih pemaparannya kak, interest ;)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}